Mudik #2 : Kuil di Tuban..

Hiasan dashboard mobil

Postingan ini akan bercerita mengenai pengalaman saya bersama keluarga mudik ke Tuban, pada lebaran September tahun ini.. Ini tahun kedua saya beserta keluarga mudik dengan kendaraan pribadi.. ^o^

Tahun ini kami berangkat pada hari-H, yaitu hari Jumat.. Perjalanan sekitar 6 jam, dan saya full nyetir di depan.. Karena bertepatan dengan hari Jumat, maka di tengah jalan kami sempat singgah di sebuah masjid di daerah Padangan karena Ayah dan Adik beribadah Jumat.. Sementara itu, saya dan Ibu saya poto-poto.. ^^v

Makan siang dilakukan di dalam mobil, yaaa makan yg instant aja.. Oiya, jalanan dari Bojonegoro ke arah Tuban masih sangat jelek : bergelombang.. Oleh karena itu, kami berjalan sangat pelan di sini, soalnya takut as roda-nya putus atau garda-nya putus.. Mana di sekitar jalan masih tergolong sepi, kanan kiri cuman sawah yang membentang.. Bagus sih bagus buat dipandang, tapi kalo kenapa-kenapa kan susah cari bantuannya.. Kami sempat melihat mobil lain yang as-nya putus, nah lho, bengkel terdekat entah berapa kilometer tu.. Untungnya, banyak mobil yang berseliweran karena jalan itu adalah jalan utama penghubung kota, jadi gak “sepi” alias masih ada “teman”nya.. hehe.. (masukan buat pemerintah : jalannya diperbaiki donk, biar rata, kan jadi lebih aman buat pengendara)..

Singkat kata, kami sampai di Tuban sudah menjelang sore.. Kegiatan rutin di sana, yaa keliling ke tempat tetangga dan saudara berhubung hari itu udah idul fitri.. Selain itu, gak ada kegiatan yang rutin sih.. Saya sampai sempat bosan di sana.. Habisnyaaa,,, sodara yang seumuran cuman satu, itu juga di lain lokasi (tapi masih di Tuban), selain itu sodara yang lain masih precil-precil.. Saya cari kesibukan sendiri, mulai dari nyapu, memberi makan kambing, ngenet, nonton filem, sampai gak ada ide lagi mau ngapain..

Akhirnya saya “mengadu” (baca: ngajak jalan-jalan, hehe) pada ibu saya.. Kemana kek.. Maklum, saya buta Tuban, jadi saya ngajak Ibuk yang orang Tuban, supaya ada petunjuk arahnya.. Hihihihi..

Jadilah, sore itu kami ke pantai dan ke kuil.. Di Tuban ada sebuah kuil yang besar dan terkenal.. Saking terkenalnya, saya lupa nama kuil itu apa(??)

Kebetulan waktu itu sedang ada ‘keramaian’ di kuil itu.. Bisa untuk foto-foto deh.. Tapi ternyata Ibuk saya yang semangat & narsis.. Katanya baru sekali ini masuk kuil itu.. Wewww padahal Ibu saya kan sejak kecil lahir & besar di sana.. Hmmm.. -_-”

Kuil itu di dalamnya bagus banget, besar, dan ada jembatan kayak rumah-rumah di Cina.. Bagus banget buat poto-poto.. Banyak juga wisatawan atau jemaat yang ke sana untuk tujuan ‘berwisata’..

Karena tidak tau nama kuil itu, saya beri ciri-cirinya aja ya : terletak di pinggir pantai, ada patung kepiting di atas gapura masuknya..

Hahahaha, sama sekali gak menolong ya? ^^” ya nanti kalau ke Tuban, tanya aja sama orang-orang, pasti tau dimana kuil itu.. Gampang kog nemuinnya, secara Tuban itu kotanya gak terlalu besar juga.. Gambar bangunan di dalam kuil tersebut bisa dilihat pada gambar yang sudah saya sertakan dalam blog ini, semoga dapat menjadi salah satu referensi wisasta Anda.. (loh??)

Kuil yang ada kepiting di atasnya

Setelah puas foto-foto di dalam kuil, selanjutnya kami mau pulang (soalnya udah sering ke pantai).. Tapi begitu keluar kuil itu, wuaaaaaaa langitnya buagus buanget.. Langit senja..

Padahal pas berangkat tadi ragu-ragu dikiranya mau ujan, soalnya mendung.. Tapi ternyata moment-nya perfect banget, emang kita berdua ditakdirkan buat foto-foto.. Hahahahaha..

Pantai dengan senja yang sempurna

Nah, ini dia pantai yang akhirnya saya foto karena langit senjanya bener-bener bagus.. Di foto sih cuman seperti ini tapi aslinya bagus banget,, maklum yang moto gak profesional..

Selanjutnya, karena udah maghrib, saya dan Ibu saya pulang ke rumah nenek saya dengan perasaan gembira(??)

Singkat cerita, kami pulang ke Solo pada H+3 karena masih ada acara lain di Solo yang menanti kami.. Padat-padatnya arus balik tuh.. Kalau tau kemaren kami kejebak macet cuman di daerah Masaran saja, tapi kali ini macet udah mulai kerasa bahkan sebelum kami masuk kota Sragen..

suasana arus balik mudik

Macetny dari sebelum masuk Sragen sampai pertigaan Solo-Tawangmangu.. Wew..

Walhasil, kami baru sampai rumah jam 18.30an.. Padahal berangkat dari Tuban sekitar jam 10.30an lho..

Tapi, conclussion dari semua itu adalah : mudik itu seru! Satu mobil kecil bareng keluarga kecil.. :)

(meskipun lampu retting mati pas di tengah-tengah jalan, disusul wiper mobil yang macet padahal ujan deres.. Hihihihi, alhamdulillah deh, masih untung mobilnya bisa jalan & penumpangnya semuanya selamat sapai rumah)

Advertisements

2 thoughts on “Mudik #2 : Kuil di Tuban..

  1. Pingback: Mudik #3 : Semenanjung Buatan Pantai Boom.. « Novsabatini's Blog

  2. Pingback: Mudik #4 : Cemara di Tepi Pantai.. « Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s