Jagong..

Post kali ini akan dibuka dengan pertanyaan : “ini lagi musim kawin yak?” (mau donk ikutaaan… hwehehehe.. ^^v)

Hari ini, keluarga kami mendapat undangan pernikahan salah seorang kerabat lama dari Ayah, yang kebetulan juga merupakan teman sekantor ayah (baik Ayah dan Ibu si pengantin perempuan).. Jadi, ayahnya si pengantin perempuan itu adalah adik dari istrinya kakak sepupu ayah saya (nah lho, gimana ya itu? hihihi)..

Satu lagi, kebetulan dulu ayah saya dan kakak sepupunya tinggal di satu kampung, jadi para tamu undangan tadi sebagian besar sudah kenal dengan baik (yang kenal ayah dan ibu saya lho, saya mah jangan ditanya, hehehe).. Hubungan antara ayah & saudara-saudara kandungnya dengan ayah si mempelai perempuan cukup baik, sampai-sampai kami kenal saudara-saudara si ayah tersebut..

Singkat cerita, pesta diadakan di salah satu hotel di Jalan Slamet Riyadi Solo.. Awalnya berjalan biasa saja.. Begitu masuk, disambut among tamu yang merupakan saudara-saudara kandung ayah si mempelai perempuan yang nampaknya sudah lama sekali tidak bertemu dengan kami.. Ibu saya sempat pangling (bahasa Indonesianya apa ya? O_o”) tapi ayah saya tidak, dst.. Kemudian sisanya kami duduk & makan sambil menikmati musik, selayaknya jagong di kawinan biasanya..

Nah, di akhir acara, ketika perta sudah hampir selesai dan para tamu sudah mulai pulang satu-satu, kami (ayah, ibu, saya, Bude, Bulik, Paklik) menuju ruang utama untuk para keluarga dan besan (sebelumnya, kami duduk di tenda luar).. Jadilah, kami seperti reuni keluarga.. Saya mah cuman ikut salaman saja sambil senyum-senyum sendiri(?) karena saya tidak begitu kenal dengan mereka, justru mereka yang mengenali saya (hwahahahaha sekali-sekali narsis dikit di blog sendiri boleh donk).. Nah ini komentar mereka :

Lho, ini anaknya Pak Batin to?

Duh, anakmu udah perawan ya, nggak kerasa..

Eh, ini Novi ya? Yang dulu suka makan es itu??

Kamu tu dari dulu kog gak gemuk-gemuk sih Vi??

Weh? Iya to? Saya suka makan es? Berarti ini udah bakat dari kecil ya.. Hahahaha.. Saya sama sekali tidak ingat peristiwa itu.. Tapi begitu saya konfirmasi pada Ibuk, kata Ibuk memang iya, dulu waktu saya kecil suka makan es, bukan es buah atau es krim atau apa melainkan es batu pure tanpa ditambah apa-apa, dikunyah-kunyah sampai bunyi “krauk krauk”, dan digenggam dengan erat tanpa merasa dingin.. Hmmm.. Ini salah satu kebiasaan aneh saya.. -_-

Setelah itu, dan yang merupakan hal inti yang ingin saya sampaikan di post ini, adalah perkataan teman-teman ayah & saudara-saudara jauh tersebut, yaitu :

Wah, setelah ini giliran Pak Batin yang mantu (punya menantu, red) nih..

Lha kamu kapan nyusul Mbak Luki (mempelai perempuan, red), Vi??

Kapan nih? Nanti saya jangan lupa diundang ya Mbak (berbicara dengan Ibu saya, red)..

Hooo… Kadang saya seperti baru tersadar : ternyata saya sudah besar ya..  -_- padahal baru saja diingatkan tentang masa kecil saya yang suka makan es, makan pines (paku payung, red), dll.. Lha kog pertanyaan selanjutnya nanyain kapan saya nikah.. =_=

Memang sih, notabene memang sudah gilirannya saya.. Seperti jika ada dua perempuan bersaudara dan kakaknya sudah menikah, pasti pertanyaan selanjutnya akan menjurus pada kapan rencana si adik menyusul kakanya (nikah, red) secara otomatis.. Si mempelai perempuan umurnya memang tidak terpaut jauh dengan saya.. Kalau tidak salah terpaut 3 tahun.. Yaaa,, wajar jadinya kalau saya ditanyain kapan nyusul..

Jawaban saya???

=*didoain saja ya Pak, Bu, Mbah, Mbak, Mas, dan semuanya.. Semoga secepatnya bisa nyusul (wuzz??)*=

Yup, Amiiin.. Amiiin.. ^^v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s