Sebuah Renungan : Gadis Pemimpi

Saya adalah gadis pemimpi.. Terdengar bagus, seolah-olah merupakan sebuah judul roman sastra.. Namun ini kenyataan, eksplisit, sungguhan.. Hampir setiap hari saya bermimpi.. Biasanya sebuah cerita, mempunyai alur.. Saya kira normal adanya dan semua orang begitu adanya.. Ternyata tak semua bisa mencicipi mimpi sesering ini, beberapa bahkan hampir tidak pernah, sangat jarang..

Di satu sisi saya bersyukur.. Bagaikan berkesempatan memiliki dunia kedua, dimana saya bisa menjadi dan melakukan apa saja yang mustahil di dunia yang ‘sesungguhnya’ ini.. Namun terkadang, mimpi terasa sangat nyata.. Dan sangat berbekas saat terjaga hingga terngiang-ngiang di dunia yang ‘sesungguhnya’..

Beberapa mimpi yang bagus, membuat sering melamun dan berkhayal.. Beberapa mimpi yang tak tuntas, menyisakan penasaran yang menyiksa tanpa tahu kemana bisa mencari jawabannya.. Dan beberapa lagi, mimpi yang buruk, yang terkadang membuat trauma dan ketakutan tanpa sebab yang masuk akal..

Pernah, beberapa kali, entah bagaimana ceritanya hingga seseorang menodongkan pistol ke kepala saya.. Dan saya selalu terbangun pada kejadian itu, ketakutan namun bersyukur kejadian itu tak nyata.. Saya bahkan tak pernah ingin tahu apa kejadian berikutnya apabila saya tak berhasil terbangun saat itu juga..

Pernah, suatu ketika, entah bagaimana asal muasal dan ceritanya, divonis dokter menderita AIDS stadium 4 (oke, terkadang beberapa hal memang tak logis dalam mimpi, namun di sana kita bahkan tak sempat memikirkan hubungan sebab akibat ataupun metodologi ilmiah), dan mimpi ini yang hendak saya bahas sedikit lebih dalam..

Pada saat itu, dalam mimpi, ketika saya mendengar vonis dokter tersebut saya seperti orang linglung, yang berharap semuanya hanya mimpi (alhamdulillah memang hanya mimpi, namun saya belum terbangun saat itu)..
Berlanjutlah.. Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar bahwa hidup Anda akan segera berakhir dalam 2 bulan?? Campur aduk, absolutely!

Pada saat itu, saya masih ingat bagaimana perasaan saya (di mimpi)..

Rasanya seperti mendapat tugas dari salah seorang dosen killer, lalu di tertidur di saat deadline hanya tinggal hitungan jam!

Anda tahu harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikannya, namun Anda bingung dari mana harus memulainya..

Dan sedetik setelah kesadaran tertangkap oleh pikiran, hal pertama yang saya pikirkan adalah : dosa saya masih terlalu banyak! Dan saya sangat ketakutan..

Kemudian hal kedua yang saya pikirkan adalah, saya ingin menikah, mempunyai anak (oke, di mimpi memang kadang terjadi relativitas.. Kita bisa mempercepat atau memperlambat waktu)..

Kemudian, yang terakhir adalah berkumpul dengan keluarga sampai ajal menjemput.. Apalagi hal yang lebih membahagiakan untuk melewatkan sisa hidup daripada berkumpul dengan orang-orang yang disayangi?

Itu yang saya pikirkan, dalam mimpi..

Syukurlah, sebelum mimpi tersebut ‘mengakhiri’ saya, terlebih dahulu saya mengakhiri mimpi tersebut..

sleeping and dreaming..

Poin yang bisa saya ambil adalah, kadang lewat beberapa mimpi, kita tersadarkan bahwa apapun yang kita punya adalah sesuatu yang sangat amat berharga..

Bagaimana kita sampai detik ini masih diberi kesempatan untuk hidup.. Bagaimana kita masih mempunyai keluarga.. Bagaimana kita teramat beruntung dengan kondisi kita sekarang, terlepas dari segala kekurangan yang mungkin kita rasakan..

Semua orang pernah mengalami hal buruk dalam hidupnya..
Jika Anda sedang mengalami hal buruk, jangan putus asa..

Setidaknya Anda masih hidup sampai detik ini, dan bisa mengusahakan sesuatu agar segalanya menjadi lebih baik.. Karena beberapa yang tak berpikir panjang, tak punya kesempatan untuk merasakan kenikmatan Alloh yang besar di depannya hanya karena tak tahan dengan cobaan kecil di pundaknya..

Setidaknya Anda masih punya keluarga dan orang-orang yang menyayangi Anda, dimana Anda bisa berlari dan menangis kepadanya, tempat berbagi dan menemukan kekuatan.. Karena beberapa orang bahkan tak dapat berjumpa lagi dengan keluarganya ketika ‘waktu’nya telah tiba..

24.08.12

Advertisements

One thought on “Sebuah Renungan : Gadis Pemimpi

  1. Pingback: You And I.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s