Bertanya Kepada Tuhan..

Kemana kita harus bertanya sebuah pertanyaan yang retoris? Kemana kita harus bertanya sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar bodoh bagi orang lain? Kemana kita harus bertanya ketika tak ada seorang pun di sekitar kita? Kemana kita bertanya ketika sedang mengendarai motor sendirian? -_-

Jawabannya ada dua : pada diri sendiri, atau pada Tuhan.. Mmmh, oke.. sebenarnya ada banyak sih.. Bisa bertanya pada angin yang berembus atau pada pohon palm yang bergoyang (soalnya rumput sedang ditanya sama Bang Ebiet).. Ini adalah kisah nyata! Dan baru saja saya alami tadi pagi dalam perjalanan ke kantor..

Alkisah, berangkatlah saya.. Dengan setengah bengong, setengah mengantuk.. Berhubung hari ini adalah hari Jumat (horeeee asyiiiiik!!! ^_^) jadi bel kantor berbunyi pukul 7 pagi.. Walhasil, di sepanjang perjalanan saya berlomba dengan anak-anak sekolah yang sedang mengejar jam yang sama.. Di suatu titik dalam perjalanan saya, saya melihat seorang anak SD (yang, yah, besarnya seukuran saya lah.. Sedih.. T_T) sedang dibonceng menuju ke sekolah..

Tahu kan, rok SD? Dan si Adik duduk menghadap depan.. Otomatis roknya sedikit banyak tersingkap, dan diisengi oleh tiupan angin pagi.. Saya saja nih, yang cewe, melihat itu “Wow, si Adek ini bikin konsentrasi buyar“.. Well, saya harap itu bukan karena saya kelainan ya.. Jika dilihat dari motif rok seragamnya, sekolah Adik tersebut adalah sekolah swasta non.. Sejurus kemudian, saya jadi bertanya-tanya kepada Tuhan.. Sebagaimana anak kecil yang bertanya polos pada orang tua atau temannya..

Ya Alloh.. Jika kataMu, perempuan non itu bukan muhrim kami, berarti dosa ya kalau aku lihat-lihat Adiknya barusan? Berarti apakah dosa juga jika melihat Britney Spears gitu? Meskipun saat itu mereka berbusana cukup tertutup? Lantas, aurat mereka sebenernya dari mana ke mana? Atau jangan-jangan mereka tidak punya aurat?

Dan kemudian, pertanyaan tersebut sirna ditelan tikungan jalan.. Dan kemudian, perjalanan pun berlanjut dengan sendirinya.. Meskipun mungkin buat saya saat itu merupakan pertanyaan retoris, tapi mungkin akan benar-benar dijawab nantinya oleh Alloh.. Tentu saja, bukan melalui kata-kata layaknya orang-orang bercengkrama.. Alloh punya cara lain dalam menjawab pertanyaan, maupun doa.. Apapun perantaranya..

(21.09.2012)
topik yang terlalu berat nampaknya, bagi usia hari yang baru menginjak pukul 7 pagi :-)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s