Puisi Untuk Kecoa..

Kecoa.. Oh kecoa..
Melihatmu membuatku bergidik ngeri..
Lantas berlari menyelamatkan diri..

Aku tak tahu..
Apakah itu karena warnamu yang cokelat gelap..
Atau karena antenamu yang panjang bergoyang-goyang..
Atau karena kakimu yang berbuku-buku..
Walaupun fakta berkata bahwa aku menyukai warna cokelat..
Namun entah kenapa aku menbencimu..

Mungkin karena larimu lebih cepat dariku..
Sehingga seberapa jauh pun aku berlari kau akan menangkapku..
Atau mungkin karena kau bisa terbang kesana-kemari..
Sehingga seberapa waspada pun aku, kau dapat sewaktu-waktu hinggap di kepalaku..
(hiiiiiiiiiiiyyyyyy)

Oh Tuhan..
Jika Kau mengabulkan permintaan-permintaan konyol..
Aku tak akan minta hidung yang tanpa bulu, pun upil..

Aku hanya akan meminta satu..
Jikalau tak akan terganggu keseimbangan ekosistem ini, aku mau kecoa punah..
Jikalau tak sedang sibuk Engkau oh Tuhan, aku akan senang apabila itu terjadi kurang dari 48 jam..

Kecoa.. Oh kecoa..
Maafkan aku bila membencimu..
=_=

visualisasinya diganti ini, lebih imut kan..

Advertisements

3 thoughts on “Puisi Untuk Kecoa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s