Liku-liku Perkenalan dengan Nihon Go..

Karena baru sepi job, daripada cuman bengong, mengantuk, dan sia-sia, mendingan saya nge-blog aja.. ^_^

Oke, what to write now? *mikir*

Begini, saya sedang galau.. Seminggu lagi saya akan menghadapi ujian JLPT, tepatnya tanggal 2 Desember 2012.. Apa itu JLPT? JLPT adalah kependekan dari Japanese Language Proficiency Test, semacam TOEFL untuk Bahasa Jepang, gitu..

Sebenarnya saya telah mengambil les Bahasa Jepang selama dua bulan.. Namun les tersebut telah cukup lama berakhir, yaitu Bulan Juli 2012.. Karena alhamdulillah saya langsung dapat pekerjaan setelah itu, persiapan JLPT pun sangat minim dilakukan seusai les..

huruf kanji

huruf kanji

Namun, yang membuat saya lebih galau lagi adalah, karena saya salah ambil level! OMG! JLPT versi lama hanya terdiri dari 4 level tes yaitu N1, N2, N3, dan N4.. Semakin kecil angkanya semakin sulit.. Nah, mulai tahun 2011 JLPT menjadi 5 level, yaitu N5, N4, N3, N2, N1.. Kami masih gamang, level mana akan selevel dengan mana(?)..

Ceritanya kami (saya dan 2 orang teman saya) adalah sekumpulan orang-orang yang ketinggalan acara daftar-mendaftar JLPT tersebut.. Anak-anak LBA yang lain telah lebih dulu mendaftar dan mengambil level N5..

Karena hari pendaftaran sudah menjelang akhir dan daftarnya di jogja, sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal dan daftar harus pada saat hari kerja, jadilah teman kami yang di jogja menjadi sasaran untuk dimintai tolong mendaftarkan kami (2 orang) yang di Solo..

Urusan isi mengisi formulir jangan tanya, kami hanya mengandalkan messenger pada salah satu jejaring sosial untuk berkomunikasi.. Pada saat mengisi level yang akan diambil, kami sempat bimbang dan berdebat panjang.. Level N4 dan N5 biayanya sama (kalau tidak salah 100.000,-) dan berbekal pengetahuan minim kami yang mengira bahwa jarak kedua level tersebut tidak jauh, plus modal nekad, jeng jeng! jadilah kami bertiga sepakat mengambil N4.. Esoknya formulir langsung dikumpul (hari terakhir pendaftaran).. Bodohnya ya, kami lupa bahwa pada era ini telah ada dukun sakti yang disebut Mbah Google dimana kami bisa bertanya apa saja.. Dudul, memang!

Hari berganti dan kami lupa kejadian itu.. Bahkan kami lupa kapan tes dilaksanakan..

Ah, masih Desember ini kok..

Selalu begitu yang terucap.. Hingga tak terasa, tesnya minggu depan! OMG! Junbishinakatta yo!

Selain belum mempersiapkan apa-apa, kami bertambah panik ketika pada suatu hari yang beruntung saya libur kerja dan berkunjung ke LBA.. Sensei kami pun shocked mengetahui bahwa kami mengambil N4.. Katanya, itu selevel dengan N3 versi lama.. Saya diberi contoh soalnya.. Dan jeng jeng! membaca saja saya sulit, apalagi mengerjakan! *unknown kanji detected*

Yahhh..

Apapun itu, hal daftar-mendaftar telah usai.. Tak bisa diputar ulang dan tak usah disesali.. Kini, hanya tinggal memaksimalkan ikhtiar saja.. Saya akan kejar sebisa yang saya mampu! Belajar kilat.. Agar nantinya bisa ikhlas bertawakal..

*mohon doanya*

Hmmm.. Mengingat-ingat waktu les dulu.. Teman saya yang awal mulanya mencetuskan ide mengambil N4 ini, bagi saya agak unik..

Bagaimana tidak? Saat yang lain baru mengerjakan shukudai (PR, red.) pada hari kedua les, dia datang ke kelas sudah mengucapkan okurette sumimasen (baca: maaf, terlambat) dan kami yang lain hanya bengong gak ngerti..

Saat kami pinjam bolpoin hanya dengan heh, bolpen donk dia dengan terbata-bata membuat kalimat borupen o kashite kudasai.. Begitu pun saat yang lain hanya berteriak woooi gelap dia dengan clingnya berkata denki o sukete kudasai..

Dan saat yang lain pulang hanya dengan mengucap salam, dia mengatakan itterasshai yang bahkan sampai sekarang saya belum hafal dijawab apa..

Dia itu.. Orang yang membuat kami cepat familiar dengan bahasa Jepang, bukan hanya membacanya melainkan langsung mempraktekkan lengkap dengan intonasi nada khas Jepang..

Dan kini, dia membuat kami terpaksa belajar lebih jauh lagi untuk N4..

Namun sayangnya, itu tadi.. Dia adalah orang yang hampir selalu terlambat masuk kelas, paling sering tidak masuk, hampir selalu lupa mengerjakan shukudai serta paling sering mencatat dengan romaji.. Heheheheh..

Liku-liku kisah saya berkenalan dengan nihon go.. For something new, it’s always hard at first..

Itsumo ganbarimasu yo!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s