My ‘Colorful’ Day..

Tanpa hal-hal bodoh, hidup tak akan berwarna..

Demikian suatu kali pernah saya tulis di status messenger saya.. Pasti ada alasannya, antara lain : karena saya kerap kali melakukan kebodohan! Entah disadari atau tidak (kerapkali tidak, sih)..

Contohnya, kemarin (Minggu 24/03/13) adalah fullday of stupidity! Apa saja yang saya kerjakan kemarin?

Pagi hari, sekitar jam setengah 9 saya mendapat sms dari teman-teman cowok “phex, ikut ga? kita mau jenguk Ifa”.. Info : Ifa teman kami SMP-SMA pada hari sebelumnya masuk rumah sakit karena demam berdarah, dirawat di Jogjakarta International Hosiptal..

Berhubung sudah ada janji sebelumnya dengan salah satu rekan kantor saya pada sore harinya, saya tanyai dulu “dari jam berapa sampe jam berapa? jam 3 aku ada acara lho” dan jawabannya sungguh melegakan “jam 9 berangkat, kumpul di rumahku. Pulangnya ga sampai sore kok, siang paling udah di solo lagi”.. Maka berangkatlah saya..

Sampai sana sekitar jam setengah 10, masih belum komplit anggotanya.. Sopirnya ketiduran.. Baru datang jam 10.. Kirain segera capcus, eee ternyata makan gado-gado dulu.. Setengah 11 bertolak dari Sumber.. Begitu masuk mobil……

Phex, sepertinya ga mungkin bisa pulang di atas jam 3 deh.. Dan karena kamu udah di mobil, ga bisa keluar lagi.. Nanti dari rumahnya Ifa kita bablas ke Baron cari sea food ya! Asiiiiik..

Rasanya pengen cekik satu-satu trus membajak mobil.. -_-

Dan memang, singkat cerita, pulang sampai Solo jam 16.30 itu saja pakai acara dipaksa susah payah sampai harus ndlosor dan koprol (emmm, oke.. Sebenarnya berlebihan).. Sampai Solo langsung ke rumah Tiara, setelah itu bertolak ke rumah rekan kerja saya.. Semua saya lakukan dengan terburu-buru..Rasanya tidak enak kalau bertamu ke rumah teman kerja malam-malam, mana belum pernah ke sana sebelumnya pula..

Untuk apakah? Untuk ambil kucing.. Hee.. Info : teman saya itu berhubung kucingnya beranak lagi 3 ekor, maka hendak menghibahkan yang seekor buat saya..

Kamu bawa mobil atau motor? Di sini hujan lho..

Accidentally bawa motor.. Aku lupa ancer-ancer rumahmu.. Dan aku bingung kucingnya mau diwadahi apa.. -_-

Saya memang cukup oportunis.. Hanya modal berangkat.. Kucing diberi, makanan seplastik diberi juga, keranjang dipinjemi.. Sebenarnya rencana semula setibanya dari Jogja saya hendak pulang dulu, mandi, ganti baju, bawa mobil.. Namun, rencana hanya tinggal rencana.. Kenyataannya, saya ke rumahnya memakai celana jeans belel yang sobek di lutut.. Niatnya mau jaga image tapi apa daya harus keliatan aslinya.. -_-

Sewaktu di rumah teman saya tersebut, sebenarnya hari sudah gelap, dan tak berapa lama kemudian adzan magrib terdengar.. Tanda harus segera pamit..

Magrib dulu ga?

Teman saya menawarkan, namun saya lebih enak magrib di rumah Tiara saja.. Mungkin ini juga sih salah satu sebab awalnya.. Sampai rumah Tiara, saya turun.. Kami papasan sama Bapaknya Tiara yang sepertinya baru pulang dari masjid..

Apaan tu Mbak?

Saya buka keranjangnya, pengen lihat juga karena sepanjang jalan yang notabene ga terlalu jauh, si mpus ngeong-ngeong terus.. Dan……………..

Wuzz!!

Si empus langsung loncat keluar.. Dia memang sedikit agresif, tapi tadi sewaktu di rumah teman saya dia masih bisa diajak becanda.. Mungkin karena dia jet lag, jadi langsung kabur.. Dan begitu kabur, dia bingung mau kemana, soalnya lingkungannya baru buat dia..

Akhirnya dia masuk ke gorong-gorong depan rumah.. Agak lama, dipancing pakai makanan di salah satu sisi, dia tak mau keluar.. Ya iyalah, soalnya kita nungguin di deket situ.. Dudul.. -_-

Sempat ada ide mau diasapin di sisi yang lain (putus asa mode on).. Tapi akhirnya dia mau keluar dari sisi yang lain secara swakarsa dan swadaya.. Kita pun mengendap-endap hendak menangkapnya.. Dan..

Hap!!

Lolos! Hiks.. Si empus terlalu gesit.. Beberapa kali kesempatan bahkan tak berhasil menyentuhnya.. Tipis sekali, begitu istilah komentator bola.. Hingga pada akhirnya dia masuk ke rumah tetangga depan.. Dan menghilang.. Tak jelas perginya kemana, berhubung si empus warna bulunya hitam.. Di pekarangan rumah tak ada, kemungkinannya hanya 2 : masuk ke dalam rumah (waktu itu pintu ruang tamu terbuka) atau lari ke sawah samping rumah..

Mocca, bahkan aku belum punya fotomu.. -_-

Mocca, bahkan aku belum punya fotomu.. -_-

Kemungkinan pertama agak kecil, karena di dalam rumah tersebut terdengar adem ayem.. Harusnya si empus akan bingung dan terdengar suara berisik dari dalam rumah lalu ada adegan pengusiran (–> terlalu banyak menonton film kartun).. Tapi, kemungkinan kedua juga tipis setelah saya senteri memakai lampu motor.. Tak ada pantulan cahaya dari mata si empus.. (kata Tiara: jangan-jangan kucingnya hadep belakang? Hmm, benar juga sih kalau dipikir-pikir.. –> sudah tidak bisa berpikir jernih)..

Ya, sudah tidak connect pada waktu itu.. Di-sms apa, balasnya apa.. Sampai-sampai salah seorang teman saya menyusul ke rumah Tiara.. Info : setelah teman-teman TI 2007 lulus kuliah, ketika ke kampus teman-teman main saya berubah menjadi anak-anak jurusan sebelah (baca: Teknik Mesin), diantara mereka ada yang paling sering saya ajak main (karena paling sering di kampus) yakni yang menyusul saya kemarin malam.. Saat di kampus, kita sering mainan kucing, dari situ dia tau ceritanya dari saya akan dihibahi kucing hingga proses penjemputan si empus, termasuk ketika ada kejadian si empus lepas..

Hingga jam 9 malam saya masih berada di rumah Tiara.. Namun si empus tidak muncul juga.. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya pulang ke rumah.. Kalau saja hari ini libur, ingin rasanya nongkrongin rumah Tiara..

Yah, itulah kebodohan saya hari ini.. Telah banyak merepotkan orang, sehingga saya harus berterimakasih di antaranya pada:

1. Tiara — yang udah nemenin ambil si mpus, rela nungguin dia keluar dari gorong-gorong meskipun tetep tak berhasil tertangkap.. Juga rela untuk disatroni di hari Sabtu-nya meskipun sedang sakit, maaf mengganggu tidurmu.. Tapi sepertinya terbayar ketika melihatmu ngekek karena kekonyolan yang ku lakukan..

2. Rekan kerja saya — buat empus plus makanannya, plus pinjeman keranjangnya.. juga es sirupnya.. maap akhirnya si empus malah ilang.. jadi ga amanah deh.. Hiks..

3. Fajar — yang udah mau ku curhati, nyusul ke rumah tiara, dan mengawal balik sampai ke rumah.. semoga skripsimu lancar & cepet lulus (ga ada hubungannya sih, tapi gapapa dah.. amin)..

4. Ibunya Tiara — yang karena sebuah ketidaksengajaan kaos kaki saya jadi ikut kecuci, hehe.. Makasih Tante, jadi bisa langsung dipakai Seninnya (intermezo sedikit).. Juga atas baksonya..

5. RicoErlanggaNdaru — yang bikin aku telat buat acara ambil kucing, selamat kalian sukses.. kalian pantas dapat p*p mie!

6. Ratna — you should have seen all this but, still I’m thankful.. terimakasih telah ditemani cari pakan kucing di hari Sabtunya & jenguk Tiara..

7. Masku — yang langsung telepon dan menenangkan saat melihat tanda-tanda kepanikanku, maaf ya malah jadi bikin ikut panik..

8. Mocca — kamu adalah tokoh utama di sini, tanpamu hari itu akan terasa biasa saja.. maaf telah membuatmu bingung & akhirnya kabur.. semoga kamu baik-baik saja sampai saatnya kamu ditemukan nanti (still hoping).. amin..

9. Alloh — for sure! Terimakasih telah merancang skenario yang hebat dan tak terduga di segmen demi segmen hidup saya.. Another weird day that making my life colorful!

Advertisements

One thought on “My ‘Colorful’ Day..

  1. Pingback: Welcome Home, Mocca! | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s