Bungsu..

Diawali dengan percakapan di jendela chatting pada suatu hari kerja awal bulan Februari 2013, selepas makan siang..

Nov: cyiiiin, sekarang akyuuuu ngapain eaaaa??
Boss: bobo boleh
Nov: cek email lagi cyiiiiin
Boss: sutraa,,,
Nov: niiii ngapain?
Boss: nge blog sik

Maka.. Di sini lah sekarang saya berada, dan inilah hasil produktif dari jam kerja saya di hari terakhir kerja minggu ini..

***

Beberapa hari yang lalu sempat merenungkan sesuatu.. Idenya adalah, teringat pada saat kuliah, dimana salah seorang sahabat saya menceritakan kekesalannya pada adiknya yang kebetulan adalah anak bungsu dari 4 bersaudara..

Bayangkan, aku minta motor ya secara tugas kuliah menuntutku untuk mobile.. Adikku ikut-ikut minta motor, padahal masih SMP.. Dan yang paling menyebalkan, Abah mengabulkan permintaannya.. Abah itu ya, hampir semua yang dia minta dituruti.. Gimana aku nggak sebel?

Begitu kira-kira luapan kekesalannya yang disampaikan kepada saya kala itu.. Memang, anak bungsu kebanyakan identik dengan sifatnya yang manja.. Tak selalu seperti itu sih, hanya kebanyakan.. Namun persepsi itu mungkin sudah terbentuk di benak kebanyakan orang..

Sewaktu mendengar keluhan sahabat saya tersebut, awalnya saya pun berpikiran yang sama.. Maklum, bahwa anak bungsu memang kebanyakan manja, dan lagi keras kepala..

Kemudian, baru-baru saja setelah sekian lama kejadian tersebut berlalu, saya tiba-tiba merenungkannya kembali.. Kali ini, sedikit mengambil sudut pandang yang berbeda..

Betapa orang tua pasti menyayangi semua anak-anaknya, karena itu fitrahnya.. Idealnya, secara adil.. Namun, adil pun tak selalu harus sama, melainkan proporsional.. Itu pun belum ditambah dengan keadaan manusia yang sudah barang tentu tidak sempurna dalam menerapkan keadilan itu sendiri..

Mungkin Anda bertanya-tanya, bukankan jika proporsional, sang Adik akan mendapatkan motor saat kuliah nanti, sama seperti kakaknya?

Tapi saya mencoba menggali lebih jauh, jika saya berada di posisi orang tuanya saat itu, apa motivasi dan pertimbangan saya sehingga mengambil keputusan seperti yang diceritakan oleh sahabat saya?

Karena itulah mungkin bentuk cinta yang bisa diberikan sang orang tua kepada anak bungsunya.. Karena taukah Anda? Kelak ketika orang tuanya telah tiada, jika sempat mengkalkulasikan kebersamaan keluarga itu, maka kakak-kakaknya akan mendapat waktu yang lebih lama bersama orang tua mereka dibandingkan dengan si bungsu.. Bahwa kebersamaan dan kasih sayang orang tua itu adalah harta yang tak terbeli.. Priceless..

Bahwa, itulah yang bisa diberikan orang tua untuk mengganti waktu yang tak bisa mereka berikan sama banyaknya seperti mereka memberikannya kepada kakak-kakaknya, yaitu dengan memenuhi sebisa mungkin keinginan anak bungsunya..

Itulah, sedikit penyeimbang menurut versi saya di antara perang ego antar-saudara memperebutkan perhatian dan kasih sayang orang tua.. Semoga dapat menjadi sedikit bahan pertimbangan dalam berpikir ulang dan juga menjadi penawar bagi hati yang sedang cemburu..

Memang mudah melihat dan menarik pemikiran yang objektif ketika kita di luar sistem, apalagi jika hanya menuliskannya seperti saya.. Bahkan saya pun pernah mengalami hal serupa saat saya di bangku SMP, kecemburuan akan adik saya.. Kini tersenyum simpul saat mengingat dan menuliskannya..

Ah, menahan haru di tengah-tengah jam kantor seperti ini cukup menguras emosi.. :’)

***

Surakarta, Jumat 1 Februari 2013 pukul 3.10 sore..

Advertisements

2 thoughts on “Bungsu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s