Lifetime Experience : LKTI & IESS..

Ini adalah dua buah pengalaman yang menakjubkan bagi saya, di antara beberapa event berkesan lainnya.. Pengalaman sekali seumur hidup, yang by chance terlewat untuk saya goreskan di sini pada masanya dulu.. Dan sekarang, mumpung senggang daripada sia-sia dan habis begitu saja, saya akan flashback sedikit..

1. LKTI 2010

LKTI 2010..

LKTI 2010..

Ini adalah event rutin yang diikuti jurusan saya.. Kependekan dari Lomba Keilmuan Teknik Industri, nama ini kepunyaan Teknik Industri Universitas Indonesia (Teknik Industri universitas lain yang juga mengadakan lomba, punya namanya sendiri-sendiri)..

Pada umumnya, suatu lomba akan diikuti oleh mahasiswa pilihan, yang cerdas dan berprestasi.. Namun, karena jurusan kami ini luar biasa, lomba semacam ini biasanya dihindari, saling tunjuk menunjuk, dan perlu usaha keras bagi Kabid Research Development Himpunan untuk mencari kandidat yang mau tapi ga jelek-jelek amat.. Biasanya yang terpilih ini disebut tumbal.. Hahaha..

@Kutek..

@Kutek..

Berhubung saya terkadang bisa tiba-tiba berubah menjadi orang yang oportunis, maka saat pertama kali ditawari mewakili jurusan untuk ikut LKTI spontan saja langsung saya iyakan dengan anggukan penuh semangat.. Di samping itu, kasian juga melihat si Kabid ditolak melulu.. Jadilah kini, bebannya berkurang 1 hanya tinggal menggenapi dengan 3 orang lainnya yang akan dicarikan dari angkatan senior kami yaitu 2006..

Untuk tahap seleksi, kami diharuskan membuat paper mengenai bencana kekeringan di Indonesia Timur.. Yap, di saat teman-teman yang lain asyik liburan semester ganjil, kami berempat rajin ke kampus untuk menyelesaikan paper dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing.. Bahkan kami sempat harus ke bandara jam 7 pagi demi mengejar bimbingan dengan dosen yang saat itu hendak keluar kota.. Paper pun jadi, lalu disubmit..

Tim Semar..

Tim Semar..

Butuh waktu sekitar sebulan untuk mengetahui pengumuman hasil seleksi paper, dan alhamdulillah tidak sia-sia karena kami termasuk salah satu dari 20 tim yang lolos untuk audisi(?) di Jakarta.. Waktu antara pengumuman, technical meeting via YM, dan keberangkatan lumayan singkat kalau tidak salah hanya selang 3-4 hari.. Tapi alhamdulillah segala keperluan keberangkatan kami dibantu Kabid RnD mengurusnya, dari proposal pengajuan dana ke jurusan hingga tiket bus.. Kami hanya modal berangkat saja, gratis pula..

 

LKTI UI 2010..

LKTI UI 2010..

LKTI pada saat itu berlangsung tentatif.. Dua hari babak penyisihan, jika termasuk 5 besar maka harus tinggal 2 hari lagi, sebaliknya di atas 5 besar boleh pulang.. Kami berangkat ke Jakarta naik bus, turun di Lebak Bulus.. Berhubung saat itu pertama kalinya saya ke Jakarta, saya ikut saja dengan segala keputusan yang dibuat oleh para lelaki (tim kami 2 orang perempuan dan 2 orang lelaki).. Dari Lebak Bulus ke UI kami memakai jasa penjemputan oleh panitia LKTI, karena lebih praktis dan terpercaya..

 

Di depan Danau UI, belakang Balairung..

Di depan Danau UI, belakang Balairung..

Sebagai tim pertama yang tiba (pukul setengah 5 pagi kami tiba di Lebak Bulus), kami mendapat kehormatan : ditrakir sarapan oleh ketua LKTI.. ^^ Hal ini sangat berkesan bagi saya.. Kenapa? Karena di antara udara pagi yang dingin, saya memesan ketoprak yang di bayangan saya adalah mie berkuah seperti yang ada di Solo.. Namun ternyata ketoprak Jakarta ini lain, pakai saus kacang! Tapi saya justru menikmatinya, pertama kalinya makan ketoprak Jakarta dan satu-satunya hingga sekarang.. *pengin lagi*

Kami adalah tim hura-hura-hore.. Hal ini dibuktikan dengan : selalu colut! Check in dilangsungkan mulai jam 2 siang, dan selama itu kami hanya menunggu di kantin Wisma Makara UI.. Minum kopi dan berbincang dengan kontestan dari UGM yang datang belakangan.. Namun, ini hanya dilakukan oleh kami yang perempuan, sementara 2 orang lelaki malah asyik keliling UI dan foto-foto..

Foto-foto di Science Park..Berikutnya, pada saat technical meeting untuk lomba hari kedua yang dilaksanakan malam hari sebelumnya, giliran saya yang colut.. Saya menemui teman SMA saya yang kuliah di UI.. Kebetulan memang sudah lama tidak bertemu dan dia begitu antusias mendapat kabar saya ke Jakarta..

Berikutnya, di hari kedua ada seminar tentang penanggulangan bencana.. Tidak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah beberapa pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).. Nah, di sela-sela seminar itu pula, salah satu dari teman lelaki kami, colut meninggalkan seminar untuk berkunjung ke rumah sanak saudaranya..

Dan ke-colut-an terakhir kami adalah, di sela-sela lomba pada hari kedua.. Sore hari, dimana hanya ada jeda 30 menit sebelum acara snack sore dimulai, kami mengajak LO (liaison officer) yang mendampingi tim kami untuk keliling UI dan foto-foto.. Saat kami berada di bis kuning (bikun) dalam perjalanan kembali ke Makara, LO kami sampai dimarahi oleh atasannya via telepon, dituduh melarikan kontestan (padahal kami yang melarikan LO, wkwkw).. *harus sabar jadi LO kami, di saat tim lain hanya mendapat 2 LO, tim kami merasakan 3 LO*

Meskipun hanya 2 hari bertahan di LKTI, dan meskipun cerita konyol lebih banyak daripada cerita cerdas dan berkelas, saya merasa senang bisa merasakan pengalaman yang tak datang dua kali dalam hidup seperti ini..

jual jam cantik asternovi.com

 2. IESS 2011

Karena ga mudeng, duduk paling belakang..

Karena ga mudeng, duduk paling belakang..

Ini adalah satu di antara berbagai sejenisnya yang lain.. IESS ini diadakan oleh ITS bekerjasama dengan NTUST dari Korea Selatan dan beberapa universitas lainnya.. Judul panjangnya adalah International Conference on Industrial Engineering and Service Science.. Pertama kali diadakan pada tahun 2011 di Solo..

Berawal dari sebuah keberuntungan, yaitu terpilihnya saya menjadi salah satu dari 6 asisten Laboratorium Sistem Produksi.. Sebagai asisten, kami dekat dengan para dosen.. Dan sebagai asisten, skripsi kami dikawal ketat oleh dosen yang bernaung di bawah bidang keminatan sistem produksi..

@Lor In Solo..

@Lor In Solo..

Dosen pembimbing kami baru saja menyelesakan kuliah S3nya di Bandung, dan sempat mengikuti pertukaran mahasiswa ke Jepang.. Berhubung beliau orangnya lumayan aktif, jadi beliau ini cukup update dengan informasi akademik seperti penyelenggaraan seminar baik nasional maupun internasional..

Suatu kali beliau menawarkan saya dan teman saya, untuk skripsinya didaftarkan seminar internasional.. Saat itu belum ada kejelasan mengenai pembiayaan, untuk catatan: biaya seminar internasional lumayan mahal di kacamata kami sebagai mahasiswa.. Namun, berhubung saya oportunis pada hal-hal akademis seperti ini, saya langsung mengiyakan dengan antusias sementara teman saya pengin pikir-pikir dulu.. :B

Kami pun diminta membuat abstract sebagai bahan seleksi awal.. Berdua teman saya, kami lembur hampir tiap hari di lab.. Meskipun sehari satu kalimat, lumayanlah.. Abstract pun ter-submit dan kami pun melanjutkan skripsi kami dengan biasa saja, hingga tiba pengumuman.. Abstract kami berdua lolos dengan beberapa perbaikan, terutama pada segi kebahasaan (maklum, bahasa inggris pas-pasan)..

Presentasi..

Presentasi..

Selanjutnya kami diminta membuat fullpaper.. Bayangkan! Saat itu saja masih belum jelas akan dibawa kemana skripsi kami.. Alhamdulillah saya sudah seminar, selangkah lebih maju daripada teman saya.. Kami berjuang bersama (tak bisa saya bayangkan kalau saja saat itu saya sendiri), lembur di lab sampai sore, mengejar dosen, dan menunda skripsi (baca: selalu mangkir kalau ditanya dosen “gimana revisimu Phex?” dengan menjawab “Nanti lah Pak, paper dulu ini” padahal di lab hanya glundung-glundung gak jelas, bingung mau nulis apa akhirnya malah nonton film)..

Tak sia-sia, paper kami lolos seleksi dengan hasil memuaskan : recommended as the best paper, meskipun perbaikan kebahasaannya sangat banyak.. *perjuangan belum usai*

Raksasa & Kurcaci..

Raksasa & Kurcaci..

Setelah menyelesaikan pelbagai urusan administratif (alhamdulillah akhirnya kami full dibantu dana dari universitas, thanks to dosen pembimbing kami yang telah berusaha mengais-ngais dana kampus, hehe) kami pun melakukan persiapan : membuat power point! Karena saya sudah seminar skripsi dan temanya sama dengan paper, maka saya banyak copy paste saja hanya tinggal menerjemahkan ulang..

Bagian yang berat segera dimulai : latihan presentasi! Presentasi dalam bahasanya sendiri saja ancur, ini pula pakai bahasa orang.. Masih tersimpan rapi di dalam memori saya, pertama kali latihan presentas di depan dosen saya.. Dosen saya ngakak padahal saya baru saja menyampaikan kata pembuka, langsung presentasi saya dihentikan dan saya disuruh mempersiapkan lagi untuk latihan berikutnya.. Padahal teman saya yang telah presentasi sebelum saya, lumayan sukses membawakan papernya sampai akhir meskipun kritikan masih banyak.. Inilah salah satu kelemahan saya, grogi jika tampil di depan umum apalagi untuk acara formal dan tampil sendirian.. -_-

Day #3 : Cultural Tour..

Day #3 : Cultural Tour..

Alhamdulillah, saat tiba giliran saya presentasi semuanya berjalan relatif lancar.. Beberapa pertanyaan dari peserta seminar pun dapat saya jawab.. Saya kebagian presentasi di hari kedua, sedangkan teman saya di hari pertama.. Seminar ini sendiri berlangsung selama 3 hari (2 hari seminar, 1 hari cultural tour), bertempat di hotel Lor In Solo.. Seminar dibagi ke dalam beberapa topik kecil di ruangan terpisah.. Selain itu ada beberapa sesi seminar yang dibawakan oleh keyspeaker (Prof. dari luar negeri, bo!) diikuti oleh seluruh peserta seminar.. Sebenarnya, selain jadwal presentasi tidak diharuskan menghadiri seminar sih.. Tapi saya dan teman saya antusias mengikuti tiap sesinya, mulai dari mendengarkan seminar (meskipun dengan setengah bengong setengah gak ngerti bahasanya), coffee break, sampai dibela-belain datang malam-malam ke hotel untuk ikut merasakan outdoor dinner.. *lumayan, kapan lagi masuk Lor In*

Sungguh mengesankan bagi saya, pertama kalinya masuk Lor In, makan di sana (meskipun menurut saya masih jauh lebih enak masakan Ibu saya), bahkan pada hari kedua terdapat acara makan malam outdoor lengkap dengan live music dan dibuka dengan sendratari.. Pertama kali masuk Kraton Mangkunegaran, Museum Batik Danar Hadi, dan naik Kereta Punakawan, lengkap dengan tour guide (sayangnya, memakai Bahasa Inggris).. Pertama kali dan mungkin satu-satunya kesempatan mengikuti seminar internasional..

Kampoeng Ikan, Lor In Hotel..

Kampoeng Ikan, Lor In Hotel..

Saya cukup beruntung memiliki kesempatan ini.. Karena tahun tersebut adalah tahun pertama IESS sehingga seleksi papernya tidak seketat seminar internasional lainnya yang telah lebih lama.. Dan seminar tersebut diselenggarakan di kota kami, sehingga biaya yang kami keluarkan relatif kecil bahkan saya hampir sama sekali tidak mengeluarkan biaya.. Jika diselenggarakan di luar kota, atau bahkan di luar negeri, mungkin saya malah tidak mampu membiayai perjalanan dan akomodasinya alias tidak jadi ikut..

Btw, kepanjangan nih postnya.. Jadi bingung mau mengakhiri dimana.. Udah aja ya.. Udah bosen nulisnya, apalagi bacanya.. Hihihihi.. Ini edisi sedikit narsis ya.. *ga jelas banget*

Itulah ceritaku, apa ceritamu? Apapun itu, terus semangat! Coz lifes never flat.. ;)

Ini nih, gaya gagap saya saat presentasi di IESS.. Kalau dikenang lagi sungguh teramat sangat anu sekali.. Hihihi..

Yuk, baca juga artikel saya yang lain :

1. Tempat Belanja Oke di Jakarta

2. Karaoke di rumah pakai aplikasi, bisa didownload jadi mp3

3. Pengalaman inseminasi

Advertisements

One thought on “Lifetime Experience : LKTI & IESS..

  1. Pingback: Belajar & Mengajar.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s