A Moment With My Own Self..

Menatap senja..

Menatap senja..

Saya akui, sedikit banyak saya egois.. Didukung pula saya keras kepala, jadi seringkali meskipun sudah diberitahu tetap saja tidak merasa.. Jatuhnya jadi agak cuek..

Kata saudara sepupu saya, sewaktu kecil saya tidak mempunyai teman.. Bila dekat dengan siapa pun, ujung-ujungnya si teman tadi akan pulang segera, dengan tangis.. Hehe..

Benarkah begitu?

Nyatanya saya merasa biasa saja, masa kecil saya bahagia kok.. Dibuktikan dengan, saat ini saya merasa baik-baik saja.. Kalau saja semasa kecil saya merasa kesepian dan tidak punya teman, menurut ilmu psikologi akan ada efek traumatis tersendiri yang akan berpengaruh pada diri saya sekarang, bukan? Atau ini semua mungkin karena saya pada dasarnya cuek.. Entahlah..

Tapi di saat-saat lain, saya merasa saya ini cukup care dan simpatik (anehkah?).. Atau memang saya mulai beradaptasi dengan lingkungan, sehingga ego saya tertandingi.. Timbul tenggelam.. Buktinya, saya sukses melalui masa-masa sekolah saya.. Saya mempunyai banyak teman.. Bahkan yang hingga sekarang tetap lekat.. Hingga saat ini pun, saya tetap menghabiskan saat libur kerja bersama teman-teman, baik teman SMA atau kuliah.. Well, high school ones, mostly.. Seingat saya bahkan saya seringkali tidak merasa cukup percaya diri untuk pergi sendirian ke suatu tempat, atau membeli sesuatu seorang diri tanpa ada teman yang bisa dimintai pendapat..

Nah, yang saya agak merasa berbeda adalah belakangan ini.. Sifat egois saya menjadi lebih tinggi daripada yang biasa-biasanya.. Saya mulai menikmati menghilang sendirian di antara kerumunan orang-orang yang tumpah ruah di pasar malam.. Saya mulai menikmati turun seorang diri untuk menunaikan sholat.. Saya mulai menikmati keluar bermotor sendirian keliling kota tanpa tujuan.. Saya mulai menikmati jalan santai sendirian disbanding ramai-ramai dengan teman sekantor.. Dan saya lebih memilih jalan yang sepi (sepi orang, bukan sepi kendaraan) saat bersepeda..

Mungkin karena saya sedang tidak mood untuk pergi bersama teman-teman.. Atau bosan? Atau mungkin, karena sebentar lagi saya akan memasuki fase baru dalam kehidupan saya.. Insya Alloh.. Apakah ini cara kerja alam bawah sadar saya untuk menyiapkan diri agar nantinya tak terlalu terkejut menghadapi dunia yang individualis?

Di usia yang sudah pertengahan kepala 2 ini.. Saya mulai merasa nyaman dengan diri saya sendiri.. Mulai berpikir kapan lagi bisa makan enak, kapan lagi bisa beli baju dan ini itu, kapan lagi bisa ngeluyur sendirian, melakukan sesuatu atau pergi ke suatu  tempat yang benar-benar saya ingin datangi dan bukan karena teman-teman sepakat ke tempat tersebut..

I actually love you all, guys.. But.. Ah.. Sedang suka sendiri.. Sedang ingin menikmati keegoisan ini.. Sedang hedonis, sedang cinta diri sendiri.. Sedang tidak ingin menabung.. Sedang ingin menghabiskan uang untuk bersenang-senang..

Let me feel like I have ever had an enjoyable moment with just my self..

Untuk sementara ini saja.. Tak akan lama, deh.. Janji! (berkata pada diri sendiri) ^_^

Advertisements

4 thoughts on “A Moment With My Own Self..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s