Bunuh Diri..

Semenjak memakai smartphone ini saya memiliki salah satu software chatting populer yang memungkinkan penggunanya berkirim tak hanya pesan teks namun juga gambar maupun audio bahkan video.. Software ini pun menyediakan fasilitas untuk melakukan percakapan lebih dari satu pengguna melalui pembentukan grup dengan admin tunggal..

Sejauh ini saya memiliki dua grup tetap, yaitu grup teman-teman SMA dan grup teman-teman kuliah.. Kedua grup ini hampir tidak pernah sepi.. Selalu ada saja bahan pembicaraan yang seringkali bikin senyum-senyum sendiri bahkan tertawa lepas ketika membacanya.. Kebanyakan memang hanya lelucon, sih.. Salah satunya ingin saya bahas di sini, tapi sedikit lebih serius..

bunuh diri..

bunuh diri..

Semalam, tiba-tiba muncul gambar ini dari grup sebelah.. Tak banyak komentar yang muncul setelahnya, hanya ikon-ikon gak jelas..  Tapi mungkin foto ini meninggalkan banyak persepsi pada masing-masing anggota grup, yang mungkin berbeda antara satu dengan yang lainnya..

Saya jadi berpikir, sebegitu parahkah bunuh diri di zaman sekarang sampai-sampai harus ada spanduk terbuka semacam itu? Bukankah dahulu kala, (secara norma masyarakat) bunuh diri itu suatu hal tabu?

Sungguh memprihatinkan.. Terlalu rumit kah permasalahan di era ini? Atau terlalu lemah kah mental orang di masa kini?

Mari membayangkan.. Berada di tepian jembatan dengan arus deras sungai di bawahnya dihiasi bebatuan terjal yang siap menyambut apa saja yang turun menimpanya.. Tidak terbayang rasa sakit yang akan terasa..

Akankah Anda loncat?

Konon, ajal itu menyakitkan.. Izrail yang mencabut nyawa Rasululloh dengan teramat sangat lembut saja, Rasululloh masih merasa sakit..

Bahkan kepada orang bertaqwa yang dijanjikan jannah atas mereka jika dikatakan “Inginkah kamu melihat surga? Maka matilah!” mereka pun masih akan berpikir.. Sedangkan kita?

Apakah yang akan kita temui selepas hidup di dunia ini? Akankah indah? Cukupkah tabungan kita untuk membeli jannah?

Tidakkah kita renungkan dalam-dalam, bahwa ruh orang yang bunuh diri tak akan diterima langit dan bumi?

Sekedar renungan.. Allahua’lam, semoga Alloh senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus..

Advertisements

5 thoughts on “Bunuh Diri..

  1. enggak lah,… meski ku hanya sehelai daun kering jatuh yang suaranya bahkan tak di dengar makhluk, namun itu sudah ku relakan tuk yang terakhir kalinya ku ingin berguna demi tegaknya sang tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s