Pengalaman Pertama : Terbang Pakai Pesawat

(Emmm.. Sebelumnya saya perjelas dulu judulnya, maksud saya bukan pesawat telepon atau pesawat televisi ya..)

Demi menemani suami saya di tanah rantau, akhirnya saya terbang juga untuk pertama kalinya (yey! Makan popmie ^0^)..

Suami sudah sejak sebulan sebelumnya memesan tiket pesawat via online.. Kebetulan, saya pernah diajari sekali.. Jadi prosesnya begini, googling saja agen penjual tiket online, booking dan pilih pembayaran..

Saya diajari untuk cara pembayaran via ATM.. Untuk metode selain ini, silakan nanti googling lagi ya, hehe..

Setelah booking tiket, kurang dari satu jam kita diharuskan sudah melakukan pembayaran via transfer ATM karena jika tidak, maka tiket akan hangus..

Setelah melakukan transfer, kita akan segera menerima email yang nantinya akan dicetak dan ditukar dengan tiket pesawat setibanya di bandara.. Jika tidak bisa mencetak karena tinta printer habis, okelah bisa pakai struk pembayaran yang keluar dari mesin ATM tadi, jadi jangan dibuang dulu.. Misal sudah terlanjur dibuang, bisa dengan menunjukkan email tiket di handphone juga sih sebenernya..

Hari H Terbang

Pada hari keberangkatan, sebaiknya sudah berada di bandara minimal satu jam sebelum jadwal pesawat take off sehubungan dengan check in.. Konon bisa check in dalam kota sehari sebelum berangkat, sehingga bisa agak mepet pas hari H-nya, tapi saya belum pernah coba..

Memang biasanya penerbangan suka molor dari jadwalnya karena satu dan lain hal.. Tapi, suami pernah telat check in lima atau sepuluh menit lantas gagal terbang lho jadi jangan disepelekan.. Setelah pamitan dengan keluarga yang mengantarkan sampai bandara (nangis-nangis juga boleh –> pengalaman pribadi banget), segera masuk dan menuju tempat check in..

Siapkan bukti pembayaran tadi, jangan lupa keluarkan KTP atau kartu identitas lain karena nama yang tertera di pemesanan tiket tersebut harus sama dengan identitas yang dibawa..

Kita harus melewati pintu pemeriksaan pertama untuk sampai di tempat check in, semua barang diletakkan di conveyor untuk dipindai, termasuk ponsel.. Badan juga diperiksa secara manual oleh petugas memakai detektor manual..

Sampai di tempat check in kita akan diberi tiket pesawat.. Jika masih memungkinkan, kita bisa memilih pengin duduk dimana karena pada saat membeli tiket via online belum ditentukan nomor kursinya..

Selain tiket, kita juga mendapat nomor bagasi untuk bawaan kita yang berukuran besar dan tidak bisa masuk kabin penumpang.. Bagasi untuk tiap orang 20 kg, jadi total available space untuk saya dan suami adalah 40 kg, dan ketika ditimbang ternyata bawaan kita (1 koper, 2 tas travel, 1 kardus makanan) adalah 39 kg.. Nyaris!

Untuk setiap kelebihan muatan bagasi, kita akan dikenakan biaya tambahan.. Pernah saya melebihi kapasitas dengan total timbangan 72 kg, akhirnya dikenakan biaya sebesar Rp 600.000,- untuk penerbangan TKG-SOC dengan maskapai Gar*da.. Informasi mengenai ini saya belum punya detailnya, tapi setau saya menyesuaikan rute dan maskapai.. Silakan coba googling lagi, hehe.. : )

Selain bagasi, kita juga diperkenankan membawa barang-barang untuk dimasukkan ke kabin penumpang bersama kita.. Namun tidak terlalu besar dan berat, karena ukuran bagasi di atas kursi penumpang relatif kecil (kelas eksekutif lebih besar).. Maksimal timbangan adalah 7 kg menurut aturan, namun saya belum pernah menjumpai bagasi kabin penumpang diperiksa timbangannya..

Barang yang diangkut ke bagasi akan diturunkan di meja check in dan dibiarkan saja di bagasi, sampai kita turun di tujuan akhir baru boleh diambil.. Jadi, yang penting dan diperlukan setiap saat seperti air minum, camilan, dompet, dll jangan dimasukkan bagasi ya..

Sedangkan barang yang dibawa naik ke pesawat akan diperiksa security untuk kedua kalinya saat hendak masuk ke ruang tunggu.. Beberapa barang mungkin akan memperlama proses ini atau mungkin malah di sita, diantaranya : korek api, pisau, gunting.. Sebaiknya yang beginian dimasukkan ke bagasi saja..

Oh, sebelum ke ruang tunggu, kita diharuskan membayar pajak bandara.. Besarannya berlainan antar bandara.. Untuk penerbangan transit, hanya membayar di bandara pertama saja, selanjutnya hanya perlu menunjukkan tiket yang sebelumnya telah distempel transit oleh petugas check in.. Bandara Adi Soemarmo pajaknya sebesar 30.000 per kepala.. Soekarno Hatta sebesar Rp 50.000,- kalau tidak keliru..

Di ruang tunggu, kita harus selalu update dengan pengumuman baik secara audio maupun visual pada layar informasi.. Jika pengumuman menunjukkan pesawat sudah siap dan penumpang diharuskan masuk, ambil antrean pada gerbang yang dimaksud, dan setelah melewati pemeriksaan tiket langsung saja naik ke pesawat sesuai nomor tempat duduk.. Lalu duduk manis di sana menunggu instruksi pemasangan seat belt dari mbak-mbak pramugari..

Kami bertolak tepat waktu dari Adi Soemarmo Solo pukul 13.30 siang menggunakan armada Lion Air, menuju ke Soekarno-Hatta untuk transit..

Penerbangan pertama saya di kelas eksekutif (karena kehabisan tiket ekonomi), sedangkan suami saya berada nun jauh di belakang, kelas ekonomi..

image

Kata suami, lebih enak memejamkan mata selama pesawat bergerak, karena jika tak terbiasa akan sedikit pusing.. Namun berhubung ini pengalaman terbang pertama saya dan saua curious, saya tak hendak melewatkan setiap detail.. Mulai dari jalur pesawat, kanan-kiri jalur pesawat, pramugari yang memeragakan instruksi tindakan keselamatan, detail kursi penumpang kelas eksekutif (ternyata ada meja di samping dan injakan kaki di bawah –> hasil nglirik penumpang sebelah, hihi), pun pemandangan di luar karena kebetulan saya duduk di dekat jendela.. Akibatnya, ujung-ujungnya saya mabok juga.. Seperti naik roller coaster (meskipun faktanya saya pun belum pernah naik roller coaster hehe).. Sedikit saja pergerakan pesawat karena kecepatan tinggi, membuat perut seperti dikocok-kocok.. Namun cukup worth it untuk jarak Solo-Jakarta yang hanya ditempuh sejam dengan pemandangan yang luar biasa (luar biasa bikin pusing maksudnya)..

Tekanan udara di ketinggian sekian ribu kaki membuat telinga berdengung.. Tutup hidungmu kemudian tiup dari dalam seperti waktu mengeluarkan ingus, begitu tips dari suami saya berhubung dia tak bisa menjaga saya dari jarak dekat selama di pesawat pertama..
image

Kami menunggu sekian lama karena arus mudik pesawat berjalan beruntutan antre untuk take off, akhirnya sekitar pukul 18.00 pesawat Lion Air yang kami tumpangi bertolak menuju Radin Inten II.. Molor cukup lama dari jadwal pukul 16.40.. Penerbangan sambungan ini, saya dan suami sama-sama berada di kelas ekonomi..

Arus mudik di hari terakhir cuti bersama lebaran 2013 ini, konon harga tiket tidak biasa.. Entah ya, karena saya baru pertama terbang dan karena biaya ditanggung suami, jujur saya tidak terlalu memikirkannya (berhubung banyak hal lain yang juga antre untuk dipikirkan).. Penerbangan saya (eksekutif-ekonomi) seharga 2 juta, 500 ribu lebih mahal dibandingkan suami saya yang kelas ekonomi-ekonomi..

Sekian informasi dari saya, semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya.. : )

Advertisements

10 thoughts on “Pengalaman Pertama : Terbang Pakai Pesawat

    • aih makasih tips nya mbak Nella.. kalo mbak Nella mah udah kenyang makan asam garam dalam penerbangan ya.. :-D

      indonesia-jerman berapa jam mbak? duh, ga kebayang.. belum transitnya pula ya.. :-(

  1. kalau boleh tahu kak,kalau dari radin inten II ke terminal rajabasa ada angkutan apa saja, klw boleh sama referensi biaya nya ? hehe ^^

    • Naik bus ke arah Karang Kak, deket kok dari Radin Inten ke Rajabasa.. Rajabasa sebelum masuk kota (di pinggir)..

      Biaya (kata suami) sekitar lima rebu.. Saya sendiri soalnya belum pernah naik bus sewaktu di lampung.. Semoga membantu.. :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s