Gugur Satu.. Tumbuh Tiga..

image

My Mocca..

Topik pembicaraan antara saya di Sumatera dan keluarga di rumah akhir-akhir ini adalah Mocca, kucing peliharaan kami yang usianya baru akan genap satu tahun pada bulan November besok.. Mocca yang sedang beranjak dewasa sebagai kucing, di dunia manusia mungkin istilahnya puber..

Dulu semasa kerja, yang membuat saya cepat-cepat ingin pulang adalah Mocca.. Ingin cepat-cepat nguyel-uyel dan gendong dia.. Tingkahnya yang bikin gemas dan bulunya yang tebal tapi halus membuat saya tak ingin jauh-jauh darinya.. Bahkan sampai si Mocca lari terbirit-birit ketika melihat saya mendekat, hehe.. *ternyata saya agresif ya*

image

Me n Moo..

Pada awal kedatangannya dulu, keluarga sempat tidak setuju karena satu dan lain sebab.. Tapi, bukan saya namanya kalau tidak nekad (hehe).. Saya pun membawa pulang Mocca, dan seperti yang saya tebak, tak butuh waktu lama bagi keluarga saya untuk menerima kehadirannya..

Awalnya saya berniat membawanya serta untuk menemani saya di Sumatera, lumayan untuk teman main.. Tapi belakangan orang tua tidak membolehkan.. Mungkin salah satunya adalah Mocca sebagai hiburan di rumah, untuk meramaikan suasana ketika saya tidak lagi hadir di tengah-tengah ruang keluarga.. Yap! Semua orang suka Mocca, sepertinya sifat penyayang binatang saya diwariskan dari Bapak.. Terbukti dengan Bapak adalah orang yang paling sering gendong Mocca sambil bernyanyi (?)

image

Mocca di Pangkuan Bapak..

Sedangkan Ibu saya, adalah orang yang paling telaten mengurus Mocca.. Dan terakhir adik saya, dia adalah orang yang paling sering dibuntuti Mocca (kenapa orang itu bukan saya??! Hiks).. Iya, coba deh adik saya naik ke lantai 2 pasti si Mocca langsung lari mendahuluinya, begitu pun jika adik saya turun.. Mocca akan segera datang mendengar panggilan dari adik saya atau pun Bapak.. Sebaliknya, saya duduk diam dan Mocca melintasi saya, ketika dekat dengan keberadaan saya maka dia akan berlari dan setelah agak jauh Mocca akan berjalan lagi dengan santainya.. Sebegitu menakutkan kah saya? Why oh why.. T_T

Ketika jauh dari rumah seperti ini, saya jadi sering kangen Mocca.. Entahlah.. Kalau keluarga di rumah, tentu saja intens berkirim kabar, pesan singkat, gambar, suara.. Sedangkan Mocca, mengeong saja jarang, tak bisa mendengarnya atau memeluknya.. Cuman bisa melihat fotonya yang bikin gemas..

image

Ta n Moo..

Tapi Alloh Maha Adil.. Dia menutup satu pintu, namun membuka seribu pintu lainnya.. Di kosan kami yang sekarang, bermunculan tiga ekor kucing yang meskipun hanya kucing kampung biasa, namun cukup untuk menghibur hati, menemani hari-hari, dan mengobati kangen pada Mocca.. Ketiga kucing yang setiap jam makan selalu mengeong-ngeong di bawah jendela kamar.. Ketiga kucing yang setiap saya keluar kamar, meskipun hanya untuk menjemur pakaian, selalu riuh menyambut saya dan berlarian mendekat.. Ketiga kucing yang doyan ketika saya kasih makan meskipun hanya keripik tempe atau kerupuk udang.. Ketiga kucing yang setia menemani tiduran di keset depan pintu ketika saya nonton film di ruang tamu.. Ketiga kucing yang ketika saya keluar kamar membawa bungkusan langsung berlarian mengelus-elus kaki saya..

Mungkin benar pepatah yang mengatakan gugur satu tumbuh seribu.. Meskipun mungkin apa yang gugur dan apa yang tumbuh tak harus serupa..

image

Setia Nongkrong Depan Pintu..

Advertisements

One thought on “Gugur Satu.. Tumbuh Tiga..

  1. Pingback: Kucing.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s