Circumtances..

You think your life is hard? Just think, there’s a turtle out there that has been flipped on its back and can’t get up. Fuck your problems. (Funny Tweet @autocorrect on twitter)

circumtances

circumtances

Beberapa waktu yang lalu, saya ingat pernah meretweet pernyataan ini dari sebuah akun komedi.. Ya, akun komedi.. Saya bahkan terbahak-bahak ketika pertama membacanya..

Kemudian jauh hari setelahnya, saya terpikir tentang ini.. Bahwa sebenarnya kalimat itu lebih dari sekedar komedi.. Mungkin sindiran, atau majas sarkasme.. (?)

Kadang kita mengira masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terberat di dunia.. Tak terselesaikan.. Mungkin itu yang terlintas di benak orang-orang yang bunuh diri.. Hanya sampai di situ..

Mereka sibuk dengan pikiran dan dugaan mereka sendiri, terhadap suatu solusi, terhadap entitas yang terlibat, terhadap kemungkinan yang bisa terjadi setelahnya, terhadap hidup, bahkan terhadap Tuhan.. Tanpa mereka mau melihat lebih luas, sekeliling mereka..

Saya ingat pernah membaca cerita bergambar singkat.. Sayang sekali saya lupa sumbernya dan tak dapat menemukannya kembali ketika saya cari.. Namun kira-kira ceritanya begini,, ada seorang wanita yang ingin bunuh diri karena memiliki masalah yang berat.. Dia tepat berada di atap sebuah gedung apartemen berlantai 10.. Kemudian loncatlah dia..

Dari jendela lantai 9, wanita tersebut melihat sepasang suami istri yang bertengkar dan anak mereka yang menangis.. Di lantai 8, dia melihat di balik jendela ada seorang pria yang dikenal baik-baik di lingkungan tersebut sedang memakai pakaian dalam wanita.. Di lantai 7 dia melihat kakek-kakek yang sangat tua duduk sendirian dengan muka muram, tak melakukan apa-apa.. Di lantai 6 dia melihat seorang Ibu sedang dibentak oleh anak lelakinya yang pemabuk.. Begitu seterusnya..

Dan dari setiap jendela yang dia lintasi, dia kemudian sadar bahwa tiap orang ternyata punya masalah masing-masing.. Mungkin malah masalah yang jauh lebih berat dari masalah yang sedang dia hadapi.. Tapi semua itu terlambat, karena dia tak bisa lagi naik ke atas dan mengundo terjun bebasnya.. Dan beberapa detik kemudian dia telah terjatuh di atas tanah, semua mata orang memandang iba kepadanya..

Ada pelajaran yang bagus juga mengenai ini, yang dapat diambil dari film Curious Case Of Benjamin Button..

Sepulang latihan tari Daisy tertabrak oleh sebuah taksi setelah dia menunggui temannya yang terpaksa ganti sepatu karena talinya rusak.. Yang mana taksi itu sebelumnya terpaksa menunggu beberapa menit di toko aksesori karena pesanan penumpangnya belum dibungkus.. Karyawan yg seharusnya membungkus lupa karena malam sebelumnya dia putus dengan pacarnya.. Sementara si penumpang taksi datang ke toko tersebut terlambat 10 menit, karena taksi yang hendak ia tumpangi diserobot oleh orang lain.. Taksinya diserobot karena pada saat dia siap masuk ke dalam taksi, dia ingat bahwa mantelnya tertinggal di dalam rumah kemudian dia pergi mengambilnya.. Sedangkan taksi yang belakangan berhasil ia tumpangi, beruntung mendapatkan penumpang karena sebenarnya dia sudah dipesan orang namun sopir taksi tersebut terlambat datang..

Andaikan salah satunya saja bergeser, tak terjadi demikian.. Teman si Daisy yang sepatunya baik-baik saja dan mereka langsung pulang bersama, atau karyawan toko aksesoris yang tak diputuskan pacarnya sehingga pesanan tak lupa dibungkus, atau mantel si penumpang tak tertinggal sehingga taksinya tak diserobot orang, atau si sopir taksi tak terlambat sehingga ia mengangkut penumpang yang lainnya.. Tentu ceritanya akan lain, bukan? (pusing ya? Hehe..)

Kita hanyalah sebagian kecil dari sebuah skenario besar.. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa kejadian ini datang menimpa atau mengapa harus saya.. Jawaban yang kita dapat mungkin sederhana, sebatas mata memandang atau pikiran mengenang atau mungkin hati menduga..

Tapi percayalah, hidup tak sesederhana itu.. Kebetulan-kebetulan yang terjadi, mungkin memang telah direncanakan.. Begitu pun masalah yang mampir pada kita, semua saling berhubungan entah dengan entitas atau dengan waktu atau dengan perbuatan, seperti kebakaran karena menyalakan kompor..

Pantaskah Daisy menyalahkan sopir taksi karena telah menabraknya..? Padahal di balik itu, dia tak tahu apa sebab dan alasan yang membuat sopir taksi menabraknya.. Atau dia harus menyalahkan temannya, karena tak segera membeli sepatu baru yang layak pakai..? Atau, justru dirinya sendiri yang salah, karena harus menunggui temannya..?

Tak ada yang perlu disalahkan, My Dear.. It is what it is.. And whatever it is, whether it is coincidence or by design, someone’s already taken control of these all.. Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini, bahkan kebetulan-kebetulan yang terjadi ternyata mengarah pada suatu maksud.. Selalu ada hikmah dari semua yang terjadi.. Yakinlah, Alloh tidak akan menguji makhluknya melebihi batas kemampuannya..

There will always be a bigger plan out there, for every little thing that happened toward you.. Sometimes you’re just too small to understand.. : )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s