Kucing Pun Bisa Patah Hati..

Sebelum Saya Merantau..

Mengingat kembali, Mocca (kucing saya) sewaktu itu.. Setiap bangun pagi dia pasti menyambut kami satu per satu.. Pertama Ayah saya, lalu saya sambil setengah mata masih terpejam, kemudian Ibu saya, lalu adik saya.. Mocca akan mendengar suara daun pintu ditarik dan langsung berlari ke depan pintu yang akan terbuka kemudian mengitari kaki-kaki kami sampai ke depan kamar mandi untuk wudlu..

image

Kemudian dia akan minta makan, dan setelah itu sibuk merajuk agar pintu samping dibuka sehingga dia bisa duduk-duduk nongkrong di depan pintu menemani Ayah jaga warung..

Mocca juga kerap kali mengajak saya atau adik bermain di pagi hari, mencakari tali pakaian saya yang terjulur (padahal keburu berangkat kerja) atau berlarian mengejar rafia yang dijulurkan adik.. Jika kebetulan semua sedang sibuk, dia bisa lari-lari sendiri ke sana kemari, memburu plastik atau kertas yang tergeletak di lantai, atau memainkan benang (bahkan tali rambut) yang kebetulan jatuh..

Siang hari, Mocca banyak menghabiskan waktu dengan tidur.. Dia bisa tidur dimana saja, di teras atas, di depan atau di dalam kamar adik, di garasi, di atas lemari, di pinggiran jendela samping, di kasur nenek, di depan TV bersama Ayah, di lorong dapur, di ruang tamu, di kamar saya, bahkan kadang di kamar mandi..

Aktivitas sore hampir serupa di pagi hari, saat semua anggota keluarga berkumpul, Mocca pasti ikut dan usil.. Terkadang menggigiti tangan saya, terkadang masuk ke tas plastik besar, mengganggu Ayah yang sedang mencatat penjualan pulsa, atau hanya gulung-gulung tiduran di samping kami..

Interaksi dengan kucing lain pun tak banyak.. Mocca masih penakut.. Bila ada kucing jantan lain yang kebetulan lewat dia akan langsung masuk ke rumah sebelum perkelahian terjadi.. Terkadang pakai acara kecebur got juga sehingga terpaksa malam-malam dimandiin.. Ya, Mocca jarang keluar rumah.. Paling banter hanya di depan atau samping rumah.. Itu pun hanya semenit-dua menit, jika ada suara motor atau langkah orang mendekat dia akan segera berlari masuk rumah..

Setelah Saya Merantau..

Selama berbulan-bulan aktivitas Mocca begitu-begitu saja.. Mocca yang cenderung agresif, aktif, banyak polah, lucu, energik..

Namun setelah saya merantau, mendadak Mocca berubah.. Dia mendapat kunjungan kucing betina.. Mocca mulai keluar semalaman, meskipun cuma di sekitar rumah.. Dia pulang ketika Subuh, minta makan, kemudian tidur sepanjang siang.. Terkadang bila si kucing betina masih berkunjung di pagi harinya, Mocca akan tetap di luar menemani..

Beberapa minggu ini kucing betina itu tak pernah muncul lagi.. Kata orang-orang di rumah, Mocca gelisah.. Tak mau makan.. Badannya jadi kurus..

Setelah agak lama, sekitar seminggu kemudian, fase itu terlewati.. Mocca mau makan agak banyak.. Interaksi terhadap kucing lain meningkat, mungkin dia mulai curious.. Mocca mulai begadang di luar rumah semalam, mulai berani membuntuti kucing tetangga yang jinak, dan mulai tidak lari ke dalan rumah saat musuhnya lewat..

image

Akhir Agustus lalu, adik saya berangkat Kerja Praktik ke Bogor selama sebulan.. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, Mocca ini lekat sekali dengan adik saya.. Kemana-mana dibuntuti.. Menyusul adik saya tidur di kamarnya.. Bahkan kadang sepanjang hari menemani adik saya di lantai dua.. Bahkan sewaktu adik saya packing pun Mocca menunggui dengan setia di sampingnya..

Selepas adik saya berangkat, esok harinya Mocca naik-turun berkali kali dalam sehari.. Mocca mencari adik saya, namun tidak ketemu.. Kemudian Mocca mengeong galau.. Ayah saya sampai tidak tega liat dia..

Hari ini, hari kelima adik saya di Bogor.. Mocca masih belum mau makan banyak.. Wajahnya masih galau.. Mocca tidak lagi mau bermain, tak lagi mau masuk tas kresek, tak mau gigit tangan saya.. Hanya mondar-mandir dengan langkah gontai, seharian kesana kemari..

Mungkin Mocca patah hati lagi, untuk kedua kalinya.. Kasian liatnya.. Tapi yakinlah ini akan jadi proses bagi Mocca yang beranjak dewasa.. Semangat Moo! ;- )

Advertisements

4 thoughts on “Kucing Pun Bisa Patah Hati..

  1. Pingback: Kucing.. | Novsabatini's Blog

  2. Pingback: Kucing (2).. | Novsabatini's Blog

  3. Pingback: Kucing.. | Novsabatini's Blog

  4. Pingback: In Memoriam Of Pusy.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s