Never Ending School..

sekolah lagi..

sekolah lagi..

Entah sejak kapan tepatnya, saya lupa, saya mulai menyukai bertemu dengan orang-orang baru..

Sebelumnya saya cenderung penakut.. Suatu ketika Ayah saya bahkan menjanjikan saya sejumlah uang jika saya berani bertanya pada mbak-mbak karyawati penjaga toko kaset, dan saya menolaknya (huhu sayang banget ya)..

Rasanya dulu tiap kali akan memulai pembicaraan dengan orang asing, dada berdebar-debar dan jantung berdegup kencang..

Harus dimulai dengan “hai”, “halo”, “permisi”, “mbak/mas”, atau “selamat siang” ya? (mulai tinggal mulai aja kaleee *sekarang gemes sendiri*

Ya begitulah.. Mungkin memang butuh proses yang tidak sebentar untuk membangun kepercayaan diri.. Dari sesuatu yang kecil di lingkup yang kecil.. Atau butuh terjadinya suatu keterpaksaan yang mengkondisikan kita harus mau tak mau melakukannya..

Dari menjadi ketua kelompok belajar, sekretaris kelas, bendahara organisasi, terus meningkat menjadi penampil drama, senior OSPEK, hingga yang menjadi presentator tugas atau pembicara seminar dan pelatihan..

Sewaktu tes kerja dulu, hampir 95% saya gagal di wawancara.. Mungkin karena tingkat percaya diri saya masih minim, dan itu terbaca oleh pewawancara.. Jika saya saja tak yakin dengan diri saya sendiri, bagaimana orang akan percaya pada kemampuan yang saya miliki?

Sedangkan ternyata dunia kerja membutuhkan jauh lebih banyak dari skill akademis.. Jika kita tau harus bagaimana, tapi gagal berdiplomasi yang tepat dan manis guna mengarahkan anak buah untuk melakukan jalan yang kita putuskan, tentu akan percuma.. Dan ini susah untuk dilakukan karena pada praktiknya, dunia kerja adalah lingkungan yang jauh lebih beragam, dari segi usia, latar belakang, karakter,pemikiran..

Sungguh semasa saya berada di bangku pendidikan saya bahkan membenci pekerjaan yang berhubungan dengan orang banyak.. Namun entah karma atau apa, pekerjaan kedua saya justru adalah marketing staff yang sehari-harinya menghubungkan cabang-cabang dengan semua departemen kantor pusat..

Dan hasilnya? Saya menemukan suatu keasyikan tersendiri di sini.. Ternyata, pekerjaan yang berhubungan dengan orang banyak mampu mematahkan rutinitas kerja, sehingga rasanya tak pernah bosan..

Ya, Alloh memang Maha Adil.. Dia menempatkan kita di bidang yang mungkin sama sekali tak kita kuasai sebelumnya, agar kita belajar lebih banyak hal yang tentunya akan bermanfaat bagi kita dalam menjalani hari-hari ke depan.. Coz life is a never-ending school..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s