Serenade..

image

Jam dinding yang detaknya memenuhi rumah ini sudah menunjukkan pukul 15.00.. Tak lama adzan pun berkumandang..

Huff.. Sebentar lagi hari ini akan berakhir..

Sudah selama ini aku hanya terdiam dan menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.. Dan seperti yang ku duga, memang tak banyak yang terjadi.. Hanya rutinitas yang sama saja, seperti hari-hari sebelumnya..

Aku hanya sendiri di sini.. Seharian.. Bertemankan orang-orang yang ternyata tak nyata.. Tapi aku bersyukur untuk itu, setidaknya aku masih dapat tersenyum dan tertawa sekali lagi..

Sebagian hatiku mengatakan ini konyol, mengharapkan sebuah keramaian layaknya seorang anak berumur lima tahun, yang pada kenyataannya aku sudah berumur seperempat abad..

Tapi jarak yang terbentang ini membuatku merindu akan sosok-sosok jauh di seberang, yang bila sekarang ini aku bisa pergi ke sana aku pasti tengah berbagi bahagia dan melakukan hal-hal menyenangkan dengan banyak orang.. Seperti setahun yang lalu..

Namun kenyataannya harus ku terima.. Aku di sini, sendiri.. Di antara orang-orang yang sibuk dengan urusannya masing-masing.. Tanpa bisa meminta untuk ditemani.. Di tempat yang asing, yang aku tak tahu harus pergi kemana untuk merubah suasana hati..

Ya, sudahlah.. Mungkin beginilah resiko tumbuh dewasa.. Kadang-kadang dunia orang dewasa itu sepi dan tak bisa dipahami.. Aku cukup bersyukur karena kamu masih mengingatnya, mengingatku.. Lagipula, ini hanya sebuah tanggal.. Meskipun hanya akan terjadi setahun sekali..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s