T I A R A . .

image

Ku buka tulisan ini dengan melemparkan sauh ingatanku nun jauh ke masa kurang lebih empat belas tahun yang lalu.. Ya, selama itu ternyata kita telah bersama.. Dari awal memang terasa ada yang istimewa denganmu, wajah yang tak biasa dengan hidung yang tak biasa.. Kamu yang paling cantik sejauh pandangan ku edarkan di ruang kelas berisi empat puluh satu siswa itu..

Ada yang tak biasa, antara kamu dan aku.. Bagaimana aku mempercayaimu dan kamu mempercayaiku meskipun kita tak sebangku kala itu.. Ingatkah, kamu dulu pernah menuliskan kesanmu terhadap teman satu kelas yang notabene baru, dan terhenti tepat di namaku? Lalu kamu memberikan buku itu padaku, seakan kamu menyerahkan keputusan padaku apakah akan mundur atau maju..

Kamu senantiasa menjadi gadis yang lucu dan menyenangkan.. Sementara aku penuh liku-liku.. Tapi kamu selalu ada untuk ku bagi kesusahan, dan rasanya selama bersamamu aku selalu merasa senang.. Ada keajaiban dalam dirimu, yang selalu bisa menyihir orang di sekitarmu, mengubah mereka dari sedih menjadi bahagia..

Pernah suatu waktu kamu begitu heran padaku yang selalu begitu mudah jatuh cinta.. Di saat yang sama aku pun bertanya kenapa kamu bahkan tidak pernah punya seseorang yang istimewa untuk disuka..

Suatu saat, jika sudah waktunya..

Jawabmu sambil tersenyum penuh tanda tanya.. Aku mengira kamu tak akan bisa jatuh cinta! Namun mungkin karena itulah takdirku tertambat padamu, karena setiap saat aku mulai gila kamu akan selalu ada untuk mendengarkan ceritaku dan menenangkanku..

Satu hal yang akan selalu aku kenang tentangmu.. Dulu, saat aku mulai menggila karenanya, seperti yang selalu dan yang sudah-sudah, kamu tak pernah jemu mendengarku memujinya bahkan dengan pujian yang sama yang ku ulang-ulang.. Tapi dalam hatimu, kamu merasakan sesuatu padanya.. Sesuatu yang tak pernah kamu rasakan sebelum-sebelumnya.. Sesuatu yang seharusnya bisa dengan antusias kamu ceritakan pada sahabatmu sendiri namun kamu tak sanggup membaginya karena aku yang terlalu memujanya..

Maafkan aku, Tiara.. Seharusnya aku ada untukmu saat itu, saat kamu pertama mengalaminya.. Saat yang selalu aku tunggu bagimu untuk membaginya denganku.. Seperti selama ini kamu yang selalu ada untukku.. Maafkan aku yang selalu memakai sudut pandangku, dan terkadang gagal untuk berpikir bagaimana menjadi kamu..

Memandangmu melalui sebuah foto kini, bukan lagi seorang gadis, kamu telah menjelma seorang wanita dengan anak di pangkuanmu.. Empat belas tahun adalah separuh dari umurku sampai saat ini, tahun-tahun yang ku bagi denganmu.. Ya, kamu dan aku memulai ini bahkan dari sebelum kita menjadi gadis, hingga kini kamu dan aku telah memiliki keluarga masing-masing.. Empat belas tahun yang penuh kenangan dan suka duka.. Melewati dua ujian nasional bersama, ospek bersama, wisuda bersama, dan menikah di tahun yang sama..

Terima kasih, Tiara.. Atas semuanya.. Atas kebersamaan ini.. Atas kesabaran dan kebaikanmu yang belum sanggup aku balas..

Jakarta, 2 Maret 2015..

[Nov Sabatini]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s