Flowers In The Attic..

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang belum memiliki anak dan belum memiliki peralatan lengkap untuk ngapa-ngapain, saya seringkali merasa bosan.. Tiap lima menit buka facebook, so what? Tidak ada notification baru dan itu membuat semakin suntuk.. Bingung mau ngapain, nonton TV juga acaranya itu-itu aja.. Anda mengalami hal itu?

Aha! Suami saya punya solusinya.. :-D

Pada kesempatan main ke Jakarta Fair dua bulan lalu, saya dibelikan TV Kabel!! Awalnya saya pesimis akan berdampak banyak pada keadaan batin saya, tapi setelah seminggu memilikinya : Saya kecanduan TV Kabel!! Aaaaaak, help me?!

Hampir seharian saya berada di depan TV, berganti-ganti tayangan yang hampir tidak pernah habis mengingat ada beratus-ratus channel.. Termasuk tadi malam, setelah suami tidur saya kembali ke depan TV untuk menonton Flowers in the Attic yang tayang perdana di Lifetime.. Trailernya memang sudah diputar sebulan sebelumnya dan makin membuat saya penasaran kepingin nonton..

Saya akui, saya memang tertarik pada hal-hal yang aneh, misterius, dan tidak biasa.. Contoh saja, film Curious Case Of Benjamin Button yang saya jatuh cinta sejak pertama nonton.. Selain itu, saya makin suka jika drama itu dikemas dengan alur yang pelan tapi detail.. Membuat semakin tampak misterius dan membuat semakin penasaran.. Beberapa hari sebelumnya saya juga pernah melihat di saluran yang lain lagi, tentang pengakuan seseorang yang kabur dari sekte poligami.. Ternyata setelah saya telusur lebih jauh, bukunya telah beredar di pasaran.. Meskipun populer di Barat, tapi kurang terdengar bahkan cenderung susah ditemukan di Indonesia.. Mungkin karena isu yang diangkat bukan isu di sekeliling masyarakat Indonesia.. Begitu pun film yang akan saya bahas di sini..

image

Film TV Flowers in the Attic ini meninggalkan kesan bagi saya.. Sesuatu yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, namun tabu untuk dibicarakan.. Film ini bercerita tentang hubungan keluarga yang rumit karena terjadinya incest ..

Berawal dari sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan empat anak, dua di antaranya kembar.. Pekerjaan si Ayah yang mobile membuatnya sering bepergian dalam waktu lama, hingga suatu saat kecelakaan pun merenggut si Ayah beserta kebahagiaan keluarga itu.. Kenapa? Karena si Ibu adalah wanita yang gaya hidupnya cenderung glamor, cantik, namun tak punya skill.. Rumah dan seisinya akan segera disita bank karena tak bisa mencicil lagi.. Si Ibu lalu menyurati beberapa kerabatnya agar bisa menumpang hidup.. Orang pertama yang membalas surat itu adalah ibunya sendiri alias nenek keempat anaknya..

Mengejutkan karena ternyata keempat anaknya bahkan tidak tahu bahwa mereka punya nenek.. Lebih mengejutkan karena ternyata kakek dan neneknya sangat kaya, memiliki rumah (atau istana?) dengan hutan dan danau pribadi.. Sayangnya, semenjak kawin lari dulu si ibu telah dicoret dari daftar ahli waris dan mereka tidak pernah saling kontak lagi.. Yak! Ibunya kawin lari karena yang dinikahinya (alias ayah keempat anak itu) ternyata adalah saudara tiri ayahnya sendiri (alias kakek keempat anak itu)..

Kedatangan si ibu dan anaknya dirahasiakan si nenek dari si kakek, karena si kakek punya masalah jantung.. Maka, keempat anak tersebut ditempatkan di sebuah kamar terpencil yang memiliki akses anak tangga ke loteng.. Mereka dikunci di situ, dilarang membuka jendela, dan tidak boleh bersuara agar tak ada yang tau keberadaan mereka.. Mereka diberi beberapa peraturan oleh si Nenek dengan hukuman yang berat atas setiap pelanggaran..

Rencana awal adalah, si ibu merebut hati si kakek agar namanya kembali dicantumkan di daftar waris.. Nantinya setelah berhasil, satu per satu keberadaan anaknya akan diungkapkan.. Sementra proses itu, si ibu rutin menjenguk anaknya.. Awalnya seminggu, sebulan, kemudian semakin jarang, dan kepastian pengungkapan statua keempat anaknya makin tak jelas..

Keempat anaknya praktis terisolasi dari pergaulan di luar.. Beberapa tahun berlalu, banyak pertanyaan yang ada di benak keempat anaknya.. Banyak cerita dan rahasia satu per satu terungkap.. Banyak peristiwa yang terjadi, diantaranya adalah kematian salah satu si kembar, serta dua anak yang paling besar lambat laun mengalami pubertas.. Dan yak! Incest pun terjadi lagi..

Karena semakin frustasi dan semakin merasa ada yang tidak beres, kedua anak yang paling besar mengupayakan cara untuk bisa keluar dari rumah itu.. Beberapa di antaranya adalah memanjat keluar jendela menggunakan tali saat malam tiba, serta membuat kunci dari sepotong kayu.. Mereka mencuri uang dan barang ketika semua orang tidur.. Sedikit demi sedikit mereka kumpulkan, lalu pada hari yang telah ditentukan mereka kabur..

Nah, film TV berdurasi sekitar 1,5 jam ini memang selesai untuk sementara.. Minggu depan akan diputarkan perdana di Asia, sekuel berikutnya (yang terakhir) berjudul Petals On The Wind.. Sekuel sambungannya ini mengisahkan apa yang terjadi ketika anak-anak tersebut dewasa..

 

image

Film ini diadaptasi dari sebuah novel kontroversial populer berjudul sama karya V.C. Andrew.. Sebelum versi 2014 pernah pula dibuat film kalau tidak salah pada tahun 1987 (atau 1997? Silakan browsing lagi ya).. Yang agak disayangkan dari penayangan Flowers in the Attic di Lifetime ini adalah, beberapa adegan yang dipotong karena keperluan sensor.. Memang tidak ada adegan ranjang, hanya adegan cium (hanya?) saja tapi kalau melihat keseluruhan cerita justru adegan ini yang seharusnya menjadi inti yang disorot.. Setelah nonton versi TV karena penasaran saya browsing dan ternyata memang ada adegan yang missing.. #eh

Tambahan : ada lagi film incest tapi genre-nya horror yaitu Crimson Peak.. Figur incest-nya sama, kakak dengan adik, bedanya di sini kakak cewe sedangkan adiknya cowo.. Pemerannya itu loh yang jadi Loki di film Thor kalau ga salah.. Btw, napa pada banyak sih yang cari film beginian? *ehemheran

asesoris descendent of the sun

 

Yuk, baca juga review saya tentang film yang lain :

1. Fifty Shades Of Grey

2. Expecting Amish

3. Curious Case Of Benjamin Button

4. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

5. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

6. Dating : What’s It Like To Be In Love

7. The Great Gatsby

8. Keith

9. Hachiko : a Dog Story

10. The Most Impressing Episode Of Running Man

11. Kolchak : Night Stalker

Advertisements

One thought on “Flowers In The Attic..

  1. Pingback: Keajaiban Otak.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s