Pusy, Please Don’t Grow Up..

Kalimat itu beberapa kali pernah saya baca, ditujukan seorang ibu untuk buah hatinya.. Selalu menyenangkan mempunyai bayi, yang lucu dan bergantung pada ibunya.. Ketika beranjak dewasa, anak akan semakin mandiri dan pelan-pelan semakin jauh dari ibunya.. Itulah kira-kira yang mendasari kalimat yang dibisikkan tersebut “Baby, don’t grow up please..”

Saya sempat memiliki beberapa kucing yang kebetulan semuanya jantan.. Pada usia sekitar 10 bulan kucing-kucing saya beranjak dewasa.. Dari suka bermain dan bermanja, menjadi suka kelayaban dan curious pada dunia dibalik daun pintu.. Dari suka tidur di kaki, menjadi suka tidur sendirian di bawah lemari.. Jarang mau digendong, jarang mengeong minta makan, jarang menghampiri ketika dipanggil namanya..

Perubahan seperti itu memang membuat kangen kadang-kadang.. “Kemana Momo, pengen ngelus-elus kok ga ada..” Ketika digendong meronta-ronta, penginnya lari aja ke atas genteng tetangga.. Ah, sedih rasanya piaraan sudah tidak patuh.. Dari kucing yang manis, manja, dan penurut menjadi kucing yang cuek, kelayaban, dan pemberontak..

Tapi, ada satu kucing saya yang berbeda.. Awalnya bukan milik saya, hanya dititipkan tetangga.. Awalnya dianak-tirikan makanannya dan perlakuannya.. Ternyata lama-lama kucing ini sangat sayang sama keluarga saya, dan tidak pernah mau pulang ke rumah tetangga saya (akhirnya tetangga punya kucing baru hehe).. Awalnya kucing ini sangat paranoid dengan semuanya.. Tidak pernah mau dipegang, selalu lari ke kolong lemari setiap ada orang mendekat dari jarak 5 meter.. Tapi setelah insiden pilek dan dibawa ke dokter hewan, kucing ini sepertinya mulai percaya pada keluarga saya, dan hanya keluarga saya..

Kucing ini tetap lari jika ada orang lain mendekat, bahkan ketika saya pulang pun dia akan sebisa mungkin menjaga jarak dengan saya.. Sampai di usianya yang setahun bulan ini, Pusy tak pernah jauh-jauh dari keluarga saya.. Tetap nungguin Ibuk saat sholat, mandi, masak, menjahit.. Tetap nungguin Bapak jaga warung, nungguin Adik tidur.. Tak pernah main ke luar rumah lebih dari 20 meter, karena setiap mendengar langkah orang mendekat Pusy akan segera masuk rumah lagi..

Pusy, kucing kesayangan Ibuk dan Bapak.. Tetaplah seperti anak kecil, jangan beranjak dewasa.. Tetaplah lucu dan menyenangkan.. Tetaplah di rumah menjaga dan menghibur Bapak dan Ibuk.. Tetaplah di rumah, menanti Ibuk pulang kerja, Bapak pulang tenis, dan Adik pulang kampus..

image

Nungguin Bapak Makan Roti..

image

Nungguin Ibuk di Kamar Mandi (?)..

image

Tempat Favorit Pusy..

image

Bapak & Pusy..

image

Nungguin Ibuk Nonton TV..

image

Pusy Waktu Baru Dititipkan..

Advertisements

One thought on “Pusy, Please Don’t Grow Up..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s