Nikah Muda..

Di antara remaja, belakangan ini mungkin nikah muda sedang menjadi tren.. Entah apapun alasan di belakang itu, mungkin memang benar-benar atas dasar agama, karena nafsu sesaat, atau cuma ingin dibilang keren..

Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, Ibu mengabari saya ada kerabat yang menikah.. Kami setengah tidak percaya.. Kenapa? Karena usia kerabat tersebut masih sepantaran adik saya.. Kini lama tak terdengar kabar, tenyata kerabat tersebut baru saja memiliki seorang anak.. Namun yang lebih mengagetkan adalah status media sosial yang tiba-tiba muncul di beranda saya..

Hancur sudah rumah tanggaku..

Singkatnya seperti itu, setelah saya kepo (astaghfirulloh, maaf saya khilaf) ternyata penyebabnya adalah si istri yang tidak mau diajak pindah ikut suami.. Alasannya saya tidak kepo lebih lanjut karena terlanjur insap, hehe.. Saya jadi tergelitik ingin membahas di sini..

Apa coba yang terlintas di benak kerabat saya tersebut saat memilih untuk menikah semuda itu, di saat adik saya (kelahiran 1992, berarti tahun ini sekitar 22 tahun) tengah sibuk-sibuknya berjuang di semester 5 atau 6..

 

image

Konon katanya, yang melamar adalah pihak perempuan.. Seorang gadis muda yang usianya sepantaran, waktu itu mungkin kisaran 21 tahun, apa yang membuatnya begitu mantap hingga melamar atau lebih tepatnya meminta dilamarkan seorang anak laki-laki.. Di sini, saya pikir cukup wajar dan dapat dimaklumi saat seorang gadis muda terbawa nafsu mengingat masih sebegitu belia usianya, ditambah faktor W yang membuatnya lebih mudah terbawa perasaan dibanding memikirkan segala sesuatunya secara logis.. Selanjutnya menurut saya yang bertanggung jawab mengendalikan si gadis ini adalah walinya a.k.a ayah si gadis..

Ayah sebagai pihak luar yang lebih dewasa dalam berpikir seharusnya banyak menimbang sebelum melepas anak gadisnya untuk orang lain, karena menikahkan berarti menyerahkan tanggung jawab dunia akherat atas anak gadisnya kepada lelaki lain.. Maka tak seharusnya Ayah sebegitu berani menikahkan anak gadisnya pada sembarang orang, harus dilihat dulu apakah lelaki baru ini cukup kuat mentalnya untuk mendengar rengekan-rengekan manja anak gadisnya jika menginginkan sesuatu, apakah lelaki baru ini mampu untuk menahan air mata anak gadisnya ketika akan keluar, apakah lelaki baru ini siap mendidik dan mengarahkan anak gadisnya untuk hidup berpegang pada agama yang benar, dan seabrek pertimbangan lain..

Menikahkan dengan orang yang salah akan membawa resiko kehidupan dunia yang rumit dan penuh masalah, serta kehidupan akherat yang tanda tanya besar, dan ini tentunya tidak akan diinginkan para Ayah apabila benar menyayangi anak gadisnya.. Oleh karena itu, di poin ini kesimpulan saya adalah Ayah tidak harus serta merta memenuhi keinginan anak gadis tersebut tanpa melakukan pertimbangan yang rinci.. Di lain soal, apabila si Ayah menjodohkan anak gadisnya juga tidak bisa memaksa apabila anak gadis tersebut tidak berkenan hatinya..

Tidak saya pungkiri, dulu saya pun mengalami masa dimana saya ingin nikah muda juga.. Tapi untunglah, baik orang tua dan pacar saya waktu itu sangat logis dalam mengendalikan saya.. Orang tua yang melihat saya belum siap secara mental dan pacar saya yang belum siap karena belum memiliki pekerjaan.. Nikah itu beda dengan pacaran lho.. Bener deh.. Banyak enaknya atau tidak enaknya tergantung sudut pandang, memang..

Jual tas kerja lucu

 

Bila menikah dengan niat yang tidak tepat, hanya karena ikut-ikutan atau untuk dibilang keren, bisa dipastikan kehidupan setelah nikah akan banyak batunya.. Kenapa? Karena hanya berdasarkan nafsu sesaat saja sedangkan secara mental kita belum evaluasi, misalnya apakah sudah siap dengan tanggung jawab baru nantinya.. Sebagai istri yang harus taat pada suami, kita harus siap apabila diminta ikut tinggal bersama suami.. Sedangkan sebagai suami tanggung jawabnya bahkan lebih banyak lagi, kita harus menghidupi istri dan mendidik di jalan yang benar.. Bukan main lho, tanggung jawab ini bakal ditanyakan kelak di akherat..

Jika nikah muda atas dasar murni agama, bisa dipastikan akan lebih mulus.. Kenapa? Satu, sebagai lelaki yang tau agama dia akan sadar tanggung jawab sebagai suami itu besar dunia dan akherat.. Maka ketika telah mempunyai istri, meskipun pekerjaan belum mapan pun, tekadnya untuk mencari nafkah yang halal akan membuat dia bekerja mati-matian untuk menghidupi keluarganya.. Ini yang lebih penting menurut saya, bukan tuntutan akan pekerjaan yang telah mapan melainkan kemauan dan tekad untuk berjuang menghidupi keluarga.. Salah kaprah apabila menganggap menikah itu harus punya pekerjaan yang mapan dulu.. Out of topic sedikit, adapun lelaki yang belum berani menikah mungkin karena ketidaksiapan secara mental untuk berjuang menghidupi keluarganya kelak sehingga takut malah berdosa menelantarkan anak-istri.. Sah-sah saja sih, malah bisa dikatakan bagus karena dia sadar tanggung jawabnya dan membandingkan dengan kapasitasnya.. Tinggal bagaimana usaha untuk memperbaikinya saja..

Yang kedua, lelaki yang paham agama akan sadar bahwa istri adalah tanggung jawab di akherat.. Maka dia akan mencari wanita yang juga paham agama, agar mendidiknya tidak menguras waktu dan energi.. Wanita yang paham agama, tidak perlu melalui perdebatan panjang akan taat pada suami dengan sendirinya.. Meskipun suami pulang membawa uang seadanya, akan tetap disambut dengan senyuman dan alhamdulillah bukannya malah diomelin seperti di sinetron.. Istri yang begini yang menentramkan hati suami, dan menyemangati untuk pulang membawa hasil lebih banyak lagi keesokan harinya..

Ada yang bilang lebih baik nikah saja daripada kelamaan pacaran.. Eits, ini salah kaprahnya telat banget.. Seharusnya kalau bisa dicegah, yang dicegah adalah pacarannya itu sendiri, bukan nikah mudanya.. Karena kalau belum mampu disunnahkan puasa untuk mengendalikan nafsu dan pandangan, tapi kalau sudah pacaran mana bisa puasa mengendalikan nafsu secara setiap hari ketemu dan berdekatan.. Yang ada malah terpaksa nikah muda karena kelepasan telat 3 bulan *inget lagu dangdut*..

jual baju bayi lucu

Kalau sudah mengalami nikah muda di usia belia, usia dimana teman-teman lain masih senang-senangnya belajar dan mencari pengalaman kerja, sementara dirinya sibuk di rumah memikirkan alokasi uang belanja sambil menjaga anak agar tidak berantem dengan anak tetangga, jika secara mental tidak siap dan secara niat serta pemahaman belum benar maka akan bermunculan status-status galau macam yang saya contohkan di atas.. Kalau sudah berantakan, yang disalahkan hampir bisa dipastikan adalah nikah muda, bukan pacaran.. Sekali lagi, salah kaprah..

Nah sekarang sedikit banyak pemahaman kita sama-sama bertambah.. Betapa kalau niat lurus mau nikah muda atau poligami, jalannya akan dipermudah Alloh.. Meskipun banyak cobaan pun, menghadapinya akan lebih ikhlas.. Lain halnya jika nikah muda karena latah dan salah kaprah.. Maka dari itu, yuk adik-adik sebelum memutuskan untuk menikah kita tinjau ulang kesiapan kita sendiri dan pasangan kita.. Menikah itu sekali seumur hidup dan ditanyakan di akherat, jadi harus lebih serius dalam memutuskan perkara ini.. Begitu pun dengan para Ayah yang kebetulan lewat di halaman ini, jagalah anak gadis Anda karena dunia dan akheratnya sedikit banyak tergantung pada kebijaksanaan Anda.. Adapun yang telah (terlanjur) menikah, belum terlambat untuk mulai meluruskan niat dan memperbaiki masa depan kita, kuncinya sudah saya bahas di atas.. Semua orang pasti pernah berbuat salah yang mengubah hidupnya, namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya karena masa depan seseorang tidak ada yang tahu..

Jika seseorang meminta hidupnya sederhana, maka dia akan diberi masalah yang sederhana.. Jika seseorang meminta diberikan yang terbaik, maka dia akan diberi masalah yang sulit.. (anonim)

Berusaha dan berdoa, semoga Alloh memudahkan kita dalam kebaikan.. Bukan dimaksudkan untuk menyinggung atau lainnya, hanya pemikiran saya saja.. Sekiranya ada manfaat bisa diambil, jika ada yang salah dapat dijadikan pembelajaran bersama.. :-)

Advertisements

One thought on “Nikah Muda..

  1. Pingback: POLRI vs KPK.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s