Kucing..

Haah, judulnya so simple, bingung mau dijuduli apa.. Saya suka binatang, apa saja, kecuali kecoa.. Kadang kalau lihat di TV tayangan tentang beruang, panda, bahkan macan, tidak jarang saya ingin memelihara mereka (?) saking gemesnya.. Tanya saja Bapak atau Suami yang selalu menjawab celetukan asal saya itu dengan anggukan, toh nanti kalau ada iklan mie juga lupa sendiri tentang macan dkk tadi.. Hehe..

image

Pacaran Niye!

Dari kecil, saya memang pingin memelihara hewan, dulu sih suka banget sama anjing.. Sehari-hari main sama anjing tetangga, sampai-sampai anjing itu ngikutin saya ke sekolah (walhasil semua teman naik ke meja, lalu saya disuruh pulang sama bu Guru.. horeeeee!! *loh malah gembira*).. Tapi saya tidak kesampaian pelihara anjing, karena Ibuk lebih memilih ayam.. Alasannya sederhana, supaya telurnya bisa dijual.. Dari ayam kemudian meningkat sedikit, pelihara kutilang, ya masih unggas juga sebenernya.. Lalu sempat pelihara ikan dan kura-kura, tapi kemudian dijual Ibuk karena kura-kura suka hilang di bawah kursi.. Tuh kan mulai melenceng nih topiknya..

Singkat cerita, beberapa puluh tahun kemudian mulai kesampaian pelihara hewan unyu-unyu.. Setelah sempat pelihara hamster, saat awal kerja saya nekat membawa pulang kucing teman kerja saya.. Eits, bukan maling lho, tapi dihibahi.. Nah ini yang menarik.. Karena ternyata Rasululloh SAW pun memelihara kucing yang dinamai Muezza.. Bahkan Abu Bakar RA, saking banyak kucing peliharaannya beliau dijuluki Bapak Kucing.. Nanti silakan browsing cerita lengkapnya, yang jelas dalam Islam kucing ini diistimewakan sebagai hewan peliharaan.. Belakangan baru terungkap bahwa kucing itu binatang yang higienis, oleh karena itu paling oke untuk dipelihara.. Bukannya diskriminatif, tapi scientific, belakangan terungkap bahwa anjing dan babi cenderung memiliki lebih banyak kuman daripada manusia.. Luar biasa bukan, Rasululloh sudah mengharamkan kedua hewan tersebut jauh sebelum ilmuwan mengungkap fakta itu..

 

image

Menunggu Untuk Sarapan..

Binatang kan lucu, ya.. Apalagi kucing dan anjing, bisa paham kalau diajari atau diajak bicara (beneran lho).. Tapi saya heran, ada saja orang yang gemar menyiksa binatang, dalam hal ini terutama kucing.. Memang populasi kucing liar lebih banyak daripada anjing liar.. Dalam sehari, coba hitung berapa kali ada kucing lewat depan rumah? Ada lebih dari sepuluh kali kucing lewat depan rumah saya.. Apabila menaruh makanan seperti ikan atau ayam di meja dengan akses terbuka, otomatis perhatian kucing yang lewat pun tersita hingga akhirnya raib sudah ikan itu ketika jam makan tiba.. Jika pelaku kepergok, pastilah akan dilempar sandal.. Yah sekedar pelampiasan boleh, asal tidak menyakiti.. Yang keterlaluan adalah, hal-hal semacam itu dijadikan alasan untuk lain kali memburu kucing yang melenggang tak berdosa di depan rumah, pakai pistol atau anjing pemburu.. Astaghfirulloh..

Memang kasian nasib kucing jalanan.. Padahal jika mau berpikir sedikit lebih dalam, bukankah naluri hewan untuk mencari makan? Mana dia tau, itu punya orang yang dibeli pakai uang.. Hewan tidak sepintar itu, kawan.. Nalurinya hanya mengisi perut yang lapar.. Justru jika manusia (yang katanya) pintar, sebaiknya lebih preventif dan hati-hati seperti memakai tudung saji, atau menutup pintu, bisa kan sebenernya?

Saya punya cara lain yang lebih halus untuk mencegah agar kucing tidak mencuri makanan kita, yaitu dengan memberinya makan! Jangan diberi makan ikan atau ayam seperti makanan kita, tapi berikan makanan khusus kucing (catfood).. Dengan begitu dia akan terbiasa dan tau, mana makanannya dan mana yang makanan manusia..

jual tas unik lucu

Di sini saya memang tidak boleh pelihara hewan oleh suami karena repot nanti kalau pindah.. Untuk mengobati kangen sama Momo, saya beli saja makanan kucing.. Tidak perlu yang mahal, malah saya beli yang paling murah se-toko.. Tiap pagi kalau ada kucing lewat, saya kasih makan.. Lama-lama rumah jadi rame, sekarang setiap pagi setidaknya ada 2 ekor kucing yang sudah menunggu di depan pintu untuk sarapan.. Begitu juga sore hari, kadang siang hari pun ada saja kucing yang tidur di depan pintu.. Rasanya menyenangkan, di kala sepi sendiri tiba-tiba ada saja yang datang.. Mereka pun tidak pernah masuk rumah, paling banter di sekitar pintu.. Kalau masuk rumah, saya langsung bentak agar tidak kebiasaan, dan mereka pun langsung kembali ke depan pintu kemudian duduk..

Intinya, kalau pelihara kucing, kasih makan hingga kenyang (ingat, pakai catfood).. Kalau kucing sudah kenyang maka jarang akan mencuri makanan kita.. Apalagi kalau kebiasaannya pakai catfood, Mocca (kucing saya yang hilang) saja dikasih catfood merk lain tidak mau, harus merk dan rasa yang itu.. Mocca tidak pernah mencuri ikan atau ayam di meja.. Yang kedua, kucing perlu dibiasakan.. Dibiasakan tidak masuk kamar atau dibiasakan tinggal di rumah pada jam tertentu.. Beberapa kali dibentak atau diancam pakai sapu jika masuk kamar, lama kelamaan kucing akan paham.. Selanjutnya hanya dengan mengacungkan telunjuk dan bilang “hayo!” Kucing akan menjaga jarak dan urung masuk kamar.. Sudah saya buktikan pada kucing yang biasa main ke kontrakan.. Di rumah, Momo (kucing yang sekarang) dibiasakan tidur malam di rumah.. Tiap jam 11 jika Momo belum pulang maka Bapak akan mencarinya keliling perumahan.. Lama kelamaan, Momo mengerti dan entah bagaimana cara Momo mengepaskan jam, sekarang sekitar jam 11 malam pasti Momo pulang sendiri.. Dulu, Mocca sebaliknya, sepanjang malam berada di luar rumah.. Namun setiap jam setengah lima pagi ketika Bapak akan sholat Subuh, Mocca sudah ada di depan pintu kamar minta makan.. Memang butuh tegas terhadap hewan, agar tertib..

image

Pesta Kucing..

Ada 2 hadits yang saya ingat tentang kucing, yang pertama mengenai seorang wanita yang mengurung kucing tanpa memberinya makan hingga akhirnya kucing itu mati.. Wanita itu dicontohkan sebagai calon penghuni neraka.. Yang kedua, seorang wanita pezina yang memberi makan kucing kelaparan.. Wanita ini kemudian dimasukkan ke surga.. (lupa gimana bunyi hadits tepatnya, silakan browsing juga)..

Nah, bagi saya sendiri hadits itu mengingatkan untuk berbuat baik tidak hanya pada sesama manusia melainkan pada semua makhluk-Nya.. Oleh karena itu, marilah kita mulai tengok sekeliling kita.. Cukup sediakan seember air di depan rumah pada musim kemarai, agar hewan yang lewat bisa minum di situ.. Cukup dengan membuang nasi sisa di tempat terbuka, agar burung-burung dan ayam bisa memakannya.. Cukup dengan meletakkan nyamuk yang mati setelah ditabok di dekat lubang semut, agar dekat diangkut ke sarangnya..

Beramal tidak susah dan tidak harus mahal.. Hanya saja sesuatu yang baik meskipun sepele kadang bisa terasa amat berat untuk dilakukan..

Sesederhana itu..

[Nov Sabatini]

Tribute to all cats in the world..

Yuk, baca artikel yang lain juga :

1. Kucing kalau patah hati kayak gimana sih?

2. Pelihara kucing bikin susah hamil? Yuk simak dulu penjelasan SPOG

3. Kucing rasa karamel vs kucing rasa vanila

Advertisements

2 thoughts on “Kucing..

  1. Pingback: Kucing (2).. | Novsabatini's Blog

  2. Pingback: In Memoriam Of Pusy.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s