Belajar & Mengajar..

Ga pengen jadi guru? Kamu kayaknya cocok lho..

Hmmm, bukan kali pertama saya mendengar komentar itu.. Dan hati saya menjadi risau tiap kali mendengarnya.. Bukannya saya ga pengen jadi guru, meskipun sekedar guru les.. Bahkan cita-cita Bapak dulu adalah agar saya menjadi dosen.. *sedikit ketinggian, hihihi*

Namun, entah kenapa saya tidak PD.. Mungkin karena memang background pendidikan saya yang bukan pengajar.. Mungkin karena memang saya tidak PD membawakan materi di depan banyak orang.. Atau mungkin karena pekerjaan guru nantinya akan dibayar..

 

Presentasi..

Presentasi..

Sebenarnya pernah sewaktu kuliah kebetulan tetangga sebelah rumah meminta saya jadi guru les bagi putrinya yang kelas 2 SD.. Alasannya, karena guru les privat yang beneran mahal, kala itu Rp 20.000,- per pertemuan.. Saya sebenarnya tidak yakin pada diri saya, karena belum pernah sebelumnya, tapi diyakinkan Ibu untuk mencoba dengan percobaan : bila seminggu ga ada kemajuan yasudah tidak dilanjutkan dan tidak usah dibayar..

Murid saya satu-satunya itu pendiam, dan saya bilang dia berbeda.. Lumayan susah lho mengajar anak kelas 2 SD, karena yang kita lakukan adalah menanamkan pemahaman dasar.. Kala itu materi menginjak pembagian.. Saya katakan dia berbeda, karena dengan cara biasa tidak bisa paham..

Begini, Ibuk beli buku 8 buat diberikan rata ke Kakak sama Adek.. Nah Kakak dan Adek masing-masing dapat berapa buah buku?

Eee bengong dianya.. Saya putar otak, cari cara.. Akhirnya saya menemukan yang bisa dia pahami..

Kakak coba jarinya angka 8 (dia pun menjentikkan kelima jari tangan kanan dan tiga jari tangan kiri).. Nah, di dalem jari kakak yang 8 itu, ada berapa 2?

Berhitunglah dia, setiap kali mulutnya mengucap angka sambil dilipatnya masing-masing dua jarinya.. Dan hasilnya 4! Horeeeee.. Jujur, saya senang bukan main..

Itu baru Matematika, belum pelajaran yang lain karena guru SD mengajarkan semua materi.. Saya bersyukur karena saya memang sejak dulu suka mempelajari dan mencatat banyak hal, sehingga jika harus membagi banyak ilmu ada pengalaman, catatan, dan ingatan yang saya pegang.. Maka tiap dia ke rumah saya, jadwalnya terserah dia besok jadwalnya apa dan apakah ada PR atau tidak.. Saya mengajarinya 5 kali seminggu, alias Senin sampai Jumat.. Lamanya tergantung mood murid saya, kadang sampai 1,5 jam dan kadang tidak sampai sejam dia sudah berkemas-kemas.. Hehe.. Bayarannya saya lupa, tapi uang segitu bagi seorang guru amatir sekaligus anak kuliah sudah cukup besar..

jual tas unik lucu

Yang tidak kalah susah adalah, kebalikannya, mengajar orang tua! Saya berkesempatan memberikan semacam training tiga program utama komputer (microsoft word, excel, dan power point) untuk guru SD Karanganyar.. Hehe, sumpah, untuk yang semacam ini harus ekstra ekstra sabar..

Bayangkan, menggerakan mouse aja takut, belum lagi mengetik yangmana huruf A ada di bagian keyboard sebelah mana, huruf B di sebelah mana.. Beberapa orang guru memang bisa mengikuti, tapi sebagian yang lain butuh dibimbing secara khusus karen selalu tertinggal step-stepnya.. hehe..

Mengajar adik tingkat juga mempunyai kesulitan sendiri, apalagi jika sudah berstatus sebagai asisten.. Di satu sisi, sebagai sesama mahasiswa saya masih belajar memahami materi (karena materi di semester akhir sudah mulai rumit, satu dan yang lain saling berhubungan).. Namun di sisi lain, posisi sebagai senior menuntut kita untuk lebih paham daripada praktikan yang kita ajar, sebagai bentuk dari tanggungjawab sebagai asisten yang harus bisa menyalurkan ilmu dengan baik sehingga praktikan paham dengan benar..

Di banyak kesempatan, saya lebih suka mengajar dengan suka rela, tanpa status apa-apa.. Karena tidak terikat dan tidak ada beban tanggungjawab.. Saya bisa membatalkan janji kalau tiba-tiba tidak bisa, atau si murid yang dibelain datang ke rumah saya, atau saya bisa marahi jika bandel.. Bonusnya sih kadang ada yang traktir minum esteh, ada yang bawain roti bakar ke rumah.. Ini tak kalah menyenangkan.. :-D

Posisi saya sekarang ini sebagai ibu rumah tangga yang belum memiliki anak, membuat saya vakum cukup lama dalam dunia mengajar (?).. Kadang saya kangen pengin belajar bareng lagi, tapi semakin ke sini rasanya semakin ga PD.. Apalah diri saya sekarang, ilmu apa lagi yang bisa saya ajarkan? Teman-teman saya sudah jauh lebih pintar pastinya sekarang, ada yang sudah jadi manajer juga CEO.. Berarti saatnya saya untuk belajar lebih banyak lagi, agar bisa membaginya jika kelak ada yang ingin diajari.

Karena sepanjang hidup adalah proses belajar, bagaimana mengambil pelajaran yang baik, dan mengajarkannya pada yang lain..

*random post*

[Nov Sabatini]

Yuk, baca tulisan saya yang lain :

1. Ini nih yang dulu saya praktekin sehingga bisa lolos Ujian Masuk UGM

2. Tips Belajar Bahasa Inggris Asyik

3. Pengalaman Presentasi di Seminar Internasional

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s