Adik Tersayang..

Dalam pikiran seorang kakak, adik tetap saja seorang adik, yang kecil, ceroboh, kekanakan, kadang usil, suka ikut-ikut, butuh kakaknya untuk senantiasa menjaga.. Meskipun pada kenyataannya adik jauh lebih tinggi besar, lebih sering jadi korban diusili kakak dan ibunya, lebih sering diikuti kakaknya kemana saja meskipun main dengan teman sekolahnya,  serta tidak lebih ceroboh dan kekanakan daripada saya.. *terbalik semua hihihi*

Adikku Ayank..

Kalo kumisnya ga dicukur, dikira dia kakak saya..

Selama ini, kami memang sering berantem bahkan hanya gara-gara koleksi perangko (maklum, dulu masih SD), atau gara-gara saya risih dikuntit adik saat menghadiri undangan ulang tahun teman.. Juga, saya banyak iri oleh perhatian Bapak Ibu yang saya rasa lebih berat padanya.. Namun seiring waktu kami beranjak gede, ternyata punya adik yang tidak jauh terpaut itu asyik! Kami bisa kuliner bareng, nonton film dan terawa bareng, bertukar pikiran, muter-muter jalan-jalan bareng, dan hore-hore lainnya..

 

Monkeys..

Monkeys..

Sejak di bangku sekolah, adik kadang minta pendapat saya menyangkut hal-hal penting dalam hidupnya.. Atau lebih seringnya saya tiba-tiba menyarankan (tanpa diminta) pada adik.. Hahahaha.. Masuk SMP 3 atas saran saya.. Masuk SMA 7 karena saya menyuruhnya daftar pilihan pertama di SMA 1 almamater saya, namun tidak terjala karena nilainya kurang 0,0X (nylekit).. Begitu juga saat kuliah, meskipun adik ingin masuk Teknik Mesin, saya sarankan untuk menempatkannya di pilihan kedua setelah Teknik Industri.. Alhamdulillah, kali ini nilainya cukup tinggi untuk lolos pilihan pertama alias keinginannya kuliah di Teknik Mesin pupus sudah hihihi..

Cita-cita saya untuk bisa se-almamater dengan adik sejak dulu kala baru tercapai saat kuliah, tapi sungguh tidak sia-sia.. Kami bisa mengobrolkan hal yang sama, saya bisa menurunkan buku dan catatan saya yang masih tersisa pada adik, bahkan kadang bisa ngampus bareng.. Meskipun satu jurusan, minat kami berbeda.. Saya asisten sistem produksi, sedangkan adik menolak rayuan saya dan memilih menjadi asisten sistem kualitas..

asternovi.com jam tangan cantik

Penghujung tahun 2014 lalu adik menuntaskan strata satu, tidak terasa ya.. Termasuk tepat waktu, karena mata kuliah yang mendapat C tidak diulangnya.. Malas, katanya.. Mungkin karena pacar yang seusia dan sudah lulus lebih dulu, jadi adik ingin secepatnya menyusul.. Ah tapi tak mengapa, karena nilai bukan modal utama mencari kerja.. Justru kepribadian yang kuat dan sikap yang tegas, yang lebih dicari oleh si pencari karyawan.. Kakaknya sudah membuktikan sendiri, betapa nilai yang sedikit di atas rata-rata saja masih sulit untuk lolos interview, hanya membantu di tes tertulis..

Benar adanya, tidak butuh lama untuk adik mendapat kerja yang menurut saya lumayan oke : dekat dengan rumah sehingga bisa pulang setiap akhir pekan, dan pendapatan yang jauh lebih tinggi daripada kakaknya.. Alhamdulillah, penghujung April adik saya sudah mulai bekerja.. Saya menyarankan pekerjaan di belakang meja saja, karena saya sudah mengalami baik di lantai produksi dan di belakang meja, menurut saya lebih santai yang kedua.. Namun, adik saya tidak terlalu antusias dan memilih bekerja di lantai produksi saja..

Ampun Dijeee...

Ampun Dijeee…

Memang dari pengalaman saya pendapatan saat bekerja di lantai produksi lebih besar daripada saat di belakang meja, namun semua orang punya prioritas sendiri-sendiri.. Saya yang lebih senang bekerja santai tanpa target ketat, serta bervariasi mengerjakan banyak hal dan berhubungan dengan banyak orang yang terkadang berasal dari luar pulau (hanya bertemu sekali seumur hidup).. Untuk laki-laki, saya rasa pendapatan memang patut untuk dipertimbangkan mengingat nantinya akan bertanggung jawab menghidupi anak orang.. Dan adik saya pun sudah jauh-jauh hari saya ingatkan agar tidak boros, banyak menabung dan mencicil hal-hal yang benar-benar akan diperlukan di masa depan.. *kakaknya cerewet*

Sudah tiga bulan lewat dari hari pertama adik bekerja.. Semoga jodoh dengan perusahaan yang sekarang masih akan panjang, mengingat kini hanya adik yang paling dekat dengan orang tua (karena saya di ibukota) saya harap adik tidak akan harus bekerja dan menetap di tempat yang lebih jauh lagi.. Kasihan Bapak dan Ibu hanya berlima di rumah dengan Momo+Cito+Brico.. Dan, semoga rezeki, keselamatan, dan kemampuan adik dimudahkan oleh Alloh, agar bisa menjaga dan membahagiakan orang tua dan keluarganya kelak.. Aamiiin..

menantang langit biru :)

menantang langit biru :)

Tribute to my brother, it’s been nice growing up with you.. *kiss kiss kiss*

Update : Dan tepat sebulan kemarin (Januari, 28, 2017) sang adik yang satu ini resmi melamar pujaan hatinya.. Ah, how time flies soooo fast.. 

[Nov Sabatini]

Yuk, baca artikel saya yang lain :

1. Pengalaman Bodoh Ketinggalan Pesawat

2. Karokean pakai aplikasi yuuk, hasil rekamannya bisa didownload jadi mp3 loh!

3. Ada Cerita di Balik Kiriman Paket dari Ibu

Advertisements

6 thoughts on “Adik Tersayang..

  1. Pingback: Kebentur (?) | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s