Menanam Tanpa Modal (Reuse Recycle)..

Saya punya hobi baru : menanam! *sesuai judul* Setelah bosan dengan TV kabel, jahit-menjahit (yang ga kelar-kelar), masak-memasak, nonton drama Korea, sampe belajar Bahasa Korea, akhirnya saya mendapat ilham untuk tanam menanam..

Tidak terlalu saya rencana memang, awalnya hanya karena teras depan lumayan panas ketika siang hari (rumah menghadap timur), saya ingin menutupi jendela ruang tamu dengan tanaman.. Biar lebih segar dilihat, ijo-ijo unyu-unyu.. Mulailah saya mengumpulkan botol p*carisweat yang lumayan sering dibeli ketika jalan-jalan, saya belah jadi dua.. Tutup botol dilubangi, belahan bagian atas tersebut saya balik dan saya isi tanah boleh comot dari lapangan depan rumah), lalu saya letakkan pada belahan bagian bawah sebagai tumpuan dan tampungan air.. Saya comot dua buah cabai rawit yang paginya saya beli untuk disambal, lalu saya tancep saja.. Udah gitu doank, asal-asalan saja.. Hanya berdoa agar tumbuh, tanpa banyak ekspektasi berhubung dulu pernah coba membibitkan biji cabai dengan media kapas basah (nyontek dari google) tapi malah berjamur..

Kapan nongol cabenya yak..

Kapan nongol cabenya yak..

Beberapa minggu kemudian, ternyata cabainya tumbuh.. Awalnya hanya lima, lama-lama tambah banyak yang tumbuh.. Harus segera dipindahkan.. Berhubung saya tidak punya pot, dan tidak mau beli, karena sayang nanti kalau pindah kota tanaman tidak akan dibawa, atas saran Ibuk saya pindahkan cabai yang sudah agak besar ke plastik bekas minyak goreng.. Seharusnya empat bulan sudah berbatang (kalau tidak salah baca), namun waktu itu tanaman cabai saya masih kecil-kecil.. Sewaktu maminya si Om ke Jakarta, beliau mengajarkan agar tanah dalam pot rajin dibajak biar gembur.. Sembari beliau tunyuk-tunyuk tanah di pot memakai garpu bekas kardusan, tanahnya ternyata lumayan keras karena tidak pernah saya bajak.. Kata beliau, kalau tanahnya keras akarnya susah tumbuh, kalau gembur akar akan lebih mudah tumbuh memanjang sampai ke dalam.. Selain itu, mengingat di sini angin lumayan kenceng, beliau menyarankan agar tanaman disangga dengan kayu atau kawat.. Mmm, putar otak apa yang bisa dibuat penyangga, akhirnya saya tancep tusuk sate yang dibeli semalam lalu saya ikat batang tanaman cabai tersebut dengan rafia.. Oiya, pelajaran ketiga dari mami, rajin-rajin diputer agar semua bagian mendapat sinar matahari sehingga tumbuhnya lurus, tidak bengkok ke satu sisi.. Dua hari setelah ditunyuk-tunyuk maminya si Om, cabai saya tumbuh dua kali lipat tingginya.. *tepuk tangan sodara-sodara* :-D

image

Tiap botol hanya isi sekitar 5 batang, agar air di botol tidak cepat habis, juga agar akarnya tidak numpuk di bawah..

Selain cabai, ada satu tanaman lagi yang saya tanam dengan lebih tidak sengaja : kangkung! Awalnya hanya ingin bagaimana agar kangkung yang tersisa dari disayur tetap segar sampe beberapa hari ke depan, lumayan buat menambah masakan kangkung berikutnya.. Akhirnya saya (lagi-lagi) gunakan botol air minum yang 1,5 L dibelah dua, kali ini hanya bagian bawah yang saya gunakan.. Hanya saya isi air kran saja, lalu kangkung saya tuncep layaknya bunga di dalam pot.. Beberapa hari kangkung sisa itu awet tidak layu, seminggu lewat malah ternyata kangkungnya tumbuh.. Karena batang baru semakin tinggi (tapi rapuh), harus segera dicarikan media untuk rambatan.. Akhirnya saya taruh di teras, menempel pagar depan jendela ruang tamu..

Kangkung tumbuh jauh lebih cepat dari cabai.. Dalam waktu sebulan, kangkung tersebut sudah mulai sampai setengah pagar.. Keinginan saya untuk memperteduh teras depan tercapai dengan tanaman kangkung.. Waktu Maminya si Om ke Jakarta, saya hanya punya satu botol kangkung saja.. Beliau tampak senang melihat tanaman saya ada yang subur, lalu menyarankan agar saya menambah kangkung dua botol lagi.. Sekarang malah saya sudah punya 9 botol.. Tiga yang paling besar sudah merambat indah di pagar depan jendela ruang tamu, tiga yang lain nyempil di pintu pagar, dua saya gantung di atas pagar (nanti sepertinya harus diturunkan, biar ada rambatannya), satu lagi diambang hidup dan mati sepertinya perlu diganti..

jual baju bayi lucu

Kata si Om, kalau hanya air kangkungnya tidak ada kandungan gizinya.. Waktu itu sudah request si Om agar dibelikan pupuk cair di b*kalapakdotcom namun sebelum terbeli, saya mendapat pencerahan dari tukang bangunan yang kebetulan sedang mengerjakan proyek rumah tetangga.. Katanya, pakai abu sisa bakar daun bisa bikin tanaman subur.. Oh, kebetulan ada tetangga yang tiap beberapa hari sekali suka bakar-bakar sampah di lapangan.. Langsung saya berburu abu dengan plastik dan sekop (dari belahan botol bagian atas yang saya belah lagi)..

Kangkung-kangkung itu sudah pernah beberapa kali saya panen.. Jika kebetulan males masak, tapi si Om mendadak minta dimasakin, saya panen sejumput kangkung untuk dijadikan pecel (sambel pecel instan-selalu sedia, kangkung rebus, telur dadar).. Awalnya saya tidak tega panen banyak, takut nanti layu dan mati, karena waktu itu baru punya tiga botol.. Namun sekarang dengan 9 botol, tiap batang dipetik 2 lembar daun saja sudah bisa masak untuk dua orang (sekali makan)..

image

Katanya, harus sering dipangkas ujungnya agar kangkungnya gemuk-gemuk..

Dulu tiap nonton K*ckAndy atau T*pperwareSheCan rasanya heran bagaimana seseorang bisa mengajak orang lain di sekitar untuk berbuat sesuatu yang positif.. Ternyata lewat sebuah ketidaksengajaan saya menyadari bahwa memberi contoh lebih efektif daripada ajakan lisan.. Kangkung saya yang merambat dengan ramai di pagar, menarik perhatian banyak orang.. Ada yang tanya bibitnya apa, ada yang tanya bisa dimakan atau tidak, ada yang bilang kangkungnya cakep, ada yang nanya gimana cara nanemnya, ada yang cuma mengamati medianya apa, dan yang paling membahagiakan ada yang berkata “Aku mau coba nanem juga ah di rumah”..

Kalau kebetulan saya sedang di teras (duduk-duduk sambil elus-elus kucing) misalkan ada orang lewat yang tanya, akan saya jelaskan dengan detail.. Menanam tidak butuh modal banyak, bisa dengan memanfaatkan barang-barang di sekeliling yang tidak terpakai : gayung bocor, botol bekas, plastik minyak, dll.. Selain itu, hasilnya bisa langsung dinikmati sendiri.. Lupakan tentang irit, karena toh kangkung hanya dua ribu dan cabai seribu, namun dengan menanam sendiri bisa berguna dalam keadaan darurat, juga lebih segar karena dipetik langsung dari pohonnya.. Jika sudah menetap, saya ingin menanam tidak hanya kangkung dan cabai (yang merupakan ketidaksengajaan) namun komplit tomat, bayam, daun bawang, seledri, jeruk purut, jeruk nipis, lemon, sere, pandan, dan lainnya, seperti yang Ibuk saya lakukan..

 

tumbuhlah yang subur Nak.. biar bisa dipecel..

tumbuhlah yang subur Nak.. biar bisa dipecel..

Ya, Ibuk sudah jauh-jauh hari menyuruh saya menanam sayur.. Pertama kali pindah ke Jakarta bahkan Ibuk sudah memberi saya polybag untuk menanam (yang sekarang saat dibutuhkan entah saya simpan dimana, lupa).. Di rumah, Ibuk punya cabai, seledri, sere, bayam, pernah punya jambu, daun katuk, tomat, dan jeruk purut.. Ada tips juga dari Ibuk, kemarin saat saya memindahkan tanaman cabai yang sudah lumayan tinggi dari pot gayung ke plastik minyak, ternyata di pot yang baru malah layu karena akarnya banyak yang tercabut.. Kata Ibuk, sebaiknya dipindahkan bersama dengan tanahnya.. Namun bila tidak memungkinkan, dibasahi dulu tanahnya sampai lembek sekali sehingga waktu dicabut akarnya tidak banyak yang rusak.. Apa daya, kemarin sudah terlanjur.. Kata Ibuk cara terakhir adalah menempatkan tanaman yang baru dipindah ke kamar mandi selama dua hari.. Langsung saya gotong pot plastik minyak itu ke kamar mandi.. Ajaib, dalan waktu kurang dari satu jam tanaman cabai itu hidup kembali.. Daun-daun yang awalnya sudah layu jadi segar kembali.. *tepuk tangan sodara-sodara*

Sepertinya hanya ini yang bisa saya bagi.. Pengalaman sendiri, keberhasilan yang tidak disengaja, serta tips menanam dari Ibuk & Maminya si Om.. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca.. Yuk mari kita menanam sayur.. ^_^

[Nov Sabatini]

jual perabot rumah home decor lucu

Yuk, baca juga artikel saya yang lain :

1. Referensi Tempat Belanja Oke di Jakarta

2. Perkiraan Biaya Inseminasi Jakarta Selatan

3. Resep Mushroom Sautee

Advertisements

12 thoughts on “Menanam Tanpa Modal (Reuse Recycle)..

    • Sini sini Mbak, tinggal petik aja.. xixixixixi.. Jakarta panas bingits Mbak, kangkung yg baru aku tanam layu.. Udah tiga kali layu terus..

      Kangkung yg lebih dulu ditanam (dulu aku taruh dekat wastafel) udah lebih tahan panas.. Emangnya kangkung tu kudu panas atau kudu dingin atau gimana sih Mbak? Aku kurang tau je..

  1. bisa juga beli bibitnya di toko pertanian mbak. kemasan kecil bibit kangkung (berupa biji) sekitar 20-30 rb. tinggal siapkan media dan tabur saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s