Pengalaman Pertama : Sidang Tilang di Jakarta Selatan..

Judulnya so sad amat.. Iyak, saya ketilang polisi sekitar pertengahan Mei 2016 kemarin.. Lokasi tilang di daerah Prapanca, bawah jalan layang Antasari.. Kasusnya lampu depan tidak dinyalakan.. Well sebenarnya dinyalakan, tapi ternyata kurang satu kali cetek sehingga waktu itu yang menyala lampu samping..

Yah, meski memang tidak disengaja tapi itu bukan alasan sih, tetap salah di mata penegak hukum.. Ditulislah surat tilang, jaminan SIM ditahan sebagai barang bukti.. Jadwal sidang hari Jumat 3 Juni 2016..

Calo-calo Berjajar Rapi Sepanjang Jalan Ampera..

Calo-calo Berjajar Rapi Sepanjang Jalan Ampera..

Berangkat dari sebelah kandang gorila sekitar jam 7.15 pagi, kami sampai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pukul 8 pagi.. Meskipun Pengadilan hanya di Ampera yang notabene dekat rumah, tapi berhubung jam berangkat kantor jalanan super macet..

Sepanjang jalan Ampera mulai dari depan Circle K sampai lokasi (bagi yang berangkat dari jalur Selatan) akan banyak calo yang menawarkan diri, melambaikan surat tilang merah dari pinggir jalan.. Hari sebelumnya si Om ditawari oleh temannya untuk diambilkan (suaminya kerja di Pengadilan situ), tapi si Om menolak karena ingin merasakan pengalaman sidang tilang..

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Pengadilan Jakarta Selatan

 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di jalan Ampera, tepatnya berada di timur jalan.. Pintu masuk menuju loket tilang ada di pojok Utara gedung, masuk pagar (tenang, di pagar ada tulisannya sebagai petunjuk jalan).. Berikut kenampakannya..

Suasana Lorong Loket Tilang..

Suasana Lorong Loket Tilang..

 

Sepagi ini sudah penuh sesak oleh gerombolan orang dan asap rokok.. Langsung saja menuju loket paling ujung di sebelah kantin (di bawah papan tulisan “hindari calo“) untuk ambil nomor antrean.. Dapat nomor 139 donk.. Loket untuk wanita dipisah, ada di sebelah loket utama.. Dari sana, nanti akan diberitahu oleh petugas (orang yang sama yang menegur saya tadi), harus ke ruang sidang yang mana..

Orang-orang sudah seperti ikan di pasar, berserakan dimana-mana, duduk ngesot di lantai.. Sebenarnya disediakan bangku untuk menunggu, tapi kapasitas bangku tidak mencukupi.. Saat pintu ruang sidang dibuka, gerombolan orang langsung masuk begitu saja sehingga akhirnya saya dapat bangku yang ada di depan ruang sidang untuk wanita (ruang sidang untuk wanita dipisahkan tersendiri, jadi lebih nyaman), hehe alhamdulillah..

Sampai pukul 9 pagi, baru ada tanda-tanda sidang akan dimulai.. Sekali sidang, sebanyak 20-an orang dipanggil.. Di dalam ruang pengadilan, tinggal iya-iya-maaf-tidak+akan+saya+ulangi doank.. Nanti akan diberitahukan nominal denda, bayar di ruang itu juga, setelah itu barang bukti yang di sita dapat diambil di tempat itu juga.. Sekali jadi pokoknya.. Saya kena Rp 70.000,- tidak sampai satu jam semua urusan selesai.. Sampai rumah pukul 10.00 pagi..

Suasana Ruang Sidang

Suasana Ruang Sidang

 

Beda Slip Merah dan Slip Biru

Menurut sumber hasil googling, ada tiga alternatif cara menyelesaikan denda tilang polisi, yaitu :

1. Slip Merah
Pelanggar mengurus denda sendiri ke Pengadilan Negeri menyesuaikan dengan dimana lokasi pelanggaran.. Misal, saya kena tilang di Jakarta Selatan, berarti proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.. Bisa diwakilkan juga sih sebenarnya, karena ternyata ga pake acara tanda tangan..

2. Slip Biru
Pelanggar membayar ke bank yang ditunjuk setelah terlebih dahulu datang ke kantor polisi untuk meminta stempel pada slip tersebut.. Setelah membayar dan mendapat bukti pembayaran, balik lagi ke kantor polisi untuk menyerahkan slip biru dan mengambil kembali barang bukti yang disita.. Slip biru nantinya akan tetap disidangkan di Pengadilan Negeri tanpa kehadiran terdakwa..

3. Kuasa
Ceritanya memberikan kuasa pada petugas polisi dengan membayarkan sejumlah uang sesuai tabel denda..

***

jual perabot rumah home decor lucu

 

Yuk baca juga artikel saya yang lain :

1. Pengalaman perpanjang SIM online Jakarta Selatan

2. Review tempat-tempat berbelanja di Jakarta

Advertisements

14 thoughts on “Pengalaman Pertama : Sidang Tilang di Jakarta Selatan..

  1. Wah, kalau saya kena tilang langsung bayar di TKP atau kantor polisi -__-

    Katanya, kalau kita ngikut sidang bayaran dendanya gak semahal di TKP, #savepolicy :D

    Jadi tau gimana “suasana”nya sidang dari pengalaman mbak Nov. Gak serem2 amat *emang horror apa :D

    • Hahahahahaha kalo di Solo sih biasanya saya juga “nitip” aja ama pak pulisi.. Tapi di Jakarta kayaknya mulai “ditertibkan” kemaren tanpa ba bi bu langsung ditulis surat tilang, ga pake penawaran titip2 gitu..

      Iya ga serem kok, gausah pake calo juga (ga ribet, ada petunjuknya kudu kemana, ada petugasnya juga semacam satpam), ga lama juga sebenernya..

    • Loh kok lebih murah.. :-O yaudah kalo gitu lain kali saya ke baleendah aja deh.. #loh #eh

      Hehehe becanda.. moga2 jangan kena tilang lagi deh ya.. Makasi Bang/Non inpo-nya.. :-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s