The Pickers..

Ada sebuah tayangan di saluran televisi luar yang berjudul The Pickers.. Acara reality show ini menceritakan perjalanan dua orang bersaudara yang berprofesi sebagai pemulung.. Jangan dibayangkan seperti pemulung lokal, yang kucel, compang-camping, dan dilarang masuk.. Hehe.. Pemulung versi Negeri Paman Sam ini keren, bawa container, punya link, punya toko, dan meskipun objeknya sama-sama barang bekas namun barang-barang ini tetap dibeli dengan harga yang fair..

Kedua kakak-beradik itu akan berkeliling mencari penimbun.. Penimbun ini (terlepas dari ini kelainan jiwa atau bukan) adalah orang dengan rumah yang luas (kebanyakan punya gudang penyimpanan) yang suka mengumpulkan atau mengoleksi barang.. Dari penimbun tersebut mereka membeli barang-barang yang mereka nilai akan laku dijual kembali di tokonya.. Barangnya saya pikir sangat sepele : papan iklan kola taun 50-an yang catnya sudah pudar, kisi-kisi mobil jadul yang sudah berkarat, ornamen relief dari reruntuhan gedung bersejarah, bahkan baju bekas montir (masih ada oli-nya) suatu perusahaan yang sekarang sudah tidak eksis..

jual perabot rumah home decor lucu

Tiap kali pula, saya jadi ingat ibuk saya di rumah.. Saya pikir ibuk akan jadi penimbun jika memiliki rumah yang luas.. Hehe.. Saya sering berdebat dengan beliau mengenai barang-barang di rumah yang perlu dikurangi.. Kursi-kursi rusak, lemari-lemari koyak, kosmetik kadaluwarsa, bahkan baju-baju lama.. Sebenarnya kebanyakan dari barang tersebut sudah tidak pernah dipakai, apalagi disentuh.. Hanya saja perasaan dibuang sayang dan pemikiran bahwa suatu saat jika diperlukan masih bisa dipakai lagi, yang membuat barang-barang tersebut masih bertahan di rumah.. Ini salah satu sebab saya jarang bebersih di rumah, karena bingung harus mulai dari mana.. Ngeliat barang-barangnya saja sudah capek..

Namun ternyata, sekarang oleh si Om saya dijuluki sebagai the Pickers (percayalah, karma itu ada, hahaha).. Meskipun menurut saya, saya manyimpan benda-benda yang wajar dan saya memiliki visi mengenai apa yang akan saya perbuat pada benda itu.. Misalnya, saya mengumpulkan botol air minum bekas, karena berencana akan menggunakannya sebagai pot untuk menanam.. Sudah terkumpul 5 atau 6 botol, belum juga mulai menanam (tergantung mood), beberapa hari kemudian botol-botol tersebut lenyap secara misterius.. Belakangan baru saya tau, botol-botol itu dibuang oleh si Om.. *sedih*

 

Di luar kejadian ajaib seperti di atas, ada hal-hal yang lebih ajaib yang terjadi.. Seperti misalnya, pagi ini si Om bertanya “Punya spons bersih nggak? Buat bersihin pure it” reaksi jika saya orang ‘normal’ adalah “how the hell in this world did I have that sponge? I didn’t run a store in this house” hahaha.. Tapi saya ingat dulu sekali pernah beli spons pencuci piring di warung depan gang.. Meskipun harganya hanya Rp 5.000,- dapat dua buah dan dibeli setahun yang lalu (sepertinya lebih), namun karena hanya saya pakai satu sedangkan yang satu lagi masih terbungkus, jadi tetap saya simpan.. Siapa tau dibutuhkan saat kepepet..

Taraaaa……!! Nih, aku punya spons bersih.. As requested..

Begitu pun ketika akan memasang antena TV beberapa hari yang lalu (dalam rangka ingin lihat Copa America Centario), si Om bertanya “Punya tongkat atau apa gitu, buat tiang antena?”..

Taraaaa……!! Ini ada tongkat besi bekas pel yang rusak, sama tongkat kayu bekas sapu yang rusak.. Pilih mana?

jual baju anak korea lucu diskon

Juga ketika tiba-tiba si Om ingin punya meja khusus untuk kerja di rumah, sudah dalam tahap mupeng saat lihat-lihat meja belajar di Jakarta Fair, dan saya “Nooo! Aku bikinkan meja belajar besok (rumahnya udah ga muat nambah meja bahahaha)”.. Dengan sedikit ini-pindah-sana dan ini-taruh-situ, meja ruang tamu sebaguna akhirnya jadi meja kerja.. *terharu*

Begitu juga saat saya ingin punya lemari es.. Si Om langsung protes “Mau ditaruh mana? Udah ga ada tempatnya” saya langsung leave it to me, i’ll make that space! Dan percaya nggak percaya, nambah lemari es malah jadi terasa lebih longgar rumahnya.. It’s all about organizing stuffs and spaces..

Saya pun jadi ingat, beberapa tahun yang lalu ketika kuliah (lah, ketahuan kalau udah tua) ada teman saya yang tiba-tiba bertanya “Ada yang bawa gunting kuku?” Dan disahut oleh teman yang duduk di sebelah saya “Kamu ini aneh-aneh aja.. Mana ada yang bawa gunting kuku pas kuliah gini” kemudian suasana berubah jadi awkward ketika saya pelan-pelan mengeluarkan gunting kuku dari dalam kotak pensil saya.. Hihihi..

Yeah, sepertinya saya memang benar-benar anak ibu saya.. Mirip, persis, 11-12, gen-nya menurun..

image

Simpen.. Simpen..

Berasa jadi doraemon, punya kantong ajaib..

[Nov Sabatini]

Yuk, baca juga artikel yang lain :

1. Review tempat belanja oke di Jakarta

2. Perkiraan biaya inseminasi Jakarta Selatan

3. Karokean pake aplikasi yuk, rekaman kita bisa didownload jadi mp3 loh!

Advertisements

4 thoughts on “The Pickers..

  1. Pingback: Kebentur (?) | Novsabatini's Blog

  2. Pingback: Keajaiban Otak.. | Novsabatini's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s