Program Hamil dari Sisi Psikologis..

Tadinya mau saya kasih judul “Konsultasi Psikologis sebagai Salah Satu Media Alternatif Program Hamil” tapi setelah saya pertimbangkan, selain panjang banget juga lebih mirip judul skripsi.. Hehe..

Salah satu dari banyak alasan saya diseret teman saya untuk ikut tes MMPI kemarin adalah sebagai bagian dari program hamil.. Sudah banyak sekali saya baca berseliweran di dunia maya, cerita mengenai program hamil, beberapa di antaranya sudah sekian tahun menanti dan akhirnya memutuskan untuk IVF, eeeh tau-tau hamil sendiri secara alami sebelum IVF dilaksanakan..

Kuncinya apa?

Satu hal yang hampir selalu saya temui dalam cerita tersebut adalah kepasrahan.. Yes, pasrah sepasrah-pasrahnya sama The One And Only Sang Pemberi Bayi..

Pasrah dan ikhlas, nulisnya gampang banget, cuma enam huruf aja.. Tapi gimana caranya mencapai titik kepasrahan dan keikhlasan yang hakiki, itu sebuah pertanyaan yang sulit dijawab.. Bagaikan bertanya Om, kelinci gimana bunyinya?

Kenapa?

Karena ngga ada tips & trik layaknya kisi-kisi Ujian Nasional.. Belajar pasrah dan ikhlas, sekolahnya seumur hidup.. Kembali lagi ke masing-masing orang, karena pasrah dan ikhlas datangnya dari hati..

Dan sampai umur saya yang sekian puluh tahun ini (terdengar tua sekali, ya?) saya belum benar-benar paham pasrah dan ikhlas.. Sekedar memahami di kepala, turun ke bibir, lalu ke jempol.. Belum datang dari hati..

Buktinya, tiap kali saya meyakinkan diri saya untuk pasrah dan ikhlas pada jalan yang ditetapkan Tuhan, tak pernah berlangsung lama.. Saya belum istiqomah, belum konsisten, belum tebel imannya.. Saya masih berusaha memahami, mencari jawaban, merencanakan apa yang sebenarnya di luar kuasa saya sebagai manusia biasa..

We Are What We Think

Sering dengar ungkapan ini? Yup! Apa yang kita prasangkakan, akan benar-benar terjadi! Kekuatan pikiran.. Kalau kita berpikiran positif, aku sehat, aku bahagia, aku cantik, itu yang akan terjadi atau minimal terpancar dari diri kita..

So that simple, berpikiran positif! Kalau dipikir-pikir, apa susahnya? Tapi seringkali sungguh sebuah tantangan bagi saya, karena saya terdidik untuk worst case situation, preparation for victory! Haha.. Sehingga saya hampir selalu berpikiran negatif dalam hal apa pun, agar saya bisa mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan untuk situasi yang paling buruk.. Well, meskipun kenyataannya ketika yang buruk itu sungguh terjadi pun saya tidak akan pernah siap..

Belakangan saya baru tau, kalau ini namanya CEMAS, alias anxiety, atau istilah medisnya Obsessive Compulsive Disorder.. Dan diam-diam saya punya ini sudah lama..

Pikiran Mempengaruhi Kesehatan

Tentu pernah dengar pula pernyataan ini, kan? Kalau suatu penyakit dirunut apa penyebabnya, mungkin dokter akan bilang ketularan virus, kena bakteri, dll.. Obatnya jelas, obat untuk membunuh virus atau bakteri.. Kita pun gampang membayangkannya..

Nah kalau penyebabnya karena pikiran? Kok rasanya membayangkannya seperti di awang-awang.. Agak gamang.. Gimana caranya pikiran bisa bikin seseorang sesak nafas, sakit jantung, kena maag, dll? Lalu gimana cara membunuh sumber penyakitnya, ini lebih gamang lagi..

Tapi ternyata memang beneran bisa!

Dalam tes MMPI saya menemukan pertanyaan seputar penyakit di semua bagian tubuh.. Mulai dari saya mengalami sembelit seminggu sekali, dada saya sering tiba-tiba berdebar-debar, telapak tangan saya mudah berkeringat, ulu hati saya sering sakit kira-kira seminggu dua kali, saya sering sakit kepala, kaki saya sering kesemutan, dan apa lagi saya lupa..

Tiap gangguan psikologis bisa menyebabkan penyakit tertentu pada tubuh.. Termasuk produksi hormon yang menjadi terganggu.. Hubungannya dengan program hamil itu tadi..

Secara psikologis sendiri, awalnya dulu saya menyiap-nyiapkan diri jika inseminasi tidak berhasil.. Lama-lama saya menjadi menjadi tidak yakin pada diri saya sendiri.. Lama-lama saya menyalahkan diri saya sendiri..  Lama-lama saya merasa useless.. Saya selalu tegang jika masuk masa subur, mulai ribet ukur suhu tubuh, bunderin kalender, dkk.. Kemudian mulai cemas menjelang haid.. Kalau dikilas balik, rasanya sebulan hidup saya ngga tenang, dan siklus ketidaktenangan itu berulang lagi bulan berikutnya seiring dengan siklus baru program hamil..

Pernah saya datang ke seorang bidan di rumah Simbah di Tuban, beliau lumayan kondang.. Antreannya banyak, dan konon katanya sudah banyak yang terbantu..

Pulang dari bidan tersebut, segera Simbah bertanya dengan antusias dan penuh harap “Gimana? Dikasih obat apa?

Jawabannya “ngga ada“, saya cuma dikasih dua saran : istri jangan tegang, suami jangan kecapekan.. Udah itu doank! Wow banget ya..

Gimana bisa hamil, kamu aja tegang begini.. Apalagi kalau suamimu kecapekan.. (kata bu bidan yang di Tuban)

Kamu aja kayak gini (bipolar, red), kalau sekarang udah ada anak mau jadi apa anakmu? (Kata psikiater)

Pokoknya kamu tiap weekend jalan-jalan aja, ke Puncak atau apa kek.. Nginep.. Seneng-seneng, nanti juga bakal jadi sendiri.. (kata dokter di Solo)

Kesimpulannya, mungkin sisi psikologis bisa dicoba sebagai alternatif program hamil.. Pendekatan melalui hipnotherapy, melalui melepaskan beban pikiran dengan bicara hati ke hati dan mendengar nasihat dari ahli, melalui mengenal diri sendiri, bahkan kalau perlu bisa bawa pasangannya agar sama-sama bisa dapat pencerahan seperti apa pasangan kita dan harus bagaimana menyikapinya..

Kesimpulan kedua, perjalanan pasrah dan ikhlas ngga singkat, harus dilalui dengan sabar.. Karena hubungannya lebih ke arah vertikal, maka kembali lagi pada seberapa iman kita pada Tuhan.. Harus lebih banyak mempelajari agama, lebih banyak berdoa.. Konsultasi psikologis hanya salah satu sarana penunjang untuk mengingatkan dan diharapkan mampu mempermudah masuknya ilmu ikhlas tadi..

Kadang, sesuatu bakal lari menjauh semakin kita kejar.. Tapi ketika kita sudah ikhlas melepasnya pergi dan berhenti berlari, sesuatu tersebut tiba-tiba datang dengan sendirinya..

NB: Baru-baru ini sedang viral kasus penganiayaan anak berinisial J, ternyata ibunya penderita bipolar juga..

NB: saya ingat pernah membaca dan membagikan salah satu kisah orang di media sosial mengenai betapa luar biasa tubuh kita dalam menyembuhkan diri sendiri dengan kekuatan pikiran.. Semoga link-nya bisa diakses ya, agak panjang tapi bacanya sambil takjub.. Klik di sini..


Tertawalah, karena tertawa itu sehat.. Tertawa yang lepas, yang seolah tanpa beban..

***

Maaf agak berantakan & ngga fokus, tulisannya dibuat di dua periode jadi feel-nya beda..

Jakarta, 2017

Pengingat untuk diri sendiri ketika nanti mulai luntur kadar kepasrahannya yang memang belum seberapa ini..

***

Yuk baca artikel lainnya juga :

1. Pengalaman Inseminasi di Jakarta

2. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

3. Tak Ku Sangka, Aku Bipolar

Advertisements

4 thoughts on “Program Hamil dari Sisi Psikologis..

  1. Mbak blh kah saya sharing pengalaman dg mbak?secara saya jg mengalami hal yg sama.n msh dlm proses pencarian mencari kitab suci di ujung kulon Lol “Pasrah” yg begitu mudah di ucap tp bgtu susah di lakukan..thx ya blog nya sangat inspiratif. Kunjungi blog q jg klo berkenan.tp dh lama bgt gk aq update. cantiquediana.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s