Siapa Aku?

Apakah Anda mengenal diri Anda sendiri?

Pertanyaan itu sering sekali terlintas di pikiran saya.. Badan yang sejak lahir ceprot sudah nempel jadi satu dan menjadi bagian dari diri kita (yaiyalah), ternyata kadang bahkan kita butuh bantuan orang lain untuk sekedar menggaruk punggung yang gatal..

Itu baru dari segi fisik, pun bagian luar.. Dulu sering terngiang dalam benak saya setiap kali saya mengunjungi SpOG, bahkan saya tidak benar-benar tau daerah yang paling privasi dari diri saya.. Iya, mata ngga bisa ngelihat ke sana.. Butuh seorang SpOG untuk menjelaskan seperti apa detailnya dan bagaimana harus merawatnya dengan cara yang tepat.. Ironis ya?

Lalu, sekali lagi, Anda yakin sudah mengenal diri Anda?

Saya sering sekali mengalami kesulitan bahkan semenjak kecil, untuk menentukan apa mau saya.. Bahkan di kolom cita-cita, isian saya tak selalu sama.. Sebut saja, penyanyi, dokter, guru, pilot, presiden, arsitek, polisi, artis, dan sederet profesi lainnya pernah menghiasi kolom tersebut..

Iya, itu terjadi saat saya masih kecil.. Namun hingga saatnya memutuskan harus masuk jurusan apa, pun saya ngga bisa memutuskan..  Pada akhirnya saya berada di jurusan yang memang mempelajari hampir semua keilmuan untuk melihat dan me-manage segala sesuatunya sebagai satu struktur yang holistik.. *kamu ngomong apaan sih nop?*

Pernahkah Anda berpikir ada yang salah dengan diri Anda?

Saya ngga pernah menyangka kalau saya bakal divonis Bipolar oleh psikiater.. Hahaha..

Iya, saya ngga menyadari ada yang salah dengan diri saya.. Saya merasa baik-baik saja meskipun saya seringkali membuat suatu manuver yang mengejutkan secara tiba-tiba (?)..

Ikut Tes MMPI 1

Berawal dari curhat, saya memang punya satu teman spesial yang saya merasa ngga takut untuk cerita apa pun.. She never judges, she listens, and she reads me like a book! Dia hafal bagaimana saya.. Bagaimana tidak, kami sudah berteman dekat sejak kelas 1 SMP!

Kebetulan teman saya tersebut baru saja mengambil tes MMPI untuk keperluan mendaftar dosen, meskipun pada akhirnya tidak lolos administrasi karena dari luar pulau (sakiiiit, sabar yah).. Dari situ, mungkin dia merasa seperti yang saya deskripsikan di atas, bahwa dia baru berkenalan sungguh-sungguh dengan dirinya sendiri.. And maybe she was amazed.. Hasilnya alhamdulillah dia normal..

Sewaktu mendengar cerita saya, mungkin dia merasa saya semakin aneh (sebelumnya sih sudah cukup aneh), dan di pertemuan kami selanjutnya tanpa ba-bi-bu dia langsung menyeret mengajak saya ke psikiater! Padahal saya sudah menolak sekuat tenaga karena saya tidak merasa gila.. Hahaha..

Tes berlangsung singkat, 90 menit saja.. Hasilnya bisa ditunggu, dan langsung konsultasi dengan psikiater.. Tes berisi sebuah pernyataan yang harus dijawab YA/TIDAK oleh peserta.. Simpel banget..

Hasilnya saya bipolar, cenderung depresif, mulai mengarah ke suicidal, tapi manipulatif tinggi, nihilistik, serta OCD (cemas).. Dan sederet istilah-istilah lain yang saya tidak paham, dan sekarang lupa.. Kebetulan hasil tes dibawa oleh psikiater saya, karena saya bilang ikut tes tujuannya bukan untuk kepentingan mendaftar sesuatu..

Mulai Mempelajari Diri

Bipolar adalah gangguan suasana hati, sebenarnya gangguan ini sering terjadi pada semua orang, hanya saja pola, keparahan, dan frekuensi saja yang membedakan.. Saya kutip dari id.wikipedia.org ada empat jenis episode suasana hati pada penderita gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran.. Namun secara garis besar terbagi menjadi dua kutub yang berlawanan, yaitu mania dan depresi..

Gejala-gejala tahap mania :

• Gembira berlebihan 

• Mudah tersinggung sehingga mudah marah

• Merasa dirinya sangat penting

• Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain

• Penuh ide dan semangat baru

• Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya

• Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya

• Nafsu seksual meningkat

• Menyusun rencana yang tidak masuk akal

• Sangat aktif dan bergerak sangat cepat

• Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan

• Menghambur-hamburkan uang

• Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan

• Merasa sangat mengenal orang lain

• Mudah melempar kritik terhadap orang lain

• Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari

• Sulit tidur

• Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam

Tahap hipomania mirip dengan mania, perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal..

Gejala-gejala tahap depresi :

• Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan

• Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas

• Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu

• Tidak mampu merasakan kegembiraan

• Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga

• Sulit konsentrasi

• Merasa tak berguna dan putus asa

• Merasa bersalah dan berdosa

• Rendah diri dan kurang percaya diri

• Beranggapan masa depan suram dan pesimistis

• Berpikir untuk bunuh diri

• Hilang nafsu makan atau makan berlebihan

• Penurunan berat badan atau penambahan berat badan

• Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan

• Mual sehingga sulit berbicara karena menahan rasa mual, mulut kering, susah buang air besar, dan terkadang diare

• Kehilangan gairah seksual

• Menghindari komunikasi dengan orang lain

Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran tentang bunuh diri, dan 30% di antaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara..

Tahap campuran adalah kondisi saat mania dan depresi terjadi bersamaan.. Tanda-tanda episode campuran mirip gejala depresi plus bonusnya disertai kegelisahan, insomnia, distractibility, dkk..

Beware, Mood Swing!

Penderita bipolar bisa merasa bersemangat menggebu-gebu dalam satu waktu.. Akan tetapi, beberapa jam kemudian, penderita berubah menjadi merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya..

Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat.. Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati penderita kelelahan, putus asa, delusi dan halusinasi, sehingga berisiko tinggi untuk bunuh diri.. Oleh karena itu, tahap campuran bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita gangguan bipolar..

Sebab Bipolar

Sebabnya bisa bermacam-macam, kita tidak bisa menunjuk pada satu hal dengan pasti..  Jika ada satu peristiwa yang menjadi pertanda, bisa jadi peristiwa  itu merupakan salah satu gejala atau hanya pemicu saja.. Penyebab bipolar harus dirunut dari karakter seseorang, pola asuh orang tua, pengalaman masa kecil, kondisi saat ini, dan berbagai hal lainnya..

Penanganan Bipolar

Saya diresepkan obat anti depresan oleh psikiater, namun ini sifatnya hanya untuk membantu.. Jangan salah ya, jangan bergantung pada obat! Karena ini adalah sakit jiwa maka untuk sembuh juga harus dari jiwa itu sendiri..

Dengan mengenal siapa diri saya, saya menjadi sedikit tertolong.. Saya harus belajar menerima bahwa hidup itu ngga indah, atau minimal ngga seindah yang dibayangkan.. Saya harus belajar memaafkan dan tidak terus-menerus menyalahkan diri saya sendiri.. Saya harus belajar mensugesti diri saya sendiri dengan pemikiran-pemikiran positif untuk menghalau kecemasan.. Saya harus bisa menerima bahwa ada hal-hal yang memang di luar kuasa saya.. 

Seperti misal tiba-tiba mood menjadi super malas (seperti dua bulan belakangan ini) biasanya saya cari sebabnya kenapa (dan ngga ketemu) lalu saya merasa tak berguna, dan selanjutnya depresi.. Kali ini saya biarkan saja saya menjadi malas, mungkin saya butuh suasana itu (dan akhirnya berkelanjutan sampai dua bulan hihihi).. Sehari-hari kerjaan saya hanya ingin tidur, main sama kucing, dan baca drama ojek online sambil ketawa sendiri.. Selain masak dan tugas rumah tangga lainnya tentunya.. Hampir ngga pernah nonton TV (sebenernya sayang karena lagi gratisan langganan paket movie, hiks), ngga jahit, ngga ngelukis, ngga bertanam (sampai tanaman saya mati semua hihi maaf yah), ngga pernah nyanyi di Smule, jarang banget posting social media (kecuali IG).. Saya hilang, bahkan dari grup-grup chatting.. Hanya aktif di grup keluarga saja.. Tapi it’s okay, I’m happy.. I tried not to blame my self for being lazy.. Sekali-sekali ngga papa, toh nanti kalau mood sudah oke lagi bakal rajin sendiri..

Saya butuh untuk mencoba bertahan di suatu mood agak lama, agar tidak merasa capek hatinya (karena suasana hati berubah-ubah terus).. Meskipun kadang, peristiwa tertentu masih bisa membuat mood tenang saya rusak seketika.. Hehe, proses kan..

Paling penting adalah dukungan dari keluarga.. Saya ceritakan pada keluarga inti saya, bagaimana hasil tes, apa kata psikiater, apa yang saya pikirkan dan rasakan.. Sehingga mereka bisa bantu saya, meskipun pada kenyataannya selama ini yang membuat diri saya depresi adalah pemikiran saya sendiri.. Keluarga mah adem ayem.. Namun semenjak tau kondisi saya, saya jadi sedikit lega untuk mengungkapkan apa yang saya pikirkan tanpa takut mereka bakal gimanagimana..

Yang paling utama, seperti yang selama ini si Om selalu bilang, banyak berdoa.. Banyak istighfar.. Banyak mendekatkan diri pada Tuhan.. Biar hati tenang, biar dikuatkan ketika cobaan datang.. Biar dikasih jalan untuk tiap masalah.. Klasik memang, tapi selama ini saya seperti mencari jawaban atas kejadian-kejadian dalam hidup secara logis.. Saya seringkali lupa bahwa banyak hal yang memang tak ada jawaban pastinya, banyak hal merupakan misteri dari Tuhan.. Mencari jawaban yang ngga ada itu membuat saya capek dan gila.. Mencari kepastian untuk masa depan (yang ngga akan pernah pasti) membuat saya cemas dan frustasi..

Semua Ada alasannya

Sedikit cerita mengenai tes MMPI, saya menemukan satu soal yang lucu : saya sering menghitung benda-benda yang tidak perlu, seperti tiang-tiang listrik di jalan..

Hellooo, kok bisa ada soal seperti itu sih? Dari mana coba, mereka tau kalo saya suka ngitung (dalam kasus saya adalah) marka jalan saat berkendara?! Hahahaha.. Iya, ini kebiasaan yang aneh dan saya sudah mengalami sejak kecil, sejak masih dibonceng Bapak di depan pakai Suzuki Family dulu.. Kadang tiang listrik, kadang pepohonan, kadang marka jalan, pokoknya yang super ngga penting deh! Saya kira ini wajar, tapi kalau dicari sebabnya ya saya ngga bisa jawab kenapa saya suka menghitung marka jalan.. Lucu ya? Ternyata ini gejala kecemasan (Obsessive Compulsive Disorder)..

Setelah digali habis-habisan oleh psikiater saya, saya baru sadar mengapa selama ini saya sering sekali mendapat mimpi dengan latar tempat, kejadian, atau orang-orang di masa Sekolah Dasar saya.. Saya baru paham, kenapa dulu waktu mengisi buku biodata jaman sekolah, di kolom kriteria cowok idaman, saya menuliskan dua versi yang sangat bertolak belakang, satu ciri badboys, satu lagi ciri suami soleh (alhamdulillah akhirnya dapat yang ini).. Saya baru nyadar, kenapa waktu cari kerja dulu sering banget bahkan hampir selalu gagal di wawancara psikologi (karena kalau tulis menulis, manipulatif saya tinggi, saya pintar bermain kata dan menyembunyikan perasaan saya).. Saya baru paham, kenapa di satu waktu saya menjadi super religius, dan di waktu yang lain saya menjadi super nakal..

Dulu saya bingung pada diri saya, sangat sulit rasanya untuk mengambil keputusan dalam banyak hal.. Dan saya ngga tau kenapa bisa seperti itu, apalagi bagaimana harus menyikapinya.. Dulu saya bertindak berdasarkan perasaan saja (karena memang kata psikiater saya orang yang hidup di dunia perasaan), sehingga jika kenyataannya lain, ada gap yang tinggi yang bikin saya frustasi.. Sekarang, beberapa hal pada diri saya yang dulu ngga terjawab, sudah terang-benderang.. Semoga di masa depan nanti saya bisa lebih bijak dalam bersikap dan mengambil keputusan.. Semoga kesalahan-kesalahan di masa lalu tidak akan terulang..

​*
Sebuah catatan untuk diri sendiri

Stasiun Gambir, 19 Juli 2017

Argo Dwipangga, Jakarta-Solo 10.00 WIB

Advertisements

Jalan-Jalan ke Sea World..

Akhirnya setelah tiga tahun di Jakarta, libur panjang Natal kemarin jadi juga saya ke Ancol.. Horeee..! Dari rumah sebenarnya si Om sudah awang-awangen secara kami dari ujung Selatan hendak menuju ujung Utara naik motor.. Tapi ternyata, Senin 26 Desember kemarin jalanan sepi bingits.. Kami berangkat jam 8 lewat, sampai Ancol kira-kira jam setengah 10..

Tiket Masuk Ancol

Tiket Masuk Ancol

Di gerbang Ancol, dikenakan tiket masuk Rp 25.000,- per orang, itu pun jika jalan kaki.. Anak di bawah dua tahun tidak dikenakan biaya.. Untuk yang membawa motor, motornya dikenakan biaya parkir Rp 15.000,- sedangkan untuk mobil Rp 25.000,- sekali masuk.. Dari pintu gerbang Ancol menuju Sea World masih lumayan jauh.. Sempat kesasar sih, as always, kompleks Ancol ini luas banget tapi sejuk karena banyak pohon.. Sedikit mengingatkan suasana di kampus UNS atau UNILA.. Memang tempat yang enak buat refreshing..

jual baju bayi lucu

Singkat cerita sampailah di Sea World, loket depan masih tutup, jadilah kami antre di loket dalam.. Terdapat sekitar 4 line antrean loket di sana dan antrenya naudzubillaaah sudah panjang sodara-sodara! Padahal masih sekitar jam 10-an.. Sea World sendiri buka mulai jam 9 pagi hingga jam 18 petang.. Harga tiket Sea World Rp 110.000,- per orang, untuk tiket bundling Rp 200.000,- tapi saya tidak bertanya lebih jauh sih karena yang antre si Om, sepertinya sih bundling dengan tiket Ocean Dream Samudra..

Nenek Kura-kura

Nenek Kura-kura

Setelah perjuangan panjang mengantre tiket akhirnya kami masuk Sea World.. Masuk ke dalam, tangan akan distempel sebagai tanda masuk.. Arena ini sebenarnya lebih cocok untuk yang membawa anak-anak.. Kami berdua (lebih tepatnya saya, sih) di dalam sana hanya melongo sambil ngeces memandangi ikan-ikan yang berenang-renang di dalam akuarium, keknya kalo digoreng enak hahaha.. Tapi memang, kebanyakan ikan yang saya lihat di sana belum pernah saya lihat di tempat lain kecuali di Channel Nat Geo Wild..Koleksi terbaru di Sea World adalah ubur-ubur.. Si Om lumayan girang mendapat obyek menarik untuk difoto, saya pingin juga difoto tapi sayangnya lumayan gelap dan jika difoto dengan si ikan di akuarium agak backlight..

Pegang Bintang Laut

Pegang Bintang Laut

Selain lihat ikan di akuarium, ada beberapa kolam khusus yang memang didesain agar pengunjung bisa celup-celup di situ, seperti memegang bintang laut atau kura-kura.. Juga ada mini theatre di sana, kami berdua masuk dan duduk di barisan paling depan bareng anak-anak kecil.. Film-nya tentang penyu laut, animasinya semacam Shaun the Sheep, tanpa narasi.. Oh, ada opening tentang environtmental awareness gitu, semacam campaign untuk peduli lingkungan, hanya saja teks-nya dalam bahasa asing sehingga untuk anak-anak mungkin susah dipahami.. Selain itu ada juga atraksi memberi makan ikan yang dilakukan oleh Abang Penyelam, tapi depan akuarium utama tersebut sudah penuh sesak keduluan anak kecil jadi kami skip..

jual topi bayi anak lucu

 

Nah, bagian favorit saya tentu saja adalah underwater tunnel alias terowongan bawah akuarium utama.. Berasa ikut menyelam di bawah laut gitu.. Tapi sayangnya penuh sesak oleh orang, berjubel.. Memang sih, ada AC-nya yang mengalir dari bawah, selain itu juga ada conveyor seperti untuk mengangkut koper di bandara, bedanya kali ini yang diangkut adalah orang, hehehe.. Kami memilih berdiri di conveyor saja agar lebih cepat keluar.. Meskipun demikian, sekeluarnya dari tunnel, si Om tetap merasa pusing kekurangan oksigen.. Bahahahaha.. Pingin lihat lumba-lumba juga sebenarnya, tapi terpisah di Dolphin Bay ya keknya.. Entah ada atraksi atau apa di arena itu, juga entah ada anjing laut dkk atau tidak.. Hiks..

Tepat saat adzan Dzuhur kami selesai berkeliling, pintu keluar Sea World langsung menuju ke bagian penjualan souvenir bahahahaha ngiler deh.. Banyak boneka ikan dan hewan laut yang sebelumnya kami lihat di dalam akuarium.. Selain toko souvenir, di sana terdapat juga kantin.. Tapi saya memang membawa bekal dari rumah, jadi kami keluar bangunan untuk sholat kemudian buka bekal di bawah pohon bersama banyak orang lainnya.. Asik loh..

Jika selepas makan dan sholat masih ingin lihat ikan lagi, kita masih bisa masuk bahkan sampai Sea World tutup jam 18 petang.. Cukup dengan menunjukkan stempel yang sebelumnya diberikan petugas pada tangan kita saat pertama kali masuk tadi.. Kami berdua memutuskan untuk pulang saja karena kebetulan cuaca tidak terlalu panas.. Lalu lintas masih sama, lancar jaya.. Asik banget Jakarta kalau ga macet..

Yuk, main ke artikel saya yang lain :
1. Cek sini untuk review tempat belanja asik di Jakarta
2. Hayo, sudah follow dandanbareng.com belum? Mau ada kuis berhadiah lipstick lho!
3. Taun baru yang belum punya kalender, ada kalender unyu di sini!

Pengalaman Pertama : Pasar Taman Puring..

Pasar Taman Puring (diambil dari sisi jalan Kyai Maja)

Pada postingan lawas banget saya pernah merekomendasikan Pasar Taman Puring ini sebagai tempat yang oke untuk berbelanja sepatu, tanpa sebelumnya saya sendiri pernah ke sana.. Hanya berdasarkan cerita dari si Om..

 

Pasar Taman Puring (diambil dari sisi jalan Gandaria)

Libur panjang akhir pekan kemarin, akhirnya setelah dua tahun lebih di Jakarta, saya berkesempatan jalan-jalan ke Pasar Taman Puring.. Letaknya memang agak masuk, bangunannya pun jangan dibayangkan besar dan tinggi seperti Pasar Tanah Abang atau sejenisnya, bangunannya lebih mirip pasar basah yang relatif kecil..

Saya ke sana berdua si Om naik motor dari arah Timur lewat jalan Panglima Polim IX, setelah melalui perempatan lampu merah Panglima Polim lurus ke arah Barat, kemudian ambil belokan yang ke arah Mayestik.. Setelah melewati Pasar Burung Barito, sampai mentok di bawah jalan layang kemudian belok ke kiri lurus saja sampai ketemu Pasar Taman Puring yang di apit jalan Gandaria dan jalan Kyai Maja..

Pasar Taman Puring

Ternyata oh ternyata, jalan keberangkatan tersebut agak memutar.. Saat pulang kami baru menyadari jika Pasar Taman Puring ternyata deket banget sama Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring! Helloooh, secara satu setengah tahun belakangan saya mondar-mandir di RS itu geeto loh!

Lain kali kalau mau ke sana lagi, jauh lebih sederhana dan lebih dekat jika dari perempatan lampu merah Panglima Polim ke Barat lurus saja lewat jalan Keramat Pela, perempatan Radio Dalam lurus terus sampai ketemu pertigaan RSIA Muhammadiyah Taman Puring, belok deh ke kanan (jalan Gandaria).. Beres! Haha..

Pasar Sepatu Taman Puring

Kesan pertama masuk Pasar Taman Puring adalah : isinya hampir semuanya sepatu! Hahaha ya iyalah.. Mayoritas sepatu formal berbahan kulit, sepatu bergaya vintage, sepatu warrior, sepatu-sepatu kain, dan sepatu kets untuk olahraga.. Hampir semuanya (kayaknya udahsemuanyadeh) made in Indonesia..

jual sepatu cantik korea

Saya memang tidak beli, karena ternyata susah cari flat shoes non-kain untuk cewe, hanya ada satu kios itu pun ukurannya tidak ada yang cocok.. Sepatu model beginian malah banyak saya lihat di mall, yaitu ITC Kuningan, Poins Square, Tamini Square, ITC Depok, atau yang tentu saja agak mahalan dikit : matahari..


Bagi yang penasaran belanja sepatu di Pasar Taman Puring, boleh diintip foto-fotonya dulu.. Jangan lupa mampir juga ke artikel saya yang lain ya!

1. Ikutan sekolah bisnis gratis

2. Referensi tempat belanja yang oke di Jakarta

2. Karokean di rumah yuk, bisa didownload jadi mp3 lho!

Pengalaman Pertama : Jalan-jalan ke Cipadu..

 

Stasiun Kebayoran

Jumat (2 Desember) kemarin saya tetiba diajak teman untuk cari referensi tempat kulakan ke Cipadu, tepatnya ke Cipadu Trade Center.. Karena satu dan lain hal, kami berangkat lumayan siang, sekitar jam setengah 12 dari rumah saya..

Dari stasiun Lenteng Agung, kami naik KRL jurusan Jatinegara/Tanah Abang, berhenti di Tanah Abang untuk transit.. Kemudian kami naik KRL jurusan Serpong.. Kami berhenti di stasiun Kebayoran, lumayan singkat karena hanya berjarak dua stasiun saja dari Tanah Abang.. Spoiler : Stasiun Kebayoran keren gilak, sudah seperti Bandara lengkap dengan lift-nya meskipun hanya terdiri dari dua lantai saja..

Stasiun Kebayoran

 

Ternyata, dari Kebayoran ke Cipadu Trade Center masi lumayan jauh.. Karena ini kali pertama kami berdua ke sana, maka kami naik taksi online agar lebih mudah.. Tarif berkisar di angka Rp 50.000,- lumayan jauh kan? Di perjalanan kami melewati ITC Cipulir dan Pusat Grosir Metro Cipulir, letaknya tidak jauh dari stasiun.. Kata teman saya, ini juga salah satu tempat yang oke untuk berbelanja fashion.. Dilihat dari bangunannya, sepertinya Metro Cipulir jauh lebih baru dari ITC Cipulir, bahkan sewaktu lewat masih ada beberapa karangan bunga ucapan selamat..

 

Cipadu Trade Center

Singkat cerita kami sampai Cipadu Trade Center, saya lumayan kaget.. Kenapa? Karena di benak saya Cipadu Trade Center akan berbentuk seperti ITC Kuningan atau Tanah Abang.. Sebuah gedung besar terdiri dari kios-kios kecil yang ramai pengunjung..

Ternyata, Cipadu Trade Center terlihat seperti ruko-ruko kecil, isinya mungkin kurang dari 50 kios.. Memang, ada gerbangnya lengkap dengan tulisan “Cipadu Trade Center“.. Belakangan saya ketahui bahwa ternyata Cipadu Trade Center bukan satu-satunya yang ada di sana.. Selain Cipadu Trade Center, ada pula tak jauh dari situ Pusat Grosir Aryamatex Kospin Jasa..

jual tas unik lucu

Jadi, sepanjang jalan raya Cipadu ternyata banyak kumpulan ruko-ruko sejenis.. Jalan Raya Cipadu pun bukan merupakan jalan besar yang ramai, melainkan jalan kecil yang hanya muat dilewati masing-masing satu mobil dari dua arah berlawanan.. Itu pun mepet.. Komoditas yang dijual mayoritas adalah bahan mentah, yaitu beraneka macam kain, dari gulungan sampai kiloan.. Bahan kaos, jersey, bahan kerudung, bahan outter, bahan seprei, bahan gordyn, dan yang lainnya saya kurang paham.. Saya hanya membuntuti teman saya yang sedang memilih kain kiloan sambil makan siomay, hehe..

Pusat Grosir Aryamatex Kospin Jaya Cipadu

Kami hanya sempat melihat-lihat sekitar 4 lokasi saja, kemudian memutuskan untuk pulang karena hari hujan.. Perjalanan pulang dari Cipadu Trade Center menuju ke Stasiun Kebayoran kami mencoba naik angkot.. Pertama, kami naik angkot merah nomor 07 jurusan Cipadu-Kebayoran Lama, turun di Universitas Budi Luhur.. Kemudian disambung dengan angkot putih nomor C01 yang lewat bawah.. Bilang pada sopirnya kalau mau ke Stasiun Kebayoran agar diingatkan, karena pada kenyataannya nanti turun di depan pasar, dilanjut dengan jalan kaki membelah pasar.. Stasiun terletak persis di belakang pasar.. Tarif angkot Rp 5.000,- per kepala, hampir sama dengan tarif angkot di Jakarta (karena kalau di Bogor hanya Rp 3.500,- dari ujung ke ujung)..

Salah satu dari kumpulan ruko Cipadu, tapi ngga ada namanya sih..

Semua KRL dari Barat (Serpong, Parung Panjang, maupun Rangkas Bitung) pemberhentian terakhirnya adalah Stasiun Tanah Abang.. Naik sembarang kereta bisa, transit di Tanah Abang kemudian disambung dengan KRL jurusan Bogor atau Depok.. Karena kami pulang bertepatan dengan jam pulang kantor, maka kereta dari Jakarta ke daerah (Depok, Bogor, Bekasi, Serpong) penuh sesak dengan karyawan..

Nih penampakan kain kiloannya..

Berikut saya rangkum bagaimana cara menuju ke Cipadu Trade Center naik KRL :

1. Naik KRL yang lewat Tanah Abang.. Kalau dari Selatan (Depok/Bogor) bisa naik KRL jurusan Jatinegara.. Kalau tidak ada KRL yang langsung ke Tanah Abang, berarti harus 3x transit, misal dari Bekasi, naik KRL turun Manggarai dulu, kemudian naik KRL yang ke Tanah Abang..

2. Dari Tanah Abang, bisa naik KRL mana saja ke arah Barat (mau jurusan Serpong, Parung Panjang, maupun Rangkas Bitung, bisa semua).. Turun di Stasiun Kebayoran..

3. Dari Stasiun Kebayoran ke Cipadu naik taksi online dengan tarif Rp 50.000,-

4. Dari Cipadu ke Stasiun Kebayoran, bisa naik angkot merah 07 jurusan Kebayoran Lama, turun Universitas Budi Luhur.. Disambung angkot putih C01 lewat bawah turun di pasar depan Stasiun Kebayoran.. Total tarif Rp 10.000,- per kepala..

Semoga membantu, selamat berbelanja!

jual baju bayi lucu

 

Yuk baca juga artikel saya yang lain mengenai tempat belanja :

1. Review Tempat Belanja Oke di Jakarta

2. Belanja Buku Bekas Murah di Pasar Senen

3. Pengalaman Jalan-jalan ke Pasar Baru

4. Review Glodok, Tanah Abang, Mangga Dua

5. Tips Jalan-jalan di Jakarta Fair

Pengalaman Pertama : Sidang Tilang di Jakarta Selatan..

Judulnya so sad amat.. Iyak, saya ketilang polisi sekitar pertengahan Mei 2016 kemarin.. Lokasi tilang di daerah Prapanca, bawah jalan layang Antasari.. Kasusnya lampu depan tidak dinyalakan.. Well sebenarnya dinyalakan, tapi ternyata kurang satu kali cetek sehingga waktu itu yang menyala lampu samping..

Yah, meski memang tidak disengaja tapi itu bukan alasan sih, tetap salah di mata penegak hukum.. Ditulislah surat tilang, jaminan SIM ditahan sebagai barang bukti.. Jadwal sidang hari Jumat 3 Juni 2016..

Calo-calo Berjajar Rapi Sepanjang Jalan Ampera..

Calo-calo Berjajar Rapi Sepanjang Jalan Ampera..

Berangkat dari sebelah kandang gorila sekitar jam 7.15 pagi, kami sampai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pukul 8 pagi.. Meskipun Pengadilan hanya di Ampera yang notabene dekat rumah, tapi berhubung jam berangkat kantor jalanan super macet..

Sepanjang jalan Ampera mulai dari depan Circle K sampai lokasi (bagi yang berangkat dari jalur Selatan) akan banyak calo yang menawarkan diri, melambaikan surat tilang merah dari pinggir jalan.. Hari sebelumnya si Om ditawari oleh temannya untuk diambilkan (suaminya kerja di Pengadilan situ), tapi si Om menolak karena ingin merasakan pengalaman sidang tilang..

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Pengadilan Jakarta Selatan

 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di jalan Ampera, tepatnya berada di timur jalan.. Pintu masuk menuju loket tilang ada di pojok Utara gedung, masuk pagar (tenang, di pagar ada tulisannya sebagai petunjuk jalan).. Berikut kenampakannya..

Suasana Lorong Loket Tilang..

Suasana Lorong Loket Tilang..

 

Sepagi ini sudah penuh sesak oleh gerombolan orang dan asap rokok.. Langsung saja menuju loket paling ujung di sebelah kantin (di bawah papan tulisan “hindari calo“) untuk ambil nomor antrean.. Dapat nomor 139 donk.. Loket untuk wanita dipisah, ada di sebelah loket utama.. Dari sana, nanti akan diberitahu oleh petugas (orang yang sama yang menegur saya tadi), harus ke ruang sidang yang mana..

Orang-orang sudah seperti ikan di pasar, berserakan dimana-mana, duduk ngesot di lantai.. Sebenarnya disediakan bangku untuk menunggu, tapi kapasitas bangku tidak mencukupi.. Saat pintu ruang sidang dibuka, gerombolan orang langsung masuk begitu saja sehingga akhirnya saya dapat bangku yang ada di depan ruang sidang untuk wanita (ruang sidang untuk wanita dipisahkan tersendiri, jadi lebih nyaman), hehe alhamdulillah..

Sampai pukul 9 pagi, baru ada tanda-tanda sidang akan dimulai.. Sekali sidang, sebanyak 20-an orang dipanggil.. Di dalam ruang pengadilan, tinggal iya-iya-maaf-tidak+akan+saya+ulangi doank.. Nanti akan diberitahukan nominal denda, bayar di ruang itu juga, setelah itu barang bukti yang di sita dapat diambil di tempat itu juga.. Sekali jadi pokoknya.. Saya kena Rp 70.000,- tidak sampai satu jam semua urusan selesai.. Sampai rumah pukul 10.00 pagi..

Suasana Ruang Sidang

Suasana Ruang Sidang

 

Beda Slip Merah dan Slip Biru

Menurut sumber hasil googling, ada tiga alternatif cara menyelesaikan denda tilang polisi, yaitu :

1. Slip Merah
Pelanggar mengurus denda sendiri ke Pengadilan Negeri menyesuaikan dengan dimana lokasi pelanggaran.. Misal, saya kena tilang di Jakarta Selatan, berarti proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.. Bisa diwakilkan juga sih sebenarnya, karena ternyata ga pake acara tanda tangan..

2. Slip Biru
Pelanggar membayar ke bank yang ditunjuk setelah terlebih dahulu datang ke kantor polisi untuk meminta stempel pada slip tersebut.. Setelah membayar dan mendapat bukti pembayaran, balik lagi ke kantor polisi untuk menyerahkan slip biru dan mengambil kembali barang bukti yang disita.. Slip biru nantinya akan tetap disidangkan di Pengadilan Negeri tanpa kehadiran terdakwa..

3. Kuasa
Ceritanya memberikan kuasa pada petugas polisi dengan membayarkan sejumlah uang sesuai tabel denda..

***

jual perabot rumah home decor lucu

 

Yuk baca juga artikel saya yang lain :

1. Pengalaman perpanjang SIM online Jakarta Selatan

2. Review tempat-tempat berbelanja di Jakarta

Pengalaman Pertama : Inseminasi..

Akhirnya, perjalanan mencari rezeki sampai pula pada tahap ini.. Saya sebenarnya sudah ngebet ke tahap ini, berhubung sudah lebih dari enam siklus terapi hormon tapi tetap belum ada hasil.. Tapi si Om santai amat kadang saya gemes.. Hehe..

Note :
Kasus saya mulut rahim bentuknya tidak lurus dan agak sempit, sehingga sperma tidak bisa masuk (begitu pun waktu HSG dan hydrotubasi, bahkan waktu inseminasi, kateter tidak bisa masuk di posisi yang seharusnya).. Sedangkan suami ada indikasi teratozoospermia, sehingga kata Dr. Prima proses inseminasi ini sangat disarankan untuk kami coba..

Sebulan sebelumnya saya menjalani hydrotubasi kedua, yang pertama gagal karena kateter tidak bisa masuk.. Yang kedua, sekaligus pembersihan pra-inseminasi, alhamdulillah selang bisa masuk lebih dalam, dan tuba kiri berhasil terbuka meskipun hanya setengah jalan alias belum tembus ke ujung..

Hari ke-2

Seperti biasa, kencan bulanan dengan Dr. Prima.. Normalnya hanya diberi resep obat hormon penyubur, tapi berhubung persiapan inseminasi, Dokter mengecek apakah mulut rahim cukup terbuka untuk memungkinkan inseminasi besok.. Mumpung sedang haid, konon lebih mudah untuk dilihat.. Alhamdulillah, hasilnya oke..

Obat kali ini tidak berbeda dengan yang sebelumnya, clomiphene citrate 50 mg dua kali sehari selama lima hari berturut-turut (hari ke-2 sampai hari ke-6).. Note : di penghujung jadwal minum obat, saya baru menyadari kalau obatnya sisa satu.. Wakwaw.. Kapan ya, yang kelewat minum? Lupa, dan tidak saya minum juga sampai sekarang.. Hehe.. *maap bandel*

Hari ke-7

Mulai disuntik gonal-F di pagi hari.. Obatnya ternyata sama dengan yang dipakai pada proses bayi tabung, saya baru tau.. Suntikan yang diresepkan untuk saya sebanyak 4 dosis.. Jadi, empat hari berturut-turut (sampai hari ke-10) saya rajin bolak-balik ke RSIA..

Jangankan bisa suntik sendiri, lihat jarum suntik saja saya keder.. Empat kali suntik, oleh tiga perawat berbeda, empat kali pula saya nangis.. Ya ampun, kenapa coba tiap disuntik saya selalu nangis sejak SD.. Bahkan diambil sample darah saat cek kesehatan untuk seleksi karyawan cuma saya sendiri yang nangis.. Hihihi.. Ini sama kasusnya dengan spontanitas saya berlari sambil jerit-jerit kalau lihat kecoa.. Dua phobia yang cukup merepotkan.. :-(

Dan jujur, suntik gonal-F ini rasanya luar biasa! Sakit banget! Saya tidak sanggup langsung pulang setelah disuntik, harus tiduran dulu, kemudian duduk dulu, sampai cenut-cenut hilang, baru berani jalan dan pulang.. Ragunan-Taman Puring motoran sendiri soalnya.. Note : ini suntiknya di perut.. Dan jujur, hari terakhir rasanya pingin melarikan diri (?) sama seperti waktu imunisasi saat SD dulu..

Sampai pada tahap ini si Om mulai siap-siap mengurus cuti untuk inseminasi.. Nah, masalahnya, belum ada kepastian hingga saat ini.. Kapan inseminasi dilakukan semuanya tergantung hasil cek ukuran sel telur nanti di hari ke-12..

Hari ke-11

Senang rasanya sudah selesai proses suntik.. Hari ini agendanya bersenang-senang.. Smule seharian.. Lepaskan semua beban..

Sebenarnya senang-senang sudah dari hari sebelumnya ketika pulang dari RSIA untuk suntik terakhir.. Mampir alf*m*di, lalu kalap beli cemilan.. Hehe.. Sekali-sekali, gapapa.. Dimaafkan..

Reward for my own self, to have been brave and strong ♥

Reward for my own self, to have been brave and strong ♥

Hari ke-12

Jadwal cek ukuran sel telur.. Meskipun hari Jumat ini Dr. Prima tidak praktik, tapi sudah melalui perjanjian sebelumnya.. Maka pagi-pagi sekali si Om sudah ribut-ribut mengingatkan saya yang masih santai-santai.. Hasil cek telur, kanan ada tiga sel telur (diameter 21, 19, 14), kiri ada dua sel telur (diameter 11, 12).. Alhamdulillah..

Yang jadi dilema, dua sel telur sudah matang sedangkan tiga yang lain belum *jangan bilang-bilang ya kalau obatnya yang satu ketinggalan ga diminum*.. Jika inseminasi dilakukan Senin, Dr. Prima khawatir dua yang matang ini sudah lepas duluan sebelum hari Senin.. Jika inseminasi dilakukan besok (Sabtu), tiga yang lain belum matang optimal..

Namun, berhubung dua yang matang di ovarium kanan semua, maka Dr. Prima memutuskan inseminasi hari Sabtu.. Jadilah pagi itu saya suntik ovidrel (suntik lagi, OMG! T_T) di perut untuk membantu pelepasan sel telur (karena sel telurnya banyak, harus dibantu hormon agar semua lepas).. Si Om juga diresepkan obat untuk persiapan besok..

Note : karena jadinya si Om cuti hari Jumat ini, sorenya kita langsung cusss jalan-jalan ke Kemang Village, meet up dengan teman-teman Smule saya.. Si Om sabar banget sama saya, pokoknya biar saya senang dan tidak tegang untuk proses besok.. Makasih ya.. Chuuu~

Hari ke-13 (Hari-H)

Sel telur diperkirakan lepas dalam jangka waktu 36 jam setelah suntik ovidrel dan akan on the way dalam (kira-kira) 24 jam.. Karena saya disuntik Jumat pagi sekitar jam 10, maka inseminasi dilakukan Sabtu malam hari..

Kami diinstruksikan daftar di RSIA pukul 19.00 malam, jadi kami dari rumah sekitar jam 17.00 jaga-jaga macet pada malem mingguan.. Sampai RSIA langsung sholat maghrib karena sudah masuk waktu.. Selesai sholat, pas ditelpon oleh RSIA mengecek posisi saya saat itu (care banget deh, suka ♥).. Mengetahui saya sudah di mushola RSIA Muhammadiyah Taman Puring, saya disuruh langsung ke pendaftaran seusai sholat..

Pendaftaran dilakukan sekali saja (cukup efektif), seusai mendaftar akan mendapat formulir untuk dibawa ke laboratorium.. Dari laboratorium, terlebih dulu mendapat nota untuk dibayar di kasir.. Setelah menyerahkan bukti pembayaran, baru diambil sample sperma di laboratorium untuk kemudian dilakukan proses washing.. Ini adalah proses menyeleksi sperma yang bagus, yang jelek dieliminasi.. Saya baca di laporannya, volume sebelum dan sesudah washing berkurang separuh lebih.. Lumayan lama ternyata proses washing kira-kira satu setengah jam kami nongkrong di serambi RSIA sambil dinner sate padang.. ♡

Selesai proses washing kami diantar ke lantai 2 tepatnya di kamar bersalin (hari Sabtu poli kandungan penuh, tidak ada ruang kosong sehingga harus sewa kamar bersalin).. Pastikan tabung spermanya benar nama suami, supaya kelak kalau jadi anak beneran ga kaget, hahahaha.. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan HSG atau hydrotubasi, sudah agak familiar dan tidak terlalu kaget.. Hanya saja, deg-deg-deg tetep saja..

Seperti biasa, jika sudah dalam kondisi seperti demikian, saya tidak bisa menangkap perkataan Dokter.. Hanya bisa doa kenceng.. Sakit euy tiap kali dimasukkan alat untuk membuka pintu rahim (katanya bentuknya seperti gunting).. Yang bisa saya dengar cuma “waduh, nutup lagi ini”.. Tapi Alhamdulillah pada akhirnya proses inseminasi berjalan lancar, katanya.. Saya masih belum bisa menangkap apa yang dikatakan Dokter.. Cuma bisa iya-iya dan makasih doank..

Setelah ikatan di kaki dilepas dan posisi saya berbaring normal, dan dokter serta perawat pergi, saya baru agak tenang.. Dan ngantuk.. Hehehe.. Dingin euy AC pas ada di samping atas badan saya, ditambah suasananya sepi banget tidak seperti di poli.. Saya diminta berbaring satu jam..

Karena sudah hampir ketiduran, akhirnya saya buka Smule.. Dapat dua lagu, lumayan.. Mumpung si Om juga ke bawah mengurus administrasi.. Bahahaha.. Tetep sempat yak..

Setelah sejam dan semua urusan beres, kami diperbolehkan pulang.. Ditawari oleh perawat apakah ingin pakai kursi roda? Saya hanya “hah? Ngapain?” Dikira sakit apaan lagi ntar.. Kami pun jalan kaki ke parkiran, kemudian sekitar pukul 10 pulang ke rumah, jalan pelan-pelan saja menghindari goncangan.. Namanya juga jaga-jaga.. Entah kenapa rasanya lemes semua badan saya, sampai rumah langsung sholat kemudian pules di kasur..

Hari ke-14

Saya tidak diinstruksikan untuk banyak-banyak istirahat atau pantangan sesuatu.. Jadi, hari Minggu si Om ngajakin nonton Apocalypse! Asiiik.. Hihihi.. Tapi, meskipun lancar-lancar saja, tetap rasanya badan saya lemes untuk perjalanan (Ragunan ke Soedirman), sepulang nonton saya tepar lagi..

jual home decor wallpaper lucu

Estimasi Biaya Inseminasi

Bagi yang berencana melakukan inseminasi, berikut yang sekiranya harus disiapkan..
1. Clomiphene Citrate 10 butir 》Rp 150.000,-
2. Gonal-F 75 IU empat dosis @ 700.000 》Rp 2.800.000,-
3. Ovidrel 》 Rp 800.000,-
4. Washing Sperma Rp 2.300.000,-
5. Tindakan inseminasi 》Rp 375.000
6. Kateter inseminasi 》Rp 125.000,-
7. Kamar Bersalin 》Rp 500.000,-

Biaya tersebut di luar biaya alat kesehatan (underpad, alkohol swap, dll), konsultasi dokter, biaya USG, biaya suntik perawat, dan biaya obat/vitamin lain menyesuaikan resep dokter masing-masing.. Dosis gonal-f juga berbeda-beda tergantung kondisi pasien, ada yang hanya tiga kali suntik saja.. Bahkan ada yang tidak pakai suntik gonal-f..

Jujur memang berat banget kalau dirasakan.. Dua tahun pertama saya pun galau dan baper ketika ditanya sudah isi belum? jahil banget yang tanya, rasanya pengen ngegampar.. Saya sempat trauma ketemu keluarga besar dan teman lama.. Terlebih jika memikirkan usia yang semakin bertambah, juga mengenai biaya yang telah dan harus dikeluarkan untuk program hamil.. Aaaaarrrgghh, bikin hati dan kepala cenat cenut..!

Tapi semakin ke sini, saya semakin sadar bahwa “jika ini kehendak Alloh, maka rezeki untuk ini insya Alloh akan selalu ada.. Dan sebenar-benarnya rezeki itu adalah yang terpakai, bukan yang tersimpan”.. Maka dari itu stop berpikir dan stop baper! Lepaskan saja, nikmati prosesnya, dan jangan lupa bahagia.. Hidup terlalu singkat dan terlalu berharga untuk dilewatkan dengan sedih-sedih dan galau-galau..

Cari kegiatan yang bisa mengalihkan pikiran, namun bermanfaat, dan tidak terlalu menguras tenaga (program mahal, harus dijaga donk mana tau jadi hamil kan).. Saya terbantu sekali dengan Smule ini, karena kebetulan saya cinta bingitsss sama musik.. Dari situ, saya pun dapat komunitas dan teman-teman baru.. Dan dari komunitas tersebut, saya dapat kesibukan (karena tiap minggu ada challenge solo, duet, grup, juga kadang ada meet up, dan yang pasti tiap hari selalu ramai di grup chatting).. Meskipun kebanyakan dari kami belum pernah bertatap muka secara langsung, tapi rasanya sudah seperti memiliki keluarga.. Moment seperti ini yang harus saya nikmati dengan maksimal selagi luang, sebelum nantinya punya kesibukan mengurus anak sehingga susah rekaman.. (thanks to: keluarga PIL Project love you all ♥)

Nah, bagi para pejuang rezeki yang lain, tetap semangat yak! Stay positive, nikmati prosesnya, dan jangan lupa bahagia.. ♡

[Nov Sabatini]

jual perabot rumah home decor lucu

 

Yuk, baca juga artikel saya yang masi berhubungan dengan program hamil ini :

1. Berapa perkiraan biaya HSG dan tes hormon?

2. Tanya jawab dengan Spog seputar infertilitas

3. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

4. Alternatif Program Hamil : Konsultasi Psikiater

Pengalaman Ajaib..

Beberapa hari ini ga bisa smule-an gara-gara tetangga sebelah rumah ada yang benerin rumah jadi berisik banget suaranya masuk mic bikin ga konsen.. Akhirnya saya menyibukkan diri dengan membaca cerita misteri.. Awalnya banyak yang share di facebook pengalaman orang yang ditulis di kaskus.. Saya jadi tertarik share pengalaman saya ajuga, tapi berhubung akun kaskus saya entah apa namanya saya lupa, terakhir login awal kuliah, jadi saya share di mari aja yak.. Heheh..

Saya emang agak parno orangnya, alhamdulillah ga ada bakat macem-macem kayak sixth sense dsb.. Cuman, beberapa kali pernah ‘beruntung’ mencicipi kejadian semacam itu.. Saya di masa kecil boleh dibilang kebanyakan nonton pilem horor (ya horor jaman dulu macem film Suzana, film vampir import, dan serial misteri lokal antara lain Si Manis, Maudy).. Gara-gara itu, saya tidak berani tidur sendirian meskipun sudah disuruh orang tua.. Selama itu, kami sekeluarga empat orang tidur bareng di ruang TV, pakai kasur busa yang digelar di lantai..

Sampai kelas 4 SD, saya baru berani tidur sendirian.. Saya menempati kamar paling depan, selama ini memang kebanyakan kosong, karena agak gelap, halaman depan kamar itu ada pohon jambu lumayan besar, sering berbuah juga.. Yang selama ini lebih sering dipakai kamar tengah karena jendelanya hadap ke timur jadi lebih terang.. Waktu itu pas rumah selesai direnovasi, jendela kamar depan diperlebar (bisa dibilang satu sisi kamar isinya jendela semua, hehe), saya akhirnya mau tidur sendiri di situ..

Setaun berlalu, dua tahun, tidak ada kejadian aneh.. Sampai saya kelas 6 SD.. Saya memang kalau tidur suka muter, pas mau tidur kepala di timur, bangun tidur kepala di barat atau di utara, ga jarang kepentok kusen yang memisahkan dua jendela.. Jendela ini tidak pernah saya tutup, agar kamar saya dapat cahaya dari lampu jalan di perempatan, karena saya susah tidur kalau kamar dinyalakan lampunya.. Nah waktu itu, saya tiba-tiba terbangun (nglilir) kepala posisi sudah di dekat jendela, kondisinya saya sedang menguap.. Tiba-tiba saya lihat “sesuatu” di depan jendela.. Depan jendela memang ada bangku panjang, tapi sosok ini duduk tepat di sebelah bangku (melayang gitu).. Saya ingat, sosok ini seperti memakai jubah hitam panjang (semacam ada tudung kepalanya juga), kukunya panjang (posisi tangan di depan dada), matanya merah, hidungnya mancung banget..

Sontak, saya langsung memejamkan mata dan nyebut semua surat-surat yang saya hafal.. Sampai beberapa lama tubuh saya kaku, mau lari ga bisa.. Jangankan lari, mulut saya ga bisa nutup juga.. Jantung dag-dig-dug ga karuan.. Saya menimbang-nimbang apakah harus buka mata trus lari (saya takut ketika buka mata sosok itu sudah pindah ke dalam kamar), atau tetap diam seperti itu saja (sampai kapan?).. Akhirnya saya beranikan diri buka mata, alhamdulillah sosok yang tadi sudah tidak ada..

Saya langsung ngibrit ke kamar ibuk-bapak (pas di sebelah kamar saya), kebetulan ibuk-bapak hampir selalu menyalakan lampu jika tidur.. Saya lihat jam dinding menunjukkan jam 3.05 atau 3.08 (sekitar segitu) dini hari.. Saya ditanyai Ibuk, kenapa tiba-tiba kesana, saya ceritakan saja secara singkat.. Kemudian sampai pagi saya melanjutkan tidur bareng orang tua.. Saya baru sadar, ternyata hari itu Jumat Kliwon, ga tau apakah ini cuma kebetulan atau bagaimana..

Selepas kejadian itu, saya tidak berani tidur sendiri.. Balik lagi tidur berempat, cuman sekarang di kamar saya atau di kamar tengah (pindah-pindah).. Saya sampai beli kaligrafi ayat kursi, tapi waktu itu memang belum hafal.. Teman saya juga sampai bikinin mantra ya cuman tulisan ‘bismillah’ doank sih, tapi bikin banyak banget ditempel di seluruh sudut kamar.. Maklum, anak SD bisanya segitu aja..

Saya baru berani tidur lagi saat kelas 2 SMP.. Setelah itu saya hampir tidak pernah lihat macem-macem lagi.. Cuman saya memang sering tindihen semenjak tidur sendiri.. Pernah suatu saat tindihen dan kasur saya (kasur spring) berasa ada orang yang lonjak-lonjak di pinggirnya.. Tapi setiap tindihen lalu baca doa alhamdulillah cepat hilang dan bisa gerak lagi (ganti posisi tidur)..

***

Jual tas kerja lucu

Ternyata, yang pernah dikasi liat ga cuma saya.. Adik saya (waktu sekeluarga tidur di kamar depan) katanya pernah dilihatin sosok juga, tapi beda lagi.. Yang loncat-loncat itu loh.. Konon kata beliau serem banget.. Selepas itu bahkan sampai segede sekarang, tiap saya minta nemenin saya tidur di kamar itu kalau malam beliau ogah.. Takut katanya.. Sepupu saya juga pernah diajak kenalan.. Beruntungnya ga dikasi liat, cuma dibisikin aja..

Saya pernah sekali lagi dikasi liat, tapi agak aneh.. Saya lihat guru kesenian saya waktu kelas 3 SMP kalau tidak salah.. Di depan jendela kamar, pakai batik korpri.. Mukanya hadap ke kamar, dan waktu itu sudah agak terang jam 5.30 mungkin.. Berhubung sedang libur panjang, saya jadi bertanya-tanya ada apa dengan Pak Anu, kok tau-tau muncul di depan jendela saya.. Ternyata pas masuk sekolah lagi, alhamdulillah Pak Anu masih hidup, dan sehat.. Saya juga ga tau kenapa tempo hari muncul..

Selain dikasi lihat, saya pernah juga ditiup.. Jadi, waktu itu sedang demen sama radio, temen-temen saling kirim salam, dsb.. Maka saya sering ngidupin radio sampai ketiduran (pagi masih nyala).. Nah, kalau tidur, jendela dua-duanya saya tutup agar tidak ada nyamuk dan kecoa yang masuk.. Begitu pun kamar.. Plus, sekarang gorden selalu saya tutup.. Sebagai gantinya, saya nyalakan lampu meja belajar tapi saya bungkus karton bekas tissue gulung agar tidak terlalu terang.. Memang sih, gerah.. Tapi saya sudah biasa, kalau pakai kipas angin saya cenderung masuk angin (sampai sekarang nih saya sering rebutan sama si Om, beliau suka tidur pakai kipas soalnya).. Ruangan tertutup pastinya ga terlalu ada angin donk.. Waktu itu saya sedang tengkurep ngecilin volume radio sebelum saya tertidur.. Di posisi begitu, tiba-tiba muka saya seperti ditiup.. Sekali doank, tapi lumayan kenceng.. Seperti kalau tiup lilin gitu.. Merinding disko sih, tapi saya berpikir positif saja, mungkin penyiar radionya yang iseng (?)..

Satu lagi deh biar komplit.. Waktu masih tidur berempat, formasinya saya tidur dengan Bapak di tempat tidur (atas), berhubung adek yang masi agak kecil tidak bisa tidur kalau tidak dikelonin Ibuk (di kasur busa bawah).. Tengah malam saya kebangun, ganti posisi dari hadap ke arah Bapak mau hadap ke arah sebaliknya.. Eh, saya kayak berasa ada tangan yang ganjel gelitikin punggung.. Saya kira itu tangan Bapak, tapi setelah saya toleh, Bapak tangannya dilipat ke depan dada (posisi munggungin saya).. Saya cek lagi, tidak ada benda apa pun di kasur.. Berhubung tidur bareng-bareng jadi saya cuek, lanjut tidur lagi..

Orang tua saya memang agak skeptis soal beginian.. Meskipun saya dan adek sudah mengkonfirmasi, bapak-ibuk tetap saja menganggap kami berimajinasi.. Suatu saat, Bapak bilang begini (dalam bahasa Jawa) “Eeealah, coba sini aku tidur sini, emangnya ada apaan sih” akhirnya Bapak tidur siang di situ.. Kata Ibuk, setelah berapa lama Bapak dalam tidurnya megap-megap sambil panggil-panggil Ibuk.. Setelah disamper dan dibangunkan oleh Ibuk, Bapak cerita kalau dapet mimpi.. Dalam mimpi itu beliau didatangi orang yang mengaku bernama Aris, trus orang tadi kayak mencekik Bapak dalam mimpi.. Meskipun akhirnya dibecandain sama anak-anaknya “makanya jangan nantangin” tapi diam-diam akhirnya orang tua saya percaya kalau, ya, kita hidup di sini nggak sendirian..

***

image

Rrrrrrraaaawwwwwrrrr… *eh ini macan yak..zombi gimana sih bunyinya?*

Bonus satu, kali ini bukan di rumah, tapi kejadiannya di Bali.. Waktu SMP, kami study tour ke Bali.. Sayangnya waktu itu saya sedang cuti sholat (ga bisa masuk ke beberapa spot).. Saya semasa SMP cukup patuh, jadi kalau ga bolehmasuk ya saya ga masuk.. Kejadiannya di hotel, hotelnya apa dan dimana saya sendiri lupa.. Satu kamar isi 2 kasur, masing-masing kasur untuk 2 orang alias sekamar isi 4 orang.. Kamar mandi satu di dalam.. Saya kebagian kamar paling pojok lantai atas (lupa kalau ga dua ya tiga).. Nah, saya waktu itu sedang tidur, sayup-sayup saya dengar orang mandi.. Dengan masih setengah merem saya melihat salah satu teman saya duduk di tepi ranjang kami, sedang menyisir rambutnya (sepertinya habis keramas, rambutnya panjang sepunggung).. Saya tanya ke dia, jam berapa ini.. Takutnya saya kesiangan lalu ketinggalan bus.. Teman saya tadi jawab “Masi pagi kok, tenang aja.. Tidur lagi aja..” tanpa ba-bi-bu berhubung masi ngantuk plus capek, saya tidur lagi.. Ketika hari sudah beranjak terang, kami semua sudah mandi, siap-siap ke lokasi wisata selanjutnya sekalian check out kalau tidak salah.. Sampai di bus, perjalanan kami ngobrol-ngobrol seperti biasa.. Saya tanya ke teman saya tadi tadi mandinya pagi bener jam berapa, dll.. Pada kesimpulannya teman saya tadi tidak merasa pernah melakukan percakapan seperti itu dengan saya.. Nah lho, pagi itu saya ngobrol sama siapa? T_T

[Nov Sabatini]

Yuk, baca artikel saya yang lain :

1. Review Tempat Belanja Oke di Jakarta

2. Pengalaman & Perkiraan Biaya Inseminasi Jakarta Selatan

3. Yuk karokean pakai aplikasi, rekaman kita bisa didownload jadi mp3 loh!