Kiriman Paket dari Ibu..

No matter how old a man is, for his mother he’s still a babyboy..

Mungkin sebagian besar orang merasakan ungkapan itu benar adanya, entah si anak sudah berumur 20-an, 30-an, atau bahkan 40-an.. Perhatian dan kasih sayang ibu tanpa batas usia.. Apalagi jika pada dasarnya si ibu adalah tipe yang over-protected..

 

Seperti ibu saya, hingga kini saya hampir 2 tahun ikut si Om jauh di luar kota, ibu saya rutin menanyakan apakah saya butuh dikirimi sesuatu.. Khawatir anak perempuannya di sana kesusahan, karena selama jadi gadis hampir tak pernah bekerja keras (hihihi).. Khawatir anak perempuannya kekurangan, karena tidak tau harus membeli kerupuk belut dimana, atau tidak tau jinten itu bentuknya seperti apa, atau tidak tau bahwa di dunia ini ada santan dalam bentuk bubuk.. :-D

Jika ada barang murah, bahkan ibu membeli lebih kalau-kalau saya ingin dikirimi, “mau yang coklat atau yang kacang?” tanya ibu di grup percakapan sambil mengirimkan foto dua toples selai.. Bahkan jika saya meminta dikirimi kain untuk saya jahit, pada kenyataannya turut hadir pula di dalam paket tersebut beraneka macam makanan (sampai bawang, brambang, cabai, hihihi)..

Dulu sewaktu masih muda dan labil, saya kadang risih dengan perhatian ibu.. Merasa sudah besar, sudah bisa apa-apa sendiri, meskipun kenyataannya saya masih tinggal bersama orang tua kala itu.. Namun setelah menikah, rasanya ada yang kurang.. Kangen tiap jam makan ditanya ibu “Sudah makan belum?”.. Kangen pagi-pagi ada yang membangunkan khawatir saya telat ngantor.. Kangen perhatian-perhatian ibu..

 

Maka sekarang saya paham, bahwa ~ya biarlah, ibu suka seperti itu.. Lumayan juga, dikirimi barang gratis, itung-itung mengurangi pengeluaran belanja.. Hehe.. Kadang si Om geleng-geleng kepala melihat ibu saya mengirimkan Tolak Angin, Vitamin C, bumbu dapur, bahkan Chitato kesukaan saya, yang notabene semua itu bisa dibeli di Jakarta tanpa ibu repot-repot beli dan mengepak belum termasuk ongkos kirim dari Solo.. Mungkin bagi si Om (dan mungkin sebagian orang yang lain) saya merepotkan orang tua, padahal kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah tanggung jawabnya si Om.. Tapi entah kenapa sekarang rasanya beda, seneng aja dapet kiriman dari ibu.. Mau sesepele apa pun pemberian Ibu, bentuk cinta dan perhatian didalamnya jauh lebih besar..

Apalagi yang bisa kita berikan untuk membahagiakan Ibu, selain kita sendiri sebagai anaknya.. Terlebih ketika dua tahun yang lalu anak perempuannya telah dibawa kabur ke ibukota oleh seorang bankir, dan sebulan yang lalu beliau juga harus merelakan anak lelakinya bekerja di kota sebelah.. Memberi perhatian kepada anaknya adalah kebahagiaan seorang ibu.. Karena dengan begitu, ibu akan merasa tetap menjadi seorang ibu, yang dibutuhkan oleh anak-anaknya..

Terima kasih Ibu, telah menghujani kami dengan perhatianmu yang tanpa batas.. :’)

Absen dulu yak : (kanan ke kiri) seprei, santan bubuk, aneka kerupuk, aneka toples berisi ikan goreng sendiri, saringan minyak, kuldon sariawan, cabai tanam sendiri, nutrijel, tepung bumbu, vitamin C, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, telur asin, keju, la pasta, kacang ijo, lainnya ga keliatan.. xixixi.. :-D

Absen dulu yak : (kanan ke kiri) seprei, santan bubuk, aneka kerupuk, aneka toples berisi ikan goreng sendiri, saringan minyak, kuldon sariawan, cabai tanam sendiri, nutrijel, tepung bumbu, vitamin C, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, telur asin, keju, la pasta, kacang ijo, lainnya ga keliatan.. xixixi.. :-D

Advertisements

Kucing (2)..

You don’t know what you’ve got, until it’s gone..

Begitu kata pepatah.. Ya, benar adanya.. Dulu semasa tiap hari, bahkan hampir seharian kucing-kucing bergelimpangan di depan kontrakan -menunggu untuk diberi makan- seringkali rasanya was-was, meski tak dipungkiri hati rasanya senang ada yang menemani silih berganti..

image

Spon Elek..

Pagi, Spona dan BadSpon sudah stand by untuk sarapan.. Agak siang kira-kira jam sembilan, selepas bersih-bersih biasanya Hittler lewat depan rumah, berhenti, lantas mengeong dengan keras.. Mungkin dia pikir mau permisi, minta seikhlasnya.. Hehe.. Pute datang tak tentu, karena dia kucing peliharaan tetangga, jadi kebutuhan minta makan pada saya tidak terlalu urgent.. Seringnya Ute hanya minta minum, aneh memang.. Biasanya saya ambilkan air bersih di gayung, dia akan minum cukup lama dan setelah itu langsung pergi tanpa permisi.. Bila tidak diawasi dia kadang memanjat ember untuk minum langsung dari bak mandi, atau kadang minum minyak sisa menggoreng dari wajan yang kebetulan di taruh di bawah, intinya dia akan minum apa saja di rumah saya.. Sesekali setelah minum lalu tidur di sembarang tempat, keset depan kamar mandi, di lorong, di bawah rak sepatu, atau di kasur.. Dan Pute hampir tidak pernah permisi kalau masuk rumah, langsung lompat dari jendela menuju ke dapur.. Namun bila jendela dan pintu tertutup, dia akan mengeong di bawah jendela, minta dibukakan..

image

Spon Abang..

Setelah diberi makan, Spona biasanya tertib langsung pergi entah kemana.. Kembali lagi nangkring di jendela saat maghrib, dengan harapan dari balik pintu yang tertutup saya tetap bisa menyadari kehadirannya dan tidak lupa mengagendakan jadwal makan untuknya.. Dengan sabar Spona menunggu saya selesai masak, tanpa berisik, malah kadang jatuh dari jendela karena ketiduran, lalu akhirnya pindah bawah.. Hihihi.. Kadang Spona tidur di dalam rumah di keset bawah jendela, memamerkan perutnya agar menarik tangan saya untuk mengelus.. Kadang saat papasan di jalan selepas belanja, dia pun langsung guling-guling, minta dielus.. Manja..

Spona tidak pernah mencakar saya, bahkan jika saya obok-obok mukanya, paling pol dia hanya akan beranjak menjauh.. Berbeda dengan Bad Spon.. Entah sudah berapa kali saya dicakar olehnya, dia tidak begitu suka dielus.. Wataknya memang galak.. Namun Bad Spon ini kucing yang paling berani dan paling sering membuntuti saya, kemana dan dari mana saja, mau jalan kaki atau naik motor.. Dengan girangnya berlari mendahului saya, kadang berhenti sejenak dan menoleh memastikan arah yang dia tuju sama dengan maksud saya..

image

Minta makan cuma sekali sehari..

Sayangnya Bad Spon agak nakal, kerapkali masuk rumah curi kesempatan, malah masuk rumah tetangga pula ikut mencicipi dagangan otak-otak.. And she’s quite persistant! Diusir pakai sapu lidi, cuma bergeser paling jauh lima meter, itu pun tak sampai lima menit, kalau keadaan dirasa aman dia akan mulai mlipir lagi, menunggu kesempatan berikutnya.. Kalau sudah begitu, rasanya gemes, saya pukul pakai sapu lidi terus sampai dia benar-benar lari keluar komplek..

Kucing liar itu nggak boleh magrok (ngetem, red)! Aku nggak selamanya di sini, itu sebabnya jatah makanmu cuma pagi dan malam, selebihnya kamu harus tetap cari sendiri.. You need to stay wild to survive!

Ternyata waktu itu datang dengan cepat, sekarang meskipun kontrakan pindah 300 meter, kucing-kucing tetap setia menunggu di depan kontrakan yang lama..

Kucingmu nungguin, jejer-jejer, kadang dua kadang tiga sampai empat.. Dikira kamu masih di sini kali ya.. Padahal udah tak bilangin “ke atas” gitu..

Kata tetangga.. Saya rasanya sedih.. Memikirkan bagaimana kucing-kucing akan menunggu tanpa kepastian dan pergi dengan perut kosong.. Siapa lagi yang akan membelai mereka, ketika mereka mau bermanja.. Lebih sedih lagi mengingat dulu pernah memukul Bad Spon dengan sapu lidi karena mencuri, memukul Spona karena saat menggunting kuku kepalanya selalu disundul-sundulkan tangan saya, juga ketika membuka ponsel ternyata hanya sedikit foto mereka yang saya punya, kebersamaan dan kelucuan mereka hanya ada dalam ingatan saja, selama ini terlalu menyepelekan dengan menganggap toh saya akan terus bertemu mereka, dan sebagainya..

image

Spon Putih..

Meskipun di sini banyak kucing, tapi tetap saja rasanya berbeda.. Mungkin karena terlanjur cinta, mungkin karena belum terbiasa.. Pernah mengajak Spona 300 meter keluar dari zona amannya, belum sampai rumah saya Spona sudah berbalik arah.. Pernah juga mengajak Bad Spon sampai rumah, tapi kasihan lihatnya, dia hanya diam di depan pintu karena daerah ini asing baginya dengan kucing-kucing lain yang asing pula..

Ah tapi tak mengapa, karena hanya 300 meter saya masih bisa jalan-jalan ke sana memberi mereka makan sesekali.. Sekali, ketemu hanya Spona.. Sekali ketemu hanya Bad Spon.. Sekali, sama sekali tidak ada kucing di depan kontrakan lama.. Sekali, juga tidak ada kucing di sana.. Kemana saya harus mencari mereka?

Pagi ini, selepas belanja saya mampir ke sana.. Menunaikan niat saya yang sudah berhari-hari tertunda karena satu dan lain hal.. Hanya bisa berharap, bisa ketemu mereka, melepas kangen.. Alhamdulillah, bertemu dengan Bad Spon yang ketika saya panggil langsung mengenali suara saya lalu berlari mengikuti ke kontrakan lama, seperti kebiasaannya dulu.. Di tengah jalan bertemu Hittler yang ikut membuntuti saya sambil mengeong.. Sudah diberi makan, muncul Ute dari balik pagar rumahnya.. Saya panggil “Ute?!” Langsung berlari dengan girang ke arah saya.. Lama menunggu Spona tidak muncul, saya pun pulang karena cucian menanti.. Di tengah jalan bertemu Spona yang langsung mengelus badannya ke kaki saya.. Setelah saya beri makan, Spona gulung-gulung minta dielus..

image

Pacaran Niye..

Ah, rasanya senang bisa nostalgia dengan kucing-kucing.. Saya yakin, Alloh telah menjamin rezeki mereka meskipun tidak melalui saya.. Sepeninggal saya, Spona, Bad Spon, Hittler bukannya tambah kurus, mereka baik-baik saja dan tetap gendut.. Hanya mungkin mereka merindukan saya.. Rasanya semangat seperti di recharge.. Mungkin cerita saya terlalu sederhana, mungkin juga sebagian akan tertawa membacanya, cerita nggak penting.. Tapi bagi ibu rumah tangga seperti saya, semuanya jadi lebih sederhana.. Tidak ada harapan dan cita-cita yang terlalu tinggi.. Harapan agar hari ini suami pulang lebih cepat, harapan agar cucian kering, cita-cita bisa tidur siang hari ini, cita-cita nanti sore ingin membuat tahu isi, yang seperti itu sudah sangat membahagiakan.. No, no, yang seperti ini bukan untuk dikasihani, karena justru harus banyak disyukuri : hitunglah, berapa banyak kebahagiaan yang bisa didapatkan hanya dalam sehari.. :-)

Bahagia itu sederhana.. Semakin sederhana, semakin mudah untuk dicapai, semakin banyak yang tercapai..

[Nov Sabatini]

 

Yuk, baca artikel saya yang lain :

1. Cerita kucing patah hati

2. Pelihara kucing bikin susah punya anak? Yuk baca penjelasan SPOG di sini..

3. Cara agar kucing tidak mencuri makanan

Belajar & Mengajar..

Ga pengen jadi guru? Kamu kayaknya cocok lho..

Hmmm, bukan kali pertama saya mendengar komentar itu.. Dan hati saya menjadi risau tiap kali mendengarnya.. Bukannya saya ga pengen jadi guru, meskipun sekedar guru les.. Bahkan cita-cita Bapak dulu adalah agar saya menjadi dosen.. *sedikit ketinggian, hihihi*

Namun, entah kenapa saya tidak PD.. Mungkin karena memang background pendidikan saya yang bukan pengajar.. Mungkin karena memang saya tidak PD membawakan materi di depan banyak orang.. Atau mungkin karena pekerjaan guru nantinya akan dibayar..

 

Presentasi..

Presentasi..

Sebenarnya pernah sewaktu kuliah kebetulan tetangga sebelah rumah meminta saya jadi guru les bagi putrinya yang kelas 2 SD.. Alasannya, karena guru les privat yang beneran mahal, kala itu Rp 20.000,- per pertemuan.. Saya sebenarnya tidak yakin pada diri saya, karena belum pernah sebelumnya, tapi diyakinkan Ibu untuk mencoba dengan percobaan : bila seminggu ga ada kemajuan yasudah tidak dilanjutkan dan tidak usah dibayar..

Murid saya satu-satunya itu pendiam, dan saya bilang dia berbeda.. Lumayan susah lho mengajar anak kelas 2 SD, karena yang kita lakukan adalah menanamkan pemahaman dasar.. Kala itu materi menginjak pembagian.. Saya katakan dia berbeda, karena dengan cara biasa tidak bisa paham..

Begini, Ibuk beli buku 8 buat diberikan rata ke Kakak sama Adek.. Nah Kakak dan Adek masing-masing dapat berapa buah buku?

Eee bengong dianya.. Saya putar otak, cari cara.. Akhirnya saya menemukan yang bisa dia pahami..

Kakak coba jarinya angka 8 (dia pun menjentikkan kelima jari tangan kanan dan tiga jari tangan kiri).. Nah, di dalem jari kakak yang 8 itu, ada berapa 2?

Berhitunglah dia, setiap kali mulutnya mengucap angka sambil dilipatnya masing-masing dua jarinya.. Dan hasilnya 4! Horeeeee.. Jujur, saya senang bukan main..

Itu baru Matematika, belum pelajaran yang lain karena guru SD mengajarkan semua materi.. Saya bersyukur karena saya memang sejak dulu suka mempelajari dan mencatat banyak hal, sehingga jika harus membagi banyak ilmu ada pengalaman, catatan, dan ingatan yang saya pegang.. Maka tiap dia ke rumah saya, jadwalnya terserah dia besok jadwalnya apa dan apakah ada PR atau tidak.. Saya mengajarinya 5 kali seminggu, alias Senin sampai Jumat.. Lamanya tergantung mood murid saya, kadang sampai 1,5 jam dan kadang tidak sampai sejam dia sudah berkemas-kemas.. Hehe.. Bayarannya saya lupa, tapi uang segitu bagi seorang guru amatir sekaligus anak kuliah sudah cukup besar..

 

Yang tidak kalah susah adalah, kebalikannya, mengajar orang tua! Saya berkesempatan memberikan semacam training tiga program utama komputer (microsoft word, excel, dan power point) untuk guru SD Karanganyar.. Hehe, sumpah, untuk yang semacam ini harus ekstra ekstra sabar..

Bayangkan, menggerakan mouse aja takut, belum lagi mengetik yangmana huruf A ada di bagian keyboard sebelah mana, huruf B di sebelah mana.. Beberapa orang guru memang bisa mengikuti, tapi sebagian yang lain butuh dibimbing secara khusus karen selalu tertinggal step-stepnya.. hehe..

Mengajar adik tingkat juga mempunyai kesulitan sendiri, apalagi jika sudah berstatus sebagai asisten.. Di satu sisi, sebagai sesama mahasiswa saya masih belajar memahami materi (karena materi di semester akhir sudah mulai rumit, satu dan yang lain saling berhubungan).. Namun di sisi lain, posisi sebagai senior menuntut kita untuk lebih paham daripada praktikan yang kita ajar, sebagai bentuk dari tanggungjawab sebagai asisten yang harus bisa menyalurkan ilmu dengan baik sehingga praktikan paham dengan benar..

Di banyak kesempatan, saya lebih suka mengajar dengan suka rela, tanpa status apa-apa.. Karena tidak terikat dan tidak ada beban tanggungjawab.. Saya bisa membatalkan janji kalau tiba-tiba tidak bisa, atau si murid yang dibelain datang ke rumah saya, atau saya bisa marahi jika bandel.. Bonusnya sih kadang ada yang traktir minum esteh, ada yang bawain roti bakar ke rumah.. Ini tak kalah menyenangkan.. :-D

Posisi saya sekarang ini sebagai ibu rumah tangga yang belum memiliki anak, membuat saya vakum cukup lama dalam dunia mengajar (?).. Kadang saya kangen pengin belajar bareng lagi, tapi semakin ke sini rasanya semakin ga PD.. Apalah diri saya sekarang, ilmu apa lagi yang bisa saya ajarkan? Teman-teman saya sudah jauh lebih pintar pastinya sekarang, ada yang sudah jadi manajer juga CEO.. Berarti saatnya saya untuk belajar lebih banyak lagi, agar bisa membaginya jika kelak ada yang ingin diajari.

Karena sepanjang hidup adalah proses belajar, bagaimana mengambil pelajaran yang baik, dan mengajarkannya pada yang lain..

*random post*

[Nov Sabatini]

Yuk, baca tulisan saya yang lain :

1. Ini nih yang dulu saya praktekin sehingga bisa lolos Ujian Masuk UGM

2. Tips Belajar Bahasa Inggris Asyik

3. Pengalaman Presentasi di Seminar Internasional

Kangen Westlife..

Ceritanya judul ini tiru-tiru iklan kangen OVJ itu.. Eh, iklannya bagus lho, simple tapi beda dengan iklan tayangan yang selama ini kita lihat di TV.. Dan si mbak yang jadi bintang iklannya itu meskipun bukan artis terkenal, tapi mukanya gemesin deh.. Lugu-lugu gimanaaa gitu, bikin pengin menganiaya.. Hehe..

Akhir-akhir ini saya senang browsing tentang apa saja, sesuatu yang saat itu terlintas di benak saya.. Mulai dari browsing resep, harga barang, iklan lama, atau yang tidak penting sama sekali seperti googling “berapa kali dalam sehari manusia kentut”.. Tuh, betapa sibuknya hari-hari saya.. (^^ ,)

image

Favorit saya : Mark <3 (tapi apa mau dikata ternyata dia gay T.T)

Kemarin sambil mengumpulkan niat untuk bersih-bersih rumah, saya iseng browsing lirik lagu lama, keterusan sampai download mp3-nya.. Nah, kalau urusan lagu lama sebenarnya banyak sekali lagu lama yang menjadi favorit saya, bahkan lagu sebelum saya lahir.. Tapi berbicara mengenai tokoh musik idola, Westlife adalah idola pertama saya..

Lagu yang paling banyak saya download kemarin adalah lagu-lagu westlife.. Sesuatu banget gitu lho, download satu lagu, tiba-tiba teringat lagu berikutnya di album itu.. Seperti ingatan berantai.. Jadilah download lagu berikutnya juga.. Sampai-sampai saya browsing daftar album dan lagunya.. Beberapa judul memang saya lupa, tapi ketika cari tau liriknya ternyata lagu itu juga favorit saya..

Seharian bersih-bersih rumah dan memasak sambil ditemani lagu-lagu dari westlife itu sesuatu banget.. Bikin nyapu sambil senyum-senyum sendiri, bikin masak sambil ngalamun lupa cabenya ga ikut ditumis.. (- – ,)

Gimana ga bikin senyum, keinget masa-masa dulu sewaktu akhir SD sampai awal SMP.. Bagaimana saya selalu membeli poster westlife terbaru di abang-abang depan SD.. Bagaimana gosip tentang tabloid apa yang sedang memuat westlife di sampul muka langsung menyebar dengan kecepatan 100 km/jam, merasa bangga kalau jadi yang pertama yang membawa tabloid ber-cover westlife itu ke sekolah.. Bagaimana saya harus punya semua CD westlife mulai dari versi video klip resmi, versi konser di Malaysia, konser di Taiwan, sampai Diary Westlife.. Termasuk bagaimana kami menggandrungi personil idola kami masing-masing, bagaimana kita biasa berantem ala anak SD saat rebutan (?) personil..

 

image

Saya ga ikut kepoto.. huhuhu.. Soalnya yang moto saya..

 

Bukan hanya itu, ingatan saya benar-benar detail berkat bantuan lagu! Bagaimana suasana kelas di lantai 2 sewaktu kelas 1 SMP, udara panas yang berhembus dan nina bobok dari Bu Guru #eh.. Bagaimana bel panjang jam setengah dua siang membuat siswa ketiga kelas di lantai dua itu berdesak-desakan menuruni tangga yang sempit.. Bagaimana kita bingung milih jajan cakue atau bakso ketika uang saku tinggal 500 perak.. Bagaimana muka lelah kita menggendong tas yang mungkin lebih berat dari tubuh kita sendiri (wew lebay) berjalan ke tempat pool bus, dan bagaimana kesalnya ketika bus bertarif Rp 300,- yang datang selalu sudah penuh sampai bergelantungan karena sebelumnya sudah lewat SMA 4 dan SMP 25.. Lalu saat lapar melanda dan siang makin terik, kita jajan es buah seharga Rp 1.500,- di warung seberang jalan yang sekarang sudah tergusur karena lapangan bola sudah dipagari.. Dan kalau kebetulan masih ada sisa uang saku kemarin, kita memilih naik angkot oper..

Kadang jika jadwal bimbingan, teringat dengan detail juga betapa ngantuknya karena hanya 15 siswa saja dalam satu kelas, apalagi ketika hujan tiba.. Teringat pulang bimbingan sore-sore dijemput Bapak pakai motor Cina dengan helm kuning lewat gerbang belakang sekolah.. Atau bagaimana saat berangkat diantar Ibuk pakai motor Suzuki Family, dimana saya senang bisa melihat matahari terbit di ujung tanah kosong berhektar-hektar yang sekarang telah berubah menjadi dua mall terbesar di Jawa Tengah.. Bagaimana saya biasa belajar di belakang punggung Ibuk, sambil memegang buku yang ditiup angin erat-erat, atau bagaimana paniknya saat teringat ada PR yang belum dikerjakan sementara waktu sudah mepet..

image

Seandainya waktu itu ponsel berkamera sudah mudah didapatkan seperti sekarang, mungkin saya akan memasang foto-foto di sini.. Namun tak banyak yang bisa dikenang melalui gambar cetak, karena foto dari kamera film milik saya pun sudah tersapu banjir tahun 2007 silam.. Dan sayangnya, yang dulu paling sering membawa kamera hanya saya, itu pun hanya saat ujian kenaikan kelas saja..

Bagi saya, masa-masa itu hanya bisa dikenang lewat lagu, juga gambar yang hanya dalam memori.. Betapa sederhana bahagia itu, pagi ini saya bangun tidur dengan hati berbunga-bunga.. Setelah saya telusuri, ini karena saya punya lagu-lagu westlife untuk menemani saya lagi hari ini..

Terimakasih Westlife, telah membantuku menjaga kenangan itu dengan baik.. :-)

[Nov Sabatini]

 

Yuk, baca juga tulisan saya yang lain :

1. Karokean pakai aplikasi yuk, rekaman kita bisa didownload jadi mp3 loh!

2. Referensi tempat belanja oke di Jakarta

3. Kenangan masa lalu (ish, saya kenapa selalu gagal mupon gini yah?)

Jadi, Kapan Donk..?

Kapan adalah sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, apalagi bila jawabannya masih tanda tanya besar yang berada di masa depan.. Tapi, disadari atau tidak, seiring bertambahnya usia kita akan sering mendapat pertanyaan ini, atau malah kita yang menjadi si penanya (yang tidak tahu diri, #eh)..

Kapan nih lulus kuliah?
Kerja dimana? Oh, belum ya.. Kapan donk dapet kerja?
Loh kok masih jomblo aja, kapan punya gandengan?
Aduh udah digandeng 2 tahun, kapan nih undangan nikahnya?
Kapan nyusul punya baby?
Loh kok baru 1, kapan si kakak punya adek?
*dan seabrek kapan-kapan lainnya*

Saya heran, kok hobi banget ya nanya-nanya seperti itu.. Bukan cuma kerabat, tetangga, teman, saudara, bahkan kadang orang tua.. Mungkin itu hanyalah pertanyaan basa-basi yang sudah dianggap lumrah, namun untuk menjawabnya kadang sambil bercucuran keringat dingin dan air mata.. (wew lebay)

 

image

Memang, secara tidak sadar saya pernah berada di posisi penanya (yang tidak tahu diri itu tadi loh).. Bukan maksud saya untuk sengaja membandingkan, tapi terkadang hanya formalitas “oh, kalau udah kuliah 4 tahun berarti udah skripsi nih 》》》nanyain tentang kelulusan” dan detik berikutnya jika si penjawab cerdas berkilah dengan jawaban lucu suasana akan jadi cair dan akrab, meskipun mungkin dalam hati yang ditanya menangis.. Namun jika yang ditanya bereaksi sebaliknya maka eng ing eeeeeng, perbincangan pun menjadi awkward.. Dalam hati, aduh salah nanya ya tadi..

Saat ini, saya sedang terganjal pada pertanyaan nomor lima, kapan punya baby? Jelas saya tidak tahu jawabannya, secara anak adalah anugerah dan titipan dari Alloh, jadi kehendak-Nya lah akan diberikan kapan dan ke siapa.. Dari sini, saya banyak sekali belajar bahwa kehidupan orang lain ternyata tidak selalu semulus kehidupan kita..  Beberapa orang tidak terlalu beruntung untuk selalu mendapatkan apa saja yang mereka mau..

Alhamdulillah sepanjang hidup saya selalu lancar dan sempurna.. Lulus tepat waktu, sempat merasakan bekerja (meskipun ditolak perusahaan berkali-kali), punya pacar (meskipun baru di bangku kuliah), dan menikah tepat waktu.. Namun rupanya, kesempurnaan yang diberikan Alloh membuat saya kurang paham apa arti bersyukur.. Maka ujian ini datang..

Ujian datang bukan hanya membawa masalah, namun sebaliknya memberi seabrek-abrek pelajaran bagi saya.. Mengenai kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, sekaligus membuat saya kembali berkaca tentang apa saja yang sudah saya lakukan, termasuk di antara mengenai pertanyaan “kapan?”.. Hasil akhirnya tentu saja, bukan hanya mendapatkan baby melainkan lebih dari itu, tentang doa yang tak putus, tentang kesabaran yang semakin panjang, tentang ikhlas terhadap apapun yang terjadi nanti, tentang bangkit lagi setelah putus asa, tentang menerima pasangan apa adanya dan berjuang bersama, bahkan tentang public speaking bagaimana cara menjawab apabila pertanyaan lainnya datang suatu saat nanti..

 

Saya bersyukur, sempat mengalami ujian ini.. Karena ujian Alloh tidak akan melampaui kemampuan hamba-Nya, insya Alloh bersama ujian yang berat maka kita terpilih menjadi hamba yang hebat.. Di balik kesempurnaan yang terlihat dari kehidupan seseorang, mungkin ada kesedihan dan masalah yang menyita pikiran.. Di balik kesusahan yang terlihat menimpa seseorang, ada rasa syukur dan bahagia di dalam hatinya.. Kita tidak pernah tau apa yang benar-benar dipikirkan dan dirasakan orang lain, jika kita tidak menjadi orang tersebut..

Untuk siapa pun yang tersakiti dengan pertanyaan dan perkataan saya baik yang saya sadari maupun yang tidak, melalui kesempatan ini saya minta maaf.. Untuk siapa pun yang saat ini tengah berjuang demi masa depan yang lebih baik, yang tengah berjuang untuk menjadi seseorang yang lebih baik, kamu nggak sendirian!

Semangat berjuang ya! :-)

[Nov Sabatini]

Yuk, baca juga tulisan saya yang lain :

1. Referensi tempat belanja oke di Jakarta

2. Karokean pakai aplikasi yuk, hasil rekaman kita bisa didownload kadi mp3 loh!

3. Resep mushroom sautee jamurnya pakai jamur kancing karena ngga ada jamur champignon

Kucing..

Haah, judulnya so simple, bingung mau dijuduli apa.. Saya suka binatang, apa saja, kecuali kecoa.. Kadang kalau lihat di TV tayangan tentang beruang, panda, bahkan macan, tidak jarang saya ingin memelihara mereka (?) saking gemesnya.. Tanya saja Bapak atau Suami yang selalu menjawab celetukan asal saya itu dengan anggukan, toh nanti kalau ada iklan mie juga lupa sendiri tentang macan dkk tadi.. Hehe..

image

Pacaran Niye!

Dari kecil, saya memang pingin memelihara hewan, dulu sih suka banget sama anjing.. Sehari-hari main sama anjing tetangga, sampai-sampai anjing itu ngikutin saya ke sekolah (walhasil semua teman naik ke meja, lalu saya disuruh pulang sama bu Guru.. horeeeee!! *loh malah gembira*).. Tapi saya tidak kesampaian pelihara anjing, karena Ibuk lebih memilih ayam.. Alasannya sederhana, supaya telurnya bisa dijual.. Dari ayam kemudian meningkat sedikit, pelihara kutilang, ya masih unggas juga sebenernya.. Lalu sempat pelihara ikan dan kura-kura, tapi kemudian dijual Ibuk karena kura-kura suka hilang di bawah kursi.. Tuh kan mulai melenceng nih topiknya..

Singkat cerita, beberapa puluh tahun kemudian mulai kesampaian pelihara hewan unyu-unyu.. Setelah sempat pelihara hamster, saat awal kerja saya nekat membawa pulang kucing teman kerja saya.. Eits, bukan maling lho, tapi dihibahi.. Nah ini yang menarik.. Karena ternyata Rasululloh SAW pun memelihara kucing yang dinamai Muezza.. Bahkan Abu Bakar RA, saking banyak kucing peliharaannya beliau dijuluki Bapak Kucing.. Nanti silakan browsing cerita lengkapnya, yang jelas dalam Islam kucing ini diistimewakan sebagai hewan peliharaan.. Belakangan baru terungkap bahwa kucing itu binatang yang higienis, oleh karena itu paling oke untuk dipelihara.. Bukannya diskriminatif, tapi scientific, belakangan terungkap bahwa anjing dan babi cenderung memiliki lebih banyak kuman daripada manusia.. Luar biasa bukan, Rasululloh sudah mengharamkan kedua hewan tersebut jauh sebelum ilmuwan mengungkap fakta itu..

 

image

Menunggu Untuk Sarapan..

Binatang kan lucu, ya.. Apalagi kucing dan anjing, bisa paham kalau diajari atau diajak bicara (beneran lho).. Tapi saya heran, ada saja orang yang gemar menyiksa binatang, dalam hal ini terutama kucing.. Memang populasi kucing liar lebih banyak daripada anjing liar.. Dalam sehari, coba hitung berapa kali ada kucing lewat depan rumah? Ada lebih dari sepuluh kali kucing lewat depan rumah saya.. Apabila menaruh makanan seperti ikan atau ayam di meja dengan akses terbuka, otomatis perhatian kucing yang lewat pun tersita hingga akhirnya raib sudah ikan itu ketika jam makan tiba.. Jika pelaku kepergok, pastilah akan dilempar sandal.. Yah sekedar pelampiasan boleh, asal tidak menyakiti.. Yang keterlaluan adalah, hal-hal semacam itu dijadikan alasan untuk lain kali memburu kucing yang melenggang tak berdosa di depan rumah, pakai pistol atau anjing pemburu.. Astaghfirulloh..

Memang kasian nasib kucing jalanan.. Padahal jika mau berpikir sedikit lebih dalam, bukankah naluri hewan untuk mencari makan? Mana dia tau, itu punya orang yang dibeli pakai uang.. Hewan tidak sepintar itu, kawan.. Nalurinya hanya mengisi perut yang lapar.. Justru jika manusia (yang katanya) pintar, sebaiknya lebih preventif dan hati-hati seperti memakai tudung saji, atau menutup pintu, bisa kan sebenernya?

Saya punya cara lain yang lebih halus untuk mencegah agar kucing tidak mencuri makanan kita, yaitu dengan memberinya makan! Jangan diberi makan ikan atau ayam seperti makanan kita, tapi berikan makanan khusus kucing (catfood).. Dengan begitu dia akan terbiasa dan tau, mana makanannya dan mana yang makanan manusia..

 

Di sini saya memang tidak boleh pelihara hewan oleh suami karena repot nanti kalau pindah.. Untuk mengobati kangen sama Momo, saya beli saja makanan kucing.. Tidak perlu yang mahal, malah saya beli yang paling murah se-toko.. Tiap pagi kalau ada kucing lewat, saya kasih makan.. Lama-lama rumah jadi rame, sekarang setiap pagi setidaknya ada 2 ekor kucing yang sudah menunggu di depan pintu untuk sarapan.. Begitu juga sore hari, kadang siang hari pun ada saja kucing yang tidur di depan pintu.. Rasanya menyenangkan, di kala sepi sendiri tiba-tiba ada saja yang datang.. Mereka pun tidak pernah masuk rumah, paling banter di sekitar pintu.. Kalau masuk rumah, saya langsung bentak agar tidak kebiasaan, dan mereka pun langsung kembali ke depan pintu kemudian duduk..

Intinya, kalau pelihara kucing, kasih makan hingga kenyang (ingat, pakai catfood).. Kalau kucing sudah kenyang maka jarang akan mencuri makanan kita.. Apalagi kalau kebiasaannya pakai catfood, Mocca (kucing saya yang hilang) saja dikasih catfood merk lain tidak mau, harus merk dan rasa yang itu.. Mocca tidak pernah mencuri ikan atau ayam di meja.. Yang kedua, kucing perlu dibiasakan.. Dibiasakan tidak masuk kamar atau dibiasakan tinggal di rumah pada jam tertentu.. Beberapa kali dibentak atau diancam pakai sapu jika masuk kamar, lama kelamaan kucing akan paham.. Selanjutnya hanya dengan mengacungkan telunjuk dan bilang “hayo!” Kucing akan menjaga jarak dan urung masuk kamar.. Sudah saya buktikan pada kucing yang biasa main ke kontrakan.. Di rumah, Momo (kucing yang sekarang) dibiasakan tidur malam di rumah.. Tiap jam 11 jika Momo belum pulang maka Bapak akan mencarinya keliling perumahan.. Lama kelamaan, Momo mengerti dan entah bagaimana cara Momo mengepaskan jam, sekarang sekitar jam 11 malam pasti Momo pulang sendiri.. Dulu, Mocca sebaliknya, sepanjang malam berada di luar rumah.. Namun setiap jam setengah lima pagi ketika Bapak akan sholat Subuh, Mocca sudah ada di depan pintu kamar minta makan.. Memang butuh tegas terhadap hewan, agar tertib..

image

Pesta Kucing..

Ada 2 hadits yang saya ingat tentang kucing, yang pertama mengenai seorang wanita yang mengurung kucing tanpa memberinya makan hingga akhirnya kucing itu mati.. Wanita itu dicontohkan sebagai calon penghuni neraka.. Yang kedua, seorang wanita pezina yang memberi makan kucing kelaparan.. Wanita ini kemudian dimasukkan ke surga.. (lupa gimana bunyi hadits tepatnya, silakan browsing juga)..

Nah, bagi saya sendiri hadits itu mengingatkan untuk berbuat baik tidak hanya pada sesama manusia melainkan pada semua makhluk-Nya.. Oleh karena itu, marilah kita mulai tengok sekeliling kita.. Cukup sediakan seember air di depan rumah pada musim kemarai, agar hewan yang lewat bisa minum di situ.. Cukup dengan membuang nasi sisa di tempat terbuka, agar burung-burung dan ayam bisa memakannya.. Cukup dengan meletakkan nyamuk yang mati setelah ditabok di dekat lubang semut, agar dekat diangkut ke sarangnya..

Beramal tidak susah dan tidak harus mahal.. Hanya saja sesuatu yang baik meskipun sepele kadang bisa terasa amat berat untuk dilakukan..

Sesederhana itu..

[Nov Sabatini]

Tribute to all cats in the world..

Yuk, baca artikel yang lain juga :

1. Kucing kalau patah hati kayak gimana sih?

2. Pelihara kucing bikin susah hamil? Yuk simak dulu penjelasan SPOG

3. Kucing rasa karamel vs kucing rasa vanila

In Memoriam Of Pusy..

Sudah banyak tulisan yang saya buat mengisahkan beberapa hewan peliharaan kami sekeluarga dan betapa kami sayang mereka.. Terlalu sayang malah, sehingga terlalu sedih saat harus melepaskan yang disayang..

Akhir tahun 2013 kemarin, kami kehilangan Mocca yang pergi tanpa pamit dan tak kembali sampai sekarang.. Dan kemarin (18 Nov 2014), kami juga harus mengikhlaskan Pusy, kucing kesayangan keluarga kami..

 

image

Memories of Pusy..

Terakhir saya bertemu Pusy adalah sewaktu pulang mudik lebaran bulan Agustus.. Selebihnya saya hanya rutin dikirimi foto piaraan di rumah..  Waktu itu Ibu mengeluhkan piaraan kok akhir-akhir ini tidak mau makan banyak, mungkin karena bosan.. Maklum, sering ganti-ganti dan coba-coba makanan baru sehingga kebiasaan gampang bosan.. Ibu lalu meng-upgrade makanan mereka menjadi yang seharga Rp 100.000,- per kilo.. Sejak itu, Pusy makannya jadi tak terkendali (karena makanan memang tidak dijatah, disediakan sepanjang hari) dan dalam satu bulan menjadi super gendut.. Didukung dengan sifat penakut Pusy yang membuatnya sepanjang hari dan malam hanya di sekitaran rumah, tidak berani berkeliaran, sehingga kebanyakan waktunya selain makan adalah tidur..

Seminggu yang lalu Pusy tidak mau makan dan tidak semangat kemana-mana.. Saat dibawa ke dokter, diukur suhunya ternyata demam.. Pusy kemudian disuntik untuk menurunkan demam dan diberi vitamin agar mau makan kembali.. Malamnya, Pusy sudah mulai mau berkeliaran di sekitar rumah.. Namun nafsu makannya tetap tidak meningkat, hingga suatu titik dimana 2 hari sama sekali tidak makan..

 

Ibuk lalu membawa Pusy kembali ke dokter hewan, oleh dokter dicek ternyata sudah pucat dan harus infus agar mendapat nutrisi.. Jadilah Pusy opname rawat inap di klinik veterinari dekat rumah..

Esoknya, Bapak dan Ibuk ke klinik meninjau perkembangan Pusy.. Sudah agak baikan, sudah tidak pucat, sudah mau mengeong ketika dielus Ibuk meskipun lirih.. Ternyata, penyebabnya adalah Pusy tidak bisa poop.. Kebanyakan makan, kurang minum sehingga poop-nya keras dan tidak mau keluar, setelah dibantu dokter sedikit-sedikit bisa keluar dan Pusy mulai mau makan.. Namun, dokter belum mengizinkan pulang karena kondisinya masih lemah dan diperkirakan masih ada poop di dalam yang belum bisa keluar..

image

Kasian.. :-(

Kemarin siang kami bahkan sudah memperkirakan besok atau lusa Pusy sudah boleh pulang, rencana besok Ibuk ke klinik lagi bersama adik saya sekalian mengisi angin roda depan mobil siapa tahu sekalian bisa membawa pulang Pusy..

Sorenya, Bapak mendapat kabar dari klinik bahwa Pusy drop.. Badannya kuning karena kotoran yang tidak bisa keluar sudah jadi racun dan diserap tubuh.. Pukul 16.00 sore Pusy meninggal..

Sedihnya, kami sekeluarga.. Saya langsung telpon Ibuk saya, yang saat itu masih menangis.. Saya pun pagi ini bangun tidur rasanya ada yang hilang..

image

Ah Pusy, aku kangen..

Kata Bapak, Pusy sudah dipasrahkan ke klinik, minta diurus dan dikuburkan yang baik.. Rasanya tidak tega melihat Pusy yang kemarin masih digendong dan mengeong sekarang sudah tidak bernyawa, apalagi menguburkannya sendiri.. Kadang, kesan terakhir tidak bisa dilupakan.. Oleh karena itu, biarkanlah kesan terakhir kami mengenai Pusy adalah ketika diserahkan ke klinik untuk rawat inap, anggap saja seperti Pusy diberikan ke orang lain kemudian orang tersebut pindah entah kemana..

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berharap semoga Pusy yang lucu tetap lucu seperti seekor anak kucing yang dekat dengan orang tua saya.. Don’t grow up! Dan memang, Pusy tidak bertambah dewasa lagi sekarang.. :'(

image

Bapak sayang banget sama Pusy..

image

Pasti lebih sedih daripada aku..

image

Berkabung..

Kecewa dan kehilangan memang ada, apalagi kesedihan.. Tapi kami sedikit lega karena sudah berusaha semampu kami, dan sekarang Pusy sudah bahagia di sana, tidak merasakan sakit lagi.. Mungkin banyak orang mencibir, segitunya sama kucing.. Tapi biarlah, kami terima saja, biarkan mereka berkata semaunya karena mereka tidak bisa merasakan sayang kami pada Pusy.. Biar bagaimana pun, bagi keluarga kami piaraan adalah part of the family, kami bertanggung jawab dan sayang pada mereka..

“Banyak orang mencibir, biarkan saja.. Misal mereka punya anak jelek lalu jatuh sakit dan opname, apakah kita berhak berkata “Anak jelek kayak gitu aja dibelain opname”, enggak kan? Tiap orang punya kesayangan sendiri-sendiri, memang ekstrim tapi bagi catlover kucing itu sudah seperti anak sendiri.. Dan itu yang terjadi padaku,” kata teman saya [Dibsi B.S, 2014]..

image

Kesayangnku..

Well, selamat jalan Pusy.. Kelucuanmu dan kenakalanmu yang menggemaskan akan kami kenang.. We love you..

[Nov Sabatini]

Yuk, baca tulisan saya yang lain :

1. Piara kucing bikin susah hamil? Yuk, simak penjelasan SPOG

2. Cara mengajari kucing agar tidak mencuri makanan

3. Pusy patah hati ditinggal KP