Rumah Sakit Hewan Ragunan..

Telat banget, mau nulis ini mood-nya ngga dapetdapet jadi kemarin saya skip sama judul yang lain dulu deh.. Oke saya tulis dengan ringkas, padat, dan tunjeppoin aja ya.. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April menjelang Mei, saat itu usia anak-anak kucing saya 2,5 bulan (lahirnya 20 Februari)..

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan


KIKIS

Awal cerita, salah satu dari tiga anak kucing saya (sebut saja namanya Kikis) ngga mau makan, tiduran aja seharian, keliatan lemes gitu.. Saya cerita ke Ibuk dan Bapak yang sudah berpengalaman dalam menangani kucing sakit, menurut beliau 75% yakin kalau kucing saya cacingan.. Padahal ngelihat aja engga, cuman diceritain doank, sakti banget ya.. *proud to be their daughter* haha..

Akhirnya saya dan si Om beli obat cacing di petshop sekitaran rumah.. Oleh si penjaga toko, diberi dua pilihan yaitu Drontal (bentuk tablet) dan Albenworm (bentuk sirup).. Dengan pertimbangan lebih gampang ngasih ke kucingnya, kita pilih yang sirup.. Harganya kalau ngga salah sekitar Rp 30.000,- lupa tepatnya soalnya udah lama.. Yang jelas gocap masih sisa..

Obat ini warnanya biru, lucu ya.. Kocok dulu sebelum diberikan, warnanya akan berubah menjadi sedikit keruh.. Tidak terdapat petunjuk penggunaan yang jelas pada botol kemasannya, karena memang pada dasarnya obat ini diberikan memakai resep dokter tergantung kondisi kucing yang sakit..

Di botol hanya ada petunjuk pemakaian berupa : 2,5 ml (setengah sendok teh) untuk 10 kg berat kucing.. Pakai pipet yang ada ukurannya ya, lebih enak pakai yang kecil ukuran 1 ml.. Oleh penjaga petshop disuruh 3x sehari, tapi sesampainya di rumah saya urung memberikan ke kucing karena ketidakpastian takaran..

Lagipula, tepat sesampainya kami di rumah, Kikis mati tertabrak tukang siomay, padahal obatnya belum sempat dibuka.. Ironis ya? Sedih banget saya..

Kucing diare

Ucu


UCU

Beberapa hari setelahnya, gantian anak kucing saya yang lain (sebut saja Ucu) mulai mencret.. Ngga cuma Ucu sebenarnya, Miu pun mencret, namun Ucu lebih parah.. Kami coba mempuasakan mereka sehari lebih, namun ini susah dilakukan karena pada prakteknya mereka gagal puasa karena dikasih makan oleh tetangga.. Kami coba beberapa cara lain seperti memberikan tempe mentah dan yoghurt.. Namun setelah empat hari, kondisi mereka masih sama, bahkan cenderung memburuk..

Lagi-lagi saya konsultasi kepada kedua orang tua saya, saya menduga mereka diare karena pakan mereka yang baru saja diganti.. Namun lagi-lagi kedua orang tua saya bilang mereka cacingan *hidup cacingan!*

Karena ragu-ragu, dan masih trauma akan Kikis yang baru saja mati, akhirnya saya pilih membawa Ucu ke dokter hewan saja, daripada kenapakenapa.. Sebelumnya sempat browsing mengenai rumah sakit hewan di Ragunan.. Kami sering mondarmandir lewat jalan Harsono RM karena deket banget dari rumah, malah dulu kami sempat kos di sekitar sana, tapi ngga pernah tau sebelah mana rumah sakit hewan Ragunan..

Rumah Sakit Hewan Ragunan

Rumah Sakit Hewan Ragunan


Berbekal keranjang piknik merk Rio (di petshop harganya Rp 95.000,-) dan doa semoga rumah sakitnya buka, jadilah hari Sabtu kami coba mencari Rumah Sakit Hewan Ragunan, yang ternyata letaknya sebelahan sama Pusdiklat PLN (masuk ke gang Pusdiklat PLN).. Belakangan kami baca dari pengumuman yang tertempel di dinding rumah sakit, ternyata Rumah Sakit Hewan Ragunan buka tiap hari, bahkan UGDnya buka 24 jam..

Pertama-tama, kami mengisi formulir dulu untuk mendaftarkan Ucu.. Front Office nya ramah-ramah.. Karena saya tidak tau Ucu jantan atau betina maka saya isi jantan (badannya gede sih).. Setelah daftar, kami duduk di ruang tunggu sambil melihat-lihat sekitar..

Enak banget suasananya, teduh, banyak pohon, ngga berisik karena lumayan masuk ke dalam dari jalan raya, pokoknya bikin pengen tidur siang(?).. Dan pastinya banyak banget kucing berkeliaran di sana.. Jinak-jinak karena ternyata diberi makan oleh pihak rumah sakit.. Salah satu kucing ada yang tidur di kursi ruang tunggu di samping saya.. Ada petshop juga di dalam rumah sakitnya.. Tidak banyak pasien yang antre, hanya satu-dua kucing dan anjing.. Mereka bawa kucing ras, sedangkan saya bawa Ucu kucing domestik.. Hooo..

Dokter Hewan Jakarta

Dokter Hewan Jakarta


Tak lama, kami pun dipanggil “kucing Ucu” untuk masuk ruang periksa.. Setelah mendengarkan cerita saya mengenai apa yang Ucu alami (?) Dokter pun melakukan serangkaian tindakan : ukur suhu badan (lewat belakang), cek feses (cacingan atau tidak), cek kutu telinga.. Dokternya ramah, saya diperbolehkan mengambil gambar..

Hasilnya : kutu telinga dan cacingan positif semua, dan Ucu betina

Tapi penyebab utama mereka diare adalah karena ganti pakan, seperti dugaan saya.. Untuk diarenya, dokter memberi Lacto-B yang tidak lain dan tidak bukan adalah obat diare untuk balita.. Untuk umur Ucu, cukup setengah bungkus saja, dilarutkan dengan sedikit air (bentuk obatnya bubuk)..

Dokter mempraktekkan cara meminumkan obat yang baik dan benar, sehingga bisa saya contek di rumah, mengingat saya mungkin melakukannya sendirian karena kalau siang si Om kerja..

Sedangkan untuk cacingan, Dokter memberikan Drontal.. Dosisnya satu tablet untuk 4 kg berat kucing.. Karena saat ditimbang, berat Ucu 800 gram maka Ucu diberi seperempat tablet saja.. Selanjutnya terus dipantau, apabila masih muntah dan diare (apalagi kalau ada cacingnya) maka obat tersebut diberikan lagi jarak seminggu kemudian..

Pet Taxy RSH Ragunan

Pet Taxy RSH Ragunan


Untuk obat cacing cair yang terlanjur kami beli, saya sempat menanyakan dosisnya juga, jaga-jaga saja karena Drontal hanya diresepkan satu tablet untuk Ucu dan Miu sekaligus.. Kata Dokter, pemakaian Albenworm sama saja dengan Drontal, yaitu cukup sekali dalam satu minggu.. Untung saja waktu itu saya tidak menuruti kata penjaga toko, kalau diberikan 3x sehari bisa-bisa ususnya terbakar, gitu kata Dokter..

Satu obat lagi, yaitu obat kutu telinga.. Bentuknya tetes.. Dokter hanya bilang diberikan pagi dan sore, masing-masing telinga 2-3 tetes tanpa ada kejelasan diberikan berapa hari, dan saya lupa nanya.. Pada akhirnya pakaikan sekitar 5 atau 7 hari, semua kucing yang mampir ke rumah saya tetesin telinganya (Spon Kecil, Ucu, Miu, Mang Engkus, Spongrab, Cisbundel) bahahaha..

Note : obat diarenya ampuh banget, cukup satu kali minum sorenya langsung sembuh! Jadilah sembilan bungkus Lacto-B saya nganggur di kulkas..

Pagi itu, kami kena invoice Rp 300.000,- sudah termasuk semuanya, dari biaya pendaftaran, biaya konsultasi ke dokter, biaya cek laboratorium, dan obat-obatan (3 macam obat)..

Note : selain UGD 24 jam, rumah sakit ini menyediakan ambulance (taksi khusus) untuk antar-jemput pasien (baca : hewan).. Nomor telepon terlampir di foto.. Untuk biaya, silakan tanya lebih lanjut ya karena saya ngga kepikiran nanya pet taxy ini soalnya RSH deket banget dari rumah..

Kucing sakit

Miu


MIU

Kurang dari seminggu setelah periksa Ucu, gantian Miu yang sakit.. Diarenya sih sudah sembuh, tapi mendadak Miu ngga mau makan.. Lemes aja.. Padahal sudah saya beri obat cacing, untuk diberikan lagi harus jarak seminggu..

Kurang lebih tiga hari, Miu ngga mau makan.. Bahkan ngga mau nyusu ke induknya.. Sudah saya coba memancingnya dengan makanan basah, tapi cuman dilirik doank.. Karena keadaannya memprihatinkan, si Om ngga tega juga dan akhirnya minta saya membawa Miu ke Rumah Sakit Hewan Ragunan untuk diperiksakan (bersyukur banget punya suami seperti beliau).. Hari Rabu pagi, saya berdua Ibuk berangkat ke RSH Ragunan berbekal semangat, doa, harapan, dan tak lupa keranjang Rio berisi Miu..

Note : keranjang Rio ini sepertinya sangat populer, sampai-sampai di jendela kasir RSH Ragunan banyak terdapat tempelan stiker bekas keranjang RIO..

Jujur, saya ngga tau Miu sakit apa.. Karena ngga ada angin ngga ada badai tiba-tiba saja tidak mau makan.. Tiba di RSH kami mendaftar (satu kucing satu kali daftar) kemudian menunggu di ruang tunggu sambil foto-foto dan memberi makan kucing-kucing di sana.. Kami bawa cat food karena berdasarkan pengalaman memeriksakan Ucu kemarin di sana banyak kucing bertebaran (?)..

Kucing tidak mau makan

Kucing tidak mau makan


Setelah diperiksa oleh Dokter (dokternya beda dengan yang memeriksa Ucu) ternyata Miu demam, dan cacingnya masih ada.. Kami tidak diberi Drontal lagi karena yang kemarin masih sisa setengah (Ucu seperempat, Miu seperempat) kata Dokter diberikan Miu setengah tablet nggapapa, tentunya setelah jarak seminggu dari terakhir kali diberi Drontal..

Miu diresepkan obat penurun panas amoxicillin, dua kali sehari sebanyak 1 cc (satu kali suntikan pipet).. Obat ini harus konsisten diberikan selama 7 hari, meskipun kucingnya sudah sembuh.. Sepertinya ini antibiotik *kumat sotoy nya*

Note : meskipun secara fisik Miu lebih kecil dibanding Ucu, tapi berat badan Miu 900 gram.. Mungkin karena Miu jantan ya..

Selain itu, Miu juga diberikan vitamin biolysin syrup, sebanyak 1 cc sehari, obatnya familiar ya hehe..

Dokter mewanti-wanti sekali agar Miu dipaksa makan, minimal sehari dapet setengah bungkus makanan basah (yang kemasan sachet).. Karena kalau tidak kemasukan makanan, kucing harus diopname..

mengobati kucing diare

mengobati kucing diare


Jeng jeng!

Kalau kucing Ibuk dan Bapak di Solo, sudah banyak yang opname.. Banyak yang mati juga waktu mondok di klinik.. *pengalaman orang tua saya dalam hal perkucingan sudah pro* Tapi ini di Jakarta bo‘, abis berapa cobak kalo sampe mondok di RSH..

No way

Berbekal tekad emak-emak irit, saya berdua ibu saya menyuapi Miu secara paksa.. Susah cuy! Meskipun Miu masih 2,5 bulan tapi sukses membuat luka di jari Ibuk saya, hiks.. Sampai pada akhirnya kami berdua trauma sekaligus kewalahan, akhirnya kami belikan susu khusus kucing.. Satu sachet seharga Rp 7.000,- di petshop.. Selama kira-kira dua hari Miu hanya minum susu tersebut saja.. Kalau benda cair lebih gampang nyuapinnya.. Airnya jangan banyak-banyak, susu dibikin sekental mungkin..

Sekitar tiga hari setelah diperiksakan, Miu perlahan mulai membaik.. Mulai agak mudah disuapin, mungkin dia paham kalau saya harus nyuapin dia seorang diri mengingat tak lama setelah periksa ke RSH Ibuk harus balik ke Solo.. Mulai bisa saya suapin makanan basah, meskipun belum banyak, dibikin sedikit tapi sering saja..

Berangsur-angsur Miu mau nyusu induknya lagi.. Kemudian mulai mengendus makanan kering.. Alhamdulillah..

Oiya, invoice periksa Miu habis sekitar Rp 200.000,- kalau tidak salah.. Amplopnya saya cari ngga ketemu deh, hehe..

Demikian pengalaman kami dalam kucing-kucingan di Jakarta, semoga ada manfaatnya..

Note : di kanopi RSH Ragunan terdapat papan yang ditempel foto-foto beberapa anjing dan kucing.. Mereka adalah anjing dan kucing yang kurang beruntung, ditelantarkan pemiliknya.. Setelah berobat mereka tidak ditebus, kasian ya.. Mereka available for being adopted.. Pinginnya sih semua saya adopsi, tapi mengingat satu dan lain banyak hal sepertinya belum memungkinkan.. Kucing-kucing ini (Ucu, Miu, dkk) pun sebenarnya bukan kucing peliharaan saya, hanya kucing liar sekitaran sini yang memeliharakan diri (?) pada saya.. Kebanyakan datang ketika jam makan saja, hanya beberapa ekor yang menetap (tidur klesotan) di rumah..

adopsi kucing jakarta

adopsi kucing jakarta


ADOPT, DON’T BUY!

Jual-beli kucing haram hukumnya dalam Islam! Rasulullah SAW melarang makan uang hasil penjualan anjing dan kucing (HR Abu Daud, HR Turmudzi).. 

Salah satu dari banyak dalil, silakan dipelajari lebih lanjut untuk dalil yang lainnya..

SAVE DOMESTIC CATS!

Advertisements

Program Hamil dari Sisi Psikologis..

Tadinya mau saya kasih judul “Konsultasi Psikologis sebagai Salah Satu Media Alternatif Program Hamil” tapi setelah saya pertimbangkan, selain panjang banget juga lebih mirip judul skripsi.. Hehe..

Salah satu dari banyak alasan saya diseret teman saya untuk ikut tes MMPI kemarin adalah sebagai bagian dari program hamil.. Sudah banyak sekali saya baca berseliweran di dunia maya, cerita mengenai program hamil, beberapa di antaranya sudah sekian tahun menanti dan akhirnya memutuskan untuk IVF, eeeh tau-tau hamil sendiri secara alami sebelum IVF dilaksanakan..

Kuncinya apa?

Satu hal yang hampir selalu saya temui dalam cerita tersebut adalah kepasrahan.. Yes, pasrah sepasrah-pasrahnya sama The One And Only Sang Pemberi Bayi..

Pasrah dan ikhlas, nulisnya gampang banget, cuma enam huruf aja.. Tapi gimana caranya mencapai titik kepasrahan dan keikhlasan yang hakiki, itu sebuah pertanyaan yang sulit dijawab.. Bagaikan bertanya Om, kelinci gimana bunyinya?

Kenapa?

Karena ngga ada tips & trik layaknya kisi-kisi Ujian Nasional.. Belajar pasrah dan ikhlas, sekolahnya seumur hidup.. Kembali lagi ke masing-masing orang, karena pasrah dan ikhlas datangnya dari hati..

Dan sampai umur saya yang sekian puluh tahun ini (terdengar tua sekali, ya?) saya belum benar-benar paham pasrah dan ikhlas.. Sekedar memahami di kepala, turun ke bibir, lalu ke jempol.. Belum datang dari hati..

Buktinya, tiap kali saya meyakinkan diri saya untuk pasrah dan ikhlas pada jalan yang ditetapkan Tuhan, tak pernah berlangsung lama.. Saya belum istiqomah, belum konsisten, belum tebel imannya.. Saya masih berusaha memahami, mencari jawaban, merencanakan apa yang sebenarnya di luar kuasa saya sebagai manusia biasa..

We Are What We Think

Sering dengar ungkapan ini? Yup! Apa yang kita prasangkakan, akan benar-benar terjadi! Kekuatan pikiran.. Kalau kita berpikiran positif, aku sehat, aku bahagia, aku cantik, itu yang akan terjadi atau minimal terpancar dari diri kita..

So that simple, berpikiran positif! Kalau dipikir-pikir, apa susahnya? Tapi seringkali sungguh sebuah tantangan bagi saya, karena saya terdidik untuk worst case situation, preparation for victory! Haha.. Sehingga saya hampir selalu berpikiran negatif dalam hal apa pun, agar saya bisa mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan untuk situasi yang paling buruk.. Well, meskipun kenyataannya ketika yang buruk itu sungguh terjadi pun saya tidak akan pernah siap..

Belakangan saya baru tau, kalau ini namanya CEMAS, alias anxiety, atau istilah medisnya Obsessive Compulsive Disorder.. Dan diam-diam saya punya ini sudah lama..

Pikiran Mempengaruhi Kesehatan

Tentu pernah dengar pula pernyataan ini, kan? Kalau suatu penyakit dirunut apa penyebabnya, mungkin dokter akan bilang ketularan virus, kena bakteri, dll.. Obatnya jelas, obat untuk membunuh virus atau bakteri.. Kita pun gampang membayangkannya..

Nah kalau penyebabnya karena pikiran? Kok rasanya membayangkannya seperti di awang-awang.. Agak gamang.. Gimana caranya pikiran bisa bikin seseorang sesak nafas, sakit jantung, kena maag, dll? Lalu gimana cara membunuh sumber penyakitnya, ini lebih gamang lagi..

Tapi ternyata memang beneran bisa!

Dalam tes MMPI saya menemukan pertanyaan seputar penyakit di semua bagian tubuh.. Mulai dari saya mengalami sembelit seminggu sekali, dada saya sering tiba-tiba berdebar-debar, telapak tangan saya mudah berkeringat, ulu hati saya sering sakit kira-kira seminggu dua kali, saya sering sakit kepala, kaki saya sering kesemutan, dan apa lagi saya lupa..

Tiap gangguan psikologis bisa menyebabkan penyakit tertentu pada tubuh.. Termasuk produksi hormon yang menjadi terganggu.. Hubungannya dengan program hamil itu tadi..

Secara psikologis sendiri, awalnya dulu saya menyiap-nyiapkan diri jika inseminasi tidak berhasil.. Lama-lama saya menjadi menjadi tidak yakin pada diri saya sendiri.. Lama-lama saya menyalahkan diri saya sendiri..  Lama-lama saya merasa useless.. Saya selalu tegang jika masuk masa subur, mulai ribet ukur suhu tubuh, bunderin kalender, dkk.. Kemudian mulai cemas menjelang haid.. Kalau dikilas balik, rasanya sebulan hidup saya ngga tenang, dan siklus ketidaktenangan itu berulang lagi bulan berikutnya seiring dengan siklus baru program hamil..

Pernah saya datang ke seorang bidan di rumah Simbah di Tuban, beliau lumayan kondang.. Antreannya banyak, dan konon katanya sudah banyak yang terbantu..

Pulang dari bidan tersebut, segera Simbah bertanya dengan antusias dan penuh harap “Gimana? Dikasih obat apa?

Jawabannya “ngga ada“, saya cuma dikasih dua saran : istri jangan tegang, suami jangan kecapekan.. Udah itu doank! Wow banget ya..

Gimana bisa hamil, kamu aja tegang begini.. Apalagi kalau suamimu kecapekan.. (kata bu bidan yang di Tuban)

Kamu aja kayak gini (bipolar, red), kalau sekarang udah ada anak mau jadi apa anakmu? (Kata psikiater)

Pokoknya kamu tiap weekend jalan-jalan aja, ke Puncak atau apa kek.. Nginep.. Seneng-seneng, nanti juga bakal jadi sendiri.. (kata dokter di Solo)

Kesimpulannya, mungkin sisi psikologis bisa dicoba sebagai alternatif program hamil.. Pendekatan melalui hipnotherapy, melalui melepaskan beban pikiran dengan bicara hati ke hati dan mendengar nasihat dari ahli, melalui mengenal diri sendiri, bahkan kalau perlu bisa bawa pasangannya agar sama-sama bisa dapat pencerahan seperti apa pasangan kita dan harus bagaimana menyikapinya..

Kesimpulan kedua, perjalanan pasrah dan ikhlas ngga singkat, harus dilalui dengan sabar.. Karena hubungannya lebih ke arah vertikal, maka kembali lagi pada seberapa iman kita pada Tuhan.. Harus lebih banyak mempelajari agama, lebih banyak berdoa.. Konsultasi psikologis hanya salah satu sarana penunjang untuk mengingatkan dan diharapkan mampu mempermudah masuknya ilmu ikhlas tadi..

Kadang, sesuatu bakal lari menjauh semakin kita kejar.. Tapi ketika kita sudah ikhlas melepasnya pergi dan berhenti berlari, sesuatu tersebut tiba-tiba datang dengan sendirinya..

NB: Baru-baru ini sedang viral kasus penganiayaan anak berinisial J, ternyata ibunya penderita bipolar juga..

NB: saya ingat pernah membaca dan membagikan salah satu kisah orang di media sosial mengenai betapa luar biasa tubuh kita dalam menyembuhkan diri sendiri dengan kekuatan pikiran.. Semoga link-nya bisa diakses ya, agak panjang tapi bacanya sambil takjub.. Klik di sini..


Tertawalah, karena tertawa itu sehat.. Tertawa yang lepas, yang seolah tanpa beban..

***

Maaf agak berantakan & ngga fokus, tulisannya dibuat di dua periode jadi feel-nya beda..

Jakarta, 2017

Pengingat untuk diri sendiri ketika nanti mulai luntur kadar kepasrahannya yang memang belum seberapa ini..

***

Yuk baca artikel lainnya juga :

1. Pengalaman Inseminasi di Jakarta

2. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

3. Tak Ku Sangka, Aku Bipolar

8 MM

Lama banget ngga nulis ya, hehe.. Sebenarnya banyak bahan untuk ditulis, tapi sebulan terakhir ini mood lagi inginnya malas-malasan sambil baca kumpulan chat lucu antara ojek online dengan customer-nya.. *produktif amat yah kegiatan saya*

Di antara sekumpulan bahan yang antre untuk ditulis, saya paling pengen nulis yang ini duluan : 8 mm! Ini adalah sebuah judul film yang saya tonton berdua si Om akhir pekan kemarin..

Saya memang selalu tertarik mengabadikan suatu film yang saya rasa tidak biasa di sini.. Dan seperti yang sudah-sudah, yang akan saya bahas bukan mengenai sinopsis atau isi film tersebut, tapi saya akan ceritakan kesan subyektif saya mengenai film tersebut..

Awalnya memang yang membuat saya tertarik menonton film keluaran tahun 1999 ini adalah selain karena sekilas saya baca sinopsisnya mengenai detektif yang menyelidiki kasus misterius, juga karena pemeran utamanya adalah aktor kenamaan Nicholas Cage.. 

Sinopsis pendeknya seperti ini : Nicholas Cage yang merupakan seorang detektif swasta disewa oleh seorang janda tua yang kaya untuk menyelidiki film amatir 8 MM yang ditemukan setelah kematian suaminya..

8 MM


Yang membuat bulu kuduk merinding, film tersebut adalah film snuff! Apa itu film snuff? Film snuff adalah film yang merekam adegan pembunuhan, ada yang nyata (pemain film sungguh dibunuh) dan ada juga yang ternyata rekayasa (dengan bantuan efek khusus), dibuat dengan berbagai tujuan (yang sudah pasti ngga bener).. Seperti opening film Sinister..

Saya sempat menuliskan mengenai 50 Shades Of Grey beberapa waktu yang lalu, di akhir tulisan saya tulis bahwa otak akan memerlukan dosis serotonin yang lebih untuk merasa puas (karena itu, jika hanya menuruti kepuasan, manusia ngga akan ada puas-nya).. Jika yang sebelumnya ‘hanya‘ tertarik pada hal-hal masochist seperti BDSM, maka lama-lama mungkin otak akan menginginkan sesuatu yang lebih, seperti snuff film! 

Itulah yang menjadi latar belakang film 8 MM ini, dimana beberapa orang yang sakit jiwa berkumpul, yang satu merasa puas dengan menyakiti (atau dalam film ini membunuh), yang satu merasa puas dengan melihat film tersebut.. FYI, si eksekutor yang menjadi pemeran utama dalam film snuff tersebut (dimana dalam tiap film selalu memakai topeng), ternyata dalam kesehariannya ‘terlihat‘ seperti orang normal, dan bahkan berasal dari keluarga yang religius..

Diceritakan dalam film tersebut bagaimana si tokoh utama Detektif Tom Welles yang berusaha mengumpulkan satu demi satu petunjuk.. Satu petunjuk mengarahkannya pada petunjuk lain, semakin dekat ia dengan jawaban yang dia cari, tanpa sadar semakin dalam pula dirinya larut dalam dunia tersebut.. Digambarkan bahwa semakin dia mencoba memahami dunia tersebut, semakin dia tidak mengerti : kok ada orang-orang seperti itu? Kok bisa??

Pada akhirnya memang Tom Walles ngga bisa paham dengan jalan pikiran mereka, karena memang mereka sakit jiwa.. Meskipun sempat terseret ikut arus dan ketularan masochist, namun akhirnya Tom Walles sadar.. Dalam film digambarkan, setelah kasus selesai, Tom Walles mengalami guncangan jiwa yang hebat.. Pulang ke rumah dan menangis meminta pertolongan istrinya.. Kurang jelas minta tolong diselamatkan dari apa, mengingat semua pelaku yang terkait dengan film snuff tersebut telah dia bunuh.. Mungkin minta tolong diselamatkan dari apa yang telah dia lihat dan dia alami..

Snuff film


Ketika menonton film ini saya jadi teringat dua kejadian, yang pertama adalah kasus pembunuhan tenaga kerja wanita asal Indonesia beberapa bulan yang lalu dimana tersangka yang merupakan seorang bankir dengan sengaja merekam pembunuhan yang dia lakukan sendiri.. Yang kedua, snuff film berjudul Daisy Destruction yang sempat beredar di Deep Web, yang untungnya gagal diakses oleh teman saya karena konon eksekutor dalam film tersebut sudah tertangkap dan filmnya sudah dihapus..

Saya sempat membaca, ada yang pernah melihat film yang kedua, dan akhirnya menjadi gila.. Awalnya saya pikir mana mungkin gara-gara film bisa jadi gila? (FYI, film yang kedua ini si pemeran utama alias si korban adalah anak kecil).. Tapi tokoh dalam film 8MM yang bernama Max California (dia sudah berkecimpung dalam dunia tersebut cukup lama, ingin mentas tapi ngga bisa) pun sempat mewanti-wanti Detektif Tom Walles bahwa memasuki dunia tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi kejiwaan, sehingga Max meminta Welles berpikir-pikir lagi sebelum memutuskan mau masuk ke dunia tersebut..

Yah, intinya pesan yang bisa saya ambil dari 8MM ini adalah : ngga usah coba-coba! Ini bakal mempengaruhi mental, karena apa yang sudah dilihat ngga bisa di unsee.. Karena pada akhirnya hanya akan ada dua kemungkinan : terseret arus untuk masuk lebih dalam, atau jadi gila

***

Yuk, langsung cek artikel tentang film luar biasa lainnya :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Curious Case Of Benjamin Button 

Resep Choco Cookies..

Ada sejarah panjang di balik judul di atas, karena ini daily blog bukannya situs resep masakan, maka sepertinya saya mau cerita panjang lebar dulu sebelum nulis resep.. Oke ya? *serah lu nop, blog elu*


Nekad Beli Oven

Pastinya ngga bisa bikin cookies tanpa oven, jadi cerita saya mulai dari sejarah pembelian oven.. Pekerjaan si Om yang pindah-pindah dari kota satu ke kota lain membuat kami hidup nomaden..

Enaknya nomaden? Tentu saja bisa mengunjungi tempat-tempat yang berbeda.. Termasuk mencicipi makanan-makanan dan warung-warung khas.. Selain itu, nambah wawasan dan memperkaya pengalaman.. Satu lagi, kalau bosen di kontrakan dan lingkungan satu, bisa cari kontrakan lain dan pindah ke lingkungan baru..

Ngga enaknya nomaden? Pasti, sedih kalau mau pindah meninggalkan suatu tempat yang banyak kenangannya.. Mana ngga tau kapan bisa ke sana lagi.. Itu yang utama sih.. Selain piaraan yang ngga bisa dibawa (apa kabar Pong di sana?).. Berikutnya, di samping belum bisa settle di rumah sendiri, juga minim perabot! 

Bayangkan, sewaktu di Lampung dulu cuman punya piring empat biji, mangkok dua, gelas lima.. Tanpa beli kasur, lemari, kursi, dan perabot sendiri.. Pindahan dapet lima kardus gede euy! Belum termasuk dua buah koper dan dua buah tas jinjing super padat yang bikin kami kelebihan muatan 30 kg di bandara Radin Inten 2 dan kena charge Rp 600.000,- an sekian, lupa tepatnya.. Belum termasuk juga barang-barang yang tidak bisa kami bawa seperti jemuran, karpet, dispenser beserta galon, ember, minyak goreng 2L yang baru saja dibuka, bawang, dan ransum lainnya (pemberitahuan pindahnya memang mendadak)..

Topping : sereal, keju, energen.. Mix aja sesukanya..


Berdasarkan pengalaman ribet pindahan tersebut, kami mengambil pelajaran untuk meminimkan yang bisa diminimkan.. Kalau ngga perlu-perlu amat, ya ngga usah beli.. Namun karena lama-kelamaan saya bosen di rumah, pingin eksperimen (as always) akhirnya saya beli juga blender dan mixer.. Belinya diem-diem di toko elektronik depan gang, naik sepeda.. Ya meskipun akhirnya ketauan juga sama si Om.. Wakakakaka..

Nb : ternyata blender saya ngga bisa ngancurin es batu donk.. Hahaha.. Murah banget sih, jadi motornya ringan.. Apa daya, di toko depan gang ternyata cuma ada blender merk itu sama Phillips.. Sett dah, dari rumah cuma bawa Rp 300.000,- rencana beli Miyako ternyata ngga ada.. Hahaha..

Setelah blender dan mixer yang notabene kecil, saya ngiler pengin beli oven.. Sudah ikut gerakan menabung si hijau (itu loh, nabung uang Rp 20.000,-an) sampai dapat entahlah mungkin sejuta.. Pembelian oven belum di-acc oleh si Om, karena memang body-nya gede.. Sampai akhirnya duit oven saya foya-foya-in buat beli parfum 6 botol bahahahahaha..

Mau bikin almond cheese tapi ngga ada almond..


Akibat Emak-emak yang Bete di Rumah

Liburan kapan hari kemarin, si Om berturut-turut ada acara kantor, salah satunya kondangan sama temen-temen ke Bogor.. Saya di rumah saja, 7 hari dalam seminggu.. Akibatnya? Senin siang saya jalan-jalan sendiri ke supermarket mumpung weekdays sepi.. Iya loh, sungguh ke supermarket itu sangat menghibur emak-emak, ngga usah nongkrong di mall atau kafe.. Pokoknya pulang-pulang saya sudah nenteng kardus super besar.. Wkwkwkwk..

Kadang saya memang ngga sadar ngapain aja tadi di supermarket, begitu tiba di rumah dan buka kardus belanjaan, tau-tau kaget karena isinya rak susun tiga dan sebuah oven tangkring! Hahaha.. Bukan kali pertama sih, lain hari pernah juga ke Alfamidi niatnya beli bakso, pulang-pulang begitu cek belanjaan ternyata di dalem tas kreseknya ada semir rambut donk.. Kalo kata Mas Bayu : Aku ki nyat embuh kok.. Pesan untuk para lelaki : dampingi dan gandenglah wanitamu saat di mall atau pertokoan, biar ngga kalap ambil ini-itu.. 

Murah loh ovennya.. Di bawah cepe..


Percobaan Pertama Bikin Cookies

Dapat resep dari internet, tapi takaran saya asal saja pakai feeling.. Jadi deh cookies cokelat meskipun penampakannya berantakan, berhubung saya lupa kalau kue bakal mengembang di oven jadi harus dikasih jarak.. LOL

Meskipun penampilannya seperti kue second alias yang sudah digigitin pinggirannya sama anak kecil, tapi rasanya not bad.. Bukan saya yang bilang, saya cobakan ke tetangga.. Kalau tetangga masih idup setelah makan kue saya, saya baru berani makan.. Huehehehe.. Kidding.. Malamnya pun diincip si Om, katanya enak.. Eh beliau ngga curiga donk itu kue bikinnya gimana.. Mungkin dikira digoreng, wakakakakaka.. Sementara situasi aman.. *evil laugh*

Besoknya, saya bungkusin kue tersebut untuk dibawa ke kantor.. Baru ditanyain deh sama si Om, bikinnya pakai apa? Waktu saya bilang pakai oven, beliau reaksinya lucu.. Antara ketawa sedih, prihatin, merasa dikibulin, dan sebagainya.. Tapi ngga marah kok, soalnya kuenya enak sih.. Eh sampai kantor katanya langsung ludes.. Malah ada yang minta resep..

Baru saya ngeuh kalau saya kemarin waktu bikin ngga sadar berapa takarannya.. Akhirnya saya ulang, bikin percobaan kedua.. Kali ini karena choco chips dan kacang kenarinya habis, saya pakai topping : remukan biskuit better, energen vanilla, remukan sereal yang dikasih Mba Wibi waktu meetup hari sebelumnya (tengkyu Mba Wibs!)..

Ini rasa susu vanilla loh yah, meskipun warna kecoklatan..


Resep Cookies :

1. Telur 1 butir

2. Mentega separuh bungkus lebihin dikit (yang Rp 7.000,-an)

3. Gula pasir 6-8 sendok makan (sesuaikan, kalau kurang manis baru ditambah)

4. Tepung terigu 10 sendok makan

5. Susu bubuk vanilla 3-5 sachet

6. Coklat bubuk 1 sachet (saya pakai yang buat minuman)

Cara Bikin : 

1. Telur, mentega, dan gula di-mixer dengan kecepatan rendah-sedang sampai telur mengembang..

2. Masukkan susu bubuk, tepung, dan coklat sambil tetap di-mixer dengan kecepatam rendah.. 

Kalau bikin rasa vanilla, susu bubuk dibanyakin.. Tambah panili dikit.. Ngga usah dikasih coklat..

3. Olesi loyang dengan mentega, cetak adonan, beri topping.. 

Topping bisa ditambah setelah adonan dicetak di loyang, bisa dicampur ke adonan (lalu di aduk pakai sendok, jangan mixer lagi) sebelum dicetak di loyang..

4. Oven sampai warna berubah kecoklatan.. Lalu keluarkan loyang, dinginkan.. Cookies bakal lepas sendiri kalau sudah dingin..

Alternatif Topping :

1. Choco chips

2. Kacang kenari (almond lebih enak, mede juga enak, tapi mihil bo’)

3. Energen

4. Remukan sereal atau biskuit, lebih bagus kalau di-blender 

5. Keju parut

Ulasan Tentang Oven Cap Mikey Mouse

Sebelumnya, saya ngga tau apakah oven ini diproduksi secara massal atau cuman hasil bikinan pegawai supermarket tersebut yang iseng sambil jaga toko mumpung sepi.. Soalnya saya belum pernah dengar merk ini sebelumnya.. Awalnya sempat ragu, karena dulu pernah searching merk yang kondang harganya di atas Rp 200.000,- sedangkan ini yang ukuran paling kecil hanya Rp 67.000,- dan yang lebih besar Rp 96.000,- tapi ngga tau gimana ceritanya toh tiba-tiba oven ini ada di rumah.. Hahaha..

Overall dengan harga segitu saya cukup puas.. Nanti kalau suatu saat pindah, ditinggal atau diberikan ke orang lain pun rasanya ngga terlalu sayang (btw, kulkasmu apa kabar nop?).. Saya beli ukuran yang paling kecil dan tinggal satu-satunya di swalayan tersebut.. Eh ada yang lucu loh, ini merk Mikey Mouse tapi kalau diamati gambarnya lebih mirip Shaun the Sheep hahahaha maapin ngga penting..

Smule Pakai Video..

Ini selalu merupakan sebuah hal yang spesial dan tantangan tersendiri bagi saya, berhubung ponsel saya ternyata tidak support untuk video smule.. Hampir tiap kali ada birthday collab anggota PILPROJECT, saya selalu absen.. Atau lebih sering isi koleb audio, hanya sekali dua kali saja saya ikut koleb video, itu pun boleh minjem ponsel si Om..

Terakhir kemarin bahkan ponsel si Om pun tidak bisa lagi dipakai video, tepatnya setelah update smule di PlayStore.. Entah kenapa..

 

Cara Share Video Smule via Youtube

Cara Share Video Smule via Youtube

Nah tempo hari sewaktu mudik ke Solo, saya menjarah ponsel Ibuk untuk saya instal smule.. Tiap pagi Ibuk memang masih bekerja, tepatnya memasak bersama tim katering yang lain di rumah tetangga sebelah.. Lumayan, setiap pagi selama sekitar dua jam ponsel Ibuk bisa saya pinjam untuk video smule, daripada nganggur, mubadzir kan.. Hihihi..

Ternyata, video-an smule itu susah euy! Bukan kenapa-kenapa, tapi saya mati gaya! Bahahahaha.. Coba bayangkan, selama tiga menit harus ngapain? Iya sih, nyanyi.. Memang jauh lebih mudah kalau cuma join orang saja, ketularan vibe-nya si empunya OC dan hanya tinggal ikut alurnya saja.. Sekalinya saya coba OC video, benar-benar mati gaya saat part lirik bukan bagian yang kita nyanyikan.. Tiga menit full kita sendirian yang nampang di video..

Cara Download Video Smule via thebluebyte.com

Cara Download Video Smule via thebluebyte.com

Itu pun belum dilihat dari segi sinematografi (?).. Yang sudah terbiasa nyanyi video kok berasa enak aja dilihatnya.. Tau kemana mata harus fokus, tau dari jarak berapa ambil gambar, harus dandan seperti apa, beberapa malah ada yang bikin tema-tema sendiri.. Seneng liatnya..

Jangan tanya punya saya, se-layar muka semua! Itu pun kadang muka cuman separo karena ternyata kepotong layar.. Hehe.. Mata juga kadang masih ngga fokus karena sambil lirik-lirik tukang bakso lewat hahahahaha.. Masih baca lirik terus, lupa liat ke kamera.. Masih kadang tiba-tiba kebelet ketawa pas kaget liat muka sendiri sehingga terpaksa skip sebagian lirik yang harusnya dinyanyikan.. Dsb..

kalung cantik asternovi.com
Seriously, kesimpulan saya : video smule itu perlu latihan guys! Biar enak dilihat.. Kemudian kesimpulan kedua, lebih enak pakai mic yang dekat mulut supaya bisa menyesuaikan frame muka kita mau sejauh apa di video (saya pakai mic bawaan ponsel, jadi muka ngga bisa jauh-jauh dari ponsel).. Kesimpulan terakhir dan yang paling aduhai adalah : video smule itu nagih! Bahahahaha..

Mau jelek kayak gimana muka saya di video, mau ngga PD kayak gimana, tapi besokannya penasaran pengen cobain lagi.. Meskipun tiap saya OC video ternyata yang join dikit banget.. Mungkin follower saya syok, suara sama muka ngga sesuai ekspektasi.. Dan setelah saya OC video follower saya langsung berkurang beberapa orang.. Wkwkwkwk..

Saya jadi belajar beberapa hal baru nih hasil video smule, selain bagaimana tips bikin video smule yang asik, juga cara download video smule.. Ternyata caranya sama, tetap via thebluebyte.com di sana ada opsi untuk download audio saja atau download video dalam format mp4.. Nah selain itu, saya juga cobain share video smule via youtube.. Bisa langsung terkoneksi dengan akun youtube yang ter-login di ponsel tersebut (saya coba pakai akun youtube saya sendiri di ponsel saya, juga akun youtube si Om di ponsel beliau.. Keduanya sama-sama pakai akun smule saya)..

Yuk, bikin video smule sama-sama.. Asal jangan buka-bukaan ya!

Baca juga artikel saya yang lain :

1. Cara Download Rekaman Smule Tanpa Instal Aplikasi

2. Apa sih OC? Join? Harms? SS fx?

3. Contoh Partingan Beserta Hasil Rekamannya di Smule

Jalan-jalan ke Pasar Mayestik..

Namanya bikin laper ya, hihihi.. Yang pertama kali terlintas di benak saya pun waktu pertama kali dengar adalah sebuah restoran dengan menu aneka steak, hahaha.. Tapi ternyata bukan lho! Mayestik adalah sebuah tempat yang terkenal untuk kulakan kain dan aneka keperluan fashion, semacam Cipadu Trade Center yang pernah saya post sebelumnya..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Awal tahun ini, saya berdua teman niatnya mau ke Cipadu untuk hunting kain.. Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk mencoba jalan-jalan ke Mayestik.. Berangkat dari Lenteng Agung, kami awalnya berniat naik KRL untuk transit di Tanah Abang kemudian ganti KRL ke arah Serpong dan turun di Kebayoran.. Namun dari Kebayoran masih harus naik angkutan kota, sehingga akhirnya kami switch plan untuk keluar di Stasiun Tanah Abang kemudian langsung naik Koantas Bima P 102 jurusan Tanah Abang-Cipulir daripada bolak-balik..

Dari stasiun, masih harus jalan kaki lumayan jauh untuk mencapai jalur Koantas Bima.. Karena ternyata Koantas Bima tidak lewat depan pintu masuk stasiun, melainkan belok di ujung jalan yang naik jembatan.. Ah, nanti silakan tanya saja ya kalau bingung.. Hehe..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Singkat cerita, kami sudah berada di dalam Koantas Bima.. Kami berdua sama-sama belum tau dimana lokasi Mayestik.. Walhasil, sedikit kebablasan hehehe.. Ternyata oh ternyata, Mayestik itu dekeeet banget dengan Pasar Taman Puring yang pernah saya post sebelumnya.. Koantas keluar dari Jalan Bumi ke pentokan pertigaan Jalan Kyai Maja, lalu belok ke kanan ke arah Pasar Taman Puring.. Sedangkan Pasar Mayestik belok ke kiri.. Meskipun kebablasan sampai Pasar Taman Puring, untuk mencapai Pasar Mayestik dengan jalan kaki tidak terlalu jauh..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Yang pertama terlihat dari jalan adalah bangunan besar serupa mall.. Di dalamnya sekilas memang seperti Mall Ambassador, menjual berbagai macam hal yang didominasi fashion.. Kami hanya numpang lewat saja lalu lurus keluar lewat pintu belakang.. Di sekeliling bangunan mall tersebut, terdapat banyak toko-toko yang kebanyakan toko kain.. Kalau saya bilang, mirip di Pasar Baru..

Jual Kain Pasar Mayestik

Jual Kain Pasar Mayestik

Setelah berkeliling sebentar, teman saya memutuskan membeli kain di salah satu toko.. Kami memang belum sempat mengelilingi seluruh bagian Mayestik berhubung sudah mulai sore.. Setelah membeli kain, kami berbelok ke toko asesoris.. Saya lumayan amaze di sini karena saat pertama masuk saya agak underestimate.. Bagaimana tidak? Hanya sebuah pintu biasa, tanpa ada etalase atau apa pun yang membuat orang tertarik untuk memasukinya.. Dan pertama menjejakkan kaki di dalam toko tersebut, kesan saya adalah : sempit, penuh sesak oleh barang, dan takut tiba-tiba ada kecoa.. Hehe..

Jual Asesoris Pasar Mayestik

Jual Asesoris Pasar Mayestik

Namun setelah menjelajahi toko, ternyata toko tersebut super lengkap! Berbagai macam asesoris mulai dari beraneka macam renda, beraneka jenis manik-manik, beraneka model kancing, beraneka warna benang, hampir semuanya ada! Dan yang lebih bikin saya amaze, toko tersebut semakin dijelajahi semakin terasa besar, ngga abisabis! Bahkan ada lantai dua ckckck.. Buat yang ingin mencari asesoris berhubungan dengan fashion, saya rekomendasikan banget..

Penasaran gimana kenampakan toko asesoris tersebut? Silakan cek video saya di sini :

Namanya Toko Maju, kalau tidak salah toko ini buka setiap hari cuma jamnya saja yang beda saat akhir pekan.. Saya sempat tanya sih, cuman ternyata lupa ngga dicatat hehe.. Posting-nya pun telat banget nih.. Maafkan.. By the way, pegawainya banyak euy!

Kami pulang naik Kopaja S614 jurusan Cipulir-Pasar Minggu turun mentok di stasiun untuk kemudian naik KRL karena teman saya domisili di Depok.. Sepintas saya lihat angkutan yang lewat di depan Mayestik antara lain Metromini AC S74 Rempoa-Blok M dan Metromini 69 Ciledug-Blok M..

 

www.asternovi.com

Yuk, baca juga artikel jalan-jalan saya yang lain :

1. Lihat-lihat sepatu di Pasar Taman Puring

2. Referensi tempat belanja yang oke di Jakarta

3. Lihat penyu di Sea World Ancol

Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong..

Situ Cilodong

Situ Cilodong

Sekitar satu bulan yang lalu si Om diberitahu oleh teman sekantornya mengenai Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong.. Lebih tepatnya diceritain pengalaman pribadi si temen tadi yang senasib, yang sama-sama pejuang program hamil.. Pada saat cerita, si teman tadi sudah telat setelah sekian kali datang berobat di tempat Pak Haji (lama berobat saya kurang tau)..

 

Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

Libur panjang hari raya kemarin, kami coba-coba cari tahu pengobatan ini.. Si teman tadi tidak memberitahu detail lokasi karena katanya susah dijelaskan, hanya “Situ Cilodong” sebagai kata kuncinya.. Kami coba browsing di internet, ternyata minim hasil, hanya “belok kiri di perempatan jam” di jalan Margonda.. Akhirnya kami berangkat modal nekad dan doa, hehe..

 

Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

Di GPS disebut untuk menuju Situ Cilodong dari arah Jakarta bisa melalui Jalan Margonda Depok atau Jalan Raya Bogor.. Kalau lewat Margonda, di GPS disebutkan nantinya akan melewati Water Park Depok.. Namun kami pilih belok kiri di perempatan jam, lewat jalan Siliwangi.. Dari Siliwangi nanti belok ke Jalan Raden Saleh ke arah Studio Alam, jalannya lumayan sempit.. Setelah berkali-kali kesasar dan berkali-kali tanya orang, singkat cerita kami sampai di rumah Pak Haji..

 

Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

Metode pengobatannya kalau saya bilang seperti Sinshe, pijat di kaki (jari kaki, lebih tepatnya), kemudian pakai air putih dan herbal (dalam bentuk kapsul).. Total pertama kali datang sekitar Rp 850.000,- untuk suami istri.. Dulu saya pernah coba juga Sinshe Sukimin Taryono di Haji Ten Rawamangun, beliau refleksinya di tumit kaki, obatnya pakai jamu direbus, serta arak untuk dioles (bukan diminum loh)..

 

Pantangan Buat Wanita

Pantangan Buat Wanita

Pak Haji Sugeng ini orangnya suka ngerjain, jadi kalau pertama kali datang jangan kaget kalau dikerjain, hehe.. Kata orang, beliau bisa baca pikiran.. Pertama kali datang beliau sudah menebak “mau program ya mbak?”.. Tapi kalau kata saya, it’s just a lucky guess saja, sisanya psychological games yang sama-sama cuman nebak..

Kalau Koh Kimin dulu, proses pengobatan terpisah di ruangan khusus meskipun hanya dipisah gordyn.. Jadi kalau teriak-teriak waktu dipijat, hanya suara yang terdengar sementara pasien yang lain hanya bisa menebak siapa yang teriak di dalem hahaha.. Sedangkan Pak Haji ini proses pengobatan dilakukan di satu ruangan terbuka, jadi nanti kalau teriak-teriak waktu dipijat ya kelihatan oleh pasien-pasien yang lain.. Tapi ga perlu malu, karena memang pas dipijat sakit banget, pasien yang lain pun sudah paham..

jual perabot rumah home decor lucu

 

Baik Koh Kimin maupun Pak Haji sama-sama memberikan makanan pantangan.. Jika Koh Kimin hanya gorengan dan beberapa makanan lain (saya lupa), kalau Pak Haji pantangannya di-print euy.. Seabrek!

Bagi yang penasaran ingin mencoba pengobatan alternatif Pak Haji Sugeng, bisa GPS ke Situ Cilodong.. Rumahnya di tepi Situ, masuk gang.. Di belakang rumahnya ada lapangan badminton.. Tapi, begitu masuk daerah Cilodong sinyal internet lumayan ngadat, nanti kalau bingung segera tanya pada orang letak Situ Cilodong sebelum kesasar terlalu jauh..

Untuk pengobatan alternatif Sinshe Sukimin Taryono, letaknya di Jalan Haji Ten Rawamangun, persis di depan Ayam Goreng Tulang Lunak.. Tempat prakteknya lumayan kecil, hanya seukuran kamar kosan.. Kedua pengobatan alternatif tersebut buka Senin sampai Sabtu, dan bisa dipastikan Sabtu antre panjang.. Untuk jamnya kalau tidak salah buka jam 8 pagi hingga jam 4 sore.. Koh Kimin jeda makan siang jam 12-13 sedangkan Pak Haji jam 12-14..

Buat yang datang hari Sabtu, harap sabar antre ya.. Namanya juga ujian, termasuk ujian sabar.. Hehe.. Kedua pengobatan alternatif ini patut dicoba, mengobati berbagai penyakit, ga terbatas pada masalah kesuburan saja..

Yuk, baca artikel yang lain juga:
1. Program Hamil Dari Sisi Psikologis

2. Intipin tempat-tempat yang oke buat belanja di Jakarta

3. Perkiraan biaya inseminasi Jakarta Selatan