8 MM

Lama banget ngga nulis ya, hehe.. Sebenarnya banyak bahan untuk ditulis, tapi sebulan terakhir ini mood lagi inginnya malas-malasan sambil baca kumpulan chat lucu antara ojek online dengan customer-nya.. *produktif amat yah kegiatan saya*

Di antara sekumpulan bahan yang antre untuk ditulis, saya paling pengen nulis yang ini duluan : 8 mm! Ini adalah sebuah judul film yang saya tonton berdua si Om akhir pekan kemarin..

Saya memang selalu tertarik mengabadikan suatu film yang saya rasa tidak biasa di sini.. Dan seperti yang sudah-sudah, yang akan saya bahas bukan mengenai sinopsis atau isi film tersebut, tapi saya akan ceritakan kesan subyektif saya mengenai film tersebut..

Awalnya memang yang membuat saya tertarik menonton film keluaran tahun 1999 ini adalah selain karena sekilas saya baca sinopsisnya mengenai detektif yang menyelidiki kasus misterius, juga karena pemeran utamanya adalah aktor kenamaan Nicholas Cage.. 

Sinopsis pendeknya seperti ini : Nicholas Cage yang merupakan seorang detektif swasta disewa oleh seorang janda tua yang kaya untuk menyelidiki film amatir 8 MM yang ditemukan setelah kematian suaminya..

8 MM


Yang membuat bulu kuduk merinding, film tersebut adalah film snuff! Apa itu film snuff? Film snuff adalah film yang merekam adegan pembunuhan, ada yang nyata (pemain film sungguh dibunuh) dan ada juga yang ternyata rekayasa (dengan bantuan efek khusus), dibuat dengan berbagai tujuan (yang sudah pasti ngga bener).. Seperti opening film Sinister..

Saya sempat menuliskan mengenai 50 Shades Of Grey beberapa waktu yang lalu, di akhir tulisan saya tulis bahwa otak akan memerlukan dosis serotonin yang lebih untuk merasa puas (karena itu, jika hanya menuruti kepuasan, manusia ngga akan ada puas-nya).. Jika yang sebelumnya ‘hanya‘ tertarik pada hal-hal masochist seperti BDSM, maka lama-lama mungkin otak akan menginginkan sesuatu yang lebih, seperti snuff film! 

Itulah yang menjadi latar belakang film 8 MM ini, dimana beberapa orang yang sakit jiwa berkumpul, yang satu merasa puas dengan menyakiti (atau dalam film ini membunuh), yang satu merasa puas dengan melihat film tersebut.. FYI, si eksekutor yang menjadi pemeran utama dalam film snuff tersebut (dimana dalam tiap film selalu memakai topeng), ternyata dalam kesehariannya ‘terlihat‘ seperti orang normal, dan bahkan berasal dari keluarga yang religius..

Diceritakan dalam film tersebut bagaimana si tokoh utama Detektif Tom Welles yang berusaha mengumpulkan satu demi satu petunjuk.. Satu petunjuk mengarahkannya pada petunjuk lain, semakin dekat ia dengan jawaban yang dia cari, tanpa sadar semakin dalam pula dirinya larut dalam dunia tersebut.. Digambarkan bahwa semakin dia mencoba memahami dunia tersebut, semakin dia tidak mengerti : kok ada orang-orang seperti itu? Kok bisa??

Pada akhirnya memang Tom Walles ngga bisa paham dengan jalan pikiran mereka, karena memang mereka sakit jiwa.. Meskipun sempat terseret ikut arus dan ketularan masochist, namun akhirnya Tom Walles sadar.. Dalam film digambarkan, setelah kasus selesai, Tom Walles mengalami guncangan jiwa yang hebat.. Pulang ke rumah dan menangis meminta pertolongan istrinya.. Kurang jelas minta tolong diselamatkan dari apa, mengingat semua pelaku yang terkait dengan film snuff tersebut telah dia bunuh.. Mungkin minta tolong diselamatkan dari apa yang telah dia lihat dan dia alami..

Snuff film


Ketika menonton film ini saya jadi teringat dua kejadian, yang pertama adalah kasus pembunuhan tenaga kerja wanita asal Indonesia beberapa bulan yang lalu dimana tersangka yang merupakan seorang bankir dengan sengaja merekam pembunuhan yang dia lakukan sendiri.. Yang kedua, snuff film berjudul Daisy Destruction yang sempat beredar di Deep Web, yang untungnya gagal diakses oleh teman saya karena konon eksekutor dalam film tersebut sudah tertangkap dan filmnya sudah dihapus..

Saya sempat membaca, ada yang pernah melihat film yang kedua, dan akhirnya menjadi gila.. Awalnya saya pikir mana mungkin gara-gara film bisa jadi gila? (FYI, film yang kedua ini si pemeran utama alias si korban adalah anak kecil).. Tapi tokoh dalam film 8MM yang bernama Max California (dia sudah berkecimpung dalam dunia tersebut cukup lama, ingin mentas tapi ngga bisa) pun sempat mewanti-wanti Detektif Tom Walles bahwa memasuki dunia tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi kejiwaan, sehingga Max meminta Welles berpikir-pikir lagi sebelum memutuskan mau masuk ke dunia tersebut..

Yah, intinya pesan yang bisa saya ambil dari 8MM ini adalah : ngga usah coba-coba! Ini bakal mempengaruhi mental, karena apa yang sudah dilihat ngga bisa di unsee.. Karena pada akhirnya hanya akan ada dua kemungkinan : terseret arus untuk masuk lebih dalam, atau jadi gila

Dating : What’s It Like To Be In Love..

Drama ini baru saja selesai saya tonton, literaly, baruuu aja saya matikan teve.. Drama Jepang sebanyak 10 episode ini ditayangkan di WakuWaku Japan setiap pukul 19.00 empat kali dalam sepekan, sejak dua minggu yang lalu menggantikan drama sebelumnya Koinaka (Best Friend in Love)..

Di antara sedikit drama Jepang yang saya tonton, saya rasanya gatel pingin cepet-cepet menuliskannya di sini..

image

Pada episode-episode awal, ceritanya seperti mudah ditebak.. Apalagi terkesan mendadak, karena di episode pertama pun dua tokoh utama telah bertemu dan berkencan (sesuai judul).. Namun, ternyata memang alur dibuat demikian oleh sutradara.. Drama ini alurnya memang maju-mundur, semisal episode pertama dibuka dengan pertemuan kencan dua tokoh utama, kemudian sepanjang episode tersebut menceritakan bagaimana dua orang tersebut sampai bisa berkenalan.. Sehingga pemirsa harus jeli, meleng dikit akan bingung..

Drama ini menceritakan tentang dua orang yang sama-sama anti mainstream, berjuang untuk bisa menikah tanpa cinta melainkan dengan kontrak.. Karena Yabushita Yoriko (Anne Watanabe) adalah jenius Matematika yang kaku dan tidak bisa jatuh cinta, sedangkan Taniguchi Takumi (Hiroki Hasegawa) seorang pengangguran yang memimpikan kehidupan seperti di dunia film dan buku yang sehari-hari dia geluti..

Meskipun jalan cerita episode awal ringan, aneh, dan seakan-akan mudah ditebak, namun yang membuat ketagihan menonton drama ini adalah ekspresi dari dua tokoh utama yang lucu banget, bener-bener top deh akting Anne Watanabe dan Hiroki Hasegawa.. Sampai dengan pertunangan kedua tokoh utama, semua nampak lancar dan sesuai dugaan.. Namun ternyata setelah itu, cerita mulai menanjak dan meliuk-liuk..

Biasanya pemeran utama pria dan wanita adalah yang berwajah paling menarik (cakep dan cantik, red).. Tapi drama ini memang berbeda, justru pemeran utama berwajah biasa saja, malah cenderung aneh (mungkin karena tuntutan peran dan cerita, ya).. Yang paling bening malah pemeran pembantu, Washio Yutaka (Yuto Nakajima) dan Shimada Kaori (Ryoko Kuninaka)..

Episode pertengahan, mulai bikin agak melongo karena pertunangan kedua tokoh utama batal dan keduanya ternyata berpacaran dengan masing-masing pemeran pembantu tersebut.. Apa-apaan ini?! Hihihi.. Bahkan sampai episode terakhir pun Yabushita Yoriko dilamar oleh Washio Yutaka, sedangkan Taniguchi Takumi akan mulai bekerja dalam bisnis bersama Shimada Kaori.. Jika berakhir sampai di situ saya yakin akan merasa puas, karena masing-masing telah mendapatkan yang terbaik.. Yoriko menikah dengan Washio yang tulus cinta padanya, Takumi yang anti-sosial akhirnya mau bekerja dengan Kaori yang benar-benar mendukungnya..

Tapi ini yang bikin saya ingin menuliskannya di sini.. Ending-nya beneran deh, gimana ya.. Emosional.. Saya puas dan tidak puas di saat yang sama.. Meskipun dari awal sudah ketahuan kalau kedua tokoh utama memang pada akhirnya nanti akan bersama, karena di lagu opening mereka menari awkward berdua (beneran aneh tapi lucu).. Cuman.. Gimana ya.. Ada yang ganjel rasanya..

Kenapa Yabushita Yoriko memilih Taniguchi Takumi yang pengangguran dan nggak jelas, dibanding Washio yang jelas-jelas ganteng, jelas-jelas mencintai Yoriko, dan jelas-jelas karirnya bagus?

Juga, karena drama ini tidak menceritakan nasib Washio dan Kaori selanjutnya.. Kasihan lho, di episode terakhir bahkan 30 menit sebelum drama tamat, mereka dicampakkan.. Paling tidak, berharap ada adegan Washio dan Kaori akhirnya menemukan cinta mereka.. Karena mereka berdua tokoh prontagonis, jadi rasanya nggak rela mereka tersakiti.. *halah*

Satu lagi, drama ini pun tidak berakhir dengan pernikahan kedua tokoh utama.. Padahal tujuan awal si tokoh utama sendiri adalah menikah.. Apalagi sudah didahului dengan dua adegan lamaran di episode sebelumnya..

jual cincin cantik korea

Tapi di lain sisi sungguh rasanya puas.. Karena, ya…… memang Yabushita Yoriko itu cocok berpasangan dengan Taniguchi Takumi.. Kalau ada yang bilang “Orang baik akan berpasangan dengan orang baik, dan sebaliknya” kalau mereka ini orang aneh akan berpasangan dengan orang yang sama anehnya.. Meskipun keduanya sama sekali berlawanan karakter, Yoriko yang jenius, terjadwal, rapi, dengan Takumi yang pemalas, sensitif, berantakan.. Tapi, ya begitulah yang namanya jodoh..

Juga, adegan penutup drama ini yang bikin saya tercengang.. Oh, ternyata…… Adegan flashback tersebut benar-benar menjelaskan, ini yang namanya takdir.. Mengutip perkataan ibu Yoriko, bahwa untuk apa Anda dilahirkan, apa yang Anda lakukan, dengan siapa Anda jatuh cinta, semua itu adalah takdir.. Begitu pun, Taniguchi Takumi memang diciptakan untuk Yoriko……dari awal..

Meskipun bikin kecewa, tapi di saat yang sama drama ini bagus banget.. Tujuannya sederhana, menceritakan bagaimana rasanya jatuh cinta.. Namun, cinta tersebut secara tidak langsung disampaikan dari bermacam sudut pandang : Yoriko yang tidak bisa mencintai, Takumi yang idealis, Ayah Yoriko yang ditinggal mati istrinya, Kakak Kaori dan Ibu Takumi yang rumah tangga mereka bermasalah, Washio yang entah bagaimana bisa jatuh cinta pada Yoriko, dan Kaori dengan cinta monyetnya pada Takumi..

Dan karena tujuannya sederhana, maka ending-nya pun sederhana.. Semua tokoh dibuat berakhir menggantung, masing-masing masih terus berjuang untuk cintanya sendiri-sendiri.. Karena, ya cinta itu sebuah proses panjang yang harus diperjuangkan terus-menerus (by : Nov Sabatini :-P).. Pokoknya nggak puas nonton cuma sekali.. Eh, dua kali dink, jam 9 pagi diulang..

Drama ini nggak biasa, luar biasa.. Kena banget menceritakan yang namanya jodoh, takdir, dan keajaiban.. Nggak heran kalau drama ini memenangkan award dalam Tokyo Drama Awards 2015.. Recommended..

[Nov Sabatini]

jual tas unik lucu

 

Yuk, baca review saya tentang film lainnya :

1. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

2. Curious Case Of Benjamin Button

3. Eternal Sunshine On a Spotless Mind

4. The Great Gatsby

5. Hachiko (Hollywood Version)

6. Kolchak : Night Stalker

7. Expecting Amish

8. Flower in the Attic

9. Fifty Shades Of Grey

10. The Most Impressing Episode Of Running Man

11. Keith

KEITH..

Telat, telat banget.. Film ini rilis tahun 2008 tapi saya baru saja nonton malam ini tadi.. Awalnya gara-gara Expecting Amish lalu saya googling dan sampailah saya pada Jesse Mc Cartney yang memerankan beberapa film, salah satu yang paling populer adalah film Keith ini.. Rating di iMDB lumayan, karena penasaran maka saya tonton deh..

image

Keith Movie..

Film ini mengisahkan tentang Keith, sosok yang cuek, asal-asalan, spontan, namun di balik itu menyimpan banyak rahasia dimana tak banyak orang yang tau (karena memang tidak punya banyak teman).. Saat kelas kimia akhir, Keith dipasangkan dengan Natalie untuk kegiatan praktikum di lab.. Kebalikan dari Keith, Natalie adalah orang yang perfeksionis, pintar, berorientasi pada hasil, dan ambisius..

Perbedaan di antara keduanya menimbulkan friksi, yang secara tidak langsung membuat mereka saling mengenal satu sama lain.. Pada suatu titik, Keith mendadak menghilang begitu saja.. Saat itulah Natalie menyadari ada bagian dari dirinya yang ikut hilang.. Natalie kemudian berusaha menemukan Keith, dari situ dia baru sadar bahwa Keith adalah sosok misterius.. Dia berusaha mencari tau siapa sebenarnya Keith dan rahasia apa yang disimpannya..

Awalnya film ini dibuat menyebalkan tapi bikin penasaran, Siapa sih Keith ini? Maunya apa sih ini orang? merasakan berada di posisi Natalie yang sama sekali tidak tau, tapi melalui setiap perbincangannya dengan Keith dia seperti ditantang untuk mencari tau.. Di satu titik Keith menjadi sangat menyebalkan, ini puncaknya.. Selepas itu satu per satu fakta diungkap.. Dan ending-nya, somehow bikin nangis.. Yak! Film ini tidak menceritakan secara eksplisit betapa menderitanya si tokoh utama.. Namun, pada akhirnya berubah 360° kita dibuat masuk pada karakter Keith, merasakan dan memandang sesuatu dari sudut pandangnya.. Dan itu cukup menyentak (+bikin nangis)..

Keith ini adalah film drama romantis, tipe seperti ini sebenarnya banyak antara lain pernah saya bahas di sini, yaitu A Moment to Remember dan A Walk to Remember.. Namun yang saya suka dari film Keith ini, seperti yang saya tulis sebelumnya, tidak menekankan pada betapa menderitanya si tokoh utama atau betapa dalam cinta seseorang, namun lebih jauh lagi ada pelajaran yang bisa diambil mengenai pandangan hidup..

Betapa waktu dapat mempengaruhi cara pandang kita terhadap hidup.. Saat kita mati-matian mengejar cita-cita setinggi langit, mengorbankan banyak waktu untuk menjadi sosok yang sempurna, menjadi tertekan jika ada target yang tidak tercapai, sesungguhnya banyak orang yang tidak seberuntung kita bahkan untuk mewujudkan harapan yang sederhana saja..

image

Goodbye Scene..

Tidak heran saya baca review penonton di IMDB lumayan tinggi berkisar di angka 8, 9, 10.. Film ini ringan untuk diikuti (dalam artian tidak terlalu pelan, tidak membosankan, tidak bikin mengantuk) tapi cukup dalam, serta banyak kejutan.. Tidak over dramatis yang membuat banyak menangis seperti kebanyakan drama, melainkan lebih banyak emosi yang bisa didapat seperti marah, kecewa, penasaran, dan sedih pastinya.. Saya paling suka ending-nya, dibuat klimaks benar-benar di akhir, dengan dialog yang kalau saya bilang sih bukan penutupan yang menyedihkan, sebaliknya penutupan yang menyebalkan, tapi jadinya malah menyentuh (?)..

Ga nyesel nonton (karena plus saya memang suka Jesse Mc Cartney).. Tapi memang film ini banyak disukai, buktinya banyak kutipan dari film ini yang berseliweran di dunia maya.. Dialog-nya memang meninggalkan kesan, seperti dialog Curious Case of Benjamin Button yang cantik dan dalam.. Contohnya seperti di bawah ini..

The sky’s the limit..

We’re here in a yellow truck, road in front of us, and nothing but opportunities..

Who the hell do you think you are? – Who do you think I am?

[Nov Sabatini]

jual tas unik lucu

***

Yuk, baca review saya tentang film yang lain :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Dating : What’s It Like To Be in Love

4. The Great Gatsby

5. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

6. Fifty Shades Of Grey

7. Kolchak : Night Stalker

8. Eternal Sunshine On a Spotless Mind

9. Most Impressing Episode Of Running Man

10. Curious Case Of Benjamin Button

11. Hachiko

Fifty Shades Of Grey..

image

Semalam saya nonton ini.. Karena film ini tidak biasa, saya ingin menempelkannya di blog saya.. Berhubung sudah banyak yang mengulas sinopsis dan review-nya, saya coba membahas dengan sudut yang berbeda..

Film ini menceritakan percintaan antara Mr. Grey dan Ms. Steel.. Christian Grey adalah seorang eksekutif muda, dalam usia 27 tahun telah memiliki perusahaan multinasional (tidak diceritakan detailnya perusahaan seperti apa).. Selain kaya raya, Grey juga dermawan, dia adalah penyumbang dana utama universitas tempat Ms. Steel kuliah.. Mereka sendiri pertama kali bertemu saat Ms. Steel menggantikan tugas temannya yang sedang sakit untuk mewancarai Mr. Grey sehubungan dengan keperluan kuliah..

Sejak pertama muncul, saya sudah merasa ada yang aneh dengan Mr. Grey ini.. Seperti ada yang disembunyikan.. Tak lama kemudian, setelah adegan Mr. Grey berbelanja (tali tambang, kabel, dan lakban) di toko perkakas tempat Ms. Steel bekerja paruh waktu, saya langsung klik arah film ini kemana..

Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan keduanya saling tertarik.. Namun kemudian Ms. Steel mendapati bahwa ternyata Mr. Grey ini punya penyimpangan dalam bercinta yang dikenal dengan nama BDSM (bondage, discipline, submissive/dominant, masochist).. Ini sebabnya Mr. Grey selama ini selalu misterius, dan suka mengatur (lebih tepatnya memaksa)..

Kita skip cerita utama tentang apa yang terjadi pada kisah percintaan keduanya, saya akan bahas latar belakang kelainan Mr. Grey itu.. Dalam film yang pertama ini, diceritakan sedikit mengenai masa lalu Mr. Grey.. Dia pertama kali berkenalan dengan BDSM melalui teman ibunya, dimana dia menjadi submissive pada usia yang sangat belia (kalau tidak salah 14 tahun).. Hal itu menjadikannya mengenal cinta dalam frame lain, dia tidak mengenal arti saling menyayangi seperti orang normal, baginya sebuah hubungan cinta ya seperti itu.. Jadi, selepas kebersamaannya dengan si teman ibunya, dia tetap melanjutkan jenis hubungan yang seperti itu namun sebagai pihak dominan..

image

Trilogi novel ini..

Saya memang tidak membaca novelnya, bahkan saya sebelumnya tidak tau tentang film ini sama sekali.. Namun setelah cari tau ternyata di sekuel berikutnya akan diceritakan lebih dalam lagi mengenai masa lalu Mr. Grey.. Dia adalah seorang anak yang malang, pada usia balita dia banyak melihat kekerasan yang dilakukan ayahnya terhadap ibunya, bukan hanya itu dia pun mendapat kekerasan fisik dari ibunya.. Pada usia 4 tahun setelah ibunya meninggal, dia masuk panti asuhan sebelum akhirnya diadopsi oleh keluarga Grey..

Info yang saya dapat baru sebatas itu, namun segitu sudah cukup menjelaskan.. Anak yang selama masa kecil banyak menyerap kekerasan, apalagi melihat sendiri di depan mata, juga mendapat perlakuan yang menyakiti, akan tertanam dalam benaknya sehingga membuatnya menjadi tertutup atau lebih ekstrim lagi mengalami penyimpangan kepribadian seperti Christian Grey.. Dan hal itu terbawa hingga dewasa jika tidak ditangani secara benar, namun boro-boro menangani dan memberi bantuan karena mungkin si anak tidak mengungkapkan (karena mungkin tidak paham ada yang salah dengan dirinya), semua diserap sendiri, dibikin kesimpulan sendiri, dan ditanamkan.. Perlu orang ahli atau orang sekitar yang peka untuk mengetahui ada yang salah dengan kepribadian si anak, dan bagaimana menanganinya.. Memang, penyimpangan kepribadian bisa terjadi juga tanpa sebab yang jelas, seperti bawaan dari kecil.. Misalnya kecenderungan anak laki-laki yang doyan main boneka.. Ini pun tugas orang tua untuk segera meluruskan perilakunya sehingga tidak terbawa sampai dewasa dan menjadi bagian dari kepribadiannya..

asesoris descendent of the sun

Selain karena masa kecil yang terpapar hal tidak baik, ternyata sesuatu seperti BDSM ini menular! Dalam film memang Christian Grey mengalami keduanya (KDRT dan BDSM) dimana BDSM ditularkan (atau diajarkan?) oleh teman ibunya sendiri.. Dan selain menular, ternyata hal seperti ini juga merembet!

Manusia memang secara alami mempunyai sifat penasaran dan ingin lebih.. Hanya saja bedanya, manusia diberikan akal untuk membedakan mana yang baik dan yang tidak sehingga diharapkan (seharusnya) mampu mengendalikan nafsunya untuk sesuatu yang tidak baik.. Dengan kemudahan mendapat informasi melalui internet, siapa saja rentan terpapar informasi yang tidak baik, seperti narkoba dan seks yang salah..

Penasaran sih wajar, cari tau boleh untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tapi cukupkan sampai situ.. Seharusnya tidak usah dilanjutkan dengan mencoba karena kita tau itu tidak baik.. Namun yang namanya nafsu, memang susah dikendalikan.. Nafsu tidak pernah bisa dipuaskan, selalu ingin lebih.. Dari sekedar membaca hal-hal berbau seks, berlanjut ke gambar, berlanjut ke nonton, berlanjut ke praktek.. Setelah itu, seperti yang saya baca, otak memerlukan dosis serotonin yang lebih lagi untuk bisa merasa puas (sama seperti narkoba), tidak senang hanya dengan seks biasa namun mulai ke hal-hal yang lebih, seperti misalnya BDSM.. Inilah mengapa puasa mendapat imbalan yang sangaaaat besar di sisi Alloh, saking susahnya mengedalikan nafsu bagi kita manusia..

image

Oleh karena efek yang luar biasa itu, saya tidak heran jika film ini dilarang tayang di Indonesia.. Ya iyalah, ga kebayang bagaimana rasanya nonton film seperti itu bareng-bareng di bioskop! Bayangkan jika ada salah satu penonton yang memang sudah dari kecil punya penyimpangan kepribadian, lalu film tersebut menjadi trigger baginya.. Hiiii~

Anak-anak rentan terhadap hal seperti ini, karena mereka bagai kertas polos yang belum tau mau digambari apa, jika gambarnya buruk maka akan terpatri dalam dirinya sampai dewasa.. Tugas kita sebagai orang dewasa untuk menjaga mereka, entah anak, keponakan, adik, atau tetangga.. Sebagai penutup, pesan simbah :

Wahai orang-orang dewasa, dewasalah! Hal yang tidak baik cukup diambil pelajaran dari orang lain yang sudah terlanjur, jangan dicoba lagi..

[Nov Sabatini]

jual jam cantik

Yuk, baca review saya tentang film yang lain :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Most Impressing Episode Of Running Man

4. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

5. Dating : What’s It Like To Be in Love

6. Curious Case Of Benjamin Button

7. The Great Gatsby

8. Keith

9. Hachiko

10. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

11 Kolchak : Night Stalker

Kolchak : Night Stalker (TV Series 2005)..

image

Taken from amazon.com

Lagi-lagi TV kabel, TV kabel lagi.. Memang kehidupan saya berkutat antara lagu-lagu di playlist, atau acara TV kabel.. Hehe.. Saya ingin menuliskan satu lagi tentang sebuah serial TV kabel di sini..

Akhir-akhir ini suka nonton serial Night Stalker yang diputar di Fox Crime.. Yang saya ikuti ini kebetulan adalah edisi re-make tahun 2005.. Setelah cari tau, ternyata edisi re-make ini termasuk gagal menyaingi popularitas versi sebelumnya (tahun 1974) terbukti dengan pembatalan tayangnya di beberapa stasiun TV.. Saat ini Night Stalker yang menurut saya lumayan oke diputar siang hari, bukan pada jam primer.. Sayang sekali saya tidak bisa antusias mengajak suami nonton bareng..

Serial ini bercerita tentang seorang pria bernama Carl Kolchak, seorang wartawan di sebuah media.. Istrinya meninggal saat hamil muda dalam sebuah ‘kecelakaan‘ mobil bersamanya.. Saya garis bawahi karena konon menurut Kolchak itu bukan kecelakaan biasa, namun karena seekor makhluk.. Sejak saat itu Kolchak mulai fokus dalam kasus kematian-kematian aneh, setiap malam berkeliling berdasarkan informasi dari radio mobilnya.. Kolchak percaya, setiap kematian aneh saling berhubungan, dan dari situ dia berharap akan dapat jawaban tentang kematian istrinya..

Saya suka karena setiap episode berdiri sendiri (meskipun nantinya berujung pada yang sama, kayaknya sih geeto) jadi meskipun saya menonton dari tengah-tengah episode (episode 7, huks ketinggalan banyak) saya tidak terlalu bingung.. Dan satu lagi yang bikin kebayang-bayang terus adalah, opening soundtrack-nya! Maklum, musik klasik emang kebanyakan agak-agak mistis, kesannya usang..

Butuh perjuangan buat saya dapetin siapa composer-nya dan judulnya apa! Soalnya kalo cuma instrumental ga bisa di-googling berdasarkan liriknya.. Setiap pencarian berakhir ke Gil Meller (kalo ga salah ketik) yang mana merupakan composer di versi terdahulu 1974.. Setiap cari pakai kata kunci Kolchak, yang muncul versi lamanya.. Sedih ya, soalnya versi baru 2005 ga populer.. Tayang cuman seminggu sekali, hari Senin pula..

Namun hari ini akhirnya saya temukan opening soundtrack itu.. Judulnya Vladimir’s Blue oleh Max Richter.. Selain itu saya download juga Max Richter yang Infra 5..

Yaaah emang kedengerannya sejenis sih, tapi enak banget diputer malem-malem apalagi sendirian dan lagi galau.. #eh

Berasa ikutan patroli malem ama Kolchak.. Lagunya bikin penasaran.. Kalau suka sama lagu mistis, ini recommended..

[Nov Sabatini]

***

asesoris descendent of the sun

Yuk, baca review saya yang lain tentang film :

1. Dating : What’s It Like To Be in Love

2. A Walk to Remember vs. A Moment to Remember

3. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

4. Curious Case Of Benjamin Button

5. Most Impressing Episode Of Running Man

6. Flowers in the Attic

7. Expecting Amish

8. Fifty Shades Of Grey

9. Hachiko

10. Keith

11. The Great Gatsby

Review & Sinopsis : Expecting Amish..

Gara-gara film ini, rencana jahit saya gagal.. Sebenarnya tidak sengaja nonton, saya memutar lagu di TV untuk menemani saya sepanjang bersih-bersih rumah.. Setelah bersih-bersih selesai dan saya akan mulai menjahit, waktu terdengar lagu yang saya kurang mood saya next deh pakai remote eeh ternyata kepencet home jadilah siaran TV.. Berhubung awal transisi dari TV ke harddisk agak lemot yasudah saya nonton TV aja, cari-cari acara bagus ternyata ada TV movie di Lifetime jam 11 siang judulnya Expecting Amish..

Tayang perdana pada Selasa malam, namun pada malam hari TV dikuasai suami (meskipun akhirnya ketiduran ^^).. FTV Selasa malam memang biasanya ditayangkan ulang keesokan harinya jam 11 siang.. Melihat trailler-nya hari-hari sebelumnya memang film ini menarik, seperti ada yang beda (semacam Flowers in the Attic yang dulu pernah saya tulis di sini juga)..

image

Film ini bercerita tentang kehidupan orang-orang Amish.. Ini adalah semacam aliran (keagamaan dan gaya hidup) di Amerika dan Kanada, yang tidak mau disentuh oleh modernitas.. Mereka bertani, berternak, bahkan membangun rumah sendiri secara gotong royong sesama orang Amish di kampung mereka.. Kehidupan tanpa listrik, tanpa mobil, apalagi ponsel.. Ini lho yang bikin tertarik saat lihat trailler-nya : baju mereka khas! Pakai seperti tudung kepala bagi wanita, dan tertutup semua sampai kaki.. Saya memang suka pada cerita yang membuat penasaran, dan cerita mengenai orang Amish ini pertama kalinya saya lihat di sini.. Awalnya saya kira Aliran Poligami, tapi ternyata lain..

Singkat cerita mengenai film ini, ada seorang gadis Amish yang beranjak dewasa dan segera akan dibaptis sekaligus dinikahkan dengan pria yang sudah ditentukan semenjak kecil.. Namun, mereka membolehkan remaja Amish untuk melihat dunia luar sekali seumur hidup, untuk kemudian menentukan nasibnya sendiri : apakah ingin keluar atau tetap tinggal sebagai orang Amish.. Nama tradisi ini Rumspringa.. Si gadis mengajak tunangannya pergi ke LA, namun tunangannya tidak mau.. Akhirnya si gadis pergi bersama tiga orang teman sebaya sesama Amish..

Nah saya penasaran tapi di film tidak dijelaskan, sesampainya di LA mereka menginap di suatu rumah yang tergolong mewah dengan kolam renang dan berbagai fasilitas elektronik yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya selama di kampung Amish.. Entah rumah siapa atau bagaimana bisa ke sana, siapa yang mengaturnya..

Mereka lalu mengganti pakaian mereka dengan pakaian ‘modern’ dan berbaur di pesta-pesta.. Si gadis awalnya merasa bersalah karena bersenang-senang, sampai kemudian dia berkenalan dengan seorang cowok secara tidak sengaja.. Oleh si cowok, si gadis diperkenalkan dengan konputer (si cowok kuliah di jurusan komputer) bahkan diberi ponsel.. Si cowok juga mengajaknya berkeliling kota, dan memperkenalkannya pada berbagai menu di kafe favorit mereka..

image

Seminggu sebelum kembali ke perkampungan Amish si cowok mengajak si gadis makan malam, lalu dia menyampaikan perasaannya dan meminta si gadis untuk tinggal saja bersamanya di kota.. Semenjak itu si gadis bimbang, di satu sisi dia menyukai si cowok dan kehidupan di kota yang menarik, di sisi lain dia memikirkan adik-adiknya karena sebagai anak tertua dia merasa bertanggung jawab selepas ibunya meninggal.. Karena merasa bersalah, si gadis memutus komunikasi dengan si cowok.. Namun si cowok pantang menyerah, dan di hari terakhir si gadis menghabiskan sepanjang siang dan malam bersama si cowok (berakhir dengan adegan yang disensor)..

Hari pun berganti dan si gadis memutuskan untuk tinggal dengan si cowok, namun sebelumnya dia ingin berpamitan secara baik-baik pada Ayahnya dan tunangannya.. Jadilah dia pulang bersama kedua temannya, karena salah satu memutuskan untuk tidak kembali..

Mengutarakan niat untuk pergi dari kampung Amish ternyata tidak semudah yang dibayangkan.. Selama sebulan si gadis maju mundur, dan si cowok frustasi karena terkatung-katung.. Di lain sisi, tunangannya mulai merasa ada yang tidak beres.. Masalah semakin rumit ketika si gadis mendapati bahwa ternyata dia hamil (hasil pergi ke kota)..

jual jam cantik

Si gadis memberanikan diri mengatakan pada tunangannya tentang kehamilannya.. Meskipun cukup terkejut, tunangannya merahasiakan itu dari orang-orang di kampung karena jika ketahuan maka si gadis akan diusir.. Tunangannya memprovokasi bahwa si cowok tidak akan menerima bayi itu (karena berpikir orang non-Amish cuma based on fun) kemudian dia pun merancang agar pernikahan segera dilakukan, sehingga orang-orang akan menerima bahwa anak yang lahir nanti adalah anaknya.. Dengan didesak tunangannya, si gadis memutuskan hubungan dengan si cowok melalui telepon setelah sebelumnya memberitahukan perihal kehamilannya.. Kemudian ponsel itu pun dibuang.. Beberapa hari kemudian si cowok jauh-jauh datang ke Lancester untuk menemui dan meyakinkan si gadis, namun karena kalah massa (diusir oleh Ayah dan tunangan) akhirnya si cowok pergi..

Pada hari pernikahan, si gadis masih merasa bimbang.. Dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari kampung Amish dan memulai hidup baru bersama si cowok yang menantinya di LA..

Meskipun ending-nya sangat gampang ditebak, namun saya puas karena berakhir bahagia.. Sewaktu saya baca review dari orang-orang yang paham betul tentang aliran Amish memang sebenarnya di film ini masih terdapat banyak detail yang tidak sesuai dengan realita kaum Amish.. Diantaranya, realita Amish berlogat Jerman namun di film logatnya Amerika, realita orang Amish boleh naik mobil asalkan tidak memiliki dan menyetir sendiri namun di film sama sekali dilarang pakai mobil, realita orang Amish menikah saat musim gugur namun di film menjadi musim dingin.. Sampai pada hal yang agamis, yaitu realita orang Amish yang belum dibaptis semisal pergi dari kampung masih boleh kembali lagi dengan harapan akan kembali menjadi Amish suatu saat nanti, namun di film apapun yang terjadi selepas Rumspringa jika memutuskan pergi maka akan diusir selamanya dari komunitas..

Menurut saya yang tidak paham mengenai kaum Amish sebelumnya, film ini cukup menarik, menambah wawasan, manis, dan membuat penasaran.. Yak, selepas film selesai saya langsung cari tau apa sih Amish itu?

image

Tambahan: saya langsung penasaran siapa pemeran si cowok, lantas saya googling.. Ternyata diperankan Jesse Mc. Cartney, namanya terdengar familiar namun saya baru sadar kalau dia ini dulu masuk ke dunia entertainment sebagai penyanyi.. Salah satu lagunya yang ternyata cukup sering saya putar adalah Because You Live dari album pertamanya Beautiful Soul rilis tahun 2004 sewaktu saya SMP.. Ya, saya ga ngeh itu penyanyinya Jesse Mc Cartney soalnya di file cuman ada judulnya saja tanpa nama penyanyinya.. Hihihi..

Di film ini, saya langsung kepincut sama Bang Jesse ini.. Kenapa? Wajahnya itu lho masa lalu bangeeet.. Terlepas dari cakep atau apa, aktor cakep memang banyak, tapi ada sesuatu dari wajahnya yang bikin saya tidak bisa lupa.. Nah, sekarang saya tau! Wajahnya ini mirip antara Ben Adams dari boyband A1 dan Leonardo di Caprio.. Tapi seingat saya Jesse Mc. Cartney dulu wajahnya tidak begini, dan memang dari hasil googling di masa lalu rambutnya blonde dengan gaya rambut poni yang kalau dilihat lagi mirip Nicky Westlife di awal kemunculan dulu.. Hayo, satu wajah mengingatkan pada tiga tokoh idola di masa lalu.. Pantesan rasanya kok ada yang ketinggalan (?) setelah filmnya selesai..

Karakter utama yaitu si Gadis diperankan Amanda Joy Michalka pertama lihat kesannya memang cantik, tapi bukan hanya cantik wajahnya unik menurut saya.. Wajahnya seperti agak Eropa Utara.. Saya kira aktris Eropa, ternyata dia dari lahir di Amerika.. Tapi AJ Michalka ini belum terlalu populer, mungkin karena masih muda, belum ada nominasi dan belum banyak membintangi film.. Lain dengan Jesse Mc. Cartney yang ternyata telah beberapa kali dinominasikan bahkan beberapa dimenangkan.. Mungkin karena dia telah memulai debutnya sejak usia 17 tahun..

Sekian sinopsis dan review yang bisa saya tulis.. Jika penasaran, untuk download film ini silakan googling lagi.. Terakhir saya cek di youtube ada full movie tapi saya tidak yakin jika ada translasi bahasa Indonesia..

image

[Nov Sabatini]

***

Yuk, baca review saya yang lain tentang film :

1. Flowers in the Attic

2. Fifty Shades Of Grey

3. Kolchak : Night Stalker

4. Dating : What’s It Like To Be in Love

5. Most Impressinh Episode Of Running Man

6. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

7. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

8. Curious Case Of Benjamin Button

9. The Great Gatsby

10. Hachiko : a Dog Story

11. Keith

Flowers In The Attic..

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang belum memiliki anak dan belum memiliki peralatan lengkap untuk ngapa-ngapain, saya seringkali merasa bosan.. Tiap lima menit buka facebook, so what? Tidak ada notification baru dan itu membuat semakin suntuk.. Bingung mau ngapain, nonton TV juga acaranya itu-itu aja.. Anda mengalami hal itu?

Aha! Suami saya punya solusinya.. :-D

Pada kesempatan main ke Jakarta Fair dua bulan lalu, saya dibelikan TV Kabel!! Awalnya saya pesimis akan berdampak banyak pada keadaan batin saya, tapi setelah seminggu memilikinya : Saya kecanduan TV Kabel!! Aaaaaak, help me?!

Hampir seharian saya berada di depan TV, berganti-ganti tayangan yang hampir tidak pernah habis mengingat ada beratus-ratus channel.. Termasuk tadi malam, setelah suami tidur saya kembali ke depan TV untuk menonton Flowers in the Attic yang tayang perdana di Lifetime.. Trailernya memang sudah diputar sebulan sebelumnya dan makin membuat saya penasaran kepingin nonton..

Saya akui, saya memang tertarik pada hal-hal yang aneh, misterius, dan tidak biasa.. Contoh saja, film Curious Case Of Benjamin Button yang saya jatuh cinta sejak pertama nonton.. Selain itu, saya makin suka jika drama itu dikemas dengan alur yang pelan tapi detail.. Membuat semakin tampak misterius dan membuat semakin penasaran.. Beberapa hari sebelumnya saya juga pernah melihat di saluran yang lain lagi, tentang pengakuan seseorang yang kabur dari sekte poligami.. Ternyata setelah saya telusur lebih jauh, bukunya telah beredar di pasaran.. Meskipun populer di Barat, tapi kurang terdengar bahkan cenderung susah ditemukan di Indonesia.. Mungkin karena isu yang diangkat bukan isu di sekeliling masyarakat Indonesia.. Begitu pun film yang akan saya bahas di sini..

image

Film TV Flowers in the Attic ini meninggalkan kesan bagi saya.. Sesuatu yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, namun tabu untuk dibicarakan.. Film ini bercerita tentang hubungan keluarga yang rumit karena terjadinya incest ..

Berawal dari sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan empat anak, dua di antaranya kembar.. Pekerjaan si Ayah yang mobile membuatnya sering bepergian dalam waktu lama, hingga suatu saat kecelakaan pun merenggut si Ayah beserta kebahagiaan keluarga itu.. Kenapa? Karena si Ibu adalah wanita yang gaya hidupnya cenderung glamor, cantik, namun tak punya skill.. Rumah dan seisinya akan segera disita bank karena tak bisa mencicil lagi.. Si Ibu lalu menyurati beberapa kerabatnya agar bisa menumpang hidup.. Orang pertama yang membalas surat itu adalah ibunya sendiri alias nenek keempat anaknya..

Mengejutkan karena ternyata keempat anaknya bahkan tidak tahu bahwa mereka punya nenek.. Lebih mengejutkan karena ternyata kakek dan neneknya sangat kaya, memiliki rumah (atau istana?) dengan hutan dan danau pribadi.. Sayangnya, semenjak kawin lari dulu si ibu telah dicoret dari daftar ahli waris dan mereka tidak pernah saling kontak lagi.. Yak! Ibunya kawin lari karena yang dinikahinya (alias ayah keempat anak itu) ternyata adalah saudara tiri ayahnya sendiri (alias kakek keempat anak itu)..

Kedatangan si ibu dan anaknya dirahasiakan si nenek dari si kakek, karena si kakek punya masalah jantung.. Maka, keempat anak tersebut ditempatkan di sebuah kamar terpencil yang memiliki akses anak tangga ke loteng.. Mereka dikunci di situ, dilarang membuka jendela, dan tidak boleh bersuara agar tak ada yang tau keberadaan mereka.. Mereka diberi beberapa peraturan oleh si Nenek dengan hukuman yang berat atas setiap pelanggaran..

Rencana awal adalah, si ibu merebut hati si kakek agar namanya kembali dicantumkan di daftar waris.. Nantinya setelah berhasil, satu per satu keberadaan anaknya akan diungkapkan.. Sementra proses itu, si ibu rutin menjenguk anaknya.. Awalnya seminggu, sebulan, kemudian semakin jarang, dan kepastian pengungkapan statua keempat anaknya makin tak jelas..

Keempat anaknya praktis terisolasi dari pergaulan di luar.. Beberapa tahun berlalu, banyak pertanyaan yang ada di benak keempat anaknya.. Banyak cerita dan rahasia satu per satu terungkap.. Banyak peristiwa yang terjadi, diantaranya adalah kematian salah satu si kembar, serta dua anak yang paling besar lambat laun mengalami pubertas.. Dan yak! Incest pun terjadi lagi..

Karena semakin frustasi dan semakin merasa ada yang tidak beres, kedua anak yang paling besar mengupayakan cara untuk bisa keluar dari rumah itu.. Beberapa di antaranya adalah memanjat keluar jendela menggunakan tali saat malam tiba, serta membuat kunci dari sepotong kayu.. Mereka mencuri uang dan barang ketika semua orang tidur.. Sedikit demi sedikit mereka kumpulkan, lalu pada hari yang telah ditentukan mereka kabur..

Nah, film TV berdurasi sekitar 1,5 jam ini memang selesai untuk sementara.. Minggu depan akan diputarkan perdana di Asia, sekuel berikutnya (yang terakhir) berjudul Petals On The Wind.. Sekuel sambungannya ini mengisahkan apa yang terjadi ketika anak-anak tersebut dewasa..

 

image

Film ini diadaptasi dari sebuah novel kontroversial populer berjudul sama karya V.C. Andrew.. Sebelum versi 2014 pernah pula dibuat film kalau tidak salah pada tahun 1987 (atau 1997? Silakan browsing lagi ya).. Yang agak disayangkan dari penayangan Flowers in the Attic di Lifetime ini adalah, beberapa adegan yang dipotong karena keperluan sensor.. Memang tidak ada adegan ranjang, hanya adegan cium (hanya?) saja tapi kalau melihat keseluruhan cerita justru adegan ini yang seharusnya menjadi inti yang disorot.. Setelah nonton versi TV karena penasaran saya browsing dan ternyata memang ada adegan yang missing.. #eh

Tambahan : ada lagi film incest tapi genre-nya horror yaitu Crimson Peak.. Figur incest-nya sama, kakak dengan adik, bedanya di sini kakak cewe sedangkan adiknya cowo.. Pemerannya itu loh yang jadi Loki di film Thor kalau ga salah.. Btw, napa pada banyak sih yang cari film beginian? *ehemheran

asesoris descendent of the sun

 

Yuk, baca juga review saya tentang film yang lain :

1. Fifty Shades Of Grey

2. Expecting Amish

3. Curious Case Of Benjamin Button

4. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

5. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

6. Dating : What’s It Like To Be In Love

7. The Great Gatsby

8. Keith

9. Hachiko : a Dog Story

10. The Most Impressing Episode Of Running Man

11. Kolchak : Night Stalker