The Great Gatsby..

Sebenarnya film ini sudah agak lama saya tonton, mungkin hampir setahun yang lalu.. Tapi belakangan ini sering diputar di salah satu channel khusus film, jadilah saya nonton lagi mungkin sudah tiga kali dalam dua minggu terakhir ini.. Semakin saya tonton, pemahaman dan emosi yang saya rasakan terhadap film ini semakin berganti.. Pertama kali mungkin “Wah bagus” lalu saat kedua kalinya nonton meningkat jadi “Oh gitu ya ternyata” kemudian meningkat menjadi “Duh, ternyata maknanya ternyata dalam” dan seterusnya..

Leonardo DiCaprio memang aktor kawakan.. Semua filmnya menurut saya adalah film yang berat, dari segi historis, filosofis, bahkan film fiksinya pun bikin mikir berulang kali saking rumit..

Kali ini saya tertarik me-review salah satu filmnya yaitu The Great Gatsby.. Awal menonton film, saya pasti terfokus pada alur cerita.. Memahami hubungan antar-tokoh yang rumit, hingga menemukan ending film.. Kedua kali nonton masih sama, memperdalam alur film.. Baru saat nonton ketiga dan keempat, memahami makna dan maksud di balik cerita itu sendiri..

Menurut saya, yang menjadi fokus film adalah hubungan antar-tokoh dalam film itu sendiri, dimana bukan hanya cinta segiempat namun melibatkan pula pihak-pihak lain.. Dibalik itu, makna yang lebih dalam terdapat pada karakter dan kepribadian masing-masing tokoh dalam film, baik yang tersirat melalui ekspresi maupun yang tersurat dalam dialog antar-tokoh di sepanjang film yang sebenarnya cukup detail namun membingungkan..

image

Jay Gatsby menurut saya pada dasarnya hanya orang perfeksionis yang terobsesi pada 2 hal : cinta pertama dan kekayaan.. Film ini hanya menggambarkan dua hal itu, namun dikemas menjadi sebuah misteri yang simpang siur dan sedikit membingungkan di awal cerita..

Tom Duchanan adalah pria bangsawan pada umumnya, yang cenderung angkuh dan licik serta suka main wanita.. Daisy Duchanan adalah seorang wanita yang peragu dan gampang meleleh perasaannya karena pria.. Sedangkan Nick Carraway adalah pria yang lugu dan naif, yang tidak sengaja berada di situasi yang membuatnya menjadi centre of gravity.. Karakter tokoh lain tidak terlalu dominan dan penting untuk diketahui karena selain tidak terlalu signifikan perannya juga karena pasti Anda sudah bisa menebak sendiri..

Obsesi Jay untuk menjadi pria yang kaya menemui jalan yang berliku, dari menggunakan cara yang halal sampai mentog dan akhirnya terjebak dalam bisnis ilegal.. Untuk mencapai obsesi ini, dia terpaksa mengorbankan cinta pertamanya yaitu Daisy, karena ketika dia akhirnya bisa kembali sebagai orang kaya ternyata Daisy telah menikah dengan Tom.. Terlanjur terobsesi, Jay nekad memperjuangkan hubungannya dengan Daisy dengan segala cara yang direncanakannya sedemikian rupa..

Daisy di satu sisi, kesepian seperti kebanyakan istri bangsawan, ditinggal oleh Tom kemana-mana baik urusan bisnis maupun “bisnis”.. Hingga saat Jay tiba-tiba kembali dalam kehidupannya, Daisy merasa memiliki semangat hidup lagi..

Daisy yang sedang terlena dengan mudahnya dirayu Jay untuk meninggalkan Tom.. Tapi saat berhadapan dengan keduanya (Jay dan Tom), Daisy menjadi ragu apa yang dia inginkan karena ternyata dia tidak bisa memungkiri bahwa dia mencintai keduanya..

Ending film ini memang agak nyesek sih.. Banyak pertanyaan protes yang kalau dipikir memang tidak ada jawabannya(?)..

Kok ya’o pria yang nyaris sempurna seperti Jay harus mengejar Daisy? Kenapa tidak wanita lain saja? Daisy tidak punya sesuatu yang sangat wah untuk dikejar sebegitunya? Jawabannya mungkin karena Daisy cinta pertama Jay dan karena Daisy adalah obsesi Jay yang gagal didapatnya di masa lalu, sehingga sebagai orang yang perfeksionis bagaimana caranya harus mendapatkan impiannya itu..

Andai, mereka kabur saja seperti yang diutarakan Daisy mungkin ending akan berbeda.. Tapi sekali lagi, Jay tidak rela melepas status, rumah, harta, dan kehormatan yang susah payah didapatnya untuk kabur begitu saja dengan Daisy dan meninggalkan hidupnya dengan predikat miring dari masyarakat..

Jika, Tom dan Jay tidak bertukar mobil untuk ke kota mungkin ceritanya tidak begitu.. Sewaktu berangkat, jelas alasannya karena mobil Jay kehabisan bensin sementara Tom tau tempat membeli bensin di jalan menuju kota, yaitu bengkel selingkuhannya.. Ini mungkin memang kebetulan.. Tapi entahlah, saya pikir ada sesuatu pada diri Tom, mengingat adegan sebelumnya saat dia isi bensin dan melihat Myrtile menangis, terlebih hanya Tom yang tau apakah memang Myrtile punya kebiasaan menyetop mobilnya seperti itu..

Andai, Myrtile tidak ketahuan oleh suaminya sehingga membuatnya terpaksa pindah ke kota.. Mungkin Tom tidak akan mempertahankan Daisy sebegitu gigih karena masih memiliki Myrtile..

Dan kenapa-kenapa serta andai-andai lainnya.. Semuanya terjadi just in time.. Sedikit terkesan tidak adil, tapi semua berawal dari Gatsby dan akhirnya kembali pada dirinya sendiri.. Dan filmnya memang harus berakhir seperti itu..

***

Yuk baca juga review saya tentang film lainnya :

1. Curious Case Of Benjamin Button

2. Hachiko (Hollywood Version)

3. Kolchak : Night Stalker

4. Keith

5. Most Impressing Episode Of Running Man

6. Eternal Sunshine on a Spotless Mind

7. Flowers in the Attic

8. Expecting Amish

9. Fifty Shades Of Gray

10. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

11. Dating : What’s It Like To Be in Love (J-Drama)

Advertisements

Eternal Sunshine On (My) Spotless Mind

Ada sebuah film yang menarik untuk ditonton.. Suatu ketika setelah menontonnya saya pernah mendiskusikannya dengan salah seorang teman..

Judul film itu sendiri cukup panjang : Eternal Sunshine On The Spotless Mind.. Entahlah, sepertinya ini film fiksi ilmiah.. Ini yang senantiasa kami diskusikan, apakah memang benar bisa terjadi ataukah sekedar imajinasi manusia akan sebuah teknologi yang mampu menyembuhkan luka di hati, layaknya doraemon yang mengandaikan alat-alat pemutar waktu telah akan ada di abad 21..

Sedikit cerita, film ini berkisah mengenai seseorang yang patah hati, kemudian menemukan semacam klinik rahasia.. Sebuah klinik yang tidak biasa, karena orang-orang di klinik ini bisa menyembuhkan luka yang tak kasat mata..

Bagaimana caranya menyembuhkan patah hati??

Dalam film ini diceritakan, dengan menghapus entitas orang tersebut dari memori kita..

Pertama-tama si subyek diharuskan mengumpulkan semua benda yang memiliki kenangan dengan entitas tersebut.. Kemudian, perekam otak akan menangkap kejadian-kejadian bersama entitas saat satu per satu benda tersebut diperlihatkan.. Dari sinilah kemudian memori dipetakan melalui komputerisasi..

Pada suatu malam, subyek akan dibius agar tidur dengan nyenyak sepanjang malam.. Saat itulah para teknisi dari klinik bekerja : menghapus entitas tersebut dari peta memori si subyek.. Sedemikian hingga ketika terbangun di pagi harinya, subyek tak lagi mengenali entitas tersebut.. Bersih.. Memulai segala sesuatunya dengan baru.. Spotless!

image

Entah karena terinspirasi film ini atau karena kejadian tertentu yang baru saja saya alami, semalam saya mengalami kejadian yang sedikit banyak mirip ini..

Saya memimpikan sebuah entitas yang sangat berarti dalam hidup saya, yang saya sama sekali tak berniat sedikit pun menghapusnya dari memori saya.. Dalam mimpi, saya kembali ke masa lalu bersama entitas tersebut, melakukan aktivitas, dan mengambil gambar..

Namun yang terjadi, dalam mimpi saya entitas itu sama sekali tak mengenali saya.. Bahkan ketika saya lewat di depannya, ekspresi wajahnya sama sekali datar dan tak berubah.. Dan saat saya mencoba mengambil gambarnya, entitas tersebut hilang dari cetakan..

Sungguh, ketika di mimpi pun saya merasa aneh sekali.. Rasa kehilangan menyeruak.. Saya bangun tidur dengan linglung.. Hambar.. Seperti tak ada lagi gairah, bahkan ketika mengalami kejadian menyenangkan pun rasa senang ini tak lagi sama..

Entitas tersebut seakan menghapus dirinya sendiri dari memori saya.. Dan saya tak bisa melakukan apa pun..

Dan masa-masa yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan dalam angan-angan pun, semuanya kini telah terlewati.. Terkadang ingin kembali ke masa lalu.. Merasakan lagi kenangan-kenangan yang dulu-dulu..