Sekilas Tentang Proses Pindahan

Bingung mau kasih judul apa, yasudahlah ya.. Sebenernya cuma pengen sharing informasi saja, barangkali ada manfaatnya.

Proses packing tahap awal, banget..


Berbeda dengan proses pindahan sebelumnya (dari Lampung ke Jakarta) dimana barang-barang kami masih minimalis abis, pindahan kali ini jauh lebih ruwet.

Di Lampung dulu, barang-barang kami diangkut dengan dua cara : kami bawa via bagasi pesawat dan dikirim via ekspedisi. Total yang kami bawa dalam bagasi pesawat seberat 72 kg, terdiri dari dua koper besar dan dua tas jinjing besar. Barang-barang yang urgent untuk secepatnya diangkut misalnya baju, seragam kerja, sepatu, dll. Karena hanya berdua, total bagasi yang diperbolehkan hanya 40 kg, sehingga kami kelebihan 32 kg dan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 600.000,- (Bandara Radin Inten 2 ke Adi Soemarmo menggunakan maskapai burung biru) yang mana hampir seharga tiket untuk satu penumpang. Kebetulan tiket kami waktu itu sedang promo karena berangkatnya memang weekday, di bawah satu juta.

Jual Kardus Bekas Kelapa Dua


Barang yang dikirim via ekspedisi terdiri dari 5 buah kardus. Barang elektronik seperti TV, penanak nasi, serta perlengkapan makan dan memasak. Biaya pengirimannya sebesar Rp 325.000,- kalau tidak salah. Ekspedisinya memang pakai yang khusus untuk muatan besar 5 kilo-an sehingga jatuhnya lebih murah. Barang-barang yang tidak terangkut di antaranya karpet, dispenser, jemuran, kipas angin, kucing, logistik dan bahan dapur.

Di Jakarta, barang kami sudah berkembang-biak dengan pesat, berhubung memang lumayan lama menetap di sini (di Lampung saya 6 bulan, di Jakarta 3,8 tahun). Sudah punya rak, meja, kulkas, sepeda, motor, oven, keyboard, kasur, dan kucing beserta anaknya. 

Awalnya sempat akan pakai sistem pindahan seperti sebelumnya yaitu dikirim ekspedisi, diangkut sendiri naik pesawat atau kereta, dan ditinggal. Namun urung karena setelah dipikir dan dihitung, keterbatasan waktu, tenaga, dan sumberdaya sepertinya lebih simple diangkut sekaligus pakai truk.

Jual Kardus Bekas Jakarta


Sempat cari jasa pindahan, tapi barangnya tanggung. Dibilang banyak kok cuma sedikit, dibilang sedikit kok ya lumayan banyak. Hahaha. Jadi kami putuskan pindahan sendiri saja, hanya sewa truk-nya. 

Persewaan truk cukup banyak ditemukan di google, apalagi untuk kota besar macam Jakarta. Masalahnya hanya di harga. Kalau antar kota besar (misal Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya) mungkin harganya bisa lebih murah karena truk berisi muatan baik di perjalanan pulang maupun pergi. Tapi berhubung kami pindah ke kota yang lebih kecil, agak tricky milihnya. Kalau truk pulang dalam keadaan kosong, maka biaya pulang-pergi dibebankan pada kami sehingga jatuhnya bisa sampai Rp 4.000.000,- ke atas. Namun alhamdulillah akhirnya kami menemukan persewaan truk yang punya channel di Kudus, sehingga pulangnya ngga kosong. Jadi kami cukup bayar Rp 2.500.000,- saja. Biaya bersih plus yang bantuin angkut barang dari rumah ke truk. Kalau pindahannya dekat, misal Jakarta-Bekasi atau Jakarta-Depok, bisa pakai pick up saja seharga Rp 150.000,- malah sebenarnya lebih pas untuk muatan pindahan kami yang tanggung.

Selanjutnya kami berburu kardus. Kardusnya bukan sembarang kardus yang kecil dan tipis, karena barang kami lumayan banyak printilannya. Kalau pakai kardus kecil mungkin bisa puluhan, itu pun beberapa barang besar tidak bisa termuat seperti kompor gas, rak lipat, dll. Minimal kardus rokok yang tebal.

Jual Kardus Bekas Depok


Kami berburu kardus di daerah Kelapa Dua, Depok. Di daerah ini lumayan banyak penjual kardus bekas yang masih bagus, mungkin karena dekat dengan banyak kampus (Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila) jadi banyak diperlukan untuk pindahan kos. Ukuran kardus beraneka ragam, mulai dari seukuran kardus rokok yang sedang sampai kardus bekas kemasan lemari es. Ada juga kardus bekas pewarna tekstil (kalau tidak salah) yang berbentuk tabung dan ada tutupnya. Sebenernya saya naksir banget, karena bisa difungsikan sebagai tempat duduk yang bergaya industrialis gitu, tapi apa daya ngga dibeliin hahaha. 

Kami beli 4 buah kardus, dua berukuran besar (kardus spare part mesin), dua berukuran sedang (kardus rokok). Untuk kardus sedang harganya Rp 10.000,- (kira-kira 100 cm x 50 cm x 50 cm) sedangkan kardus besar Rp 17.000,- (kira-kira 100 cm x 100 cm x 100 cm) per buah. Untuk kardus berbentuk kursi yang saya taksir tadi, harganya mulai dari Rp 70.000,- tergantung besarnya.

Note : kelihatannya cuma kardus ya, tapi kalau bawa pakai motor ternyata rempong juga, aslikkk, tapi aim ternyata cukup setrong alhamdulillah.. buahahahaha..

Total waktu yang dibutuhkan truk dari Jakarta ke Pati sekitar 24-30 jam. Tanaman yang saya angkut via truk sebanyak 2 pot alhamdulillah bertahan hidup sampai sekarang.

Tips Membawa Kucing di Mobil


Langkah terakhir, untuk mengangkut kucing kami memakai mobil. Kucing yang kami angkut ada 4 ekor dengan total waktu perjalanan 12 jam (karena saya sempat kesasar di Semarang jam 11-an malam). Untuk kucing besar, adaptasinya lumayan lama. Selama di mobil,  kucing besar sangat responsif terhadap suara (terutama suara kendaraan besar seperti truk atau bus, juga sirine). Kucing akan tenang kalau dipangku dan dibelai, atau sembunyi di kolong jok. Sepanjang perjalanan, kucing besar tidak mau makan dan minum, apalagi pipis atau poop. Lain cerita dengan kucing kecil. Kucing-kucing kecil lebih cepat adaptasi, tetap makan dan sempat poop satu kali. Sepanjang perjalanan kucing-kucing kecil tetap lari ke sana kemari, mainan sabuk pengaman, bahkan masuk ke kolong pedal gas. Oleh karena itu sebaiknya kalau bawa kucing di mobil jangan sendirian. 

Keempat kucing memang saya lepaskan sewaktu di dalam mobil (tapi tidak dalam waktu bersamaan), karena kalau di kandang mereka akan meongmeong. Awalnya kucing akan bingung, semua sisi jendela akan diinspeksi, semua benda bergerak akan diawasi (motor lewat, dll). Bahkan ada yang sampai mangapmangap atau menjulurkan lidah. Ini pertanda kucing stress. Namun seiring waktu kucing akan mulai tenang dan tidur terus sepanjang perjalanan. Akan lebih cepat tenang kalau dipangku dan dibelai. 

Advertisements

Puskeswan Ragunan

Sebelum pindahan kemarin, saya sempat ke Puskeswan Jakarta yang terletak di Jalan Harsono RM Ragunan Jakarta Selatan. 


Ceritanya, tetangga saya nemu kucing kecil usia 2 bulan di depan Alfamidi. Oleh tetangga, kucing tersebut dinamai Alfa, kemudian diberikan ke saya. Saya kasih makan dan minum susu, malamnya saya biarkan tidur di dalam rumah bersama keenam ekor anak-anak kucing saya yang lain.

Paginya, saya cek bak pasir di belakang yang biasa untuk pipis anak-anak tersebut, ada genangan darah. Saya syok. Langsung cek si Alfa, barangkali ada luka atau apa. Tapi ngga ada, hanya jalannya yang agak pincang di kaki kanan belakang. Sorenya, saya pergoki Alfa sedang pipis di kamar mandi, pipisnya merah seperti darah. Saya panik, takut kenapa-kenapa, keesokan harinya saya bawa ke Puskeswan Ragunan.


Bagi yang belum tau, puskeswan ini memang agak ngga keliatan karena papan nama yang lebih mencolok adalah Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Kelautan (maaf kalau salah, di street view maps tulisan timbul-nya ada yang lepas). 

Letaknya persis di depan Departemen Pertanian jalan Harsono RM, dekat dengan Rumah Sakit Hewan Jakarta (di belakang Puskeswan). Depan Puskeswan ada halte, ngga tau halte apa namanya. Masuk saja ke gerbang, tanya satpam, nanti ditunjukkan bangunan untuk pemeriksaan hewan (bangunannya cat ungu).


Seperti suasana di RSHJ, Puskeswan juga sejuk dan tenang karena banyak pohon-pohon besar. Kucing-kucing banyak sekali berkeliaran, biasanya yang memeriksakan kucing sengaja bawa catfood untuk kasih makan kucing-kucing di sana. Sebagian besar kucing (terutama yang betina) sudah disteril, gendut tapi ketika dipegang perutnya ngga kerasa ada kantung yang menggantung. Lebih mudahnya, kucing yang disteril diberi tanda di telinganya berupa sedikit sobekan berbentuk huruf V.


Hari itu hanya saya dan satu orang lainnya yang antre. Saya ke sana tepat istirahat siang, karena tadi angkutan saya kesasar sewaktu cari alamat. Jadilah kami menunggu sambil mengobrol dari jam 12 siang sampai jam 13.30. Hari yang lain, antrean lumayan banyak mungkin 5 sampai 7 pasien. Seru. Kami antre sambil ngobrolin kucing. Ada yang piara 17 ekor kucing, ada yang 50 ekor kucing. Saya kalah telak.

Tiba giliran saya masuk, Alfa diperiksa fisiknya sambil saya ceritakan sebagai informasi tambahan asesmen. Ternyata yang dianggap darah itu ambigu. Apakah pipisnya berdarah, atau pipis darah. Apakah darah segar atau darah coklat. Sayangnya kemarin saya tidak ambil foto pipis dan poop-nya Alfa.


Dokter belum bisa mendiagnosis karena info yang saya berikan ambigu. Tapi dugaan yang mungkin adalah dehidrasi, diare, atau karena virus panleu. Deg! Saya langsung cemas kalau ini panleu. Karena sehari semalam kemarin Alfa saya campur dengan anak-anak kucing yang lain. Panleu menular dan berbahaya.

Jadilah sampai rumah Alfa saya pisah di box Rio, kasian sebenernya, meong-meong terus. Tapi demi kebaikan bersama, dan dengan begitu saya lebih mudah memantau Alfa, malamnya Alfa poop mencret. Saya lega karena berarti ini diare seperti kata dokter, bukan panleu. 

Alfa diresepkan obat cacing combantrin cair 0.5 mL diberikan dua minggu sekali. Total biaya berobat Alfa hari itu Rp 50.000,- periksa dan suntik vitamin, obat cacing Rp 18.000,- satu lagi vitamin tapi saya tidak tebus karena di rumah masih ada biolysin sisa Miu dulu.



Info
: Puskeswan buka Senin sampai Kamis jam 08.00 sampai 15.00 istirahat siang jam 12.00 sampai 13.30. Jumat Sabtu Minggu setau saya buka, namun lebih pendek jam kerjanya, kalau tidak salah jam 09.00-12.00 tapi untuk informasi selengkapnya silakan telepon dulu. Rabu pelayanan puskeswan tutup, hanya untuk steril gratis.

Oh iya saya sempat tanya-tanya tentang steril kucing di Puskeswan, kapan-kapan saya tulis terpisah saja ya.

TIPS kata dokter, kalau nemu kucing jangan langsung dicampur dengan kucing kita yang sudah ada di rumah. Dikarantina dulu dua sampai tiga hari. Amati kondisinya, cek bagaimana pipis dan poop- nya, perhatikan nafsu makannya, cek kelincahannya. Kalau semua dirasa normal, baru boleh digabung dengan kucing lainnya. Takutnya kucing baru bawa virus, kalau langsung dicampur, semua kucing lainnya akan tertular.


Di puskeswan tidak bisa rawat inap, kecuali kalau operasi yang urgent. Tapi untuk yang butuh rawat inap bisa dirujuk dari puskeswan ke rumah sakit hewan lainnya. Bisa melakukan operasi di puskeswan, daftar harga silakan lihat foto di atas (selain daftar harga pemeriksaan dan operasi, ada juga daftar harga laboratorium cek spesimen).

Di puskeswan banyak kucing (dan anjing, di kandang terpisah). Kebanyakan berasal dari penangkapan yang dilakukan atas laporan warga. Jadi, kalau di lingkungan Anda dirasa terlalu banyak kucing atau anjing liar, silakan lapor saja dari RT ajukan ke kecamatan. Nanti tim dari Dinas ini akan ke lokasi untuk menangkapi kucing dan anjing liar tersebut. Bagi Anda yang mau adopsi kucing dari puskeswan, cukup dengan menyerahkan fotocopy KTP saja untuk warga Jakarta.

​Yuk baca artikel lainnya :

Rumah Sakit Hewan Jakarta 

Pasar Sepatu Taman Puring

Rumah Sakit Hewan Ragunan..

Telat banget, mau nulis ini mood-nya ngga dapetdapet jadi kemarin saya skip sama judul yang lain dulu deh.. Oke saya tulis dengan ringkas, padat, dan tunjeppoin aja ya.. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April menjelang Mei, saat itu usia anak-anak kucing saya 2,5 bulan (lahirnya 20 Februari)..

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan


KIKIS

Awal cerita, salah satu dari tiga anak kucing saya (sebut saja namanya Kikis) ngga mau makan, tiduran aja seharian, keliatan lemes gitu.. Saya cerita ke Ibuk dan Bapak yang sudah berpengalaman dalam menangani kucing sakit, menurut beliau 75% yakin kalau kucing saya cacingan.. Padahal ngelihat aja engga, cuman diceritain doank, sakti banget ya.. *proud to be their daughter* haha..

Akhirnya saya dan si Om beli obat cacing di petshop sekitaran rumah.. Oleh si penjaga toko, diberi dua pilihan yaitu Drontal (bentuk tablet) dan Albenworm (bentuk sirup).. Dengan pertimbangan lebih gampang ngasih ke kucingnya, kita pilih yang sirup.. Harganya kalau ngga salah sekitar Rp 30.000,- lupa tepatnya soalnya udah lama.. Yang jelas gocap masih sisa..

Obat ini warnanya biru, lucu ya.. Kocok dulu sebelum diberikan, warnanya akan berubah menjadi sedikit keruh.. Tidak terdapat petunjuk penggunaan yang jelas pada botol kemasannya, karena memang pada dasarnya obat ini diberikan memakai resep dokter tergantung kondisi kucing yang sakit..

Di botol hanya ada petunjuk pemakaian berupa : 2,5 ml (setengah sendok teh) untuk 10 kg berat kucing.. Pakai pipet yang ada ukurannya ya, lebih enak pakai yang kecil ukuran 1 ml.. Oleh penjaga petshop disuruh 3x sehari, tapi sesampainya di rumah saya urung memberikan ke kucing karena ketidakpastian takaran..

Lagipula, tepat sesampainya kami di rumah, Kikis mati tertabrak tukang siomay, padahal obatnya belum sempat dibuka.. Ironis ya? Sedih banget saya..

Kucing diare

Ucu


UCU

Beberapa hari setelahnya, gantian anak kucing saya yang lain (sebut saja Ucu) mulai mencret.. Ngga cuma Ucu sebenarnya, Miu pun mencret, namun Ucu lebih parah.. Kami coba mempuasakan mereka sehari lebih, namun ini susah dilakukan karena pada prakteknya mereka gagal puasa karena dikasih makan oleh tetangga.. Kami coba beberapa cara lain seperti memberikan tempe mentah dan yoghurt.. Namun setelah empat hari, kondisi mereka masih sama, bahkan cenderung memburuk..

Lagi-lagi saya konsultasi kepada kedua orang tua saya, saya menduga mereka diare karena pakan mereka yang baru saja diganti.. Namun lagi-lagi kedua orang tua saya bilang mereka cacingan *hidup cacingan!*

Karena ragu-ragu, dan masih trauma akan Kikis yang baru saja mati, akhirnya saya pilih membawa Ucu ke dokter hewan saja, daripada kenapakenapa.. Sebelumnya sempat browsing mengenai rumah sakit hewan di Ragunan.. Kami sering mondarmandir lewat jalan Harsono RM karena deket banget dari rumah, malah dulu kami sempat kos di sekitar sana, tapi ngga pernah tau sebelah mana rumah sakit hewan Ragunan..

Rumah Sakit Hewan Ragunan

Rumah Sakit Hewan Ragunan


Berbekal keranjang piknik merk Rio (di petshop harganya Rp 95.000,-) dan doa semoga rumah sakitnya buka, jadilah hari Sabtu kami coba mencari Rumah Sakit Hewan Ragunan, yang ternyata letaknya sebelahan sama Pusdiklat PLN (masuk ke gang Pusdiklat PLN).. Belakangan kami baca dari pengumuman yang tertempel di dinding rumah sakit, ternyata Rumah Sakit Hewan Ragunan buka tiap hari, bahkan UGDnya buka 24 jam..

Pertama-tama, kami mengisi formulir dulu untuk mendaftarkan Ucu.. Front Office nya ramah-ramah.. Karena saya tidak tau Ucu jantan atau betina maka saya isi jantan (badannya gede sih).. Setelah daftar, kami duduk di ruang tunggu sambil melihat-lihat sekitar..

Enak banget suasananya, teduh, banyak pohon, ngga berisik karena lumayan masuk ke dalam dari jalan raya, pokoknya bikin pengen tidur siang(?).. Dan pastinya banyak banget kucing berkeliaran di sana.. Jinak-jinak karena ternyata diberi makan oleh pihak rumah sakit.. Salah satu kucing ada yang tidur di kursi ruang tunggu di samping saya.. Ada petshop juga di dalam rumah sakitnya.. Tidak banyak pasien yang antre, hanya satu-dua kucing dan anjing.. Mereka bawa kucing ras, sedangkan saya bawa Ucu kucing domestik.. Hooo..

Dokter Hewan Jakarta

Dokter Hewan Jakarta


Tak lama, kami pun dipanggil “kucing Ucu” untuk masuk ruang periksa.. Setelah mendengarkan cerita saya mengenai apa yang Ucu alami (?) Dokter pun melakukan serangkaian tindakan : ukur suhu badan (lewat belakang), cek feses (cacingan atau tidak), cek kutu telinga.. Dokternya ramah, saya diperbolehkan mengambil gambar..

Hasilnya : kutu telinga dan cacingan positif semua, dan Ucu betina

Tapi penyebab utama mereka diare adalah karena ganti pakan, seperti dugaan saya.. Untuk diarenya, dokter memberi Lacto-B yang tidak lain dan tidak bukan adalah obat diare untuk balita.. Untuk umur Ucu, cukup setengah bungkus saja, dilarutkan dengan sedikit air (bentuk obatnya bubuk)..

Dokter mempraktekkan cara meminumkan obat yang baik dan benar, sehingga bisa saya contek di rumah, mengingat saya mungkin melakukannya sendirian karena kalau siang si Om kerja..

Sedangkan untuk cacingan, Dokter memberikan Drontal.. Dosisnya satu tablet untuk 4 kg berat kucing.. Karena saat ditimbang, berat Ucu 800 gram maka Ucu diberi seperempat tablet saja.. Selanjutnya terus dipantau, apabila masih muntah dan diare (apalagi kalau ada cacingnya) maka obat tersebut diberikan lagi jarak seminggu kemudian..

Pet Taxy RSH Ragunan

Pet Taxy RSH Ragunan


Untuk obat cacing cair yang terlanjur kami beli, saya sempat menanyakan dosisnya juga, jaga-jaga saja karena Drontal hanya diresepkan satu tablet untuk Ucu dan Miu sekaligus.. Kata Dokter, pemakaian Albenworm sama saja dengan Drontal, yaitu cukup sekali dalam satu minggu.. Untung saja waktu itu saya tidak menuruti kata penjaga toko, kalau diberikan 3x sehari bisa-bisa ususnya terbakar, gitu kata Dokter..

Satu obat lagi, yaitu obat kutu telinga.. Bentuknya tetes.. Dokter hanya bilang diberikan pagi dan sore, masing-masing telinga 2-3 tetes tanpa ada kejelasan diberikan berapa hari, dan saya lupa nanya.. Pada akhirnya pakaikan sekitar 5 atau 7 hari, semua kucing yang mampir ke rumah saya tetesin telinganya (Spon Kecil, Ucu, Miu, Mang Engkus, Spongrab, Cisbundel) bahahaha..

Note : obat diarenya ampuh banget, cukup satu kali minum sorenya langsung sembuh! Jadilah sembilan bungkus Lacto-B saya nganggur di kulkas..

Pagi itu, kami kena invoice Rp 300.000,- sudah termasuk semuanya, dari biaya pendaftaran, biaya konsultasi ke dokter, biaya cek laboratorium, dan obat-obatan (3 macam obat)..

Note : selain UGD 24 jam, rumah sakit ini menyediakan ambulance (taksi khusus) untuk antar-jemput pasien (baca : hewan).. Nomor telepon terlampir di foto.. Untuk biaya, silakan tanya lebih lanjut ya karena saya ngga kepikiran nanya pet taxy ini soalnya RSH deket banget dari rumah..

Kucing sakit

Miu


MIU

Kurang dari seminggu setelah periksa Ucu, gantian Miu yang sakit.. Diarenya sih sudah sembuh, tapi mendadak Miu ngga mau makan.. Lemes aja.. Padahal sudah saya beri obat cacing, untuk diberikan lagi harus jarak seminggu..

Kurang lebih tiga hari, Miu ngga mau makan.. Bahkan ngga mau nyusu ke induknya.. Sudah saya coba memancingnya dengan makanan basah, tapi cuman dilirik doank.. Karena keadaannya memprihatinkan, si Om ngga tega juga dan akhirnya minta saya membawa Miu ke Rumah Sakit Hewan Ragunan untuk diperiksakan (bersyukur banget punya suami seperti beliau).. Hari Rabu pagi, saya berdua Ibuk berangkat ke RSH Ragunan berbekal semangat, doa, harapan, dan tak lupa keranjang Rio berisi Miu..

Note : keranjang Rio ini sepertinya sangat populer, sampai-sampai di jendela kasir RSH Ragunan banyak terdapat tempelan stiker bekas keranjang RIO..

Jujur, saya ngga tau Miu sakit apa.. Karena ngga ada angin ngga ada badai tiba-tiba saja tidak mau makan.. Tiba di RSH kami mendaftar (satu kucing satu kali daftar) kemudian menunggu di ruang tunggu sambil foto-foto dan memberi makan kucing-kucing di sana.. Kami bawa cat food karena berdasarkan pengalaman memeriksakan Ucu kemarin di sana banyak kucing bertebaran (?)..

Kucing tidak mau makan

Kucing tidak mau makan


Setelah diperiksa oleh Dokter (dokternya beda dengan yang memeriksa Ucu) ternyata Miu demam, dan cacingnya masih ada.. Kami tidak diberi Drontal lagi karena yang kemarin masih sisa setengah (Ucu seperempat, Miu seperempat) kata Dokter diberikan Miu setengah tablet nggapapa, tentunya setelah jarak seminggu dari terakhir kali diberi Drontal..

Miu diresepkan obat penurun panas amoxicillin, dua kali sehari sebanyak 1 cc (satu kali suntikan pipet).. Obat ini harus konsisten diberikan selama 7 hari, meskipun kucingnya sudah sembuh.. Sepertinya ini antibiotik *kumat sotoy nya*

Note : meskipun secara fisik Miu lebih kecil dibanding Ucu, tapi berat badan Miu 900 gram.. Mungkin karena Miu jantan ya..

Selain itu, Miu juga diberikan vitamin biolysin syrup, sebanyak 1 cc sehari, obatnya familiar ya hehe..

Dokter mewanti-wanti sekali agar Miu dipaksa makan, minimal sehari dapet setengah bungkus makanan basah (yang kemasan sachet).. Karena kalau tidak kemasukan makanan, kucing harus diopname..

mengobati kucing diare

mengobati kucing diare


Jeng jeng!

Kalau kucing Ibuk dan Bapak di Solo, sudah banyak yang opname.. Banyak yang mati juga waktu mondok di klinik.. *pengalaman orang tua saya dalam hal perkucingan sudah pro* Tapi ini di Jakarta bo‘, abis berapa cobak kalo sampe mondok di RSH..

No way

Berbekal tekad emak-emak irit, saya berdua ibu saya menyuapi Miu secara paksa.. Susah cuy! Meskipun Miu masih 2,5 bulan tapi sukses membuat luka di jari Ibuk saya, hiks.. Sampai pada akhirnya kami berdua trauma sekaligus kewalahan, akhirnya kami belikan susu khusus kucing.. Satu sachet seharga Rp 7.000,- di petshop.. Selama kira-kira dua hari Miu hanya minum susu tersebut saja.. Kalau benda cair lebih gampang nyuapinnya.. Airnya jangan banyak-banyak, susu dibikin sekental mungkin..

Sekitar tiga hari setelah diperiksakan, Miu perlahan mulai membaik.. Mulai agak mudah disuapin, mungkin dia paham kalau saya harus nyuapin dia seorang diri mengingat tak lama setelah periksa ke RSH Ibuk harus balik ke Solo.. Mulai bisa saya suapin makanan basah, meskipun belum banyak, dibikin sedikit tapi sering saja..

Berangsur-angsur Miu mau nyusu induknya lagi.. Kemudian mulai mengendus makanan kering.. Alhamdulillah..

Oiya, invoice periksa Miu habis sekitar Rp 200.000,- kalau tidak salah.. Amplopnya saya cari ngga ketemu deh, hehe..

Demikian pengalaman kami dalam kucing-kucingan di Jakarta, semoga ada manfaatnya..

Note : di kanopi RSH Ragunan terdapat papan yang ditempel foto-foto beberapa anjing dan kucing.. Mereka adalah anjing dan kucing yang kurang beruntung, ditelantarkan pemiliknya.. Setelah berobat mereka tidak ditebus, kasian ya.. Mereka available for being adopted.. Pinginnya sih semua saya adopsi, tapi mengingat satu dan lain banyak hal sepertinya belum memungkinkan.. Kucing-kucing ini (Ucu, Miu, dkk) pun sebenarnya bukan kucing peliharaan saya, hanya kucing liar sekitaran sini yang memeliharakan diri (?) pada saya.. Kebanyakan datang ketika jam makan saja, hanya beberapa ekor yang menetap (tidur klesotan) di rumah..

adopsi kucing jakarta

adopsi kucing jakarta


ADOPT, DON’T BUY!

Jual-beli kucing haram hukumnya dalam Islam! Rasulullah SAW melarang makan uang hasil penjualan anjing dan kucing (HR Abu Daud, HR Turmudzi).. 

Salah satu dari banyak dalil, silakan dipelajari lebih lanjut untuk dalil yang lainnya..

SAVE DOMESTIC CATS!

***

Yuk baca artikel yang lainnya :

Puskeswan Ragunan

Pasar Sepatu Taman Puring 

Jalan-jalan ke Pasar Mayestik..

Namanya bikin laper ya, hihihi.. Yang pertama kali terlintas di benak saya pun waktu pertama kali dengar adalah sebuah restoran dengan menu aneka steak, hahaha.. Tapi ternyata bukan lho! Mayestik adalah sebuah tempat yang terkenal untuk kulakan kain dan aneka keperluan fashion, semacam Cipadu Trade Center yang pernah saya post sebelumnya..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Awal tahun ini, saya berdua teman niatnya mau ke Cipadu untuk hunting kain.. Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk mencoba jalan-jalan ke Mayestik.. Berangkat dari Lenteng Agung, kami awalnya berniat naik KRL untuk transit di Tanah Abang kemudian ganti KRL ke arah Serpong dan turun di Kebayoran.. Namun dari Kebayoran masih harus naik angkutan kota, sehingga akhirnya kami switch plan untuk keluar di Stasiun Tanah Abang kemudian langsung naik Koantas Bima P 102 jurusan Tanah Abang-Cipulir daripada bolak-balik..

Dari stasiun, masih harus jalan kaki lumayan jauh untuk mencapai jalur Koantas Bima.. Karena ternyata Koantas Bima tidak lewat depan pintu masuk stasiun, melainkan belok di ujung jalan yang naik jembatan.. Ah, nanti silakan tanya saja ya kalau bingung.. Hehe..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Singkat cerita, kami sudah berada di dalam Koantas Bima.. Kami berdua sama-sama belum tau dimana lokasi Mayestik.. Walhasil, sedikit kebablasan hehehe.. Ternyata oh ternyata, Mayestik itu dekeeet banget dengan Pasar Taman Puring yang pernah saya post sebelumnya.. Koantas keluar dari Jalan Bumi ke pentokan pertigaan Jalan Kyai Maja, lalu belok ke kanan ke arah Pasar Taman Puring.. Sedangkan Pasar Mayestik belok ke kiri.. Meskipun kebablasan sampai Pasar Taman Puring, untuk mencapai Pasar Mayestik dengan jalan kaki tidak terlalu jauh..

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Pasar Mayestik Jakarta Selatan

Yang pertama terlihat dari jalan adalah bangunan besar serupa mall.. Di dalamnya sekilas memang seperti Mall Ambassador, menjual berbagai macam hal yang didominasi fashion.. Kami hanya numpang lewat saja lalu lurus keluar lewat pintu belakang.. Di sekeliling bangunan mall tersebut, terdapat banyak toko-toko yang kebanyakan toko kain.. Kalau saya bilang, mirip di Pasar Baru..

Jual Kain Pasar Mayestik

Jual Kain Pasar Mayestik

Setelah berkeliling sebentar, teman saya memutuskan membeli kain di salah satu toko.. Kami memang belum sempat mengelilingi seluruh bagian Mayestik berhubung sudah mulai sore.. Setelah membeli kain, kami berbelok ke toko asesoris.. Saya lumayan amaze di sini karena saat pertama masuk saya agak underestimate.. Bagaimana tidak? Hanya sebuah pintu biasa, tanpa ada etalase atau apa pun yang membuat orang tertarik untuk memasukinya.. Dan pertama menjejakkan kaki di dalam toko tersebut, kesan saya adalah : sempit, penuh sesak oleh barang, dan takut tiba-tiba ada kecoa.. Hehe..

Jual Asesoris Pasar Mayestik

Jual Asesoris Pasar Mayestik

Namun setelah menjelajahi toko, ternyata toko tersebut super lengkap! Berbagai macam asesoris mulai dari beraneka macam renda, beraneka jenis manik-manik, beraneka model kancing, beraneka warna benang, hampir semuanya ada! Dan yang lebih bikin saya amaze, toko tersebut semakin dijelajahi semakin terasa besar, ngga abisabis! Bahkan ada lantai dua ckckck.. Buat yang ingin mencari asesoris berhubungan dengan fashion, saya rekomendasikan banget..

Penasaran gimana kenampakan toko asesoris tersebut? Silakan cek video saya di sini :

Namanya Toko Maju, kalau tidak salah toko ini buka setiap hari cuma jamnya saja yang beda saat akhir pekan.. Saya sempat tanya sih, cuman ternyata lupa ngga dicatat hehe.. Posting-nya pun telat banget nih.. Maafkan.. By the way, pegawainya banyak euy!

Kami pulang naik Kopaja S614 jurusan Cipulir-Pasar Minggu turun mentok di stasiun untuk kemudian naik KRL karena teman saya domisili di Depok.. Sepintas saya lihat angkutan yang lewat di depan Mayestik antara lain Metromini AC S74 Rempoa-Blok M dan Metromini 69 Ciledug-Blok M..

 

www.asternovi.com

Yuk, baca juga artikel jalan-jalan saya yang lain :

1. Lihat-lihat sepatu di Pasar Taman Puring

2. Referensi tempat belanja yang oke di Jakarta

3. Lihat penyu di Sea World Ancol

Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong..

Situ Cilodong

Situ Cilodong

Sekitar satu bulan yang lalu si Om diberitahu oleh teman sekantornya mengenai Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong.. Lebih tepatnya diceritain pengalaman pribadi si temen tadi yang senasib, yang sama-sama pejuang program hamil.. Pada saat cerita, si teman tadi sudah telat setelah sekian kali datang berobat di tempat Pak Haji (lama berobat saya kurang tau)..

 

Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

Libur panjang hari raya kemarin, kami coba-coba cari tahu pengobatan ini.. Si teman tadi tidak memberitahu detail lokasi karena katanya susah dijelaskan, hanya “Situ Cilodong” sebagai kata kuncinya.. Kami coba browsing di internet, ternyata minim hasil, hanya “belok kiri di perempatan jam” di jalan Margonda.. Akhirnya kami berangkat modal nekad dan doa, hehe..

 

Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

Di GPS disebut untuk menuju Situ Cilodong dari arah Jakarta bisa melalui Jalan Margonda Depok atau Jalan Raya Bogor.. Kalau lewat Margonda, di GPS disebutkan nantinya akan melewati Water Park Depok.. Namun kami pilih belok kiri di perempatan jam, lewat jalan Siliwangi.. Dari Siliwangi nanti belok ke Jalan Raden Saleh ke arah Studio Alam, jalannya lumayan sempit.. Setelah berkali-kali kesasar dan berkali-kali tanya orang, singkat cerita kami sampai di rumah Pak Haji..

 

Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

Metode pengobatannya kalau saya bilang seperti Sinshe, pijat di kaki (jari kaki, lebih tepatnya), kemudian pakai air putih dan herbal (dalam bentuk kapsul).. Total pertama kali datang sekitar Rp 850.000,- untuk suami istri.. Dulu saya pernah coba juga Sinshe Sukimin Taryono di Haji Ten Rawamangun, beliau refleksinya di tumit kaki, obatnya pakai jamu direbus, serta arak untuk dioles (bukan diminum loh)..

 

Pantangan Buat Wanita

Pantangan Buat Wanita

Pak Haji Sugeng ini orangnya suka ngerjain, jadi kalau pertama kali datang jangan kaget kalau dikerjain, hehe.. Kata orang, beliau bisa baca pikiran.. Pertama kali datang beliau sudah menebak “mau program ya mbak?”.. Tapi kalau kata saya, it’s just a lucky guess saja, sisanya psychological games yang sama-sama cuman nebak..

Kalau Koh Kimin dulu, proses pengobatan terpisah di ruangan khusus meskipun hanya dipisah gordyn.. Jadi kalau teriak-teriak waktu dipijat, hanya suara yang terdengar sementara pasien yang lain hanya bisa menebak siapa yang teriak di dalem hahaha.. Sedangkan Pak Haji ini proses pengobatan dilakukan di satu ruangan terbuka, jadi nanti kalau teriak-teriak waktu dipijat ya kelihatan oleh pasien-pasien yang lain.. Tapi ga perlu malu, karena memang pas dipijat sakit banget, pasien yang lain pun sudah paham..

jual perabot rumah home decor lucu

 

Baik Koh Kimin maupun Pak Haji sama-sama memberikan makanan pantangan.. Jika Koh Kimin hanya gorengan dan beberapa makanan lain (saya lupa), kalau Pak Haji pantangannya di-print euy.. Seabrek!

Bagi yang penasaran ingin mencoba pengobatan alternatif Pak Haji Sugeng, bisa GPS ke Situ Cilodong.. Rumahnya di tepi Situ, masuk gang.. Di belakang rumahnya ada lapangan badminton.. Tapi, begitu masuk daerah Cilodong sinyal internet lumayan ngadat, nanti kalau bingung segera tanya pada orang letak Situ Cilodong sebelum kesasar terlalu jauh..

Untuk pengobatan alternatif Sinshe Sukimin Taryono, letaknya di Jalan Haji Ten Rawamangun, persis di depan Ayam Goreng Tulang Lunak.. Tempat prakteknya lumayan kecil, hanya seukuran kamar kosan.. Kedua pengobatan alternatif tersebut buka Senin sampai Sabtu, dan bisa dipastikan Sabtu antre panjang.. Untuk jamnya kalau tidak salah buka jam 8 pagi hingga jam 4 sore.. Koh Kimin jeda makan siang jam 12-13 sedangkan Pak Haji jam 12-14..

Buat yang datang hari Sabtu, harap sabar antre ya.. Namanya juga ujian, termasuk ujian sabar.. Hehe.. Kedua pengobatan alternatif ini patut dicoba, mengobati berbagai penyakit, ga terbatas pada masalah kesuburan saja..

Yuk, baca artikel yang lain juga:
1. Program Hamil Dari Sisi Psikologis

2. Intipin tempat-tempat yang oke buat belanja di Jakarta

3. Perkiraan biaya inseminasi Jakarta Selatan

Jalan-Jalan ke Sea World..

Akhirnya setelah tiga tahun di Jakarta, libur panjang Natal kemarin jadi juga saya ke Ancol.. Horeee..! Dari rumah sebenarnya si Om sudah awang-awangen secara kami dari ujung Selatan hendak menuju ujung Utara naik motor.. Tapi ternyata, Senin 26 Desember kemarin jalanan sepi bingits.. Kami berangkat jam 8 lewat, sampai Ancol kira-kira jam setengah 10..

Tiket Masuk Ancol

Tiket Masuk Ancol

Di gerbang Ancol, dikenakan tiket masuk Rp 25.000,- per orang, itu pun jika jalan kaki.. Anak di bawah dua tahun tidak dikenakan biaya.. Untuk yang membawa motor, motornya dikenakan biaya parkir Rp 15.000,- sedangkan untuk mobil Rp 25.000,- sekali masuk.. Dari pintu gerbang Ancol menuju Sea World masih lumayan jauh.. Sempat kesasar sih, as always, kompleks Ancol ini luas banget tapi sejuk karena banyak pohon.. Sedikit mengingatkan suasana di kampus UNS atau UNILA.. Memang tempat yang enak buat refreshing..

jual baju bayi lucu

Singkat cerita sampailah di Sea World, loket depan masih tutup, jadilah kami antre di loket dalam.. Terdapat sekitar 4 line antrean loket di sana dan antrenya naudzubillaaah sudah panjang sodara-sodara! Padahal masih sekitar jam 10-an.. Sea World sendiri buka mulai jam 9 pagi hingga jam 18 petang.. Harga tiket Sea World Rp 110.000,- per orang, untuk tiket bundling Rp 200.000,- tapi saya tidak bertanya lebih jauh sih karena yang antre si Om, sepertinya sih bundling dengan tiket Ocean Dream Samudra..

Nenek Kura-kura

Nenek Kura-kura

Setelah perjuangan panjang mengantre tiket akhirnya kami masuk Sea World.. Masuk ke dalam, tangan akan distempel sebagai tanda masuk.. Arena ini sebenarnya lebih cocok untuk yang membawa anak-anak.. Kami berdua (lebih tepatnya saya, sih) di dalam sana hanya melongo sambil ngeces memandangi ikan-ikan yang berenang-renang di dalam akuarium, keknya kalo digoreng enak hahaha.. Tapi memang, kebanyakan ikan yang saya lihat di sana belum pernah saya lihat di tempat lain kecuali di Channel Nat Geo Wild..Koleksi terbaru di Sea World adalah ubur-ubur.. Si Om lumayan girang mendapat obyek menarik untuk difoto, saya pingin juga difoto tapi sayangnya lumayan gelap dan jika difoto dengan si ikan di akuarium agak backlight..

Pegang Bintang Laut

Pegang Bintang Laut

Selain lihat ikan di akuarium, ada beberapa kolam khusus yang memang didesain agar pengunjung bisa celup-celup di situ, seperti memegang bintang laut atau kura-kura.. Juga ada mini theatre di sana, kami berdua masuk dan duduk di barisan paling depan bareng anak-anak kecil.. Film-nya tentang penyu laut, animasinya semacam Shaun the Sheep, tanpa narasi.. Oh, ada opening tentang environtmental awareness gitu, semacam campaign untuk peduli lingkungan, hanya saja teks-nya dalam bahasa asing sehingga untuk anak-anak mungkin susah dipahami.. Selain itu ada juga atraksi memberi makan ikan yang dilakukan oleh Abang Penyelam, tapi depan akuarium utama tersebut sudah penuh sesak keduluan anak kecil jadi kami skip..

jual topi bayi anak lucu

 

Nah, bagian favorit saya tentu saja adalah underwater tunnel alias terowongan bawah akuarium utama.. Berasa ikut menyelam di bawah laut gitu.. Tapi sayangnya penuh sesak oleh orang, berjubel.. Memang sih, ada AC-nya yang mengalir dari bawah, selain itu juga ada conveyor seperti untuk mengangkut koper di bandara, bedanya kali ini yang diangkut adalah orang, hehehe.. Kami memilih berdiri di conveyor saja agar lebih cepat keluar.. Meskipun demikian, sekeluarnya dari tunnel, si Om tetap merasa pusing kekurangan oksigen.. Bahahahaha.. Pingin lihat lumba-lumba juga sebenarnya, tapi terpisah di Dolphin Bay ya keknya.. Entah ada atraksi atau apa di arena itu, juga entah ada anjing laut dkk atau tidak.. Hiks..

Tepat saat adzan Dzuhur kami selesai berkeliling, pintu keluar Sea World langsung menuju ke bagian penjualan souvenir bahahahaha ngiler deh.. Banyak boneka ikan dan hewan laut yang sebelumnya kami lihat di dalam akuarium.. Selain toko souvenir, di sana terdapat juga kantin.. Tapi saya memang membawa bekal dari rumah, jadi kami keluar bangunan untuk sholat kemudian buka bekal di bawah pohon bersama banyak orang lainnya.. Asik loh..

Jika selepas makan dan sholat masih ingin lihat ikan lagi, kita masih bisa masuk bahkan sampai Sea World tutup jam 18 petang.. Cukup dengan menunjukkan stempel yang sebelumnya diberikan petugas pada tangan kita saat pertama kali masuk tadi.. Kami berdua memutuskan untuk pulang saja karena kebetulan cuaca tidak terlalu panas.. Lalu lintas masih sama, lancar jaya.. Asik banget Jakarta kalau ga macet..

Yuk, main ke artikel saya yang lain :
1. Cek sini untuk review tempat belanja asik di Jakarta
2. Hayo, sudah follow dandanbareng.com belum? Mau ada kuis berhadiah lipstick lho!
3. Taun baru yang belum punya kalender, ada kalender unyu di sini!

Pengalaman Pertama : Pasar Taman Puring..

Pasar Taman Puring (diambil dari sisi jalan Kyai Maja)

Pada postingan lawas banget saya pernah merekomendasikan Pasar Taman Puring ini sebagai tempat yang oke untuk berbelanja sepatu, tanpa sebelumnya saya sendiri pernah ke sana.. Hanya berdasarkan cerita dari si Om..

 

Pasar Taman Puring (diambil dari sisi jalan Gandaria)

Libur panjang akhir pekan kemarin, akhirnya setelah dua tahun lebih di Jakarta, saya berkesempatan jalan-jalan ke Pasar Taman Puring.. Letaknya memang agak masuk, bangunannya pun jangan dibayangkan besar dan tinggi seperti Pasar Tanah Abang atau sejenisnya, bangunannya lebih mirip pasar basah yang relatif kecil..

Saya ke sana berdua si Om naik motor dari arah Timur lewat jalan Panglima Polim IX, setelah melalui perempatan lampu merah Panglima Polim lurus ke arah Barat, kemudian ambil belokan yang ke arah Mayestik.. Setelah melewati Pasar Burung Barito, sampai mentok di bawah jalan layang kemudian belok ke kiri lurus saja sampai ketemu Pasar Taman Puring yang di apit jalan Gandaria dan jalan Kyai Maja..

Pasar Taman Puring

Ternyata oh ternyata, jalan keberangkatan tersebut agak memutar.. Saat pulang kami baru menyadari jika Pasar Taman Puring ternyata deket banget sama Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring! Helloooh, secara satu setengah tahun belakangan saya mondar-mandir di RS itu geeto loh!

Lain kali kalau mau ke sana lagi, jauh lebih sederhana dan lebih dekat jika dari perempatan lampu merah Panglima Polim ke Barat lurus saja lewat jalan Keramat Pela, perempatan Radio Dalam lurus terus sampai ketemu pertigaan RSIA Muhammadiyah Taman Puring, belok deh ke kanan (jalan Gandaria).. Beres! Haha..

Pasar Sepatu Taman Puring

Kesan pertama masuk Pasar Taman Puring adalah : isinya hampir semuanya sepatu! Hahaha ya iyalah.. Mayoritas sepatu formal berbahan kulit, sepatu bergaya vintage, sepatu warrior, sepatu-sepatu kain, dan sepatu kets untuk olahraga.. Hampir semuanya (kayaknya udahsemuanyadeh) made in Indonesia..

jual sepatu cantik korea

Saya memang tidak beli, karena ternyata susah cari flat shoes non-kain untuk cewe, hanya ada satu kios itu pun ukurannya tidak ada yang cocok.. Sepatu model beginian malah banyak saya lihat di mall, yaitu ITC Kuningan, Poins Square, Tamini Square, ITC Depok, atau yang tentu saja agak mahalan dikit : matahari..


Bagi yang penasaran belanja sepatu di Pasar Taman Puring, boleh diintip foto-fotonya dulu.. Jangan lupa mampir juga ke artikel saya yang lain ya!

1. Ikutan sekolah bisnis gratis

2. Referensi tempat belanja yang oke di Jakarta

2. Karokean di rumah yuk, bisa didownload jadi mp3 lho!