Vaksin Kucing

Mungkin banyak yang belum aware mengenai vaksin pada kucing. Atau masih “nanti saja”. Tapi bagi saya, daripada menguras emosi (kalau piaraan mati, nangis bisa berhari-hari) dan menguras dompet (kalau terlanjur sakit dan harus mondok di vet) lebih baik divaksin saja sekarang. Lebih cepat lebih baik. 


Vaksin pada kucing sendiri ada macam-macam. Tapi yang paling kondang adalah tricat/tetracat. Sesuai namanya, tricat mengebalkan kucing dari tiga macam virus, yaitu RhinotracheitisCalicivirus, dan Panleukopenia. Sedangkan tetracat melindungi dari ketiga macam virus di atas plus Chlamydia

Penyakit yang diakibatkan virus-virus tersebut seperti apa? Nanti silakan di googling sendiri ya. Alhamdulillah kucing saya belum pernah ada yang diserang penyakit-penyakit tersebut. Namun, kucing teman dan kenalan saya ada yang terkena panleukopenia dan langsung mati 8 ekor dalam tiga hari. *rumah langsung sepi, hiks* Panleukopenia adalah salah satu penyakit mematikan bagi kucing dan dapat menular dengan cepat dari kucing satu ke kucing yang lain. 

​​

Sejauh ini saya melakukan vaksin di tiga tempat berbeda, pada dua kota berbeda. Pertama kali vaksin Bona karena dulu agak sakit-sakitan dan badannya kecil jadi saya prioritaskan vaksin lebih dulu daripada kucing lainnya. Selain itu, Bona dan Coreng sering saya ajak mondar-mandir Pati-Solo, juga saya bawa pindahan dari Jakarta ke Pati naik mobil saat umurnya dua bulan. Bona saya vaksin bulan Desember 2017 di Hobbyst, klinik dekat rumah saya di Pati. Sekali suntik Rp 170.000,00 waktu itu Bona berumur 4 bulan. Vaksin diulang (kata dokter Tuti, istilahnya di-booster) satu bulan kemudian pada Januari 2018.

Berikutnya saya vaksin Coreng pada akhir Januari 2018. Giliran, karena kucingnya banyak. Satu bulan satu kucing, hehe. Harusnya booster akhir Februari namun karena bertepatan dengan proses kepindahan kami dari Pati ke Solo, jadi jadwal vaksin Coreng yang berikutnya terlewat lebih dari seminggu. Kata Dokter Tuti, seharusnya maksimal terlewat satu minggu. Ketika saya konsultasi pada beliau melalui aplikasi, beliau menyarankan untuk ke vet dulu, karena harus diperiksa lagi untuk kemudian ditentukan bagaimana kelanjutan vaksin keduanya.

​​

Saya berkonsultasi pada Dokter Chandra dari Klinik Kawatan, Solo. Beliau menyarankan diberi obat cacing dulu. Kemudian lanjut vaksin. Di Kawatan, biaya vaksin Rp 155.000,00 sekali suntik.

Berikutnya saya vaksin Ucu, Kukus, dan Diego dalam dua kesempatan berbeda, yakni bulan Maret dan Juli 2018. Kali ini, masing-masing hanya satu kali suntik, tidak pakai booster. Kata Dokter Chandra memang lebih baik di-booster tapi karena kebetulan kebutuhan sedang banyak, ngga papa deh ngga di-booster hehe. Saat vaksin, Ucu berumur satu tahun lebih satu bulan, satu minggu setelah vaksin Ucu langsung steril. Kukus saat divaksin sudah berumur 2,5 tahun. Sedangkan Diego berumur hampir 6 bulan.

Terakhir, saya vaksin Bogi bulan Agustus 2018. Kali ini mencoba di Puskeswan Solo, biaya vaksin Rp 110.000,00 sekali suntik. Lebih murah, meskipun kalau di puskeswan pakai antre. Antre-nya lebih dari satu jam. Tapi tetep bahagia. Bogi divaksin saat berumur satu tahun lebih. Kurang tau pasti karena Bogi diadopsi. Lupa tanggal lahirnya.


Kapan Vaksin Dilakukan?

Vaksin dilakukan pada kucing yang berusia minimal 2 bulan. Di bawah 2 bulan belum boleh vaksin. 

Vaksin Pertama, Perlukah Diulang 2 Kali Bulan Depannya?

Untuk vaksin pertama, biasanya vet menyarankan di-booster lagi bulan depannya. Tapi beberapa vet ngga masalah kalau ngga di-booster. Tergantung kebijaksanaan vet dan owner. Ada vet yang memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing lebih dari satu tahun. Ada vet yang baru memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing sudah dua tahun. Tapi, untuk kucing yang berusia di bawah satu tahun, kebanyakan vet menyarankan pakai booster. Kucing muda lebih rentan terserang penyakit daripada kucing yang lebih tua. Jadi sebaiknya untuk kucing di bawah satu tahun, di-booster agar vaksinnya lebih kuat. Booster ini hanya untuk pertama kali vaksin saja, ya. Untuk selanjutnya, vaksin diulang setahun sekali.

Persiapan Sebelum Vaksin

Biasanya diminta memberikan obat cacing terlebih dahulu satu minggu sebelum vaksin. Pastikan dosisnya sesuai dengan berat badan kucing. Selain itu, pastikan kucing sehat ketika divaksin. Sebelum divaksin, vet akan melakukan pengecekan suhu, berat badan, telinga, feses, serta mulut dan gigi. Jika hasilnya baik, vaksin dapat dilakukan saat itu juga. Jika kondisi kucing tidak memungkinkan, vaksin akan ditunda, dan kucing akan diberikan penanganan terlebih dahulu.

Catatan 

Setelah vaksin, kucing tidak boleh dimandikan selama seminggu. Beberapa vet mewajibkan vaksin dulu sebelum disteril. Karena kalau kucing dibawa ke vet dalam keadaan sakit atau untuk dioperasi, dikhawatirkan akan lebih mudah tertular virus dari kucing lain yang sama-sama sedang berobat ke vet.

***

Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

***

Yuk, baca artikel yang lain :

1. Periksa Kucing di Puskeswan Jakarta

2. Cara Ikutan Steril Kucing Gratis

3. Rumah Sakit Hewan Jakarta 

Advertisements

Steril Kucing Gratis Puskeswan Jakarta

Sudah lama saya janji nulis tentang ini, karena berbagai hal baru sekarang bisa dipenuhi. Btw postingan pertama 2018, lumayan telat kan ya? Oiya donk *bangga*

Niat steril kucing sudah sedari saya masih di Jakarta. Di Jakarta kucing sudah over-populated jadi butuh banget gerakan steril garis keras. Awal tanya-tanya tentang steril saat periksa Ucu di RSH Jakarta. Di sana, tarifnya Rp 700.000,- sepertinya tanpa antre.

Steril kucing gratis puskeswan jakarta

Ng-koes seminggu setelah disteril.

Di Puskeswan sendiri, ada program steril gratis baik untuk kucing jantan atau pun betina. Namun, ada syarat dan ketentuan di antaranya sebagai berikut.

  • Harus KTP DKI Jakarta. Ketika daftar steril kucing, tidak bisa diwakilkan karena harus tanda tangan form. Setiap KTP punya slot maksimal 2 ekor kucing saja. Bisa langsung steril 2 ekor, atau dipakai di beda periode (satu tahun ini, satu lagi tahun depan). Jadi kalau kucing Anda lebih dari dua, untuk bisa steril gratis lagi, bisa pinjam KTP orang (tetangga atau teman). Tapi tetap, orang tsb yang harus datang ke Puskeswan untuk daftar dan tanda tangan form. Nanti ketika hari-H steril, baru boleh diwakilkan (kucing tidak harus diantar sendiri, bisa dititipin ke tetangga atau minta tolong orang lain untuk datang mengantarkan kucingnya ke puskeswan).
  • Mendaftar sesuai waktu yang ditentukan. Kalau tidak salah, pendaftaran steril gratis ini dibuka 2x setahun. Kisaran pendaftarannya di awal tahun (bulan Januari) dan pertengahan tahun (bulan Juli). Untuk tanggal pastinya, silakan menghubungi puskeswan, karena tiap tahun berbeda tanggalnya menyesuaikan penyelesaian steril gratis periode sebelumnya.
  • Untuk kuota steril gratis berapa ekor, saya kurang tau, bisa sekalian ditanyakan langsung ke Puskeswan. Tapi dulu waktu saya tanya tentang steril gratis ini, kata petugasnya sebaiknya pada hari pertama pendaftaran langsung buru-buru daftar saja karena konon biasanya kuota steril gratis cepat penuh-nya. Bahkan sudah penuh sebelum hari pendaftaran ditutup.
  • Setelah mendaftar sesuai periode pendaftaran, selanjutnya akan dihubungi untuk jadwal steril kucing Anda. Eksekusi steril gratis adalah tiap hari Rabu. Jadi, kalau mau periksa hewan di Puskeswan jangan hari Rabu karena pelayanan umum tutup. Saya pernah kelupaan sekali, datang periksa hari Rabu, dan ditolak. Untung rumah saya dekat. 
  • Jumlah kucing yang disteril gratis tiap Rabu maksimal 20 ekor. Jika Anda mendapat jadwal bulan-bulan agak akhir (Desember atau Juni), dan kebetulan kucingnya betina, lebih baik dikurung dulu agar tidak kecolongan keburu kawin dan bunting apalagi beranak.

    Manfaat steril kucing

    Ini Ngkus steril di klinik dokter hewan di Pati.

    Berhubung dulu saya tidak punya kandang, dan baru mencari tau tentang steril gratis pada bulan September (bukaan pendaftaran steril gratis masih lama), maka akhirnya melirik opsi steril berbayar.

    Dan ternyata, steril berbayar di Puskeswan pun antre. Hahaha.. Kebetulan pada bulan Oktober tersebut tidak begitu padat sehingga ketika saya daftar tanggal 5 Oktober saya dapat jadwal tanggal 16 November. Konon kalau sedang padat bisa sampai tiga bulan kemudian baru dapat jadwal. Puskeswan melakukan steril berbayar maksimal 4 ekor kucing per hari (selain hari Rabu tentunya). Tidak banyak memang, karena harus melakukan pelayanan umum pula. 

    Pembayaran steril gratis dilakukan pada saat eksekusi, bukan saat mendaftar. Karena di Puskeswan tidak bisa rawat inap, proses steril hanya memakan waktu sehari, jadi seusai steril kucing langsung dibawa pulang. Tapi dua hari setelah steril harus kontrol lagi satu kali. Biaya steril Rp 250.000,- plus Rp 50.000,- biaya kontrol satu kali. Dulu saya sudah daftar steril berbayar ini, tapi belum sempat eksekusi keburu pindah ke Pati. 

    Kucing mulai bisa disteril umur 6 bulan ke atas. Untuk kucing bunting dan menyusui, tidak bisa disteril. Harus menunggu ketika anaknya berumur minimal 1.5 sampai 2 bulan atau saat sudah bisa makan sendiri. 

    Jika mendesak, kucing sudah kebelet kawin, steril di RSH atau klinik bisa dipertimbangkan, mungkin tidak perlu antre lama. Juga apabila kucing yang disteril umurnya di bawah 6 bulan, bisa dilakukan di RSH yang memiliki peralatan anastesi dengan masker udara (bukan anastesi suntik). 

    manfaat ear tip untuk kucing steril

    manfaat ear tip untuk kucing steril



    Note : saya memang khusus tanya-tanya ke Puskeswan untuk kucing ya. Untuk steril anjing, kalau berbayar sih lihat biayanya di tabel (foto ketiga) untuk operasi besar. Mungkin kisarannya segitu. Kalau steril anjing gratis apakah ada atau tidak, jadwal kapan, prosedur seperti apa, berapa kuotanya, silakan hubungi Puskeswan (nomor telepon ada di postingan saya sebelumnya).

    Selain steril gratis, terdapat pula steril subsidi. Lumayan dapat potongan Rp 100.000,- atau bahkan lebih. Biasanya steril subsidi ini diadakan oleh organisasi seperti Garda Satwa Indonesia. Silakan cari tau informasinya, kapan dimana dan berapa, biasanya diinformasikan di instagram.

    PERLUKAH EAR TIP?

    Buat teman-teman yang ingin steril kucing jalanan, jangan lupa minta ear-tip sama dokternya ya. Ear tip adalah tanda yang dibuat pada telinga kucing berupa pemotongan sedikit daun telinga menyerupai huruf V (pemotongan dilakukan pada saat proses steril dalam keadaan kucing terbius). Ini berguna agar ketika nanti kucing tersebut dilepas kembali ke jalanan, bisa dikenali dengan mudah bahwa kucing tersebut sudah steril, untuk menghindari upaya steril ganda (karena tidak ada penanda kalau kucing sudah disteril, maka ditangkap lagi kemudian dioperasi lagi untuk disteril). Kasian kucingnya kalau dioperasi 2x, sedangkan operasi yang kedua sia-sia.

    ***

    Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

    NGGAK TEGA STERIL KUCING?

    Buat yang merasa kasihan kalau kucing disteril, untuk pemilik kucing betina ya harus bertanggungjawab memelihara anak-anaknya nanti. Jangan dibuang. Kalau steril saja tidak tega, kenapa tega buang anak-anak kucing ke pasar atau jalanan?

    Untuk kucing jantan, ya harus siap ketika kucing pipis sembarangan untuk menandai teritori, atau ketika kucing pulang dalam keadaan babak belur karena berantem demi berebut betina, atau bahkan kucingnya hilang saat mengejar betina.

    Untuk kucing yang dikandang, apalagi. Kucing pada masa kawin akan gelisah, meong-meong minta kawin. Lebih kasian lagi kalau dikandang tapi tidak disteril.

    MANFAAT STERIL KUCING

    Steril banyak manfaatnya. Selain demi keamanan dan kesejahteraan kucing itu sendiri (kucing terlantar di kota besar sangat rawan dianiaya orang, apalagi anak kucing yang dibuang tanpa induknya) juga kucing akan lebih sehat. 

    Kucing birahi bulunya akan rontok. Ketika steril maka bulunya jauh lebih halus dan tidak banyak rontok. Badan akan jauh lebih gendut, karena tidak harus membagi makanan pada anak-anaknya atau malah tidak makan (kucing jantan saat musim kawin bisa seminggu tidak pulang ke rumah). Kehidupannya akan jauh lebih tentram, tidak gelisah dan tidak banyak berkelahi (misal kejar-kejaran di atas genting saat kucing kawin atau jantan berantem sesama jantan rebutan betina). 

    Tapi jangan khawatir, kucing yang disteril tetap lincah, kucing saya bahkan tetap galak apalagi kalau rebutan makanan dengan sesama saudaranya.

    Sedangkan untuk pemilik kucing sendiri, ketika jumlah kucing yang dipelihara tidak banyak (kucing peliharaannya sudah steril sehingga tidak akan beranak lagi), tapi masih mampu menampung kucing lagi, maka bisa rescue kucing lain yang membutuhkan rumah. Misal kucing berkebutuhan khusus (kucing buta, kucing kaki tiga) atau kucing lainnya yang terlantar. Datang saja ke shelter, banyak kucing yang membutuhkan adopter. Malah bisa lebih bermanfaat kan?


    Note : Saat ke Puskeswan atau RSH, jangan lupa bawa pakan kucing. Di sana banyak sekali kucing-kucing yang menanti, banyak yang jinak. Beberapa mungkin akan minta dipangku. 

    ***

    Simak juga kucing-kucingan yang lain :

    1. Pengalaman Periksa ke Puskeswan Jakarta 

    2. Pengalaman Periksa ke Rumah Sakit Hewan Jakarta 

    3. Pengalaman Kirim Kucing dari Jakarta ke Pati 

    Sekilas Tentang Proses Pindahan

    Bingung mau kasih judul apa, yasudahlah ya.. Sebenernya cuma pengen sharing informasi saja, barangkali ada manfaatnya.

    Proses packing tahap awal, banget..


    Berbeda dengan proses pindahan sebelumnya (dari Lampung ke Jakarta) dimana barang-barang kami masih minimalis abis, pindahan kali ini jauh lebih ruwet.

    Di Lampung dulu, barang-barang kami diangkut dengan dua cara : kami bawa via bagasi pesawat dan dikirim via ekspedisi. Total yang kami bawa dalam bagasi pesawat seberat 72 kg, terdiri dari dua koper besar dan dua tas jinjing besar. Barang-barang yang urgent untuk secepatnya diangkut misalnya baju, seragam kerja, sepatu, dll. Karena hanya berdua, total bagasi yang diperbolehkan hanya 40 kg, sehingga kami kelebihan 32 kg dan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 600.000,- (Bandara Radin Inten 2 ke Adi Soemarmo menggunakan maskapai burung biru) yang mana hampir seharga tiket untuk satu penumpang. Kebetulan tiket kami waktu itu sedang promo karena berangkatnya memang weekday, di bawah satu juta.

    Jual Kardus Bekas Kelapa Dua


    Barang yang dikirim via ekspedisi terdiri dari 5 buah kardus. Barang elektronik seperti TV, penanak nasi, serta perlengkapan makan dan memasak. Biaya pengirimannya sebesar Rp 325.000,- kalau tidak salah. Ekspedisinya memang pakai yang khusus untuk muatan besar 5 kilo-an sehingga jatuhnya lebih murah. Barang-barang yang tidak terangkut di antaranya karpet, dispenser, jemuran, kipas angin, kucing, logistik dan bahan dapur.

    Di Jakarta, barang kami sudah berkembang-biak dengan pesat, berhubung memang lumayan lama menetap di sini (di Lampung saya 6 bulan, di Jakarta 3,8 tahun). Sudah punya rak, meja, kulkas, sepeda, motor, oven, keyboard, kasur, dan kucing beserta anaknya.

    Awalnya sempat akan pakai sistem pindahan seperti sebelumnya yaitu dikirim ekspedisi, diangkut sendiri naik pesawat atau kereta, dan ditinggal. Namun urung karena setelah dipikir dan dihitung, keterbatasan waktu, tenaga, dan sumberdaya sepertinya lebih simple diangkut sekaligus pakai truk.

    Jual Kardus Bekas Jakarta


    Sempat cari jasa pindahan, tapi barangnya tanggung. Dibilang banyak kok cuma sedikit, dibilang sedikit kok ya lumayan banyak. Hahaha. Jadi kami putuskan pindahan sendiri saja, hanya sewa truk-nya.

    Persewaan truk cukup banyak ditemukan di google, apalagi untuk kota besar macam Jakarta. Masalahnya hanya di harga. Kalau antar kota besar (misal Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya) mungkin harganya bisa lebih murah karena truk berisi muatan baik di perjalanan pulang maupun pergi. Tapi berhubung kami pindah ke kota yang lebih kecil, agak tricky milihnya. Kalau truk pulang dalam keadaan kosong, maka biaya pulang-pergi dibebankan pada kami sehingga jatuhnya bisa sampai Rp 4.000.000,- ke atas. Namun alhamdulillah akhirnya kami menemukan persewaan truk yang punya channel di Kudus, sehingga pulangnya ngga kosong. Jadi kami cukup bayar Rp 2.500.000,- saja. Biaya bersih plus yang bantuin angkut barang dari rumah ke truk. Kalau pindahannya dekat, misal Jakarta-Bekasi atau Jakarta-Depok, bisa pakai pick up saja seharga Rp 150.000,- malah sebenarnya lebih pas untuk muatan pindahan kami yang tanggung.

    Selanjutnya kami berburu kardus. Kardusnya bukan sembarang kardus yang kecil dan tipis, karena barang kami lumayan banyak printilannya. Kalau pakai kardus kecil mungkin bisa puluhan, itu pun beberapa barang besar tidak bisa termuat seperti kompor gas, rak lipat, dll. Minimal kardus rokok yang tebal.

    Jual Kardus Bekas Depok


    Kami berburu kardus di daerah Kelapa Dua, Depok. Di daerah ini lumayan banyak penjual kardus bekas yang masih bagus, mungkin karena dekat dengan banyak kampus (Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila) jadi banyak diperlukan untuk pindahan kos. Ukuran kardus beraneka ragam, mulai dari seukuran kardus rokok yang sedang sampai kardus bekas kemasan lemari es. Ada juga kardus bekas pewarna tekstil (kalau tidak salah) yang berbentuk tabung dan ada tutupnya. Sebenernya saya naksir banget, karena bisa difungsikan sebagai tempat duduk yang bergaya industrialis gitu, tapi apa daya ngga dibeliin hahaha.

    Kami beli 4 buah kardus, dua berukuran besar (kardus spare part mesin), dua berukuran sedang (kardus rokok). Untuk kardus sedang harganya Rp 10.000,- (kira-kira 100 cm x 50 cm x 50 cm) sedangkan kardus besar Rp 17.000,- (kira-kira 100 cm x 100 cm x 100 cm) per buah. Untuk kardus berbentuk kursi yang saya taksir tadi, harganya mulai dari Rp 70.000,- tergantung besarnya.

    Note : kelihatannya cuma kardus ya, tapi kalau bawa pakai motor ternyata rempong juga, aslikkk, tapi aim ternyata cukup setrong alhamdulillah.. buahahahaha..

    Total waktu yang dibutuhkan truk dari Jakarta ke Pati sekitar 24-30 jam. Tanaman yang saya angkut via truk sebanyak 2 pot alhamdulillah bertahan hidup sampai sekarang.

    Tips Membawa Kucing di Mobil


    Langkah terakhir, untuk mengangkut kucing kami memakai mobil. Kucing yang kami angkut ada 4 ekor dengan total waktu perjalanan 12 jam (karena ketika saya yang nyetir, saya sempat kesasar di Semarang jam 11-an malam). Untuk kucing besar, adaptasinya lumayan lama. Selama di mobil,  kucing besar sangat responsif terhadap suara (terutama suara kendaraan besar seperti truk atau bus, juga sirine). Kucing akan tenang kalau dipangku dan dibelai, atau sembunyi di kolong jok. Sepanjang perjalanan, kucing besar tidak mau makan dan minum, apalagi pipis atau poop. Lain cerita dengan kucing kecil. Kucing-kucing kecil lebih cepat adaptasi, tetap makan dan sempat poop satu kali. Sepanjang perjalanan kucing-kucing kecil tetap lari ke sana kemari, mainan sabuk pengaman, bahkan masuk ke kolong pedal gas. Oleh karena itu sebaiknya kalau bawa kucing di mobil jangan sendirian.

    Keempat kucing memang saya lepaskan sewaktu di dalam mobil (tapi tidak dalam waktu bersamaan), karena kalau di kandang mereka akan meongmeong. Awalnya kucing akan bingung, semua sisi jendela akan diinspeksi, semua benda bergerak akan diawasi (motor lewat, dll). Bahkan ada yang sampai mangapmangap atau menjulurkan lidah. Ini pertanda kucing stress. Namun seiring waktu kucing akan mulai tenang dan tidur terus sepanjang perjalanan. Akan lebih cepat tenang kalau dipangku dan dibelai.

    Puskeswan Ragunan

    Sebelum pindahan kemarin, saya sempat ke Puskeswan Jakarta yang terletak di Jalan Harsono RM Ragunan Jakarta Selatan.


    Ceritanya, tetangga saya nemu kucing kecil usia 2 bulan di depan Alfamidi. Oleh tetangga, kucing tersebut dinamai Alfa, kemudian diberikan ke saya. Saya kasih makan dan minum susu, malamnya saya biarkan tidur di dalam rumah bersama keenam ekor anak-anak kucing saya yang lain.

    Paginya, saya cek bak pasir di belakang yang biasa untuk pipis anak-anak tersebut, ada genangan darah. Saya syok. Langsung cek si Alfa, barangkali ada luka atau apa. Tapi ngga ada, hanya jalannya yang agak pincang di kaki kanan belakang. Sorenya, saya pergoki Alfa sedang pipis di kamar mandi, pipisnya merah seperti darah. Saya panik, takut kenapa-kenapa, keesokan harinya saya bawa ke Puskeswan Ragunan.


    Bagi yang belum tau, puskeswan ini memang agak ngga keliatan karena papan nama yang lebih mencolok adalah Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Kelautan (maaf kalau salah, di street view maps tulisan timbul-nya ada yang lepas).

    Letaknya persis di depan Departemen Pertanian jalan Harsono RM, dekat dengan Rumah Sakit Hewan Jakarta (di belakang Puskeswan). Depan Puskeswan ada halte, ngga tau halte apa namanya. Masuk saja ke gerbang, tanya satpam, nanti ditunjukkan bangunan untuk pemeriksaan hewan (bangunannya cat ungu).


    Seperti suasana di RSHJ, Puskeswan juga sejuk dan tenang karena banyak pohon-pohon besar. Kucing-kucing banyak sekali berkeliaran, biasanya yang memeriksakan kucing sengaja bawa catfood untuk kasih makan kucing-kucing di sana. Sebagian besar kucing (terutama yang betina) sudah disteril, gendut tapi ketika dipegang perutnya ngga kerasa ada kantung yang menggantung. Lebih mudahnya, kucing yang disteril diberi tanda di telinganya berupa sedikit sobekan berbentuk huruf V.


    Hari itu hanya saya dan satu orang lainnya yang antre. Saya ke sana tepat istirahat siang, karena tadi angkutan saya kesasar sewaktu cari alamat. Jadilah kami menunggu sambil mengobrol dari jam 12 siang sampai jam 13.30. Hari yang lain, antrean lumayan banyak mungkin 5 sampai 7 pasien. Seru. Kami antre sambil ngobrolin kucing. Ada yang piara 17 ekor kucing, ada yang 50 ekor kucing. Saya kalah telak.

    Tiba giliran saya masuk, Alfa diperiksa fisiknya sambil saya ceritakan sebagai informasi tambahan asesmen. Ternyata yang dianggap darah itu ambigu. Apakah pipisnya berdarah, atau pipis darah. Apakah darah segar atau darah coklat. Sayangnya kemarin saya tidak ambil foto pipis dan poop-nya Alfa.


    Dokter belum bisa mendiagnosis karena info yang saya berikan ambigu. Tapi dugaan yang mungkin adalah dehidrasi, diare, atau karena virus panleu. Deg! Saya langsung cemas kalau ini panleu. Karena sehari semalam kemarin Alfa saya campur dengan anak-anak kucing yang lain. Panleu menular dan berbahaya.

    Jadilah sampai rumah Alfa saya pisah di box Rio, kasian sebenernya, meong-meong terus. Tapi demi kebaikan bersama, dan dengan begitu saya lebih mudah memantau Alfa, malamnya Alfa poop mencret. Saya lega karena berarti ini diare seperti kata dokter, bukan panleu.

    Alfa diresepkan obat cacing combantrin cair 0.5 mL diberikan dua minggu sekali. Total biaya berobat Alfa hari itu Rp 50.000,- periksa dan suntik vitamin, obat cacing Rp 18.000,- satu lagi vitamin tapi saya tidak tebus karena di rumah masih ada biolysin sisa Miu dulu.



    Info
    : Puskeswan buka Senin sampai Kamis jam 08.00 sampai 15.00 istirahat siang jam 12.00 sampai 13.30. Jumat Sabtu Minggu setau saya buka, namun lebih pendek jam kerjanya, kalau tidak salah jam 09.00-12.00 tapi untuk informasi selengkapnya silakan telepon dulu. Rabu pelayanan puskeswan tutup, hanya untuk steril gratis.

    Oh iya saya sempat tanya-tanya tentang steril kucing di Puskeswan, kapan-kapan saya tulis terpisah saja ya.

    TIPS kata dokter, kalau nemu kucing jangan langsung dicampur dengan kucing kita yang sudah ada di rumah. Dikarantina dulu dua sampai tiga hari. Amati kondisinya, cek bagaimana pipis dan poop- nya, perhatikan nafsu makannya, cek kelincahannya. Kalau semua dirasa normal, baru boleh digabung dengan kucing lainnya. Takutnya kucing baru bawa virus, kalau langsung dicampur, semua kucing lainnya akan tertular.


    Di puskeswan tidak bisa rawat inap, kecuali kalau operasi yang urgent. Tapi untuk yang butuh rawat inap bisa dirujuk dari puskeswan ke rumah sakit hewan lainnya. Bisa melakukan operasi di puskeswan, daftar harga silakan lihat foto di atas (selain daftar harga pemeriksaan dan operasi, ada juga daftar harga laboratorium cek spesimen).

    Di puskeswan banyak kucing (dan anjing, di kandang terpisah). Kebanyakan berasal dari penangkapan yang dilakukan atas laporan warga. Jadi, kalau di lingkungan Anda dirasa terlalu banyak kucing atau anjing liar, silakan lapor saja dari RT ajukan ke kecamatan. Nanti tim dari Dinas ini akan ke lokasi untuk menangkapi kucing dan anjing liar tersebut. Bagi Anda yang mau adopsi kucing dari puskeswan, cukup dengan menyerahkan fotocopy KTP saja untuk warga Jakarta.

    ***

    Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

    ​Yuk baca artikel lainnya :

    Rumah Sakit Hewan Jakarta

    Pasar Sepatu Taman Puring

    Rumah Sakit Hewan Ragunan..

    Telat banget, mau nulis ini mood-nya ngga dapetdapet jadi kemarin saya skip sama judul yang lain dulu deh.. Oke saya tulis dengan ringkas, padat, dan tunjeppoin aja ya.. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April menjelang Mei, saat itu usia anak-anak kucing saya 2,5 bulan (lahirnya 20 Februari)..

    UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan

    UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan


    KIKIS

    Awal cerita, salah satu dari tiga anak kucing saya (sebut saja namanya Kikis) ngga mau makan, tiduran aja seharian, keliatan lemes gitu.. Saya cerita ke Ibuk dan Bapak yang sudah berpengalaman dalam menangani kucing sakit, menurut beliau 75% yakin kalau kucing saya cacingan.. Padahal ngelihat aja engga, cuman diceritain doank, sakti banget ya.. *proud to be their daughter* haha..

    Akhirnya saya dan si Om beli obat cacing di petshop sekitaran rumah.. Oleh si penjaga toko, diberi dua pilihan yaitu Drontal (bentuk tablet) dan Albenworm (bentuk sirup).. Dengan pertimbangan lebih gampang ngasih ke kucingnya, kita pilih yang sirup.. Harganya kalau ngga salah sekitar Rp 30.000,- lupa tepatnya soalnya udah lama.. Yang jelas gocap masih sisa..

    novandspon

    novandspon


    Obat ini warnanya biru, lucu ya.. Kocok dulu sebelum diberikan, warnanya akan berubah menjadi sedikit keruh.. Tidak terdapat petunjuk penggunaan yang jelas pada botol kemasannya, karena memang pada dasarnya obat ini diberikan memakai resep dokter tergantung kondisi kucing yang sakit..

    Di botol hanya ada petunjuk pemakaian berupa : 2,5 ml (setengah sendok teh) untuk 10 kg berat kucing.. Pakai pipet yang ada ukurannya ya, lebih enak pakai yang kecil ukuran 1 ml.. Oleh penjaga petshop disuruh 3x sehari, tapi sesampainya di rumah saya urung memberikan ke kucing karena ketidakpastian takaran..

    Lagipula, tepat sesampainya kami di rumah, Kikis mati tertabrak tukang siomay, padahal obatnya belum sempat dibuka.. Ironis ya? Sedih banget saya..

    Kucing diare

    Ucu


    UCU

    Beberapa hari setelahnya, gantian anak kucing saya yang lain (sebut saja Ucu) mulai mencret.. Ngga cuma Ucu sebenarnya, Miu pun mencret, namun Ucu lebih parah.. Kami coba mempuasakan mereka sehari lebih, namun ini susah dilakukan karena pada prakteknya mereka gagal puasa karena dikasih makan oleh tetangga.. Kami coba beberapa cara lain seperti memberikan tempe mentah dan yoghurt.. Namun setelah empat hari, kondisi mereka masih sama, bahkan cenderung memburuk..

    Lagi-lagi saya konsultasi kepada kedua orang tua saya, saya menduga mereka diare karena pakan mereka yang baru saja diganti.. Namun lagi-lagi kedua orang tua saya bilang mereka cacingan *hidup cacingan!*

    Karena ragu-ragu, dan masih trauma akan Kikis yang baru saja mati, akhirnya saya pilih membawa Ucu ke dokter hewan saja, daripada kenapakenapa.. Sebelumnya sempat browsing mengenai rumah sakit hewan di Ragunan.. Kami sering mondarmandir lewat jalan Harsono RM karena deket banget dari rumah, malah dulu kami sempat kos di sekitar sana, tapi ngga pernah tau sebelah mana rumah sakit hewan Ragunan..

    Rumah Sakit Hewan Ragunan

    Rumah Sakit Hewan Ragunan


    Berbekal keranjang piknik merk Rio (di petshop harganya Rp 95.000,-) dan doa semoga rumah sakitnya buka, jadilah hari Sabtu kami coba mencari Rumah Sakit Hewan Ragunan, yang ternyata letaknya sebelahan sama Pusdiklat PLN (masuk ke gang Pusdiklat PLN).. Belakangan kami baca dari pengumuman yang tertempel di dinding rumah sakit, ternyata Rumah Sakit Hewan Ragunan buka tiap hari, bahkan UGDnya buka 24 jam..

    Pertama-tama, kami mengisi formulir dulu untuk mendaftarkan Ucu.. Front Office nya ramah-ramah.. Karena saya tidak tau Ucu jantan atau betina maka saya isi jantan (badannya gede sih).. Setelah daftar, kami duduk di ruang tunggu sambil melihat-lihat sekitar..

    Enak banget suasananya, teduh, banyak pohon, ngga berisik karena lumayan masuk ke dalam dari jalan raya, pokoknya bikin pengen tidur siang(?).. Dan pastinya banyak banget kucing berkeliaran di sana.. Jinak-jinak karena ternyata diberi makan oleh pihak rumah sakit.. Salah satu kucing ada yang tidur di kursi ruang tunggu di samping saya.. Ada petshop juga di dalam rumah sakitnya.. Tidak banyak pasien yang antre, hanya satu-dua kucing dan anjing.. Mereka bawa kucing ras, sedangkan saya bawa Ucu kucing domestik.. Hooo..

    Dokter Hewan Jakarta

    Dokter Hewan Jakarta


    Tak lama, kami pun dipanggil “kucing Ucu” untuk masuk ruang periksa.. Setelah mendengarkan cerita saya mengenai apa yang Ucu alami (?) Dokter pun melakukan serangkaian tindakan : ukur suhu badan (lewat belakang), cek feses (cacingan atau tidak), cek kutu telinga.. Dokternya ramah, saya diperbolehkan mengambil gambar..

    Hasilnya : kutu telinga dan cacingan positif semua, dan Ucu betina

    Tapi penyebab utama mereka diare adalah karena ganti pakan, seperti dugaan saya.. Untuk diarenya, dokter memberi Lacto-B yang tidak lain dan tidak bukan adalah obat diare untuk balita.. Untuk umur Ucu, cukup setengah bungkus saja, dilarutkan dengan sedikit air (bentuk obatnya bubuk)..

    Dokter mempraktekkan cara meminumkan obat yang baik dan benar, sehingga bisa saya contek di rumah, mengingat saya mungkin melakukannya sendirian karena kalau siang si Om kerja..

    Sedangkan untuk cacingan, Dokter memberikan Drontal.. Dosisnya satu tablet untuk 4 kg berat kucing.. Karena saat ditimbang, berat Ucu 800 gram maka Ucu diberi seperempat tablet saja.. Selanjutnya terus dipantau, apabila masih muntah dan diare (apalagi kalau ada cacingnya) maka obat tersebut diberikan lagi jarak seminggu kemudian..

    Pet Taxy RSH Ragunan

    Pet Taxy RSH Ragunan


    Untuk obat cacing cair yang terlanjur kami beli, saya sempat menanyakan dosisnya juga, jaga-jaga saja karena Drontal hanya diresepkan satu tablet untuk Ucu dan Miu sekaligus.. Kata Dokter, pemakaian Albenworm sama saja dengan Drontal, yaitu cukup sekali dalam satu minggu.. Untung saja waktu itu saya tidak menuruti kata penjaga toko, kalau diberikan 3x sehari bisa-bisa ususnya terbakar, gitu kata Dokter..

    Satu obat lagi, yaitu obat kutu telinga.. Bentuknya tetes.. Dokter hanya bilang diberikan pagi dan sore, masing-masing telinga 2-3 tetes tanpa ada kejelasan diberikan berapa hari, dan saya lupa nanya.. Pada akhirnya pakaikan sekitar 5 atau 7 hari, semua kucing yang mampir ke rumah saya tetesin telinganya (Spon Kecil, Ucu, Miu, Mang Engkus, Spongrab, Cisbundel) bahahaha..

    Note : obat diarenya ampuh banget, cukup satu kali minum sorenya langsung sembuh! Jadilah sembilan bungkus Lacto-B saya nganggur di kulkas..

    Pagi itu, kami kena invoice Rp 300.000,- sudah termasuk semuanya, dari biaya pendaftaran, biaya konsultasi ke dokter, biaya cek laboratorium, dan obat-obatan (3 macam obat)..

    Note : selain UGD 24 jam, rumah sakit ini menyediakan ambulance (taksi khusus) untuk antar-jemput pasien (baca : hewan).. Nomor telepon terlampir di foto.. Untuk biaya, silakan tanya lebih lanjut ya karena saya ngga kepikiran nanya pet taxy ini soalnya RSH deket banget dari rumah..

    Kucing sakit

    Miu


    MIU

    Kurang dari seminggu setelah periksa Ucu, gantian Miu yang sakit.. Diarenya sih sudah sembuh, tapi mendadak Miu ngga mau makan.. Lemes aja.. Padahal sudah saya beri obat cacing, untuk diberikan lagi harus jarak seminggu..

    Kurang lebih tiga hari, Miu ngga mau makan.. Bahkan ngga mau nyusu ke induknya.. Sudah saya coba memancingnya dengan makanan basah, tapi cuman dilirik doank.. Karena keadaannya memprihatinkan, si Om ngga tega juga dan akhirnya minta saya membawa Miu ke Rumah Sakit Hewan Ragunan untuk diperiksakan (bersyukur banget punya suami seperti beliau).. Hari Rabu pagi, saya berdua Ibuk berangkat ke RSH Ragunan berbekal semangat, doa, harapan, dan tak lupa keranjang Rio berisi Miu..

    Note : keranjang Rio ini sepertinya sangat populer, sampai-sampai di jendela kasir RSH Ragunan banyak terdapat tempelan stiker bekas keranjang RIO..

    Jujur, saya ngga tau Miu sakit apa.. Karena ngga ada angin ngga ada badai tiba-tiba saja tidak mau makan.. Tiba di RSH kami mendaftar (satu kucing satu kali daftar) kemudian menunggu di ruang tunggu sambil foto-foto dan memberi makan kucing-kucing di sana.. Kami bawa cat food karena berdasarkan pengalaman memeriksakan Ucu kemarin di sana banyak kucing bertebaran (?)..

    Kucing tidak mau makan

    Kucing tidak mau makan


    Setelah diperiksa oleh Dokter (dokternya beda dengan yang memeriksa Ucu) ternyata Miu demam, dan cacingnya masih ada.. Kami tidak diberi Drontal lagi karena yang kemarin masih sisa setengah (Ucu seperempat, Miu seperempat) kata Dokter diberikan Miu setengah tablet nggapapa, tentunya setelah jarak seminggu dari terakhir kali diberi Drontal..

    Miu diresepkan obat penurun panas amoxicillin, dua kali sehari sebanyak 1 cc (satu kali suntikan pipet).. Obat ini harus konsisten diberikan selama 7 hari, meskipun kucingnya sudah sembuh.. Sepertinya ini antibiotik *kumat sotoy nya*

    Note : meskipun secara fisik Miu lebih kecil dibanding Ucu, tapi berat badan Miu 900 gram.. Mungkin karena Miu jantan ya..

    Selain itu, Miu juga diberikan vitamin biolysin syrup, sebanyak 1 cc sehari, obatnya familiar ya hehe..

    Dokter mewanti-wanti sekali agar Miu dipaksa makan, minimal sehari dapet setengah bungkus makanan basah (yang kemasan sachet).. Karena kalau tidak kemasukan makanan, kucing harus diopname..

    mengobati kucing diare

    mengobati kucing diare


    Jeng jeng!

    Kalau kucing Ibuk dan Bapak di Solo, sudah banyak yang opname.. Banyak yang mati juga waktu mondok di klinik.. *pengalaman orang tua saya dalam hal perkucingan sudah pro* Tapi ini di Jakarta bo‘, abis berapa cobak kalo sampe mondok di RSH..

    No way!

    Berbekal tekad emak-emak irit, saya berdua ibu saya menyuapi Miu secara paksa.. Susah cuy! Meskipun Miu masih 2,5 bulan tapi sukses membuat luka di jari Ibuk saya, hiks.. Sampai pada akhirnya kami berdua trauma sekaligus kewalahan, akhirnya kami belikan susu khusus kucing.. Satu sachet seharga Rp 7.000,- di petshop.. Selama kira-kira dua hari Miu hanya minum susu tersebut saja.. Kalau benda cair lebih gampang nyuapinnya.. Airnya jangan banyak-banyak, susu dibikin sekental mungkin..

    ***

    Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.



    ***

    Sekitar tiga hari setelah diperiksakan, Miu perlahan mulai membaik.. Mulai agak mudah disuapin, mungkin dia paham kalau saya harus nyuapin dia seorang diri mengingat tak lama setelah periksa ke RSH Ibuk harus balik ke Solo.. Mulai bisa saya suapin makanan basah, meskipun belum banyak, dibikin sedikit tapi sering saja..

    Berangsur-angsur Miu mau nyusu induknya lagi.. Kemudian mulai mengendus makanan kering.. Alhamdulillah..

    Oiya, invoice periksa Miu habis sekitar Rp 200.000,- kalau tidak salah.. Amplopnya saya cari ngga ketemu deh, hehe..

    Demikian pengalaman kami dalam kucing-kucingan di Jakarta, semoga ada manfaatnya..

    Note : di kanopi RSH Ragunan terdapat papan yang ditempel foto-foto beberapa anjing dan kucing.. Mereka adalah anjing dan kucing yang kurang beruntung, ditelantarkan pemiliknya.. Setelah berobat mereka tidak ditebus, kasian ya.. Mereka available for being adopted.. Pinginnya sih semua saya adopsi, tapi mengingat satu dan lain banyak hal sepertinya belum memungkinkan.. Kucing-kucing ini (Ucu, Miu, dkk) pun sebenarnya bukan kucing peliharaan saya, hanya kucing liar sekitaran sini yang memeliharakan diri (?) pada saya.. Kebanyakan datang ketika jam makan saja, hanya beberapa ekor yang menetap (tidur klesotan) di rumah..

    adopsi kucing jakarta

    adopsi kucing jakarta


    ADOPT, DON’T BUY!

    Jual-beli kucing haram hukumnya dalam Islam! Rasulullah SAW melarang makan uang hasil penjualan anjing dan kucing (HR Abu Daud, HR Turmudzi)..

    Salah satu dari banyak dalil, silakan dipelajari lebih lanjut untuk dalil yang lainnya..

    SAVE DOMESTIC CATS!

    ***

    Yuk baca artikel yang lainnya :

    Puskeswan Ragunan

    Pasar Sepatu Taman Puring 

    Jalan-jalan ke Pasar Mayestik..

    Namanya bikin laper ya, hihihi.. Yang pertama kali terlintas di benak saya pun waktu pertama kali dengar adalah sebuah restoran dengan menu aneka steak, hahaha.. Tapi ternyata bukan lho! Mayestik adalah sebuah tempat yang terkenal untuk kulakan kain dan aneka keperluan fashion, semacam Cipadu Trade Center yang pernah saya post sebelumnya..

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Awal tahun ini, saya berdua teman niatnya mau ke Cipadu untuk hunting kain.. Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk mencoba jalan-jalan ke Mayestik.. Berangkat dari Lenteng Agung, kami awalnya berniat naik KRL untuk transit di Tanah Abang kemudian ganti KRL ke arah Serpong dan turun di Kebayoran.. Namun dari Kebayoran masih harus naik angkutan kota, sehingga akhirnya kami switch plan untuk keluar di Stasiun Tanah Abang kemudian langsung naik Koantas Bima P 102 jurusan Tanah Abang-Cipulir daripada bolak-balik..

    Dari stasiun, masih harus jalan kaki lumayan jauh untuk mencapai jalur Koantas Bima.. Karena ternyata Koantas Bima tidak lewat depan pintu masuk stasiun, melainkan belok di ujung jalan yang naik jembatan.. Ah, nanti silakan tanya saja ya kalau bingung.. Hehe..

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Singkat cerita, kami sudah berada di dalam Koantas Bima.. Kami berdua sama-sama belum tau dimana lokasi Mayestik.. Walhasil, sedikit kebablasan hehehe.. Ternyata oh ternyata, Mayestik itu dekeeet banget dengan Pasar Taman Puring yang pernah saya post sebelumnya.. Koantas keluar dari Jalan Bumi ke pentokan pertigaan Jalan Kyai Maja, lalu belok ke kanan ke arah Pasar Taman Puring.. Sedangkan Pasar Mayestik belok ke kiri.. Meskipun kebablasan sampai Pasar Taman Puring, untuk mencapai Pasar Mayestik dengan jalan kaki tidak terlalu jauh..

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Pasar Mayestik Jakarta Selatan

    Yang pertama terlihat dari jalan adalah bangunan besar serupa mall.. Di dalamnya sekilas memang seperti Mall Ambassador, menjual berbagai macam hal yang didominasi fashion.. Kami hanya numpang lewat saja lalu lurus keluar lewat pintu belakang.. Di sekeliling bangunan mall tersebut, terdapat banyak toko-toko yang kebanyakan toko kain.. Kalau saya bilang, mirip di Pasar Baru..

    Jual Kain Pasar Mayestik

    Jual Kain Pasar Mayestik

    Setelah berkeliling sebentar, teman saya memutuskan membeli kain di salah satu toko.. Kami memang belum sempat mengelilingi seluruh bagian Mayestik berhubung sudah mulai sore.. Setelah membeli kain, kami berbelok ke toko asesoris.. Saya lumayan amaze di sini karena saat pertama masuk saya agak underestimate.. Bagaimana tidak? Hanya sebuah pintu biasa, tanpa ada etalase atau apa pun yang membuat orang tertarik untuk memasukinya.. Dan pertama menjejakkan kaki di dalam toko tersebut, kesan saya adalah : sempit, penuh sesak oleh barang, dan takut tiba-tiba ada kecoa.. Hehe..

    Jual Asesoris Pasar Mayestik

    Jual Asesoris Pasar Mayestik

    Namun setelah menjelajahi toko, ternyata toko tersebut super lengkap! Berbagai macam asesoris mulai dari beraneka macam renda, beraneka jenis manik-manik, beraneka model kancing, beraneka warna benang, hampir semuanya ada! Dan yang lebih bikin saya amaze, toko tersebut semakin dijelajahi semakin terasa besar, ngga abisabis! Bahkan ada lantai dua ckckck.. Buat yang ingin mencari asesoris berhubungan dengan fashion, saya rekomendasikan banget..

    Penasaran gimana kenampakan toko asesoris tersebut? Silakan cek video saya di sini :

    Namanya Toko Maju, kalau tidak salah toko ini buka setiap hari cuma jamnya saja yang beda saat akhir pekan.. Saya sempat tanya sih, cuman ternyata lupa ngga dicatat hehe.. Posting-nya pun telat banget nih.. Maafkan.. By the way, pegawainya banyak euy!

    Kami pulang naik Kopaja S614 jurusan Cipulir-Pasar Minggu turun mentok di stasiun untuk kemudian naik KRL karena teman saya domisili di Depok.. Sepintas saya lihat angkutan yang lewat di depan Mayestik antara lain Metromini AC S74 Rempoa-Blok M dan Metromini 69 Ciledug-Blok M..

     

    Novsabatini

    Novsabatini


    Yuk, baca juga artikel jalan-jalan saya yang lain :

    1. Lihat-lihat sepatu di Pasar Taman Puring

    2. Referensi tempat belanja yang oke di Jakarta

    3. Lihat penyu di Sea World Ancol

    Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong..

    Situ Cilodong

    Situ Cilodong

    Sekitar satu bulan yang lalu si Om diberitahu oleh teman sekantornya mengenai Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong.. Lebih tepatnya diceritain pengalaman pribadi si temen tadi yang senasib, yang sama-sama pejuang program hamil.. Pada saat cerita, si teman tadi sudah telat setelah sekian kali datang berobat di tempat Pak Haji (lama berobat saya kurang tau)..

     

    Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

    Mobil Ga Bisa Masuk Keknya..

    Libur panjang hari raya kemarin, kami coba-coba cari tahu pengobatan ini.. Si teman tadi tidak memberitahu detail lokasi karena katanya susah dijelaskan, hanya “Situ Cilodong” sebagai kata kuncinya.. Kami coba browsing di internet, ternyata minim hasil, hanya “belok kiri di perempatan jam” di jalan Margonda.. Akhirnya kami berangkat modal nekad dan doa, hehe..

     

    Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

    Gang Masuk Rumah Haji Sugeng

    Di GPS disebut untuk menuju Situ Cilodong dari arah Jakarta bisa melalui Jalan Margonda Depok atau Jalan Raya Bogor.. Kalau lewat Margonda, di GPS disebutkan nantinya akan melewati Water Park Depok.. Namun kami pilih belok kiri di perempatan jam, lewat jalan Siliwangi.. Dari Siliwangi nanti belok ke Jalan Raden Saleh ke arah Studio Alam, jalannya lumayan sempit.. Setelah berkali-kali kesasar dan berkali-kali tanya orang, singkat cerita kami sampai di rumah Pak Haji..

     

    Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

    Lapangan Belakang Rumah Haji Sugeng

    Metode pengobatannya kalau saya bilang seperti Sinshe, pijat di kaki (jari kaki, lebih tepatnya), kemudian pakai air putih dan herbal (dalam bentuk kapsul).. Total pertama kali datang sekitar Rp 850.000,- untuk suami istri.. Dulu saya pernah coba juga Sinshe Sukimin Taryono di Haji Ten Rawamangun, beliau refleksinya di tumit kaki, obatnya pakai jamu direbus, serta arak untuk dioles (bukan diminum loh)..

     

    Pantangan Buat Wanita

    Pantangan Buat Wanita

    Pak Haji Sugeng ini orangnya suka ngerjain, jadi kalau pertama kali datang jangan kaget kalau dikerjain, hehe.. Kata orang, beliau bisa baca pikiran.. Pertama kali datang beliau sudah menebak “mau program ya mbak?”.. Tapi kalau kata saya, it’s just a lucky guess saja, sisanya psychological games yang sama-sama cuman nebak..

    Kalau Koh Kimin dulu, proses pengobatan terpisah di ruangan khusus meskipun hanya dipisah gordyn.. Jadi kalau teriak-teriak waktu dipijat, hanya suara yang terdengar sementara pasien yang lain hanya bisa menebak siapa yang teriak di dalem hahaha.. Sedangkan Pak Haji ini proses pengobatan dilakukan di satu ruangan terbuka, jadi nanti kalau teriak-teriak waktu dipijat ya kelihatan oleh pasien-pasien yang lain.. Tapi ga perlu malu, karena memang pas dipijat sakit banget, pasien yang lain pun sudah paham..

     

    Novsabatini

    Novsabatini


    Baik Koh Kimin maupun Pak Haji sama-sama memberikan makanan pantangan.. Jika Koh Kimin hanya gorengan dan beberapa makanan lain (saya lupa), kalau Pak Haji pantangannya di-print euy.. Seabrek!

    Bagi yang penasaran ingin mencoba pengobatan alternatif Pak Haji Sugeng, bisa GPS ke Situ Cilodong.. Rumahnya di tepi Situ, masuk gang.. Di belakang rumahnya ada lapangan badminton.. Tapi, begitu masuk daerah Cilodong sinyal internet lumayan ngadat, nanti kalau bingung segera tanya pada orang letak Situ Cilodong sebelum kesasar terlalu jauh..

    Untuk pengobatan alternatif Sinshe Sukimin Taryono, letaknya di Jalan Haji Ten Rawamangun, persis di depan Ayam Goreng Tulang Lunak.. Tempat prakteknya lumayan kecil, hanya seukuran kamar kosan.. Kedua pengobatan alternatif tersebut buka Senin sampai Sabtu, dan bisa dipastikan Sabtu antre panjang.. Untuk jamnya kalau tidak salah buka jam 8 pagi hingga jam 4 sore.. Koh Kimin jeda makan siang jam 12-13 sedangkan Pak Haji jam 12-14..

    Buat yang datang hari Sabtu, harap sabar antre ya.. Namanya juga ujian, termasuk ujian sabar.. Hehe.. Kedua pengobatan alternatif ini patut dicoba, mengobati berbagai penyakit, ga terbatas pada masalah kesuburan saja..

    Yuk, baca artikel yang lain juga:
    1. Program Hamil Dari Sisi Psikologis

    2. Intipin tempat-tempat yang oke buat belanja di Jakarta

    3. Perkiraan biaya inseminasi Jakarta Selatan