Kitten Blues Syndrome

Sudah sebulan lebih rumah kami kedatangan member baru : tiga ekor anak kucing.. Induknya bernama Mang Engkus, iya saya sudah diketawain sama temen gegara nama ini.. Abis gimana, udah terlanjur.. Dia dipanggil “Ngkus” juga noleh kok.. Hehe..

Tanggal 20 Februari lalu mereka lahir di emperan rumah Mpok Een dengan disaksikan kehebohan tetangga-tetangga.. Tepat setelah lahir, langsung saya bawa pulang ke rumah, karena tidak ada yang mau menampung sedangkan saat itu curah hujan sedang intens kasihan kalau di emperan.. Engkus adalah kucing rumahan, biasanya kalau tidak ke rumah saya, dia ke rumah Keysha atau Mpok Een (tetangga kanan-kiri).. Oleh tetangga-tetangga memang dikasih makan dan dipelihara.. Jadi, Engkus tidak biasa hidup liar, beranak pun dia datengin orang buat minta tolong.. Tidak terbayang kalau anak kucing tersebut ditaruh teras, Engkus pasti bingung kudu diapain.. Berhubung ini baru kali kedua dia beranak, dan periode yang sebelumnya anaknya mati dalam dua bulan karena tidak disusui..

Engkus & the Kids

Piara anak kucing dari umur sehari, rasanya seperti ikut punya anak.. Sebentar-sebentar ngecek udah disusuin sama Engkus atau belum.. Kalau Engkus mogok nyusuin, lekas-lekas dikasih sogokan makanan yang banyak (sekarang seminggu habis 1 kg).. Kalau Engkus sudah mulai mindahin anaknya (yang dipindah cuman satu, lupa kalau anaknya ada tiga), lekas-lekas ganti alas tidur sekalian kardusnya.. Kalau Engkus hanya nyusuin satu anaknya, lekas-lekas dua yang lain saya gotong ke dekatnya supaya ikut nyusu.. Malam hari pun tak jarang trio spons kecil meong-meong..

Di usia awal, anak kucing hampir tidak pernah poop atau pee mungkin karena nyusunya masih sedikit.. Setelah umur sebulan barulah mereka berubah menjadi trio pembuat onar! Suka cakar-cakar kaki, suka nyusul tidur, lari ke sana kemari, ikut-ikut orang masak, dan poop serta pee di dapur.. Sekarang, selain harus super hati-hati kalau berjalan di rumah, buka pintu, dan ganti posisi tidur, juga harus waspada kalau nemu genangan air mencurigakan di lantai dapur..

Beberapa hari belakangan saya sudah berusaha mengunci mereka di kamar mandi atau di luar rumah ketika nampak gestur mencurigakan kalau mereka mau poop atau pee.. Namun meskipun sudah saya kunci selama lima belas menit, tetap saja ketika mereka saya perbolehkan masuk kembali, mereka garuk-garuk lantai dapur pertanda mau poop atau pee alias di luar rumah atau di kamar mandi tadi mereka belum pipis, hanya meong-meong doank.. 

Cuteness Overload


Biasanya, saya akhirnya membiarkan mereka pipis di dapur, kemudian segera saya bersihkan lantainya beserta badan kucing tersebut.. Namanya juga kucing, mana masih kecil.. Emosi sih, tapi gemes soalnya mereka lucu.. Lagian kalau saya marahin, mereka juga ngga bakal ngerti.. Toh nantinya kalau sudah besar, mereka akan tertib sendiri hidup di luar rumah..

Saya kira saya sudah cukup sabar.. Namun ternyata kalau badan sedang capek dan pikiran suntuk, akhirnya saya marah juga karena tadi pagi si Ucu poop di dapur.. Marah yang ngga jelas sama siapa, karena kalau marah sama si Ucu, anak kucing yang baru berumur sebulan, berarti saya yang bego..

Segera saya disuruh mandi sama si Om.. Apa hubungannya? Hehe.. Tapi kata teman saya, kalau lagi suntuk-suntuknya ngurus anak, mandi adalah sebuah refreshing.. Akhirnya setelah membersihkan dan beberes rumah, saya mandi, maskeran, berendam air hangat, sambil mendengarkan musik dan ngemil milk cookies yang saya buat hari sebelumnya.. Super sekali! All problem’s simply solved! Hahaha.. Kebetulan hari ini memang ngga ada rencana masak berhubung sayur tempo hari masih lumayan banyak..

Emak-emak itu kadang lucu, baper gara-gara masalah sepele, solusinya pun sebenernya sepele.. Hal-hal kecil yang dianggap sepele saja sudah bisa bikin bahagia dan senyum-senyum seharian..

Ucu-Miu-Kikis

Setelah pikiran jernih lagi, saya baru ketawa sekaligus mikir.. Ternyata level kesabaran saya masih, ah sudahlah.. Padahal ini baru anak kucing, yang mana saya tidak ikut melahirkan, tidak ikut menyusui, tidak perlu memandikan, tapi saya sudah Baby Kitten Blues Syndrome.. Lah trus gimana ceritanya kalau ini anak beneran? Yah, berarti masih menjadi PR sendiri buat saya untuk memantaskan diri..

Ternyata, punya anak itu ngga sekedar lucu-lucuan, ngga sekedar pregnancy photo session dan foto-foto bahagia lainnya, ngga sekedar dikuncir-kuncir atau dipakein asesoris lucu lainnya, ngga sekedar nantinya akan dileskan piano atau melukis.. Punya anak adalah tanggung jawab berat dan seumur hidup.. Ngga bisa di-undo.. Dan nantinya bakal dipertanggungjawabkan tidak hanya di masyarakat namun di hadapan Tuhan.. Wow! Pernah kebayang?

Rame-rame nyusulin Emaknya yang lagi leyeh-leyeh bentar abis beberes rumah..



Tribute to :

Ucu-Miu-Kikis trio pembuat onar yang sudah membuat suasana rumah makin semarak.. Maaf ya kalau Mamak masih kurang sabar..

Teman saya dan semua Ibu yang sedang mengalami Baby Blues Syndrome sungguh tak terbayangkan perjuangan yang kalian alami.. Innallaha ma’ana..

Para Ayah dampingi dan dukung ibu dari anak-anakmu.. Karena baby blues mungkin tidak disadari penderita dan orang-orang di sekitarnya.. Para Ibu cuma butuh didengarkan, diajak ngobrol dan diskusi (terlebih kalau Stay at Home Mom), dibantu ngurus anak (bikinnya berdua, ngurusnya berdua juga donk), diajak jalan-jalan dan piknik, serta sesekali dipijitin dan diberi kejutan, hihihi..

Advertisements

Create Your Own Trigger : Set a Goal!

Pagi hari di akhir pekan, saya seringkali ‘olahraga’ berdua dengan si Om.. Iya, pakai tanda kutip.. Hehe.. Tapi jangan berpikir macam-macam dulu loh.. Saya beri tanda kutip karena meskipun niatnya dari rumah untuk berolahraga, lengkap dengan memakai sepatu lari, pada kenyataannya kami hanya jalan santai saja..

Khusus si Om memang niatnya lurus, untuk mengecilkan perutnya yang semakin membuncit.. Bahkan niatnya sudah dari beberapa hari sebelum weekend tiba, seringkali diutarakan tiap pagi ketika pakai seragam dan ternyata sudah kesempitan.. Haha..

Besok Sabtu lari pagi ah..

Namun ketika hari-H tiba, tak jarang ada saja hal yang membuat rencana tersebut batal : hujan, udara yang sangat dingin, kantuk, tugas, TV, tak luput juga alasan satu ini : saya ga mau diajak.. Hihihi..

Iya sih, saya akui saya memang agak malas olahraga.. Merasa tidak terlalu urgent, mengingat ukuran tubuh yang sudah sangat tipis ini, juga mengingat sehari-hari saya sudah cukup beraktivitas fisik saat berbenah rumah atau pun belanja dan memasak, belum ditambah jika tiba-tiba ingin ke depan gang beli gorengan atau lainnya saya pakai sepeda kayuh sementara jalan gang naik-turun.. Jadilah ketika akhir pekan, saya ingin bermalas-malasan di pagi hari, dengan kembali ke balik selimut atau minum kopi sambil pantengin layar hape.. Kapan lagi, Senin hingga Jumat pagi-pagi cukup hectic kan..

Sepedaan sana, sekalian sepedanya dipompa.. Bannya gembos tuh ga pernah dipake, diparkir doank..

Kata saya sambil mata masih setengah merem.. Tapi, si Om selalu punya cara untuk mengiming-imingi saya agar mau diajak olahraga pagi : dibelikan donat! Haha iya, kata orang saya memang masih seperti anak kecil.. Meskipun memang sering terlihat konyol dan sepele, untuk membujuk saya terkadang hanya sesederhana itu..

Demi Donat..

Jadilah akhirnya kami berangkat dari rumah pukul 5.30-an, dan garis finish-nya adalah ujung jalan besar tempat Abang Donat biasa mangkal pagi-pagi.. Sekitar satu kilometer dari rumah.. Dan tahukah Anda?  Sepanjang jalan sambil membayangkan setibanya di rumah menikmati donat kentang pakai gula halus, membuat langkah kaki terasa lebih ringan..
So, set your goal to trigger your self and start walking!

Happy weekend guys!

 

Yuk, baca artikel lainnya :

  1. Pengalaman mencoba sekolah gratis SB1M
  2. Referensi tempat-tempat belanja oke di Jakarta
  3. Perjalanan program hamil

Sebuah Catatan..

Harapan..

Harapan..

Ternyata tak semua yang berikhtiar akan mendapatkan apa yang diikhtiarkan.. Itu sebabnya perintah memaksimalkan ikhtiar diikuti dengan perintah untuk tawakal..

Iya, pasrah sepasrah-pasrahnya, pada Alloh.. Karena, apapun yang terjadi dalam hidup kita tak sesederhana sebuah kebetulan belaka..

There will always be a bigger plan out there, for every little thing that’s happened toward you.. Sometimes, you’re just too small to understand.. (NS, 2013)

Hanya saja, manusia kadang menggantung harapan sedikit lebih tinggi ketika merasa semua telah diperjuangkan.. Merasa berhak mendapatkan sesuatu, yang ternyata manusia lupa, bahwa sebenarnya untuk memutuskan akan memberikan atau tidak, sekarang atau nanti, itu adalah mutlak hak Alloh..

夢 は  いつも 空  高く ある から

Jakarta, 5 September 2016

[Nov Sabatini]

 

 

Yuk, baca artikel saya yang lain juga :

  1. Pengalaman Ikut Kelas Bisnis Gratis
  2. Mana saja tempat belanja murah di Jakarta?
  3. Perjalanan program hamil

X-Men : Apocalypse..

I warn you, this post is not about movie review or synopsis.. I’d like to share something else, closer to the reality compares to this movie..

I watched this movie about couple weeks ago.. I remember some parts of the movie where the laser eyes, Cyclops, and Jean were suffering due to their gifts.. Yes, some people might call it gift while someother think it was a disaster..

Trust Me, I'm a Superhero!

Trust Me, I’m a Superhero!

Everybody has ever wished to be a superhero, hasn’t they? Batman, Superman, Spiderman, named it.. How cool it would be, if I have that superpower to save the world? I know.. But have you ever thought that even superhero has their problems? Even their problems are superproblems compare to regular human being‘s problems..

God wouldn’t give you some kind of tests, if He know that you won’t be able to pass them..

The harder your problems, the stronger soldier you are (EYK, 2016) even when you haven’t even realize how strong you really are and how stronger you can even be.. God makes no mistakes.. He knew your capability, from the very begining..

Everybody probably knows that statement already.. What then matter is, you have no idea about it.. Why me? What does Thee want me to do? Where will this road lead me to? What do I do now?

Totally understandable, as a human we want things to be as certain as it can be.. We works hard, to earn good money.. We put the seatbelt on, to keep us safe.. We save money, for children’s future education.. But, there are no guarantee about what’s coming next.. Future belongs to God, one hundred percent! That gap issued stress, frustation, hopeless, anger, sadness and others.. The gap between our dreams and reality..

 

Don’t you know that Cyclops was being dropped out from his school due to his disasterous gift? And don’t you have the idea that Jean has been refused to sleep due to her continuous nightmares that scare her out?

Yes, all superheroes had had their -even bigger- problems.. They are the same hopeless, as frustated, as angry, as stressed, and as sad as we are.. Only different problems, and different level that is.. But they embrace themselves, embrace their gift, gain supports, listen to advices, and make it all their strength..

All I want to say is,  as human we will face challenges our entire life (that’s what makes us human).. Don’t compare yours to the others, we got different challenges.. Just be sure that God has measured, if you face harder challenges, meaning you are that real superhero! You should have got better rewards when everything’s done..

If you are now frustated, and angry, and sad, and clueless, and hopeless, then you are a superhero on the process! Turns that negative feelings to build your new strength..

For every superhero that’s now fighting, you know now that superhero doesn’t always look strong.. You might take a break, you might cry, you might pause the battle just to take a deep breath.. Just remember, you’re not alone.. We’re all fighting together, only a different battle.. :-)

[Nov Sabatini]

 

 

Read my other post :

  1. A Story About A Framed Photograph
  2. How To Be Gratefull

Tujuan Akhir..

Semua yang hidup memiliki tujuan.. Kambing dan sapi, mencari dedaunan dan rerumputan untuk bisa makan, bermigrasi di alam liar demi dapat meneguk air, berlari dan berkelahi untuk menyelamatkan diri, berkembang biak agar tetap ada sapi dan kambing di bumi.. Mereka berjuang, bahkan tanpa imbalan, dan hanya melakukan hal yang sama setiap hari dan setiap sapi..

Tanaman terus tumbuh, berfotosintesa dengan susah payah, menggali lebih dalam agar akar dapat mengambil air, batang dan ranting menjulang lebih tinggi agar dapat meraih cahaya matahari.. Berbunga, dan berbuah..

Semua yang hidup memiliki tujuan-tujuan kecil sebagai loncatan pada fase kehidupan berikutnya.. Makan agar tetap hidup, sekolah agar bisa mencari kerja pintar, bekerja agar punya uang untuk memenuhi kebutuhan, menikah untuk melanjutkan keturunan.. Satu tujuan tercapai sebagai pijakan bagi tujuan berikutnya yang lebih tinggi.. Semua demikian, menjadi satu loop yang dianggap wajar dan otomatis..

 

Di balik rentetan tujuan-tujuan tersebut, mungkin tidak kita sadari, pada akhirnya akan mengarah pada satu tujuan yang besar : mati! Ada yang makan dan hidup sehat, ada yang makan namun jatuh sakit.. Ada yang sekolah dan menjadi pintar, ada yang sekolah tapi tetap tertinggal.. Ada yang bekerja dan cukup memenuhi kebutuhannya, ada yang bekerja namun tetap terpaksa harus berhutang.. Ada yang menikah lalu punya keturunan, ada yang menikah namun tidak mendapat keturunan.. Semua ada peluangnya, dan semua kemungkinan bisa terjadi.. Namun kematian adalah pasti..

Semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati! (QS. Ali Imran; 185)

Mungkin beberapa orang merencanakan menu makan malam mereka, bahkan ada yang merencanakan selama seminggu atau sebulan.. Kebanyakan orang pernah merencanakan sekolah impiannya atau pekerjaan yang menjadi cita-citanya, dan belajar dengan keras saat ujian masuk.. Dan hampir semua orang merencanakan pernikahan mereka, enam bulan atau bahkan satu-dua tahun sebelumnya.. Tapi tidak merencanakan bagaimana nanti saat mati..

Jujur, mendengar kata mati saja memang menakutkan.. Tapi suka atau tidak, kita sedang menuju padanya, atau tujuan itu yang mendatangi kita.. Beberapa orang ingin dikenang selepas mati, dengan karya-karya yang merupakan tujuan-tujuannya dulu semasa hidup.. Beberapa ingin meninggalkan harta pada anak-anaknya.. Beberapa ingin dimakamkan di Taman Pemakaman Eksklusif.. Beberapa mungkin ingin diliput media.. Beberapa hanya ingin anak-anaknya mau mendoakannya kelak.. Beberapa hanya ingin mati saja dengan pikiran kosong..

Harimau mati meninggalkan belang.. Manusia mati meninggalkan nama..

Ya, tak akan ada sisanya kecuali apa yang semasa hidup telah kita lakukan.. Jika semasa hidup berbuat yang buruk, niscaya setelah mati akan dicaci.. Jika semasa hidul berbuat baik, niscaya setelah mati akan dikenang kebaikannya dan didoakan yang baik pula..

Bersamaan dengan tujuan-tujuan kecil kita, akan selalu ada kesempatan untuk menabung bagi tujuan akhir nanti.. Mencukupkan makanan bagi diri sendiri dan berbagi pada yang membutuhkan.. Belajar di sekolah dengan baik dan benar, serta memahami, mengamalkan, dan berbagi ilmu yang baik yang didapat dari setiap sekolah yang kita datangi.. Bekerja dengan jujur dan niat yang benar, membahagiakan orang sekitar dengan uang yang kita dapat dengan keringat kita.. Mencari pasangan yang baik, meluruskan niat, saling menjaga dan mengingatkan dalam kebaikan.. Semua ada nilainya, yang tidak bisa kita petik saat ini, melainkan akan kita panen kelak saat musimnya tiba..

Mati adalah tujuan akhir hidup kita.. Layaknya tujuan-tujuan lain, kita perlu mempersiapkan diri agar punya bekal setelah mati nanti.. Jadilah seseorang yang bermanfaat bagi kehidupan dan orang-orang sekitar, dengan niat yang ikhlas mengharap ridho Alloh.. Dengan cara apapun.. Tidak harus menjadi kaya untuk bisa sedekah, tidak harus insinyur agar bisa berbagi ilmu.. Semua akan ada nilainya, bahkan untuk sesuatu yang menurut kita sepele sekalipun.. Seperti tanaman yang berbunga dan berbuah agar dapat dimanfaatkan oleh makhkuk lain, seperti kambing yang tumbuh untuk dapat dipotong dan dimakan dagingnya, seperti sapi yang beranak pinak agar dapat diperah susunya..

[Nov Sabatini]

Innalillahi wa inna illaihi roji'un..

Innalillahi wa inna illaihi roji’un..

Tribute to : jamaah yang meninggal dalam pakaian ihram di Saudi, dalam rangkaian ibadah Haji 2015.. *semoga amal ibadahnya diterima Alloh, dosa semasa hidup diampuni, dan semoga kami kelak dapat berakhir sama indahnya seperti kalian.. Amiin..*

Yuk, baca artikel saya yang lain juga :

1. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

2. Sebuah Catatan

3. Tetapkan Tujuan, Bangkitkan Semangat Baru! 

Di Balik Dinding..

Di antara sayup-sayup tembang yang mengalun dari sekotak radio tua, duduk seorang wanita setengah baya.. Hanya sendiri, dan hanya termenung.. Tampak beban menggelayut memaksa matanya tak bisa memejam.. Mau tak mau, esok harus dicobanya jalan itu, bisiknya.. Lalu dibiarkannya malam semakin meninggi.. *** Pagi ini cerah, seperti pagi-pagi yang lalu di musim kemarau.. Wanita itu sudah beberes bahkan sebelum matahari menggeliat.. Dia harus membuka toko kelontong sekaligus warungnya, kemudian menyiapkan anak semata wayangnya untuk bersekolah.. Nanti saat matahari sepenggalah, anak tetangga yang biasa dititipkan padanya menanti untuk ia jemput..

Lumayan buat tambah-tambah, saya cuma lulusan SD..

Begitu katanya.. Semua pekerjaan yang mungkin dilakukan ia lakukan untuk membantu suaminya yang kuli bangunan di siang hari sekaligus tukang ojek sepulang menguli.. Pagi itu agak beda, wanita itu (sebut saja wanita #1) menyiapkan hati dan mental.. Lalu mengetuk sebuah pintu.. Wanita #4 si empunya pintu membukakan tak berapa lama..

Tante, saya beli es batu 2..

Pagi-pagi es yang dibuatnya memang belum mengeras.. Pada wanita #4 dia biasa membeli es batu.. Kemudian obrolan ringan dan berlanjut dengan wanita #1 yang mulai bercerita dengan suara yang sengaja dikecilkan..

Tante bolehkah saya pinjem duit dulu, 200 ribu gitu? Kalau Tante luang..

Wanita #1 bercerita jika rapor anak semata wayangnya ditahan pihak sekolah karena belum membayar uang piknik..

Saya sebenarnya sudah tidak daftar piknik, saya sudah menghadap kepala sekolahnya tapi katanya ikut atau tidak tetap bayar.. Sembilan juta saya keluarkan untuk sewa bus, lalu gimana saya bayarnya kalau situ nggak mau bayar?! gitu katanya Tante, sambil teriak-teriak pula.. Sedih saya Tante.. Saya cuma dikasih 3 hari.. Tiap anak saya tanya kenapa dia belum dapat rapor sementara teman-temannya sudah dapat, saya nangis lagi..

Wanita #4, dengan suara yang sama kecilnya..

Ssst.. jangan sekarang, ada suami saya..

Kemudian dari balik pintu yang ditutup tersebut, terdengar percakapan antara wanita #4 dengan suaminya yang kebetulan minggu ini mendapat giliran shift malam..

Ngutang? Ga usah dikasih.. Kita aja cari duit susah, enak aja diutangi.. Suruh kerja dulu sono yang bener, biar banyak duitnya! Lagian sekolah di tempat orang gedongan, gaya amat jadi orang..

*** Malam datang lagi.. Rasanya terlalu cepat bagi wanita #1.. Belum sampai jalan keluar dia dapatkan, belum terkumpul uang yang harus dibayarkan..

Apakah aku salah nyekolahin anakku di situ, mbok?

Setengah bertanya pada ibunya, setengah bertanya pada dirinya sendiri.. Aku tau, anakmu hanya satu.. Dan aku tau, kau hanya ingin yang terbaik baginya.. Sedangkan tetanggamu itu tak tau apa yang kau rasakan, karena mereka bahkan belum punya anak satu pun.. Dan kau tau itu.. Tapi kau tak tau, betapa berat perjuangan mereka untuk bisa mendapatkan anak.. Seandainya kau tau, kau harus banyak bersyukur untuk itu.. Ibunya yang sudah renta, biasa begadang sambil mendengarkan tembang yang mengalun dari sekotak radio tua, satu-satunya hiburan dari masanya yang tertinggal di antara invasi modernisasi.. Beruntung mantunya yang lulusan STM, lumayan cakap dalam memperbaiki barang dan mempertahankan radio tersebut.. Ibunya memang sehari-hari tinggal bersama wanita #1.. Meskipun memiliki banyak anak, kenyataannya si bungsu tetap yang paling lekat..

 

Mbok, gimana ya kalau pinjem duit sama Mbak itu..

Dengan suara lirih, ia meminta nasihat ibunya.. Sejurus kemudian ibunya mengingatkan bahwa hutang yang kemarin belum dia lunasi, tidak baik jika sekarang hendak meminjam padanya lagi..

Kamu udah coba nembung orang tua temennya Tole?

Udah Mbok, ga ada yang ngasih.. Malah pada dicibir katanya “salah sendiri cari kontrakan juga gede-gede, kontrakan gede kuat bayar kok sekolah anak cari utang”.. Mereka gak ngerti Mbok rasanya ngontrak, suaminya orang betawi semua, tanahnya gede-gede..

Menghela nafas, ia telan kenangan pahit itu.. Kontrakan dengan satu kamar tidur, dapur yang menyatu dengan MCK, bonus satu kamar tamu memang sedikit lebih mewah dibanding kontrakan sekitar yang hanya punya kamar tidur tanpa embel-embel bonus.. Kalau tidak kasihan dengan ibu dan anaknya belum lagi kakaknya yang terkadang numpang tidur bila pulang terlalu malam dari warung soto tempatnya bekerja, pastinya tak berani ia numpang tinggal di sini.. Wanita #1 beranjak keluar, ia butuh mengambil nafas dalam-dalam.. Mungkin udara segar dan hening malam bisa membantu meringankan sesak yang ada di dadanya.. Dia pun duduk di bangku kayu depan rumah.. Di antara sayup-sayup tembang yang mengalun dari sekotak radio tua, dia hanya termenung.. Tanggal gajian masih jauh, karena masih harus menunggu sampai proyek pembangunan suaminya selesai.. Semua yang bisa dimintai tolong sudah dia datangi..

Budhe, saya kasih gopek deh.. Tapi nanti tanggal 27.. Saya belum gajian Bude..

Kata bujangan sebelah rumah yang sering jajan di warungnya, yang sudah seperti anaknya sendiri.. Untuk minta tolong pada bujang yang satunya, dia tak sampai hati berhubung baru saja berhenti dari pekerjaannya dan sekarang menganggur.. Mau tak mau, esok harus dicobanya jalan itu, bisiknya.. Lalu dibiarkannya malam semakin meninggi.. *** Sedang menjemur pakaian, diperhatikannya wanita #3 yang mengenakan headset sambil bernyanyi seperti yang biasa dilakukannya sehari-hari.. Wanita #1 kemudian menyiapkan hati dan mental, menahan rasa malu, bergegas menghampiri wanita #3 untuk mengulang cerita yang sama..

Waduh, saya bilang suami dulu ya Bu.. Biar gimana pun, yang kerja beliau, saya nggak berani kalau nggak izin..

Wanita #1 itu pulang sambil menyeka matanya yang basah.. Kehidupan ini memang keras.. Dia harus kembali memikirkan jalan keluar yang lain sambil menunggu jawaban dari pintu-pintu yang sudah dia ketuk.. Berharap akan ada pertolongan dari Tuhan melalui salah satu pintu itu.. *** Terdengar suara motor yang tidak asing memasuki teras rumah, wanita #3 beranjak membukakan pintu menyambut suaminya yang tumben pulang lebih cepat, kemudian menyiapkan makanan baginya.. Setelah suasana santai dan ketegangan kantor hilang, dengan hati-hati dan suara yang setengah berbisik dia ceritakan kepada sang suami mengenai permintaan wanita #1 tadi pagi..

Yah, beginilah kehidupan ibukota.. Pendatang banyak yang tidak punya skill, hanya modal nekad karena iming-iming atau bahkan hanya melihat tetangga sepulang dari sini.. Gedung-gedung yang tinggi dan jalanan yang bagus hanya kenampakan luar saja, yang terus dicitrakan di TV sebagai image ibukota negara.. Kenyataannya, di belakang gedung- gedung tinggi ada ratusan petak rumah yang saling berhimpitan.. Dan di ujung jalan-jalan bagus ada gang-gang sempit yang sesak..

Diam-diam wanita #3 merenung.. Ada rasa ketidak-percayaan karena hutang yang lalu belum bisa dilunasi, ibukota memang penuh intrik, segala macam tipu daya bisa terjadi di sini.. Namun terselip pula rasa iba, membayangkan berada di posisi seperti itu.. Kemudian dia teringat, bahwa selama ini jika dia memiliki masalah, jalan keluar hampir selalu mudah dia peroleh.. Bukan karena kepintarannya atau kerja kerasnya semata.. Betapa nikmat dari Tuhan sepanjang hidupnya, ada hak-hak orang lain di dalamnya.. Hatinya bimbang.. Secuil kebisuan muncul di antara siaran TV yang mendadak tidak dapat dia pahami bahasanya.. *** Suasana sekitar sudah sepi, pintu pagar sudah terkunci menandakan semua penghuni telah pulang ke rumah masing-masing.. Sayup-sayup tembang mengalun dari sekotak radio tua.. Wanita #1 kembali duduk, termenung.. Andai aku bisa mengabarkan pada dunia, kesedihan dalam setiap bisikan yang ia ceritakan pada dirinya sendiri.. Tapi aku hanya sebuah dinding tipis.. Satu-satunya yang bisa kulakukan hanya menjadi saksi dan pendengar, dari semua yang dilakukan penghuni keempat petak kontrakan ini.. Semua sudah dia lakukan.. Sekarang terserah Gusti Alloh, bisiknya.. Wanita itu beranjak masuk.. Dibiarkannya malam semakin meninggi dan dipasrahkannya semua yang akan terjadi besok.. image Jakarta, 25 Mei 2015

[Nov Sabatini]

Yuk, baca juga tulisan saya yang lain :

1. Sebuah Catatan

2. Tujuan Akhir

3. Masa Lalu

Grateful..

This morning, I got a message from my husband at the office.. More less the English translation is like this:

What are you searching for in this life?

You lived on the mountain, you missed the beach..
You lived near the beach, you wanted to feel how it’s like to live on the mountain..

On summer you asked for the snow to fall coz it’s such a hot day..
When the winter came, you missed how warm it could have been on summer..

You stay still at home, you feel like going outside and feel free..
Once you’re outside you’re missing home..

Once you’re single you keep complaining about how much you’ve wanted to have someone to be loved..
When you’ve found someone, you’re complaining why don’t you have children..
When you’re married and have children, you’re confused managing your finance, and how to handle your children..

Turns out to be, something looks good when we haven’t had it yet..

When will you be happy if you only chase things you don’t have? But you didn’t take too much care of things you’ve already owned..

A piece of leaf might not be able to cover this world, but look, once you sticked that leaf upon you eyes, the whole world would be covered from your sight..

And so did your heart.. If it’s filled with bad things even if a small piece then you will see this life the way your heart felt..

Be grateful of whatever happen in your life..

Coz life is:
Time that’s lended..
Wealth that’s trusted..

image

Happiness comes from within.. That simple :)

So true, and what a simple tought everyone can have, but you know what, it’s so hard to be applied in the real life! I mean, who doesn’t want to have a better life day by day? More money, more level of prosperity, more famous, and the other more..

Nowadays, almost everything is about money.. You need money to buy food you can eat, your clothes are bought with money too.. Then you have to make money, whatever it takes.. You work for money, you gamble at a game for money, you study to get a good job which means more money..

But something we might have forgot : you need to be grateful not only for things you’ve owned but also for things you haven’t..

Thing you haven’t owned can motivate you to jump a little higher to reach it.. You need a passion to keep you alive, to differentiate you from things.. To differentiate you from zombie.. Well, even zombie have an urgent to eat brain, lol.. Imagine, when you’ve got all the things that you want, would you be happy after all?

Look at the people, a couple might think that having children will complete their life.. Haven’t you seen couple with kids ended up with divorce? There are so many! You might think famous person have a perfect life : popularity, money, women, houses, etc.. Haven’t you heard famous person do a suicide?

 

Having everything you could’ve wanted doesn’t guarantee your happiness.. Life will be empty if we don’t have anything to be chased anymore..

Human can never be satisfied, it’s just our thing.. The final level will be searching for the peace.. You could have tons of money, but you didn’t feel secure.. You could have money for living only this day, but you feel okay.. That peace will be found, only if you are grateful, for what you’ve got and what you haven’t..

Just another killing-timed post, just a tought.. Still learning, still going..

[Nov Sabatini]

Check my other posts :

1. A Framed Photograph

2. A Story Behind X-Men