Klinik Hewan Solo (KHS) Manahan

Kejadian sedih berujung pada posting setelah sekian lama ngga nulis. Pagi tadi untuk pertama kalinya kami periksa kucing ke KHS. Biasanya, kami periksa kucing selalu ke Puskeswan Solo, maklum fasilitas pemerintah biayanya jauh lebih murah. Pun banyak celah dan kekurangannya, salah empat-nya adalah : antre panjang, baru buka jam 8 pagi, nomor antrean terbatas sehari hanya 30 nomor, dan tidak bisa rawat inap.

Milo & Kiky

Milo & Kiky

Tentang Chiky

Kami ke KHS dalam rangka memeriksakan Chiky alias Kiky satu-satunya kucing betina kami, paling bontot pula.

Chiky muntah parah dan diare semalam (Senin dini hari), jam setengah 3 pagi kami begadang membersihkan muntahan Kiky yang tersebar dimana-mana. Tiga kasur kena, satu karpet, dan beberapa tempat di lantai, mulai dari bentuk dry food sampai tak berbentuk baik cairan maupun benda entah apa yang sudah setengah dicerna.

Padahal sebelum tidur (kami tidur pukul 12.30 pagi) Kiky masih baik-baik saja. Masih makan lahap, masih bermain bersama Milo & Bona. Siang dan sesorean pun masih main keluar rumah dan tidur siang sama saya.

Klinik Hewan Solo

Klinik Hewan Solo

Masuk UGD

Senin pagi kami bangun kesiangan pukul 5.30, Kiky sudah kejang-kejang. Langsung kami larikan ke klinik yang punya layanan 24 jam. Alhamdulillaah, di Solo sudah ada KHS yang punya UGD 24 jam. Jarak dari rumah pun tidak terlalu jauh.

Sepanjang jalan, Kiky berkali-kali kejang, lalu kaku dan bola mata tertutup putih. Saat itu, saya selalu panggil-panggil namanya sambil saya elus-elus kepalanya, dan dia pun kembali membuka mata & lemas. Mungkin saat itu sebetulnya Kiky sudah tidak kuat, tapi Emaknya belum mau ngelepasin.

Sampai klinik, Kiky langsung ditangani dokter jaga. Penanganannya lumayan sigap, langsung dipasang infus, lalu disuntikkan berbagai obat lewat selang infus. Saya hitung ada 4 macam obat berbeda. Sembari menangani, veterinarian nya sambil assessment dengan menanyai kami seputar bagaimana kondisi Kiky sebelum sampai KHS.

Kemudian sambil menunggu reaksi obat, veterinarian menjelaskan pada kami, kemungkinan-kemungkinan diagnosis Kiky dan kemungkinan penanganannya.

Dugaan utama, Kiky keracunan. Memang, Sabtu malam (malam sebeum muntah-muntah) Kiky tidur di luar. Biasanya ketiga kucing saya selalu tidur di dalam rumah. Hanya kadang Bona, kucing yang paling besar, yang di luar.

Malam itu, saya ingat jam 12.30 saya masih menunggu Kiky pulang sambil saya panggil-panggil dari teras, tapi Kiky sepertinya main jauh jadi tidak mendengar. Akhirnya saya kunci pintu jendela, mengingat Bona dan Milo sudah di dalam, takutnya kalau jendela dibuka malah ketiga-tiganya keluar rumah semua. Saya tidak menunggu lebih lama lagi karena Minggu pagi harus stand by jam setengah 6 untuk jualan di Car Free Day.

Saya ingat waktu saya berangkat CFD sekitar jam 5.45 Kiky pulang. Masih biasa saja, bahkan sepulang CFD ketiga kucing masih saya beri makan ikan besek.

UGD Klinik Hewan 24 Jam

UGD Klinik Hewan 24 Jam

Prosedur KHS

Karena kondisi Kiky sudah berat, harus dirawat inap. Dokter menjelaskan prosedurnya. Kami diminta deposit sejumlah uang, selanjutnya biaya per malam akan dipotongkan dari uang tersebut sehingga nanti jika sudah bisa pulang, misal biaya nya bertambah maka tambahannya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat.

Untuk biaya rawat inap, standard sama seperti rata-rata biaya rawat inap di klinik hewan lainnya di Solo yaitu Rp 55.000,- per malam. Saya pernah sterilkan Ucu dulu saya inapkan dua malam (di Klinik yang lain) biayanya juga segitu.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi, kami sudah boleh meninggalkan Kiky untuk dirawat inap. Boleh dibesuk dari pukul 8.00-16.00 atau akan diinformasikan setiap hari via WhatsApp bagaimana update kondisi Kiky. Tapi feeling saya ingin menunggu Kiky dulu, karena Kiky sering kejang dan akan kembali kalau saya yang memanggil namanya (dipanggil oleh si Om, ngga mempan).

Goodbye Kiky

Goodbye Kiky

Goodbye Chiky!

Jadilah kami menunggui Kiky, sampai dipindah ke ruang perawatan. Sambil terus saya panggil namanya dan elus kepalanya.

Tapi Kiky sudah ngga kuat. Tidak berapa lama, nafasnya berhenti. Kebetulan saat itu sedang bersama paramedis, sehingga langsung dipanggilkan veterinarian dan dilakukan tindakan. Kami diminta menunggu di luar.

Hal terakhir yang kami tau, Kiky dipacu jantungnya. Kemudian kami menunggu di ruang duduk, dengan hati kacau (saya). Beberapa saat kemudian veterinarian keluar dan dengan hati-hati menjelaskan kondisinya.

Kiky sudah pergi. Pacu nafas sudah dilakukan, baik melalui resusitasi, dengan selang langsung ke paru-paru, dan melalui obat yang disuntik. Tapi Kiky tidak tertolong, racunnya sudah menyebar ke organ vital, sudah keluar darah pula lewat anus.

innalillaahi

innalillaahi

Pulang ke Rumah

Kami kembali menyelesaikan urusan administrasi. Uang yang sudah kami deposit, dikembalikan setelah dipotong biaya yang dikeluarkan selama satu jam Kiky dirawat yaitu obat anti kejang, obat pacu jantung, infus, biaya veterinarian, dll. Totalnya sekitar Rp 258.000,- menurut saya biaya sekian sangat worth it dibandingin dengan pelayanan KHS di situation emergency seperti Kiky.

Kiky kami bawa pulang kembali setelah sebelumnya dibungkus dengan rapi oleh paramedis menggunakan kertas koran dan plastik hitam. Bentuknya sudah bagus, terlihat damai dan tidak kesakitan. Tapi sebenarnya saya berharap sekalian dibungkus kain kafan.

Kami kuburkan Kiky di pemakaman desa yang kebetulan terletak di belakang rumah kami. Saya berikan tanaman di atasnya, salah satunya adalah tiga batang sukulen simbol dari pernah ada tiga kucing ‘bersaudara‘ di rumah kami yaitu Bona, Milo, dan Kiky.

Sebenarnya sejak diberitahu oleh veterinarian kalau suhu Kiky sudah drop dari normal 37.5 menjadi 33 saya sudah mulai menyiapkan hati. Namun ternyata tetep ngga kuat. Ditinggal oleh yang disayangi meskipun cuma seekor kucing, rasanya sedih banget. Banyak penyesalan atas keteledoran yang saya lakukan.

U

In Memorian Of Kiky

In Memorian Of Kiky

Tulisan ini dibuat untuk mengenang kucing kami Kiky a.k.a Chiky

Ditemukan di depan warung pada bulan Juli 2019. Vaksin pada bulan September 2019. Pergi pada bulan November 2019 karena keracunan.

Cepet banget kamu pergi, Wuk. Udah ga sakit lagi ya sekarang. Kita ketemu lagi nanti di surga, ya Ky! 😒😘

Konsep Rezeki?

Overdosis kafein, kancilen (ga bisa tidur, red.), dan fase mania, adalah kombinasi tepat yang membuat saya menulis ini setelah sekian purnama blog terbengkalai dan lumutanπŸ˜‚

Mungkin saat ini saya sedang overexcited dan memang biasanya jadi susah tidur. Segala yang berlebihan, meskipun menggembirakan, ternyata tidak baik juga.

Pagi tadi pertama kalinya saya berjualan di Car Free Day Slamet Riyadi Solo. Terdengar sederhana, tapi amat sangat berkesan bagi saya.

Sebuah perjuangan tersendiri bagi saya, menyingkirkan anxiety untuk benar-benar merealisasi keinginan berjualan yang sudah lumayan lama.

Nanti gimana ya? Laku nggak ya? Sama siapa donk ke sana? Bawa barangnya gimana?

Beberapa dari banyak pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuat tekad maju saya menjadi mundur kembali. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang ga perlu untuk dirisaukan. Pertanyaan-pertanyaan yang ngga akan terjawab sebelum mencoba melakukannya.

Tadi pagi, setengah modal nekad karena lumayan dadakan, akhirnya saya beranikan diri berangkat jualan. Barang yang saya jual adalah bibit mint. Saya sudah membibitkan sejak lama, tapi karena maju mundur tadi, akhirnya bibit yang sudah saya siapkan saya pindah lagi ke pot saya sendiri, tidak jadi jualan.

Saya hanya membawa 10 polybag kecil, dua pot kecil, dan satu polybag besar. Sebatas keranjang piknik yang biasa saya gunakan untuk membawa kucing ke puskeswan, berhubung saya hanya sendirian naik motor. Keranjang piknik saya ikat di boncengan. Dengan restu si Om, dan mengucap bismillaah, saya berangkat dengan hati berdebar sepanjang perjalanan. Untung saja saya tidak putar balik ya, hehe..

Sampai lokasi Car Free Day kurang dari jam 6 pagi, masih lumayan sepi. Karena hanya modal nekad, saya cari tempat kosong yang pada jam itu masih banyak. Ternyata, meskipun kosong, tempat tersebut sudah menjadi milik orang. Ya, maklum, saya ngga tau gimana aturan jualan di sana. Diusirlah saya.

Setelah dua kali diusir, akhirnya saya menemukan lokasi yang bisa dipakai jualan. Alhamdulillaah, barang saya tidak banyak, jadi bisa nyempil.

Saya gelar lapak, dan duduk menunggu, tidak agresif menarik pembeli karena pedagang yang lain pun jualan dengan santuy πŸ˜‚

Sampai pukul 6.30 dagangan saya masih utuh. Bahkan dilirik pun tidak. Anxiety datang lagi. Mulai gelisah. Mulai ngga PeDe. Gimana kalau.. Gimana kalau..

Anxiety bertambah ketika akhirnya datang satu emak-emak yang menawar secara sadis. Hati saya bergejolak, harus dilepas dengan harga sadis atau saya tolak saja? Gimana kalau dia satu-satunya yang mau beli? Gimana kalo.. Gimana kalo..

Dalam keadaan itu, saya tiba-tiba teringat, ketika beberapa waktu yang lalu si Om pulang dari kajian dan kami berdiskusi panjang mengenai konsep rezeki. Bahwa rezeki itu vertikal dan horizontal, ada di tangan manusia dan ada di tangan Allaah.

Empat Hal yang telah tertulis dengan pasti saat ruh manusia ditiupkan ke rahim ibunya : rezekinya, jodohnya, ajalnya, dan satu lagi saya lupa πŸ˜‚ tolong nanti berguru pada orang yang lebih ahli, ya!

Memang berapa banyak rezeki seseorang telah ditentukan Allaah jauh sebelum orang tersebut dilahirkan. Namun, bagaimana cara memperolehnya ada di tangan orang tersebut, apakah dengan cara halal atau haram, dan hal inilah yang kelak harus ia pertanggungjawaban di akherat.

Seseorang bisa saja mencuri, dan berhasil tanpa ketahuan. Karena memang sudah ditulis hari itu ia memperoleh rezeki sekian. Atau ia bisa memakai cara yang jauh lebih baik, seperti misalnya berjualan atau bantu-bantu misalnya menjadi kuli panggul.

Ada dua poin yang dituntut dalam perkara rezeki ini, yaitu ikhtiar dan tawakal. Keduanya harus seimbang. Rezeki memang sudah ditentukan, tapi perlu ikhtiar sebagai jalan mendapatkannya. Apapun itu. Keluar dari rumah, untuk mencari rezeki. Jangan hanya diam. Meskipun belum ada tujuan, mau keluar rumah kemana, tapi diniatkan untuk ikhtiar mencari rezeki. Sisanya, serahkan kepada Allaah, karena memang mutlak hak Allaah untuk memberikan rezeki. Seringkali orang hanya pasrah menunggu rezeki tanpa ikhtiar. Padahal perintah-Nya untuk ikhtiar dulu baru kemudian tawakal adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kalau saya, cenderung sebaliknya, kadang sering setelah ikhtiar habis-habisan, ekspektasi sudah sampai langit. Lupa tawakal. Sehingga saat hasilnya tidak sesuai ekspektasi, rasanya sakit sekali karena jarak antara harapan dan kenyataan terlalu tinggi. Alias kurang iman, terlalu mengedepankan logika dan malah cenderung sombong karena merasa sudah melakukan semuanya harusnya hasilnya sesuai. Emang siapa elu?

Kembali pada persoalan jualan bibit mint tadi, akhirnya saya tolak penawaran emak-emak tersebut. Karena, saya merasa tidak akan menjadi berkah buat saya dan beliau, jika saya melepasnya dengan tidak ikhlas (atau pun dia membelinya dengan tidak ikhlas). Berarti bukan rezeki. Dan kalau pun nanti dagangan saya tidak laku, yasudah berarti rezeki saya bukan di situ dan hari itu. Yang penting saya sudah ikhtiar, menggelar dagangan. Sisanya saya pasrahkan 100% pada Allaah.

Seketika lega, ghaeeesss…

Ya, gitu.. Manusia saya memang sering mengkhawatirkan hal-hal yang di luar kuasanya. Malah jadi stress sendiri. Lakukan apa yang di-kuasa-kan Allaah padamu, perbaiki niat & ikhtiar. Toh rezeki ga akan ketuker. Keliatannya aja seseorang banyak duit, tapi kalau bukan jatah rezekinya pasti akan hilang juga. Entah dengan cara sakit sehingga harus mengeluarkan biaya berobat, atau lainnya. Begitu pun sebaliknya, memberikan sesuatu pada yang lain tidak akan membuat miskin kalau memang sudah rezeki nanti akan diganti oleh Allaah bahkan dengan berlipat-lipat.

Beberapa saat setelah menolak emak-emak tadi, datang mbak-mbak dari luar kota yang mau berjualan tapi katanya terusir seperti saya tadi. Karena masih ada sedikit space di sebelah saya, meskipun sedikit memotong akses ke bangku taman, dan meskipun mbak tersebut pasang banner yang lumayan menutupi dagangan saya (saya hanya dagangan yang relatif kecil, sedikit, di bawah pula. Tanpa standing banner atau lainnya yang sepantaran tinggi mata manusia sehingga memudahkan produk saya tertangkap pandangan orang saat berjalan), saya bergeser dan mempersilahkan saja mbak-nya untuk jualan berdesakan di samping saya. Ngga tau dapet bisikan darimana, saat itu tiba-tiba saya yakin saja kalau mempermudah urusan orang lain maka urusan kita akan dipermudah Allaah. Dan Maasya Allaah, ga berapa lama pembeli langsung berdatangan dengan sendirinya. Dalam waktu kurang dari satu setengah jam, dagangan saya ludes hanya menyisakan satu pot saja. Saya pulang setengah jam lebih cepat daripada teman-teman lain dengan perasaan takjub luar biasa atas pengalaman ini, sampai saya gemetar dan rasanya mau nangis.

Burung pergi dalam keadaan lapar pulang dalam keadaan kenyang

Note : Ngga sampe situ aja, saya ternyata dapat bonus. Sebelah saya yang merupakan tempat cuci piring, ternyata yang cuci piring tadi adalah Ketua Paguyuban Pedagang di situ. Kebetulan kaki beliau sedang sakit sehingga hanya bantu warung keluarganya cuci piring saja, padahal biasanya beliau muter keliling memantau. Beliau dan istrinya banyak bercerita pada saya bagaimana tata cara berjualan di sana, serta pengalaman mereka sejak pertama kali berjualan ketika awal-awal dulu Car Free Day masih sepi. Hingga akhirnya beliau berdua menyuruh saya minggu depan berjualan lagi di tempat yang sama, alias saya sudah punya tempat yang insya Allaah tidak diusir-usir lagi. Alhamdulillaah yaa Allaah, mau nangis rasanya. Allaah Maha Baik, sungguh.

***

Klodran,

Monday 7 Oktober 2019

03.00 am

***

Special thanks to Pak Roby, mantan atasan si Om yang telah memberikan pertama kali satu batang bibit mint dulu sekali waktu kami masih di Jakarta. Sekarang, mint Bapak udah kemana-mana, ke ibu & mertua, ke saudara, ke teman-teman saya, dan sekarang menjadi jalan jualan saya. Semoga pahalanya mengalir buat Pak Roby juga sebanyak tunas-tunas mint tersebut.

City Tour : Solo Surakarta

Kadang saya lupa kalau punya blog (*plakk!). Terakhir posting kapan tau, haha. Padahal bahan banyak, sampai akhirnya kadaluwarsa.

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Seminggu sebelum Ramadhan kemarin, saya kedatangan tamu dari jauh. Jarang-jarang lho ini. Oiya, sudah setahun ini saya menetap di Solo. Setelah mengitari segelintir kota, akhirnya kembali ke kampung halaman.

Jadi, tamu saya ini adalah teman nyanyi saya di smule. Dua dari Bandung dan satu dari Surabaya. Sebelumnya, kami sudah sering bertemu sewaktu saya masih tinggal di Jakarta. Kali ini, mereka harus jauh-jauh plesir ke Solo untuk bisa bertemu dengan saya (*sok penting bet gueh, padahal mereka niatnya liburan, hahaha).

City Tour Solo

Lobby Hotel Pop Solo

Mereka berada di Solo selama tiga hari tiga malam. Kami mulai menyusun jadwal liburan beberapa hari sebelumnya.

Orang Solo kalau liburan kemana?

Ternyata saya pun bingung, karena mural di dinding fly over atau underpass pun sudah cukup menjadi spot foto liburan kekinian ala kids jaman now di Solo. Kalau kids jaman old, lebih memilih liburan di Bandara Adi Sumarmo sore-sore, lihat pesawat yang take off dan landing sembari momong anak dan jajan cilok. Iya, seremeh itu kebahagiaan orang-orang Solo. Tapi masa iya yang jauh-jauh dari Bandung dan Surabaya cuma saya ajak liat pesawat dan foto di tembok fly over Manahan?

City Tour Solo

Selat Lies

Coba browsing ternyata mayoritas tempat liburan yang lumayan kece letaknya justru di luar Solo. Meskipun masih satu eks-karisidenan Surakarta, misalnya Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, dll.

Awalnya saya hendak mengajak mereka naik ke Gunung Lawu di Karanganyar. Ini semacam puncak bagi orang-orang Solo, kalau weekend ramai, tempat wisata alamnya pun lumayan banyak. Namun mereka ngga mau, karena perjalanan naik Lawu pun lumayan memakan waktu. Kalau mau ke sana, harus seharian biar puas, sekalian ke beberapa lokasi, sementara waktu mereka berada di Solo cukup terbatas sehingga kami memutuskan untuk city tour saja.

City Tour Solo

Cemokot

Saya memberikan beberapa opsi tempat yang bisa dikunjungi. Mereka pun request beberapa tempat yang ingin dikunjungi, hasil mendengar cerita orang-orang dan browsing tempat-tempat legend di Solo. Setelah menyepakati tempatnya, saya selaku tour guide dadakan, menyusun jadwalnya. Hasilnya adalah sebagai berikut.

City Tour Solo

Cemokot

JUMAT

1. Jam 3.30 jemput M ke stasiun βœ…

2. Pulang, sholat subuh & mandi βœ…

3. Tidur sebentar kemudian sarapan βœ…

4. Jalan-jalan di Balekambang sambil tunggu waktu check in jam 12.00 ⏩ gagal karena tidur & setrikanya lama

5. Makan di angkringan πŸ”„

6. Nungguin Mbak Tia & Anin datang πŸ”„

7. Acara bebas πŸ”„

⏩ Nomor 5-7 berantakan karena nomer 4 gagal. Akhirnya jadi sesi curhat dan gosip. Hahaha.

City Tour Solo

Kiri ke kanan : Anin, Mbak Tia, M, Nop

SABTU

1. Jam 8 jemput ke POP hotel trus sarapan di Selat Lies βœ…

2. Mampir ke Serabi Notosuman βœ…

3. Mampir ke Kue Moho di lawang gapit kulon βœ…

4. Belanja oleh-oleh ke Pasar Klewer βœ…

5. Makan siang & sholat di Cemokot βœ…

6. Jalan-jalan Pasar Triwindu βœ… (hampir gagal karena mepet sama jam tutup, dadakan soalnya)

7. Balik hotel mandi & sholat βœ…

8. Ke Pasar Malam Ngarsopuro βœ…

9. Makan malam ke Shi Jack depan Benteng Vastenburg βœ…

9. Ke Jagung Naga Widuran ⏩ gagal karena antreannya panjang banget

10. Kalau masih laper ntar ke angkringan depan balaikota ⏩ udah kenyang ternyata

City Tour Solo

Car Free Day Solo depan Sriwedari

MINGGU

1. Ke CFD jam 6 ⏩ hampir gagal karena baru bangun jam 7

2. Sarapan Soto Rempah βœ…

3. Balik hotel, mandi βœ…

4. Bablas ke Solo baru, makan siang Bebek Faiz βœ…

5. Balik utara dikit, ke Keraton ⏩ gagal masuk karena ternyata tutupnya jam 15.00 dan kita telat setengah jam, akhirnya cuma foto-foto di luar aja βœ…

6. Putar balik ke De Tjolomadoe (dadakan) βœ…

7. Balik hotel mandi & sholat βœ…

8. Beli oleh-oleh makanan di Mesran βœ…

9. Ngopi di Sekutu Kopi sambil nunggu jam 8 karena mau ketemu orang di RS Muwardi ⏩ tadinya dari Mesran mau bablas kuliner malam di Solo Baru

10. Makan malam di Nasi Liwet ⏩ maunya di Nasi Liwet Yu Sani Solo Baru tapi kejauhan jadi di Nasi Liwet Bu Sarmi Benteng Vaastenburg βœ…

City Tour Solo

Keraton Solo

SENIN

1. Gudeg Ceker Bu Kasno abis subuhan ⏩ jadinya jam 6 sih ini

2. Anter M ke stasiun kereta jam 7 pagi βœ…

3. Jalan-jalan di Balekambang (bisa di skip, langsung ke nomer 4) ⏩ skip

4. Tentative kalo nomer 3 udah bosen nanti makan Lotek Bu Warni & jalan-jalan ke UNS ⏩ skip

⏩ Abis anter M akhirnya balik hotel buat packing. Sekalian sholat trus check out jam 13.00

5. Makan siang Tengkleng Mbak Diah βœ…

6. Nge-mall di The Park βœ…

7. Mampir lagi ke Mesran & Notosuman beli oleh-oleh makanan βœ…

8. Ke rumahnya Pak Slamet asli yg punya Bebek Slamet ⏩ skip

9. Ambil oleh-oleh Roiz Kroket βœ…

10. Anter Mbak Tia & Anin ke stasiun, kereta jam 17.30 βœ…

City Tour Solo

De Tjolomadoe

Note :

Jadwal dibuat sesesuai mungkin dengan kapasitas perut (karena sebagian besar wisata kuliner) dan kedekatan jarak antar obyek wisata.

Pemilihan Hotel berdasarkan budget dan kedekatan dengan rumah saya supaya jemputnya ngga kejauhan.

Saya sempat menawarkan City Tour pakai Bus Werkudara yang double decker namun ditolak oleh teman-teman karena (1) Hanya beroperasi di akhir pekan (2) Tiketnya harus pesan dulu sebelum Hari-H (sebenarnya bisa on the spot, tapi konon sering kehabisan) (3) Memakan waktu lebih dari setengah hari karena bus berhenti di spot-spot wisata seperti rumah dinas walikota, kampung batik, museum Batik Danar Hadi, dll.

Kesan & Pesan :

Orang luar Solo kalau udah main ke Solo yang pertama pasti senang dengan harga makanan. Bebek Goreng empat porsi (plus tempe dan sayur) ngga nyampe seratus ribu. Itu pun enak. Makanan di Solo rata-rata enak (khususnya yang kami kunjungi kemarin, karena memang legend). Tapi untuk orang Solo sendiri, harga murah tersebut sebanding dengan penghasilan yang tidak sebanyak di ibukota.

City Tour Solo

De Tjolomadoe

Yang kedua, karena hanya di lingkup kota Solo saja, kemana-mana dekat. Lewatnya situ-situ aja. Lalu lintas pun ramai lancar, tidak semacet di kota yang lebih besar namun tidak juga sesepi di kota yang lebih kecil.

Yang ketiga, total biaya liburan untuk dua orang selama tiga hari tiga malam termasuk ongkos tiket kereta pulang-pergi, biaya akomodasi, beli oleh-oleh baju dan makanan, serta biaya kuliner buat berempat (di sini saya tidak keluar biaya sama sekali, hihihi) hanya sekitar Rp 5.000.000,- minus biaya transportasi dalam kota karena mobilnya pakai punya saya. (Dihitung dari sudut pandang Mbak Tia & Anin, ya! Karena sebagian besar kuliner mereka yang traktir)

Yang terakhir, spot foto yang paling banyak kita ambil adalah di De Tjolomadoe. Kalau bisa, ke tempat ini sore hari. Tidak terlalu panas, dan pencahayaannya paling bagus buat foto.

Kisaran Biaya :

Total makan besar 9Γ— @100k (sudah total 4 orang) = Rp 900.000,-
Total ngemil 4Γ— @50k (sudah total 4 orang) = Rp 200.000,-
Tiket De Tjolomadoe 4 orang Γ— @25k = Rp 100.000,-
Tiket kereta 2 (Mbak Tia & Anin) Γ— @500k Γ—PP = Rp 2.000.000,-
Hotel per satu kamar 250k Γ— 3 malam = Rp 750.000,-
Oleh-oleh baju 800k + makanan 250k = Rp 1.050.000,-

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Yuk baca juga artikel saya yang lain :

1. Newbie di smule wajib baca nih!

2. Tempat jalan-jalan di Jakarta

Vaksin Kucing

Mungkin banyak yang belum aware mengenai vaksin pada kucing. Atau masih “nanti saja”. Tapi bagi saya, daripada menguras emosi (kalau piaraan mati, nangis bisa berhari-hari) dan menguras dompet (kalau terlanjur sakit dan harus mondok di vet) lebih baik divaksin saja sekarang. Lebih cepat lebih baik. 

​
Vaksin pada kucing sendiri ada macam-macam. Tapi yang paling kondang adalah tricat/tetracat. Sesuai namanya, tricat mengebalkan kucing dari tiga macam virus, yaitu RhinotracheitisCalicivirus, dan Panleukopenia. Sedangkan tetracat melindungi dari ketiga macam virus di atas plus Chlamydia

Penyakit yang diakibatkan virus-virus tersebut seperti apa? Nanti silakan di googling sendiri ya. Alhamdulillah kucing saya belum pernah ada yang diserang penyakit-penyakit tersebut. Namun, kucing teman dan kenalan saya ada yang terkena panleukopenia dan langsung mati 8 ekor dalam tiga hari. *rumah langsung sepi, hiks* Panleukopenia adalah salah satu penyakit mematikan bagi kucing dan dapat menular dengan cepat dari kucing satu ke kucing yang lain. 

​​

Sejauh ini saya melakukan vaksin di tiga tempat berbeda, pada dua kota berbeda. Pertama kali vaksin Bona karena dulu agak sakit-sakitan dan badannya kecil jadi saya prioritaskan vaksin lebih dulu daripada kucing lainnya. Selain itu, Bona dan Coreng sering saya ajak mondar-mandir Pati-Solo, juga saya bawa pindahan dari Jakarta ke Pati naik mobil saat umurnya dua bulan. Bona saya vaksin bulan Desember 2017 di Hobbyst, klinik dekat rumah saya di Pati. Sekali suntik Rp 170.000,00 waktu itu Bona berumur 4 bulan. Vaksin diulang (kata dokter Tuti, istilahnya di-booster) satu bulan kemudian pada Januari 2018.

Berikutnya saya vaksin Coreng pada akhir Januari 2018. Giliran, karena kucingnya banyak. Satu bulan satu kucing, hehe. Harusnya booster akhir Februari namun karena bertepatan dengan proses kepindahan kami dari Pati ke Solo, jadi jadwal vaksin Coreng yang berikutnya terlewat lebih dari seminggu. Kata Dokter Tuti, seharusnya maksimal terlewat satu minggu. Ketika saya konsultasi pada beliau melalui aplikasi, beliau menyarankan untuk ke vet dulu, karena harus diperiksa lagi untuk kemudian ditentukan bagaimana kelanjutan vaksin keduanya.

​​

Saya berkonsultasi pada Dokter Chandra dari Klinik Kawatan, Solo. Beliau menyarankan diberi obat cacing dulu. Kemudian lanjut vaksin. Di Kawatan, biaya vaksin Rp 155.000,00 sekali suntik.

Berikutnya saya vaksin Ucu, Kukus, dan Diego dalam dua kesempatan berbeda, yakni bulan Maret dan Juli 2018. Kali ini, masing-masing hanya satu kali suntik, tidak pakai booster. Kata Dokter Chandra memang lebih baik di-booster tapi karena kebetulan kebutuhan sedang banyak, ngga papa deh ngga di-booster hehe. Saat vaksin, Ucu berumur satu tahun lebih satu bulan, satu minggu setelah vaksin Ucu langsung steril. Kukus saat divaksin sudah berumur 2,5 tahun. Sedangkan Diego berumur hampir 6 bulan.

Terakhir, saya vaksin Bogi bulan Agustus 2018. Kali ini mencoba di Puskeswan Solo, biaya vaksin Rp 110.000,00 sekali suntik. Lebih murah, meskipun kalau di puskeswan pakai antre. Antre-nya lebih dari satu jam. Tapi tetep bahagia. Bogi divaksin saat berumur satu tahun lebih. Kurang tau pasti karena Bogi diadopsi. Lupa tanggal lahirnya.

​
Kapan Vaksin Dilakukan?

Vaksin dilakukan pada kucing yang berusia minimal 2 bulan. Di bawah 2 bulan belum boleh vaksin. 

Vaksin Pertama, Perlukah Diulang 2 Kali Bulan Depannya?

Untuk vaksin pertama, biasanya vet menyarankan di-booster lagi bulan depannya. Tapi beberapa vet ngga masalah kalau ngga di-booster. Tergantung kebijaksanaan vet dan owner. Ada vet yang memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing lebih dari satu tahun. Ada vet yang baru memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing sudah dua tahun. Tapi, untuk kucing yang berusia di bawah satu tahun, kebanyakan vet menyarankan pakai booster. Kucing muda lebih rentan terserang penyakit daripada kucing yang lebih tua. Jadi sebaiknya untuk kucing di bawah satu tahun, di-booster agar vaksinnya lebih kuat. Booster ini hanya untuk pertama kali vaksin saja, ya. Untuk selanjutnya, vaksin diulang setahun sekali.

Persiapan Sebelum Vaksin

Biasanya diminta memberikan obat cacing terlebih dahulu satu minggu sebelum vaksin. Pastikan dosisnya sesuai dengan berat badan kucing. Selain itu, pastikan kucing sehat ketika divaksin. Sebelum divaksin, vet akan melakukan pengecekan suhu, berat badan, telinga, feses, serta mulut dan gigi. Jika hasilnya baik, vaksin dapat dilakukan saat itu juga. Jika kondisi kucing tidak memungkinkan, vaksin akan ditunda, dan kucing akan diberikan penanganan terlebih dahulu.

Catatan 

Setelah vaksin, kucing tidak boleh dimandikan selama seminggu. Beberapa vet mewajibkan vaksin dulu sebelum disteril. Karena kalau kucing dibawa ke vet dalam keadaan sakit atau untuk dioperasi, dikhawatirkan akan lebih mudah tertular virus dari kucing lain yang sama-sama sedang berobat ke vet.

***

Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

***

Yuk, baca artikel yang lain :

1. Periksa Kucing di Puskeswan Jakarta

2. Cara Ikutan Steril Kucing Gratis

3. Rumah Sakit Hewan Jakarta 

Steril Kucing Gratis Puskeswan Jakarta

Sudah lama saya janji nulis tentang ini, karena berbagai hal baru sekarang bisa dipenuhi. Btw postingan pertama 2018, lumayan telat kan ya? Oiya donk *bangga*

Niat steril kucing sudah sedari saya masih di Jakarta. Di Jakarta kucing sudah over-populated jadi butuh banget gerakan steril garis keras. Awal tanya-tanya tentang steril saat periksa Ucu di RSH Jakarta. Di sana, tarifnya Rp 700.000,- sepertinya tanpa antre.

Steril kucing gratis puskeswan jakarta

Ng-koes seminggu setelah disteril.

Di Puskeswan sendiri, ada program steril gratis baik untuk kucing jantan atau pun betina. Namun, ada syarat dan ketentuan di antaranya sebagai berikut.

  • Harus KTP DKI Jakarta. Ketika daftar steril kucing, tidak bisa diwakilkan karena harus tanda tangan form. Setiap KTP punya slot maksimal 2 ekor kucing saja. Bisa langsung steril 2 ekor, atau dipakai di beda periode (satu tahun ini, satu lagi tahun depan). Jadi kalau kucing Anda lebih dari dua, untuk bisa steril gratis lagi, bisa pinjam KTP orang (tetangga atau teman). Tapi tetap, orang tsb yang harus datang ke Puskeswan untuk daftar dan tanda tangan form. Nanti ketika hari-H steril, baru boleh diwakilkan (kucing tidak harus diantar sendiri, bisa dititipin ke tetangga atau minta tolong orang lain untuk datang mengantarkan kucingnya ke puskeswan).
  • Mendaftar sesuai waktu yang ditentukan. Kalau tidak salah, pendaftaran steril gratis ini dibuka 2x setahun. Kisaran pendaftarannya di awal tahun (bulan Januari) dan pertengahan tahun (bulan Juli). Untuk tanggal pastinya, silakan menghubungi puskeswan, karena tiap tahun berbeda tanggalnya menyesuaikan penyelesaian steril gratis periode sebelumnya.
  • Untuk kuota steril gratis berapa ekor, saya kurang tau, bisa sekalian ditanyakan langsung ke Puskeswan. Tapi dulu waktu saya tanya tentang steril gratis ini, kata petugasnya sebaiknya pada hari pertama pendaftaran langsung buru-buru daftar saja karena konon biasanya kuota steril gratis cepat penuh-nya. Bahkan sudah penuh sebelum hari pendaftaran ditutup.
  • Setelah mendaftar sesuai periode pendaftaran, selanjutnya akan dihubungi untuk jadwal steril kucing Anda. Eksekusi steril gratis adalah tiap hari Rabu. Jadi, kalau mau periksa hewan di Puskeswan jangan hari Rabu karena pelayanan umum tutup. Saya pernah kelupaan sekali, datang periksa hari Rabu, dan ditolak. Untung rumah saya dekat.
  • Jumlah kucing yang disteril gratis tiap Rabu maksimal 20 ekor. Jika Anda mendapat jadwal bulan-bulan agak akhir (Desember atau Juni), dan kebetulan kucingnya betina, lebih baik dikurung dulu agar tidak kecolongan keburu kawin dan bunting apalagi beranak.
    Manfaat steril kucing

    Ini Ngkus steril di klinik dokter hewan di Pati.

    Berhubung dulu saya tidak punya kandang, dan baru mencari tau tentang steril gratis pada bulan September (bukaan pendaftaran steril gratis masih lama), maka akhirnya melirik opsi steril berbayar.

    Dan ternyata, steril berbayar di Puskeswan pun antre. Hahaha.. Kebetulan pada bulan Oktober tersebut tidak begitu padat sehingga ketika saya daftar tanggal 5 Oktober saya dapat jadwal tanggal 16 November. Konon kalau sedang padat bisa sampai tiga bulan kemudian baru dapat jadwal. Puskeswan melakukan steril berbayar maksimal 4 ekor kucing per hari (selain hari Rabu tentunya). Tidak banyak memang, karena harus melakukan pelayanan umum pula.

    Pembayaran steril gratis dilakukan pada saat eksekusi, bukan saat mendaftar. Karena di Puskeswan tidak bisa rawat inap, proses steril hanya memakan waktu sehari, jadi seusai steril kucing langsung dibawa pulang. Tapi dua hari setelah steril harus kontrol lagi satu kali. Biaya steril Rp 250.000,- plus Rp 50.000,- biaya kontrol satu kali. Dulu saya sudah daftar steril berbayar ini, tapi belum sempat eksekusi keburu pindah ke Pati.

    Kucing mulai bisa disteril umur 6 bulan ke atas. Untuk kucing bunting dan menyusui, tidak bisa disteril. Harus menunggu ketika anaknya berumur minimal 1.5 sampai 2 bulan atau saat sudah bisa makan sendiri.

    Jika mendesak, kucing sudah kebelet kawin, steril di RSH atau klinik bisa dipertimbangkan, mungkin tidak perlu antre lama. Juga apabila kucing yang disteril umurnya di bawah 6 bulan, bisa dilakukan di RSH yang memiliki peralatan anastesi dengan masker udara (bukan anastesi suntik).

    manfaat ear tip untuk kucing steril

    manfaat ear tip untuk kucing steril

    Note : saya memang khusus tanya-tanya ke Puskeswan untuk kucing ya. Untuk steril anjing, kalau berbayar sih lihat biayanya di tabel (foto ketiga) untuk operasi besar. Mungkin kisarannya segitu. Kalau steril anjing gratis apakah ada atau tidak, jadwal kapan, prosedur seperti apa, berapa kuotanya, silakan hubungi Puskeswan (nomor telepon ada di postingan saya sebelumnya).

    Selain steril gratis, terdapat pula steril subsidi. Lumayan dapat potongan Rp 100.000,- atau bahkan lebih. Biasanya steril subsidi ini diadakan oleh organisasi seperti Garda Satwa Indonesia. Silakan cari tau informasinya, kapan dimana dan berapa, biasanya diinformasikan di instagram.

    PERLUKAH EAR TIP?

    Buat teman-teman yang ingin steril kucing jalanan, jangan lupa minta ear-tip sama dokternya ya. Ear tip adalah tanda yang dibuat pada telinga kucing berupa pemotongan sedikit daun telinga menyerupai huruf V (pemotongan dilakukan pada saat proses steril dalam keadaan kucing terbius). Ini berguna agar ketika nanti kucing tersebut dilepas kembali ke jalanan, bisa dikenali dengan mudah bahwa kucing tersebut sudah steril, untuk menghindari upaya steril ganda (karena tidak ada penanda kalau kucing sudah disteril, maka ditangkap lagi kemudian dioperasi lagi untuk disteril). Kasian kucingnya kalau dioperasi 2x, sedangkan operasi yang kedua sia-sia.

    ***

    Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

    NGGAK TEGA STERIL KUCING?

    Buat yang merasa kasihan kalau kucing disteril, untuk pemilik kucing betina ya harus bertanggungjawab memelihara anak-anaknya nanti. Jangan dibuang. Kalau steril saja tidak tega, kenapa tega buang anak-anak kucing ke pasar atau jalanan?

    Untuk kucing jantan, ya harus siap ketika kucing pipis sembarangan untuk menandai teritori, atau ketika kucing pulang dalam keadaan babak belur karena berantem demi berebut betina, atau bahkan kucingnya hilang saat mengejar betina.

    Untuk kucing yang dikandang, apalagi. Kucing pada masa kawin akan gelisah, meong-meong minta kawin. Lebih kasian lagi kalau dikandang tapi tidak disteril.

    MANFAAT STERIL KUCING

    Steril banyak manfaatnya. Selain demi keamanan dan kesejahteraan kucing itu sendiri (kucing terlantar di kota besar sangat rawan dianiaya orang, apalagi anak kucing yang dibuang tanpa induknya) juga kucing akan lebih sehat.

    Kucing birahi bulunya akan rontok. Ketika steril maka bulunya jauh lebih halus dan tidak banyak rontok. Badan akan jauh lebih gendut, karena tidak harus membagi makanan pada anak-anaknya atau malah tidak makan (kucing jantan saat musim kawin bisa seminggu tidak pulang ke rumah). Kehidupannya akan jauh lebih tentram, tidak gelisah dan tidak banyak berkelahi (misal kejar-kejaran di atas genting saat kucing kawin atau jantan berantem sesama jantan rebutan betina).

    Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

    Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

    Tapi jangan khawatir, kucing yang disteril tetap lincah, kucing saya bahkan tetap galak apalagi kalau rebutan makanan dengan sesama saudaranya.

    Sedangkan untuk pemilik kucing sendiri, ketika jumlah kucing yang dipelihara tidak banyak (kucing peliharaannya sudah steril sehingga tidak akan beranak lagi), tapi masih mampu menampung kucing lagi, maka bisa rescue kucing lain yang membutuhkan rumah. Misal kucing berkebutuhan khusus (kucing buta, kucing kaki tiga) atau kucing lainnya yang terlantar. Datang saja ke shelter, banyak kucing yang membutuhkan adopter. Malah bisa lebih bermanfaat kan?


    Note : Saat ke Puskeswan atau RSH, jangan lupa bawa pakan kucing. Di sana banyak sekali kucing-kucing yang menanti, banyak yang jinak. Beberapa mungkin akan minta dipangku.

    ***

    Simak juga kucing-kucingan yang lain :

    1. Pengalaman Periksa ke Puskeswan Jakarta

    2. Pengalaman Periksa ke Rumah Sakit Hewan Jakarta

    3. Pengalaman Kirim Kucing dari Jakarta ke Pati

    Sekilas Tentang Proses Pindahan

    Bingung mau kasih judul apa, yasudahlah ya.. Sebenernya cuma pengen sharing informasi saja, barangkali ada manfaatnya.

    Proses packing tahap awal, banget..

    ​
    Berbeda dengan proses pindahan sebelumnya (dari Lampung ke Jakarta) dimana barang-barang kami masih minimalis abis, pindahan kali ini jauh lebih ruwet.

    Di Lampung dulu, barang-barang kami diangkut dengan dua cara : kami bawa via bagasi pesawat dan dikirim via ekspedisi. Total yang kami bawa dalam bagasi pesawat seberat 72 kg, terdiri dari dua koper besar dan dua tas jinjing besar. Barang-barang yang urgent untuk secepatnya diangkut misalnya baju, seragam kerja, sepatu, dll. Karena hanya berdua, total bagasi yang diperbolehkan hanya 40 kg, sehingga kami kelebihan 32 kg dan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 600.000,- (Bandara Radin Inten 2 ke Adi Soemarmo menggunakan maskapai burung biru) yang mana hampir seharga tiket untuk satu penumpang. Kebetulan tiket kami waktu itu sedang promo karena berangkatnya memang weekday, di bawah satu juta.

    Jual Kardus Bekas Kelapa Dua

    ​
    Barang yang dikirim via ekspedisi terdiri dari 5 buah kardus. Barang elektronik seperti TV, penanak nasi, serta perlengkapan makan dan memasak. Biaya pengirimannya sebesar Rp 325.000,- kalau tidak salah. Ekspedisinya memang pakai yang khusus untuk muatan besar 5 kilo-an sehingga jatuhnya lebih murah. Barang-barang yang tidak terangkut di antaranya karpet, dispenser, jemuran, kipas angin, kucing, logistik dan bahan dapur.

    Di Jakarta, barang kami sudah berkembang-biak dengan pesat, berhubung memang lumayan lama menetap di sini (di Lampung saya 6 bulan, di Jakarta 3,8 tahun). Sudah punya rak, meja, kulkas, sepeda, motor, oven, keyboard, kasur, dan kucing beserta anaknya.

    Awalnya sempat akan pakai sistem pindahan seperti sebelumnya yaitu dikirim ekspedisi, diangkut sendiri naik pesawat atau kereta, dan ditinggal. Namun urung karena setelah dipikir dan dihitung, keterbatasan waktu, tenaga, dan sumberdaya sepertinya lebih simple diangkut sekaligus pakai truk.

    Jual Kardus Bekas Jakarta

    ​
    Sempat cari jasa pindahan, tapi barangnya tanggung. Dibilang banyak kok cuma sedikit, dibilang sedikit kok ya lumayan banyak. Hahaha. Jadi kami putuskan pindahan sendiri saja, hanya sewa truk-nya.

    Persewaan truk cukup banyak ditemukan di google, apalagi untuk kota besar macam Jakarta. Masalahnya hanya di harga. Kalau antar kota besar (misal Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya) mungkin harganya bisa lebih murah karena truk berisi muatan baik di perjalanan pulang maupun pergi. Tapi berhubung kami pindah ke kota yang lebih kecil, agak tricky milihnya. Kalau truk pulang dalam keadaan kosong, maka biaya pulang-pergi dibebankan pada kami sehingga jatuhnya bisa sampai Rp 4.000.000,- ke atas. Namun alhamdulillah akhirnya kami menemukan persewaan truk yang punya channel di Kudus, sehingga pulangnya ngga kosong. Jadi kami cukup bayar Rp 2.500.000,- saja. Biaya bersih plus yang bantuin angkut barang dari rumah ke truk. Kalau pindahannya dekat, misal Jakarta-Bekasi atau Jakarta-Depok, bisa pakai pick up saja seharga Rp 150.000,- malah sebenarnya lebih pas untuk muatan pindahan kami yang tanggung.

    Selanjutnya kami berburu kardus. Kardusnya bukan sembarang kardus yang kecil dan tipis, karena barang kami lumayan banyak printilannya. Kalau pakai kardus kecil mungkin bisa puluhan, itu pun beberapa barang besar tidak bisa termuat seperti kompor gas, rak lipat, dll. Minimal kardus rokok yang tebal.

    Jual Kardus Bekas Depok

    ​
    Kami berburu kardus di daerah Kelapa Dua, Depok. Di daerah ini lumayan banyak penjual kardus bekas yang masih bagus, mungkin karena dekat dengan banyak kampus (Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila) jadi banyak diperlukan untuk pindahan kos. Ukuran kardus beraneka ragam, mulai dari seukuran kardus rokok yang sedang sampai kardus bekas kemasan lemari es. Ada juga kardus bekas pewarna tekstil (kalau tidak salah) yang berbentuk tabung dan ada tutupnya. Sebenernya saya naksir banget, karena bisa difungsikan sebagai tempat duduk yang bergaya industrialis gitu, tapi apa daya ngga dibeliin hahaha.

    Kami beli 4 buah kardus, dua berukuran besar (kardus spare part mesin), dua berukuran sedang (kardus rokok). Untuk kardus sedang harganya Rp 10.000,- (kira-kira 100 cm x 50 cm x 50 cm) sedangkan kardus besar Rp 17.000,- (kira-kira 100 cm x 100 cm x 100 cm) per buah. Untuk kardus berbentuk kursi yang saya taksir tadi, harganya mulai dari Rp 70.000,- tergantung besarnya.

    Note : kelihatannya cuma kardus ya, tapi kalau bawa pakai motor ternyata rempong juga, aslikkk, tapi aim ternyata cukup setrong alhamdulillah.. buahahahaha..

    Total waktu yang dibutuhkan truk dari Jakarta ke Pati sekitar 24-30 jam. Tanaman yang saya angkut via truk sebanyak 2 pot alhamdulillah bertahan hidup sampai sekarang.

    Tips Membawa Kucing di Mobil

    ​
    Langkah terakhir, untuk mengangkut kucing kami memakai mobil. Kucing yang kami angkut ada 4 ekor dengan total waktu perjalanan 12 jam (karena ketika saya yang nyetir, saya sempat kesasar di Semarang jam 11-an malam). Untuk kucing besar, adaptasinya lumayan lama. Selama di mobil,  kucing besar sangat responsif terhadap suara (terutama suara kendaraan besar seperti truk atau bus, juga sirine). Kucing akan tenang kalau dipangku dan dibelai, atau sembunyi di kolong jok. Sepanjang perjalanan, kucing besar tidak mau makan dan minum, apalagi pipis atau poop. Lain cerita dengan kucing kecil. Kucing-kucing kecil lebih cepat adaptasi, tetap makan dan sempat poop satu kali. Sepanjang perjalanan kucing-kucing kecil tetap lari ke sana kemari, mainan sabuk pengaman, bahkan masuk ke kolong pedal gas. Oleh karena itu sebaiknya kalau bawa kucing di mobil jangan sendirian.

    Keempat kucing memang saya lepaskan sewaktu di dalam mobil (tapi tidak dalam waktu bersamaan), karena kalau di kandang mereka akan meongmeong. Awalnya kucing akan bingung, semua sisi jendela akan diinspeksi, semua benda bergerak akan diawasi (motor lewat, dll). Bahkan ada yang sampai mangapmangap atau menjulurkan lidah. Ini pertanda kucing stress. Namun seiring waktu kucing akan mulai tenang dan tidur terus sepanjang perjalanan. Akan lebih cepat tenang kalau dipangku dan dibelai.

    Pengalaman Kirim Hewan

    Lama ngga nulis ya? Hehe.. Kemarin masih ribet pindahan dan adaptasi, karena suasana di daerah sini benerbener selaw, jadi kelembaman saya ikut meningkat.

    Sedikit share masih berhubungan dengan proses pindahan kemarin, yaitu pengalaman saya kirim hewan dari Jakarta ke Pati.

    Ngkus

    Latar Belakang : kucing di Jakarta banyak, salah satunya ada yang sedang beranak. Kucing tersebut bernama Ngkus. Ngkus punya 3 ekor anak sendiri, selain itu juga punya anak susuan boleh nemu di pinggir jalan 3 ekor. Jadi Ngkus menyusui 6 ekor anak kucing. Saya ngga mungkin bawa semuanya, jadi saya bagi. Empat ekor anaknya diadopsi oleh temen sekantor si Om. Ngkus rencananya dipelihara tetangga, karena Ngkus sudah lama di sana dan tetangga se-gang sudah sayang & familiar. Dua anaknya yang lain rencana dihibahkan pada teman saya di Bekasi, namun waktu tidak memungkinkan untuk mampir ke sana sehingga akhirnya kedua anak kucing tersebut saya bawa ke Pati bersama dua ekor kucing besar yang lainnya. Ternyata, di kontrakan lama saya, Ngkus meong-meong terus. Nyari saya dan anaknya. Semalaman sampai jam 2 pagi. Tetangga pada ngga tega ngeliatnya. Pun saya yang dikirimi video via aplikasi.

    Segera saya cari info pengiriman hewan. Ternyata lumayan susah. Laman pertama google hanya ada beberapa saja yang update, bawah-bawah sudah postingan lama tahun 2011-an. Apalagi laman 2.

    Saya coba kontak satu ekspedisi berdasarkan info dari google tersebut. Responnya lumayan lama. Tanya hari ini, dijawab besok. Belakangan saya ketahui kalau kantornya sedang mengalami musibah kebakaran sehingga memang sebagian besar operasionalnya sedang berhenti. Saya coba kontak ekspedisi kedua, telpon tidak diangkat sehingga akhirnya saya tanya melalui pesan singkat, alhamdulillah dibalas. Setelah tanya-tanya, ini info yang saya dapatkan.

    Kucingnya dijemput ke rumah oleh jasa ekspedisi. Namun untuk case pengiriman ke Pati, penerimaan dijemput di Bandara terdekat (Juanda Semarang, sekitar 2.5 jam dari Pati). Sebaiknya tidak menggunakan keranjang piknik, minimal pet travel cargo supaya aman & nyaman. Ekspedisi tidak menyediakan keranjang ya, jadi keranjangnya dari kita. Harga keranjangnya lumayan sih, beli baru sekitar Rp 250.000,- an. Pengiriman via udara. Jadi, surat harus lengkap. Karena kebetulan Ngkus hanya kucing kampung biasa, saya tidak memiliki surat. Oleh karena itu, harus diurus dulu suratnya. Surat diurus ke dinas yang kemarin saya tulis di artikel puskeswan itu. Nah, untuk pengurusan ini lumayan lama, butuh waktu 1-2 bulan, tergantung hasil cek darah hewan yang akan dikirim. Pihak ekspedisi menyediakan layanan untuk mengurus semua surat, pengirim dan penerima terima bersih, total biaya Rp 1.500.000,- sudah termasuk pengurusan surat beserta kirim hewan. Kalau kirim saja, dari Jakarta ke Semarang Rp 800.000,- namun konon kata pihak ekspedisi pengurusan surat sendiri akan makan waktu lebih lama lagi.

    Saya galau di lead time nya, kasian Ngkus kalau nunggu sebulan apalagi dua bulan. Gimana pun, saya merasa bersalah kenapa dulu tidak saya bawa sekalian, karena Ngkus sudah bersama kami sejak umur 2 bulan. Akhirnya saya cari alternatif ke ekspedisi lain. Namun setelah saya telusuri, sebagian besar linklink yang lain di laman pertama google ujung-ujungnya mengarah ke dua ekspedisi tadi. Untuk yang lain-lain, jatuhnya antara link postingan lama (saya tidak yakin ekspedisi tersebut masih beroperasi dan bisa dihubungi) atau kurang meyakinkan.

    Saya beralih ke plan B. Saya hubungi teman-teman di Jakarta untuk minta tolong dicarikan info travel atau rental. Singkat cerita, dapat beberapa rental dengan range bervariasi, antara Rp 2.500.000,- sampai Rp 3.000.000,- untuk tiga rental yang saya hubungi. Biaya tinggi karena muatan satu arah saja, pulang dari Pati ke Jakarta kosong. Biaya akan lebih miring kalau bisa mencarikan penumpang dari Pati yang bertujuan ke Jakarta. Hedeh, saya belum kenal siapa-siapa di sini, gimana carinya. Mungkin kalau tujuannya kota besar misalkan Semarang, Jogja, Surabaya, mobilnya ngga balik Jakarta dalam keadaan kosong.

    Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

    Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

    Rincian biaya rentalnya kira-kira seperti ini, bensin Rp 450.000,- | mobil Rp 300.000,- | sopir 2 @ Rp 200.000,- (pakai 2 sopir karena begitu sampai Pati langsung balik Jakarta lagi) | biaya toll Rp 150.000,- semua komponen biaya tersebut dikali dua karena pulang-pergi dihitung 2 hari.

    Saya semakin galau. Akhirnya beralih ke plan C, minta tolong tetangga saya untuk dicarikan kenalan yang bisa antar. Singkat cerita, Ngkus sampai juga ke Pati diantarkan oleh tetangga saya & ibunya, dengan minta tolong teman kuliahnya. Tapi tetep, diongkosin setidaknya uang bensin. Meskipun jadwal bergeser dari Sabtu-Minggu jadi Minggu-Senin, dibelain tetangga saya bolos sekolah & ibunya tukar shift kerja, demi seekor kucing, tapi alhamdulillah happy ending story.

    Jadi silaturahmi, kan..

    Yuk baca artikel kucing lainnya

    1. Periksa kucing di Puskeswan

    2. Periksa kucing di Rumah Sakit Hewan Jakarta