Konsep Rezeki?

Overdosis kafein, kancilen (ga bisa tidur, red.), dan fase mania, adalah kombinasi tepat yang membuat saya menulis ini setelah sekian purnama blog terbengkalai dan lumutanπŸ˜‚

Mungkin saat ini saya sedang overexcited dan memang biasanya jadi susah tidur. Segala yang berlebihan, meskipun menggembirakan, ternyata tidak baik juga.

Pagi tadi pertama kalinya saya berjualan di Car Free Day Slamet Riyadi Solo. Terdengar sederhana, tapi amat sangat berkesan bagi saya.

Sebuah perjuangan tersendiri bagi saya, menyingkirkan anxiety untuk benar-benar merealisasi keinginan berjualan yang sudah lumayan lama.

Nanti gimana ya? Laku nggak ya? Sama siapa donk ke sana? Bawa barangnya gimana?

Beberapa dari banyak pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuat tekad maju saya menjadi mundur kembali. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang ga perlu untuk dirisaukan. Pertanyaan-pertanyaan yang ngga akan terjawab sebelum mencoba melakukannya.

Tadi pagi, setengah modal nekad karena lumayan dadakan, akhirnya saya beranikan diri berangkat jualan. Barang yang saya jual adalah bibit mint. Saya sudah membibitkan sejak lama, tapi karena maju mundur tadi, akhirnya bibit yang sudah saya siapkan saya pindah lagi ke pot saya sendiri, tidak jadi jualan.

Saya hanya membawa 10 polybag kecil, dua pot kecil, dan satu polybag besar. Sebatas keranjang piknik yang biasa saya gunakan untuk membawa kucing ke puskeswan, berhubung saya hanya sendirian naik motor. Keranjang piknik saya ikat di boncengan. Dengan restu si Om, dan mengucap bismillaah, saya berangkat dengan hati berdebar sepanjang perjalanan. Untung saja saya tidak putar balik ya, hehe..

Sampai lokasi Car Free Day kurang dari jam 6 pagi, masih lumayan sepi. Karena hanya modal nekad, saya cari tempat kosong yang pada jam itu masih banyak. Ternyata, meskipun kosong, tempat tersebut sudah menjadi milik orang. Ya, maklum, saya ngga tau gimana aturan jualan di sana. Diusirlah saya.

Setelah dua kali diusir, akhirnya saya menemukan lokasi yang bisa dipakai jualan. Alhamdulillaah, barang saya tidak banyak, jadi bisa nyempil.

Saya gelar lapak, dan duduk menunggu, tidak agresif menarik pembeli karena pedagang yang lain pun jualan dengan santuy πŸ˜‚

Sampai pukul 6.30 dagangan saya masih utuh. Bahkan dilirik pun tidak. Anxiety datang lagi. Mulai gelisah. Mulai ngga PeDe. Gimana kalau.. Gimana kalau..

Anxiety bertambah ketika akhirnya datang satu emak-emak yang menawar secara sadis. Hati saya bergejolak, harus dilepas dengan harga sadis atau saya tolak saja? Gimana kalau dia satu-satunya yang mau beli? Gimana kalo.. Gimana kalo..

Dalam keadaan itu, saya tiba-tiba teringat, ketika beberapa waktu yang lalu si Om pulang dari kajian dan kami berdiskusi panjang mengenai konsep rezeki. Bahwa rezeki itu vertikal dan horizontal, ada di tangan manusia dan ada di tangan Allaah.

Empat Hal yang telah tertulis dengan pasti saat ruh manusia ditiupkan ke rahim ibunya : rezekinya, jodohnya, ajalnya, dan satu lagi saya lupa πŸ˜‚ tolong nanti berguru pada orang yang lebih ahli, ya!

Memang berapa banyak rezeki seseorang telah ditentukan Allaah jauh sebelum orang tersebut dilahirkan. Namun, bagaimana cara memperolehnya ada di tangan orang tersebut, apakah dengan cara halal atau haram, dan hal inilah yang kelak harus ia pertanggungjawaban di akherat.

Seseorang bisa saja mencuri, dan berhasil tanpa ketahuan. Karena memang sudah ditulis hari itu ia memperoleh rezeki sekian. Atau ia bisa memakai cara yang jauh lebih baik, seperti misalnya berjualan atau bantu-bantu misalnya menjadi kuli panggul.

Ada dua poin yang dituntut dalam perkara rezeki ini, yaitu ikhtiar dan tawakal. Keduanya harus seimbang. Rezeki memang sudah ditentukan, tapi perlu ikhtiar sebagai jalan mendapatkannya. Apapun itu. Keluar dari rumah, untuk mencari rezeki. Jangan hanya diam. Meskipun belum ada tujuan, mau keluar rumah kemana, tapi diniatkan untuk ikhtiar mencari rezeki. Sisanya, serahkan kepada Allaah, karena memang mutlak hak Allaah untuk memberikan rezeki. Seringkali orang hanya pasrah menunggu rezeki tanpa ikhtiar. Padahal perintah-Nya untuk ikhtiar dulu baru kemudian tawakal adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kalau saya, cenderung sebaliknya, kadang sering setelah ikhtiar habis-habisan, ekspektasi sudah sampai langit. Lupa tawakal. Sehingga saat hasilnya tidak sesuai ekspektasi, rasanya sakit sekali karena jarak antara harapan dan kenyataan terlalu tinggi. Alias kurang iman, terlalu mengedepankan logika dan malah cenderung sombong karena merasa sudah melakukan semuanya harusnya hasilnya sesuai. Emang siapa elu?

Kembali pada persoalan jualan bibit mint tadi, akhirnya saya tolak penawaran emak-emak tersebut. Karena, saya merasa tidak akan menjadi berkah buat saya dan beliau, jika saya melepasnya dengan tidak ikhlas (atau pun dia membelinya dengan tidak ikhlas). Berarti bukan rezeki. Dan kalau pun nanti dagangan saya tidak laku, yasudah berarti rezeki saya bukan di situ dan hari itu. Yang penting saya sudah ikhtiar, menggelar dagangan. Sisanya saya pasrahkan 100% pada Allaah.

Seketika lega, ghaeeesss…

Ya, gitu.. Manusia saya memang sering mengkhawatirkan hal-hal yang di luar kuasanya. Malah jadi stress sendiri. Lakukan apa yang di-kuasa-kan Allaah padamu, perbaiki niat & ikhtiar. Toh rezeki ga akan ketuker. Keliatannya aja seseorang banyak duit, tapi kalau bukan jatah rezekinya pasti akan hilang juga. Entah dengan cara sakit sehingga harus mengeluarkan biaya berobat, atau lainnya. Begitu pun sebaliknya, memberikan sesuatu pada yang lain tidak akan membuat miskin kalau memang sudah rezeki nanti akan diganti oleh Allaah bahkan dengan berlipat-lipat.

Beberapa saat setelah menolak emak-emak tadi, datang mbak-mbak dari luar kota yang mau berjualan tapi katanya terusir seperti saya tadi. Karena masih ada sedikit space di sebelah saya, meskipun sedikit memotong akses ke bangku taman, dan meskipun mbak tersebut pasang banner yang lumayan menutupi dagangan saya (saya hanya dagangan yang relatif kecil, sedikit, di bawah pula. Tanpa standing banner atau lainnya yang sepantaran tinggi mata manusia sehingga memudahkan produk saya tertangkap pandangan orang saat berjalan), saya bergeser dan mempersilahkan saja mbak-nya untuk jualan berdesakan di samping saya. Ngga tau dapet bisikan darimana, saat itu tiba-tiba saya yakin saja kalau mempermudah urusan orang lain maka urusan kita akan dipermudah Allaah. Dan Maasya Allaah, ga berapa lama pembeli langsung berdatangan dengan sendirinya. Dalam waktu kurang dari satu setengah jam, dagangan saya ludes hanya menyisakan satu pot saja. Saya pulang setengah jam lebih cepat daripada teman-teman lain dengan perasaan takjub luar biasa atas pengalaman ini, sampai saya gemetar dan rasanya mau nangis.

Burung pergi dalam keadaan lapar pulang dalam keadaan kenyang

Note : Ngga sampe situ aja, saya ternyata dapat bonus. Sebelah saya yang merupakan tempat cuci piring, ternyata yang cuci piring tadi adalah Ketua Paguyuban Pedagang di situ. Kebetulan kaki beliau sedang sakit sehingga hanya bantu warung keluarganya cuci piring saja, padahal biasanya beliau muter keliling memantau. Beliau dan istrinya banyak bercerita pada saya bagaimana tata cara berjualan di sana, serta pengalaman mereka sejak pertama kali berjualan ketika awal-awal dulu Car Free Day masih sepi. Hingga akhirnya beliau berdua menyuruh saya minggu depan berjualan lagi di tempat yang sama, alias saya sudah punya tempat yang insya Allaah tidak diusir-usir lagi. Alhamdulillaah yaa Allaah, mau nangis rasanya. Allaah Maha Baik, sungguh.

***

Klodran,

Monday 7 Oktober 2019

03.00 am

***

Special thanks to Pak Roby, mantan atasan si Om yang telah memberikan pertama kali satu batang bibit mint dulu sekali waktu kami masih di Jakarta. Sekarang, mint Bapak udah kemana-mana, ke ibu & mertua, ke saudara, ke teman-teman saya, dan sekarang menjadi jalan jualan saya. Semoga pahalanya mengalir buat Pak Roby juga sebanyak tunas-tunas mint tersebut.

Advertisements

City Tour : Solo Surakarta

Kadang saya lupa kalau punya blog (*plakk!). Terakhir posting kapan tau, haha. Padahal bahan banyak, sampai akhirnya kadaluwarsa.

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Seminggu sebelum Ramadhan kemarin, saya kedatangan tamu dari jauh. Jarang-jarang lho ini. Oiya, sudah setahun ini saya menetap di Solo. Setelah mengitari segelintir kota, akhirnya kembali ke kampung halaman.

Jadi, tamu saya ini adalah teman nyanyi saya di smule. Dua dari Bandung dan satu dari Surabaya. Sebelumnya, kami sudah sering bertemu sewaktu saya masih tinggal di Jakarta. Kali ini, mereka harus jauh-jauh plesir ke Solo untuk bisa bertemu dengan saya (*sok penting bet gueh, padahal mereka niatnya liburan, hahaha).

City Tour Solo

Lobby Hotel Pop Solo

Mereka berada di Solo selama tiga hari tiga malam. Kami mulai menyusun jadwal liburan beberapa hari sebelumnya.

Orang Solo kalau liburan kemana?

Ternyata saya pun bingung, karena mural di dinding fly over atau underpass pun sudah cukup menjadi spot foto liburan kekinian ala kids jaman now di Solo. Kalau kids jaman old, lebih memilih liburan di Bandara Adi Sumarmo sore-sore, lihat pesawat yang take off dan landing sembari momong anak dan jajan cilok. Iya, seremeh itu kebahagiaan orang-orang Solo. Tapi masa iya yang jauh-jauh dari Bandung dan Surabaya cuma saya ajak liat pesawat dan foto di tembok fly over Manahan?

City Tour Solo

Selat Lies

Coba browsing ternyata mayoritas tempat liburan yang lumayan kece letaknya justru di luar Solo. Meskipun masih satu eks-karisidenan Surakarta, misalnya Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, dll.

Awalnya saya hendak mengajak mereka naik ke Gunung Lawu di Karanganyar. Ini semacam puncak bagi orang-orang Solo, kalau weekend ramai, tempat wisata alamnya pun lumayan banyak. Namun mereka ngga mau, karena perjalanan naik Lawu pun lumayan memakan waktu. Kalau mau ke sana, harus seharian biar puas, sekalian ke beberapa lokasi, sementara waktu mereka berada di Solo cukup terbatas sehingga kami memutuskan untuk city tour saja.

City Tour Solo

Cemokot

Saya memberikan beberapa opsi tempat yang bisa dikunjungi. Mereka pun request beberapa tempat yang ingin dikunjungi, hasil mendengar cerita orang-orang dan browsing tempat-tempat legend di Solo. Setelah menyepakati tempatnya, saya selaku tour guide dadakan, menyusun jadwalnya. Hasilnya adalah sebagai berikut.

City Tour Solo

Cemokot

JUMAT

1. Jam 3.30 jemput M ke stasiun βœ…

2. Pulang, sholat subuh & mandi βœ…

3. Tidur sebentar kemudian sarapan βœ…

4. Jalan-jalan di Balekambang sambil tunggu waktu check in jam 12.00 ⏩ gagal karena tidur & setrikanya lama

5. Makan di angkringan πŸ”„

6. Nungguin Mbak Tia & Anin datang πŸ”„

7. Acara bebas πŸ”„

⏩ Nomor 5-7 berantakan karena nomer 4 gagal. Akhirnya jadi sesi curhat dan gosip. Hahaha.

City Tour Solo

Kiri ke kanan : Anin, Mbak Tia, M, Nop

SABTU

1. Jam 8 jemput ke POP hotel trus sarapan di Selat Lies βœ…

2. Mampir ke Serabi Notosuman βœ…

3. Mampir ke Kue Moho di lawang gapit kulon βœ…

4. Belanja oleh-oleh ke Pasar Klewer βœ…

5. Makan siang & sholat di Cemokot βœ…

6. Jalan-jalan Pasar Triwindu βœ… (hampir gagal karena mepet sama jam tutup, dadakan soalnya)

7. Balik hotel mandi & sholat βœ…

8. Ke Pasar Malam Ngarsopuro βœ…

9. Makan malam ke Shi Jack depan Benteng Vastenburg βœ…

9. Ke Jagung Naga Widuran ⏩ gagal karena antreannya panjang banget

10. Kalau masih laper ntar ke angkringan depan balaikota ⏩ udah kenyang ternyata

City Tour Solo

Car Free Day Solo depan Sriwedari

MINGGU

1. Ke CFD jam 6 ⏩ hampir gagal karena baru bangun jam 7

2. Sarapan Soto Rempah βœ…

3. Balik hotel, mandi βœ…

4. Bablas ke Solo baru, makan siang Bebek Faiz βœ…

5. Balik utara dikit, ke Keraton ⏩ gagal masuk karena ternyata tutupnya jam 15.00 dan kita telat setengah jam, akhirnya cuma foto-foto di luar aja βœ…

6. Putar balik ke De Tjolomadoe (dadakan) βœ…

7. Balik hotel mandi & sholat βœ…

8. Beli oleh-oleh makanan di Mesran βœ…

9. Ngopi di Sekutu Kopi sambil nunggu jam 8 karena mau ketemu orang di RS Muwardi ⏩ tadinya dari Mesran mau bablas kuliner malam di Solo Baru

10. Makan malam di Nasi Liwet ⏩ maunya di Nasi Liwet Yu Sani Solo Baru tapi kejauhan jadi di Nasi Liwet Bu Sarmi Benteng Vaastenburg βœ…

City Tour Solo

Keraton Solo

SENIN

1. Gudeg Ceker Bu Kasno abis subuhan ⏩ jadinya jam 6 sih ini

2. Anter M ke stasiun kereta jam 7 pagi βœ…

3. Jalan-jalan di Balekambang (bisa di skip, langsung ke nomer 4) ⏩ skip

4. Tentative kalo nomer 3 udah bosen nanti makan Lotek Bu Warni & jalan-jalan ke UNS ⏩ skip

⏩ Abis anter M akhirnya balik hotel buat packing. Sekalian sholat trus check out jam 13.00

5. Makan siang Tengkleng Mbak Diah βœ…

6. Nge-mall di The Park βœ…

7. Mampir lagi ke Mesran & Notosuman beli oleh-oleh makanan βœ…

8. Ke rumahnya Pak Slamet asli yg punya Bebek Slamet ⏩ skip

9. Ambil oleh-oleh Roiz Kroket βœ…

10. Anter Mbak Tia & Anin ke stasiun, kereta jam 17.30 βœ…

City Tour Solo

De Tjolomadoe

Note :

Jadwal dibuat sesesuai mungkin dengan kapasitas perut (karena sebagian besar wisata kuliner) dan kedekatan jarak antar obyek wisata.

Pemilihan Hotel berdasarkan budget dan kedekatan dengan rumah saya supaya jemputnya ngga kejauhan.

Saya sempat menawarkan City Tour pakai Bus Werkudara yang double decker namun ditolak oleh teman-teman karena (1) Hanya beroperasi di akhir pekan (2) Tiketnya harus pesan dulu sebelum Hari-H (sebenarnya bisa on the spot, tapi konon sering kehabisan) (3) Memakan waktu lebih dari setengah hari karena bus berhenti di spot-spot wisata seperti rumah dinas walikota, kampung batik, museum Batik Danar Hadi, dll.

Kesan & Pesan :

Orang luar Solo kalau udah main ke Solo yang pertama pasti senang dengan harga makanan. Bebek Goreng empat porsi (plus tempe dan sayur) ngga nyampe seratus ribu. Itu pun enak. Makanan di Solo rata-rata enak (khususnya yang kami kunjungi kemarin, karena memang legend). Tapi untuk orang Solo sendiri, harga murah tersebut sebanding dengan penghasilan yang tidak sebanyak di ibukota.

City Tour Solo

De Tjolomadoe

Yang kedua, karena hanya di lingkup kota Solo saja, kemana-mana dekat. Lewatnya situ-situ aja. Lalu lintas pun ramai lancar, tidak semacet di kota yang lebih besar namun tidak juga sesepi di kota yang lebih kecil.

Yang ketiga, total biaya liburan untuk dua orang selama tiga hari tiga malam termasuk ongkos tiket kereta pulang-pergi, biaya akomodasi, beli oleh-oleh baju dan makanan, serta biaya kuliner buat berempat (di sini saya tidak keluar biaya sama sekali, hihihi) hanya sekitar Rp 5.000.000,- minus biaya transportasi dalam kota karena mobilnya pakai punya saya. (Dihitung dari sudut pandang Mbak Tia & Anin, ya! Karena sebagian besar kuliner mereka yang traktir)

Yang terakhir, spot foto yang paling banyak kita ambil adalah di De Tjolomadoe. Kalau bisa, ke tempat ini sore hari. Tidak terlalu panas, dan pencahayaannya paling bagus buat foto.

Kisaran Biaya :

Total makan besar 9Γ— @100k (sudah total 4 orang) = Rp 900.000,-
Total ngemil 4Γ— @50k (sudah total 4 orang) = Rp 200.000,-
Tiket De Tjolomadoe 4 orang Γ— @25k = Rp 100.000,-
Tiket kereta 2 (Mbak Tia & Anin) Γ— @500k Γ—PP = Rp 2.000.000,-
Hotel per satu kamar 250k Γ— 3 malam = Rp 750.000,-
Oleh-oleh baju 800k + makanan 250k = Rp 1.050.000,-

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Jual Gelang Kopi Asli Kopi Bracelet

Yuk baca juga artikel saya yang lain :

1. Newbie di smule wajib baca nih!

2. Tempat jalan-jalan di Jakarta

Vaksin Kucing

Mungkin banyak yang belum aware mengenai vaksin pada kucing. Atau masih “nanti saja”. Tapi bagi saya, daripada menguras emosi (kalau piaraan mati, nangis bisa berhari-hari) dan menguras dompet (kalau terlanjur sakit dan harus mondok di vet) lebih baik divaksin saja sekarang. Lebih cepat lebih baik. 

​
Vaksin pada kucing sendiri ada macam-macam. Tapi yang paling kondang adalah tricat/tetracat. Sesuai namanya, tricat mengebalkan kucing dari tiga macam virus, yaitu RhinotracheitisCalicivirus, dan Panleukopenia. Sedangkan tetracat melindungi dari ketiga macam virus di atas plus Chlamydia

Penyakit yang diakibatkan virus-virus tersebut seperti apa? Nanti silakan di googling sendiri ya. Alhamdulillah kucing saya belum pernah ada yang diserang penyakit-penyakit tersebut. Namun, kucing teman dan kenalan saya ada yang terkena panleukopenia dan langsung mati 8 ekor dalam tiga hari. *rumah langsung sepi, hiks* Panleukopenia adalah salah satu penyakit mematikan bagi kucing dan dapat menular dengan cepat dari kucing satu ke kucing yang lain. 

​​

Sejauh ini saya melakukan vaksin di tiga tempat berbeda, pada dua kota berbeda. Pertama kali vaksin Bona karena dulu agak sakit-sakitan dan badannya kecil jadi saya prioritaskan vaksin lebih dulu daripada kucing lainnya. Selain itu, Bona dan Coreng sering saya ajak mondar-mandir Pati-Solo, juga saya bawa pindahan dari Jakarta ke Pati naik mobil saat umurnya dua bulan. Bona saya vaksin bulan Desember 2017 di Hobbyst, klinik dekat rumah saya di Pati. Sekali suntik Rp 170.000,00 waktu itu Bona berumur 4 bulan. Vaksin diulang (kata dokter Tuti, istilahnya di-booster) satu bulan kemudian pada Januari 2018.

Berikutnya saya vaksin Coreng pada akhir Januari 2018. Giliran, karena kucingnya banyak. Satu bulan satu kucing, hehe. Harusnya booster akhir Februari namun karena bertepatan dengan proses kepindahan kami dari Pati ke Solo, jadi jadwal vaksin Coreng yang berikutnya terlewat lebih dari seminggu. Kata Dokter Tuti, seharusnya maksimal terlewat satu minggu. Ketika saya konsultasi pada beliau melalui aplikasi, beliau menyarankan untuk ke vet dulu, karena harus diperiksa lagi untuk kemudian ditentukan bagaimana kelanjutan vaksin keduanya.

​​

Saya berkonsultasi pada Dokter Chandra dari Klinik Kawatan, Solo. Beliau menyarankan diberi obat cacing dulu. Kemudian lanjut vaksin. Di Kawatan, biaya vaksin Rp 155.000,00 sekali suntik.

Berikutnya saya vaksin Ucu, Kukus, dan Diego dalam dua kesempatan berbeda, yakni bulan Maret dan Juli 2018. Kali ini, masing-masing hanya satu kali suntik, tidak pakai booster. Kata Dokter Chandra memang lebih baik di-booster tapi karena kebetulan kebutuhan sedang banyak, ngga papa deh ngga di-booster hehe. Saat vaksin, Ucu berumur satu tahun lebih satu bulan, satu minggu setelah vaksin Ucu langsung steril. Kukus saat divaksin sudah berumur 2,5 tahun. Sedangkan Diego berumur hampir 6 bulan.

Terakhir, saya vaksin Bogi bulan Agustus 2018. Kali ini mencoba di Puskeswan Solo, biaya vaksin Rp 110.000,00 sekali suntik. Lebih murah, meskipun kalau di puskeswan pakai antre. Antre-nya lebih dari satu jam. Tapi tetep bahagia. Bogi divaksin saat berumur satu tahun lebih. Kurang tau pasti karena Bogi diadopsi. Lupa tanggal lahirnya.

​
Kapan Vaksin Dilakukan?

Vaksin dilakukan pada kucing yang berusia minimal 2 bulan. Di bawah 2 bulan belum boleh vaksin. 

Vaksin Pertama, Perlukah Diulang 2 Kali Bulan Depannya?

Untuk vaksin pertama, biasanya vet menyarankan di-booster lagi bulan depannya. Tapi beberapa vet ngga masalah kalau ngga di-booster. Tergantung kebijaksanaan vet dan owner. Ada vet yang memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing lebih dari satu tahun. Ada vet yang baru memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing sudah dua tahun. Tapi, untuk kucing yang berusia di bawah satu tahun, kebanyakan vet menyarankan pakai booster. Kucing muda lebih rentan terserang penyakit daripada kucing yang lebih tua. Jadi sebaiknya untuk kucing di bawah satu tahun, di-booster agar vaksinnya lebih kuat. Booster ini hanya untuk pertama kali vaksin saja, ya. Untuk selanjutnya, vaksin diulang setahun sekali.

Persiapan Sebelum Vaksin

Biasanya diminta memberikan obat cacing terlebih dahulu satu minggu sebelum vaksin. Pastikan dosisnya sesuai dengan berat badan kucing. Selain itu, pastikan kucing sehat ketika divaksin. Sebelum divaksin, vet akan melakukan pengecekan suhu, berat badan, telinga, feses, serta mulut dan gigi. Jika hasilnya baik, vaksin dapat dilakukan saat itu juga. Jika kondisi kucing tidak memungkinkan, vaksin akan ditunda, dan kucing akan diberikan penanganan terlebih dahulu.

Catatan 

Setelah vaksin, kucing tidak boleh dimandikan selama seminggu. Beberapa vet mewajibkan vaksin dulu sebelum disteril. Karena kalau kucing dibawa ke vet dalam keadaan sakit atau untuk dioperasi, dikhawatirkan akan lebih mudah tertular virus dari kucing lain yang sama-sama sedang berobat ke vet.

***

Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

***

Yuk, baca artikel yang lain :

1. Periksa Kucing di Puskeswan Jakarta

2. Cara Ikutan Steril Kucing Gratis

3. Rumah Sakit Hewan Jakarta 

In Memoriam Of Pusy..

Sudah banyak tulisan yang saya buat mengisahkan beberapa hewan peliharaan kami sekeluarga dan betapa kami sayang mereka.. Terlalu sayang malah, sehingga terlalu sedih saat harus melepaskan yang disayang..

Akhir tahun 2013 kemarin, kami kehilangan Mocca yang pergi tanpa pamit dan tak kembali sampai sekarang.. Dan kemarin (18 Nov 2014), kami juga harus mengikhlaskan Pusy, kucing kesayangan keluarga kami..

 

image

Memories of Pusy..

Terakhir saya bertemu Pusy adalah sewaktu pulang mudik lebaran bulan Agustus.. Selebihnya saya hanya rutin dikirimi foto piaraan di rumah..Β  Waktu itu Ibu mengeluhkan piaraan kok akhir-akhir ini tidak mau makan banyak, mungkin karena bosan.. Maklum, sering ganti-ganti dan coba-coba makanan baru sehingga kebiasaan gampang bosan.. Ibu lalu meng-upgrade makanan mereka menjadi yang seharga Rp 100.000,- per kilo.. Sejak itu, Pusy makannya jadi tak terkendali (karena makanan memang tidak dijatah, disediakan sepanjang hari) dan dalam satu bulan menjadi super gendut.. Didukung dengan sifat penakut Pusy yang membuatnya sepanjang hari dan malam hanya di sekitaran rumah, tidak berani berkeliaran, sehingga kebanyakan waktunya selain makan adalah tidur..

Seminggu yang lalu Pusy tidak mau makan dan tidak semangat kemana-mana.. Saat dibawa ke dokter, diukur suhunya ternyata demam.. Pusy kemudian disuntik untuk menurunkan demam dan diberi vitamin agar mau makan kembali.. Malamnya, Pusy sudah mulai mau berkeliaran di sekitar rumah.. Namun nafsu makannya tetap tidak meningkat, hingga suatu titik dimana 2 hari sama sekali tidak makan..

 

Ibuk lalu membawa Pusy kembali ke dokter hewan, oleh dokter dicek ternyata sudah pucat dan harus infus agar mendapat nutrisi.. Jadilah Pusy opname rawat inap di klinik veterinari dekat rumah..

Esoknya, Bapak dan Ibuk ke klinik meninjau perkembangan Pusy.. Sudah agak baikan, sudah tidak pucat, sudah mau mengeong ketika dielus Ibuk meskipun lirih.. Ternyata, penyebabnya adalah Pusy tidak bisa poop.. Kebanyakan makan, kurang minum sehingga poop-nya keras dan tidak mau keluar, setelah dibantu dokter sedikit-sedikit bisa keluar dan Pusy mulai mau makan.. Namun, dokter belum mengizinkan pulang karena kondisinya masih lemah dan diperkirakan masih ada poop di dalam yang belum bisa keluar..

image

Kasian.. :-(

Kemarin siang kami bahkan sudah memperkirakan besok atau lusa Pusy sudah boleh pulang, rencana besok Ibuk ke klinik lagi bersama adik saya sekalian mengisi angin roda depan mobil siapa tahu sekalian bisa membawa pulang Pusy..

Sorenya, Bapak mendapat kabar dari klinik bahwa Pusy drop.. Badannya kuning karena kotoran yang tidak bisa keluar sudah jadi racun dan diserap tubuh.. Pukul 16.00 sore Pusy meninggal..

Sedihnya, kami sekeluarga.. Saya langsung telpon Ibuk saya, yang saat itu masih menangis.. Saya pun pagi ini bangun tidur rasanya ada yang hilang..

image

Ah Pusy, aku kangen..

Kata Bapak, Pusy sudah dipasrahkan ke klinik, minta diurus dan dikuburkan yang baik.. Rasanya tidak tega melihat Pusy yang kemarin masih digendong dan mengeong sekarang sudah tidak bernyawa, apalagi menguburkannya sendiri.. Kadang, kesan terakhir tidak bisa dilupakan.. Oleh karena itu, biarkanlah kesan terakhir kami mengenai Pusy adalah ketika diserahkan ke klinik untuk rawat inap, anggap saja seperti Pusy diberikan ke orang lain kemudian orang tersebut pindah entah kemana..

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berharap semoga Pusy yang lucu tetap lucu seperti seekor anak kucing yang dekat dengan orang tua saya.. Don’t grow up! Dan memang, Pusy tidak bertambah dewasa lagi sekarang.. :'(

image

Bapak sayang banget sama Pusy..

image

Pasti lebih sedih daripada aku..

image

Berkabung..

Kecewa dan kehilangan memang ada, apalagi kesedihan.. Tapi kami sedikit lega karena sudah berusaha semampu kami, dan sekarang Pusy sudah bahagia di sana, tidak merasakan sakit lagi.. Mungkin banyak orang mencibir, segitunya sama kucing.. Tapi biarlah, kami terima saja, biarkan mereka berkata semaunya karena mereka tidak bisa merasakan sayang kami pada Pusy.. Biar bagaimana pun, bagi keluarga kami piaraan adalah part of the family, kami bertanggung jawab dan sayang pada mereka..

“Banyak orang mencibir, biarkan saja.. Misal mereka punya anak jelek lalu jatuh sakit dan opname, apakah kita berhak berkata “Anak jelek kayak gitu aja dibelain opname”, enggak kan? Tiap orang punya kesayangan sendiri-sendiri, memang ekstrim tapi bagi catlover kucing itu sudah seperti anak sendiri.. Dan itu yang terjadi padaku,” kata teman saya [Dibsi B.S, 2014]..

image

Kesayangnku..

Well, selamat jalan Pusy.. Kelucuanmu dan kenakalanmu yang menggemaskan akan kami kenang.. We love you..

[Nov Sabatini]

Yuk, baca tulisan saya yang lain :

1. Piara kucing bikin susah hamil? Yuk, simak penjelasan SPOG

2.Β Cara mengajari kucing agar tidak mencuri makanan

3. Pusy patah hati ditinggal KP

Capturing Moment..

Minggu, 15 September 2013..

Hari ini, hanya berdua Bapak di rumah karena semalam Ibu berangkat piknik ke Jawa Timur bersama Ibu-Ibu tetangga..

Menjelang siang, pengin makan siang apa? Maka berangkatlah kami.. Berdua bermotor berburu hamburger dan es degan.. Berkendara santai sambil mengobrol.. Cuaca lumayan panas.. Namun sedari pagi langit terlihat sangat biru..

Mengabadikan saat-saat berboncengan bersama Bapak, pada kesempatan pulang kampung pertama.. Birunya potret langit siang ini akan ku simpan di memori.. Akan ku rindu selalu, kebersamaan dengan kedua orang tua di bawah langit kotaku..

image