Vaksin Kucing

Mungkin banyak yang belum aware mengenai vaksin pada kucing. Atau masih “nanti saja”. Tapi bagi saya, daripada menguras emosi (kalau piaraan mati, nangis bisa berhari-hari) dan menguras dompet (kalau terlanjur sakit dan harus mondok di vet) lebih baik divaksin saja sekarang. Lebih cepat lebih baik. 


Vaksin pada kucing sendiri ada macam-macam. Tapi yang paling kondang adalah tricat/tetracat. Sesuai namanya, tricat mengebalkan kucing dari tiga macam virus, yaitu RhinotracheitisCalicivirus, dan Panleukopenia. Sedangkan tetracat melindungi dari ketiga macam virus di atas plus Chlamydia

Penyakit yang diakibatkan virus-virus tersebut seperti apa? Nanti silakan di googling sendiri ya. Alhamdulillah kucing saya belum pernah ada yang diserang penyakit-penyakit tersebut. Namun, kucing teman dan kenalan saya ada yang terkena panleukopenia dan langsung mati 8 ekor dalam tiga hari. *rumah langsung sepi, hiks* Panleukopenia adalah salah satu penyakit mematikan bagi kucing dan dapat menular dengan cepat dari kucing satu ke kucing yang lain. 

​​

Sejauh ini saya melakukan vaksin di tiga tempat berbeda, pada dua kota berbeda. Pertama kali vaksin Bona karena dulu agak sakit-sakitan dan badannya kecil jadi saya prioritaskan vaksin lebih dulu daripada kucing lainnya. Selain itu, Bona dan Coreng sering saya ajak mondar-mandir Pati-Solo, juga saya bawa pindahan dari Jakarta ke Pati naik mobil saat umurnya dua bulan. Bona saya vaksin bulan Desember 2017 di Hobbyst, klinik dekat rumah saya di Pati. Sekali suntik Rp 170.000,00 waktu itu Bona berumur 4 bulan. Vaksin diulang (kata dokter Tuti, istilahnya di-booster) satu bulan kemudian pada Januari 2018.

Berikutnya saya vaksin Coreng pada akhir Januari 2018. Giliran, karena kucingnya banyak. Satu bulan satu kucing, hehe. Harusnya booster akhir Februari namun karena bertepatan dengan proses kepindahan kami dari Pati ke Solo, jadi jadwal vaksin Coreng yang berikutnya terlewat lebih dari seminggu. Kata Dokter Tuti, seharusnya maksimal terlewat satu minggu. Ketika saya konsultasi pada beliau melalui aplikasi, beliau menyarankan untuk ke vet dulu, karena harus diperiksa lagi untuk kemudian ditentukan bagaimana kelanjutan vaksin keduanya.

​​

Saya berkonsultasi pada Dokter Chandra dari Klinik Kawatan, Solo. Beliau menyarankan diberi obat cacing dulu. Kemudian lanjut vaksin. Di Kawatan, biaya vaksin Rp 155.000,00 sekali suntik.

Berikutnya saya vaksin Ucu, Kukus, dan Diego dalam dua kesempatan berbeda, yakni bulan Maret dan Juli 2018. Kali ini, masing-masing hanya satu kali suntik, tidak pakai booster. Kata Dokter Chandra memang lebih baik di-booster tapi karena kebetulan kebutuhan sedang banyak, ngga papa deh ngga di-booster hehe. Saat vaksin, Ucu berumur satu tahun lebih satu bulan, satu minggu setelah vaksin Ucu langsung steril. Kukus saat divaksin sudah berumur 2,5 tahun. Sedangkan Diego berumur hampir 6 bulan.

Terakhir, saya vaksin Bogi bulan Agustus 2018. Kali ini mencoba di Puskeswan Solo, biaya vaksin Rp 110.000,00 sekali suntik. Lebih murah, meskipun kalau di puskeswan pakai antre. Antre-nya lebih dari satu jam. Tapi tetep bahagia. Bogi divaksin saat berumur satu tahun lebih. Kurang tau pasti karena Bogi diadopsi. Lupa tanggal lahirnya.


Kapan Vaksin Dilakukan?

Vaksin dilakukan pada kucing yang berusia minimal 2 bulan. Di bawah 2 bulan belum boleh vaksin. 

Vaksin Pertama, Perlukah Diulang 2 Kali Bulan Depannya?

Untuk vaksin pertama, biasanya vet menyarankan di-booster lagi bulan depannya. Tapi beberapa vet ngga masalah kalau ngga di-booster. Tergantung kebijaksanaan vet dan owner. Ada vet yang memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing lebih dari satu tahun. Ada vet yang baru memperbolehkan tidak di-booster jika usia kucing sudah dua tahun. Tapi, untuk kucing yang berusia di bawah satu tahun, kebanyakan vet menyarankan pakai booster. Kucing muda lebih rentan terserang penyakit daripada kucing yang lebih tua. Jadi sebaiknya untuk kucing di bawah satu tahun, di-booster agar vaksinnya lebih kuat. Booster ini hanya untuk pertama kali vaksin saja, ya. Untuk selanjutnya, vaksin diulang setahun sekali.

Persiapan Sebelum Vaksin

Biasanya diminta memberikan obat cacing terlebih dahulu satu minggu sebelum vaksin. Pastikan dosisnya sesuai dengan berat badan kucing. Selain itu, pastikan kucing sehat ketika divaksin. Sebelum divaksin, vet akan melakukan pengecekan suhu, berat badan, telinga, feses, serta mulut dan gigi. Jika hasilnya baik, vaksin dapat dilakukan saat itu juga. Jika kondisi kucing tidak memungkinkan, vaksin akan ditunda, dan kucing akan diberikan penanganan terlebih dahulu.

Catatan 

Setelah vaksin, kucing tidak boleh dimandikan selama seminggu. Beberapa vet mewajibkan vaksin dulu sebelum disteril. Karena kalau kucing dibawa ke vet dalam keadaan sakit atau untuk dioperasi, dikhawatirkan akan lebih mudah tertular virus dari kucing lain yang sama-sama sedang berobat ke vet.

***

Bantu Animal Defenders Indonesia dan shelter lainnya untuk rescue anjing & kucing yang memerlukan pertolongan. Tonton video di bawah, jangan skip iklannya. Subscribe & follow IGnya di founder atau bisa juga di ADI.

***

Yuk, baca artikel yang lain :

1. Periksa Kucing di Puskeswan Jakarta

2. Cara Ikutan Steril Kucing Gratis

3. Rumah Sakit Hewan Jakarta 

Advertisements

In Memoriam Of Pusy..

Sudah banyak tulisan yang saya buat mengisahkan beberapa hewan peliharaan kami sekeluarga dan betapa kami sayang mereka.. Terlalu sayang malah, sehingga terlalu sedih saat harus melepaskan yang disayang..

Akhir tahun 2013 kemarin, kami kehilangan Mocca yang pergi tanpa pamit dan tak kembali sampai sekarang.. Dan kemarin (18 Nov 2014), kami juga harus mengikhlaskan Pusy, kucing kesayangan keluarga kami..

 

image

Memories of Pusy..

Terakhir saya bertemu Pusy adalah sewaktu pulang mudik lebaran bulan Agustus.. Selebihnya saya hanya rutin dikirimi foto piaraan di rumah..  Waktu itu Ibu mengeluhkan piaraan kok akhir-akhir ini tidak mau makan banyak, mungkin karena bosan.. Maklum, sering ganti-ganti dan coba-coba makanan baru sehingga kebiasaan gampang bosan.. Ibu lalu meng-upgrade makanan mereka menjadi yang seharga Rp 100.000,- per kilo.. Sejak itu, Pusy makannya jadi tak terkendali (karena makanan memang tidak dijatah, disediakan sepanjang hari) dan dalam satu bulan menjadi super gendut.. Didukung dengan sifat penakut Pusy yang membuatnya sepanjang hari dan malam hanya di sekitaran rumah, tidak berani berkeliaran, sehingga kebanyakan waktunya selain makan adalah tidur..

Seminggu yang lalu Pusy tidak mau makan dan tidak semangat kemana-mana.. Saat dibawa ke dokter, diukur suhunya ternyata demam.. Pusy kemudian disuntik untuk menurunkan demam dan diberi vitamin agar mau makan kembali.. Malamnya, Pusy sudah mulai mau berkeliaran di sekitar rumah.. Namun nafsu makannya tetap tidak meningkat, hingga suatu titik dimana 2 hari sama sekali tidak makan..

 

Ibuk lalu membawa Pusy kembali ke dokter hewan, oleh dokter dicek ternyata sudah pucat dan harus infus agar mendapat nutrisi.. Jadilah Pusy opname rawat inap di klinik veterinari dekat rumah..

Esoknya, Bapak dan Ibuk ke klinik meninjau perkembangan Pusy.. Sudah agak baikan, sudah tidak pucat, sudah mau mengeong ketika dielus Ibuk meskipun lirih.. Ternyata, penyebabnya adalah Pusy tidak bisa poop.. Kebanyakan makan, kurang minum sehingga poop-nya keras dan tidak mau keluar, setelah dibantu dokter sedikit-sedikit bisa keluar dan Pusy mulai mau makan.. Namun, dokter belum mengizinkan pulang karena kondisinya masih lemah dan diperkirakan masih ada poop di dalam yang belum bisa keluar..

image

Kasian.. :-(

Kemarin siang kami bahkan sudah memperkirakan besok atau lusa Pusy sudah boleh pulang, rencana besok Ibuk ke klinik lagi bersama adik saya sekalian mengisi angin roda depan mobil siapa tahu sekalian bisa membawa pulang Pusy..

Sorenya, Bapak mendapat kabar dari klinik bahwa Pusy drop.. Badannya kuning karena kotoran yang tidak bisa keluar sudah jadi racun dan diserap tubuh.. Pukul 16.00 sore Pusy meninggal..

Sedihnya, kami sekeluarga.. Saya langsung telpon Ibuk saya, yang saat itu masih menangis.. Saya pun pagi ini bangun tidur rasanya ada yang hilang..

image

Ah Pusy, aku kangen..

Kata Bapak, Pusy sudah dipasrahkan ke klinik, minta diurus dan dikuburkan yang baik.. Rasanya tidak tega melihat Pusy yang kemarin masih digendong dan mengeong sekarang sudah tidak bernyawa, apalagi menguburkannya sendiri.. Kadang, kesan terakhir tidak bisa dilupakan.. Oleh karena itu, biarkanlah kesan terakhir kami mengenai Pusy adalah ketika diserahkan ke klinik untuk rawat inap, anggap saja seperti Pusy diberikan ke orang lain kemudian orang tersebut pindah entah kemana..

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berharap semoga Pusy yang lucu tetap lucu seperti seekor anak kucing yang dekat dengan orang tua saya.. Don’t grow up! Dan memang, Pusy tidak bertambah dewasa lagi sekarang.. :'(

image

Bapak sayang banget sama Pusy..

image

Pasti lebih sedih daripada aku..

image

Berkabung..

Kecewa dan kehilangan memang ada, apalagi kesedihan.. Tapi kami sedikit lega karena sudah berusaha semampu kami, dan sekarang Pusy sudah bahagia di sana, tidak merasakan sakit lagi.. Mungkin banyak orang mencibir, segitunya sama kucing.. Tapi biarlah, kami terima saja, biarkan mereka berkata semaunya karena mereka tidak bisa merasakan sayang kami pada Pusy.. Biar bagaimana pun, bagi keluarga kami piaraan adalah part of the family, kami bertanggung jawab dan sayang pada mereka..

“Banyak orang mencibir, biarkan saja.. Misal mereka punya anak jelek lalu jatuh sakit dan opname, apakah kita berhak berkata “Anak jelek kayak gitu aja dibelain opname”, enggak kan? Tiap orang punya kesayangan sendiri-sendiri, memang ekstrim tapi bagi catlover kucing itu sudah seperti anak sendiri.. Dan itu yang terjadi padaku,” kata teman saya [Dibsi B.S, 2014]..

image

Kesayangnku..

Well, selamat jalan Pusy.. Kelucuanmu dan kenakalanmu yang menggemaskan akan kami kenang.. We love you..

[Nov Sabatini]

Yuk, baca tulisan saya yang lain :

1. Piara kucing bikin susah hamil? Yuk, simak penjelasan SPOG

2. Cara mengajari kucing agar tidak mencuri makanan

3. Pusy patah hati ditinggal KP

Capturing Moment..

Minggu, 15 September 2013..

Hari ini, hanya berdua Bapak di rumah karena semalam Ibu berangkat piknik ke Jawa Timur bersama Ibu-Ibu tetangga..

Menjelang siang, pengin makan siang apa? Maka berangkatlah kami.. Berdua bermotor berburu hamburger dan es degan.. Berkendara santai sambil mengobrol.. Cuaca lumayan panas.. Namun sedari pagi langit terlihat sangat biru..

Mengabadikan saat-saat berboncengan bersama Bapak, pada kesempatan pulang kampung pertama.. Birunya potret langit siang ini akan ku simpan di memori.. Akan ku rindu selalu, kebersamaan dengan kedua orang tua di bawah langit kotaku..

image