Mudik #Lupa : Never Enough Time With Family..

Yak kali ini judulnya agak ambigu, soalnya saya sendiri lupa mudik yang keberapa dari mudik-mudik yang senantiasa saya update di blog ini tiap tahunnya.. Yang jelas, ini mudik ketiga bersama suami.. Sekaligus tahun ketiga pula mudik bukan sekedar mudik lalu titik, melainkan mudik lanjut mudik, terus mudik lagi alias triple mudik!

Momo ikut lebaran.. (kasian dianiaya berjamaah)

Momo ikut lebaran.. (kasian dianiaya berjamaah)

Menyenangkan? Tentu saja! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkumpul dan bertemu dengan keluarga, apalagi formasi lengkap dengan suami.. Daerah yang dikunjungi pun bertambah banyak, yang berarti banyak perjalanan yang kami lakukan.. Tidak hanya ke Tuban saja melainkan dari Jakarta mudik dulu ke Solo berdua suami, kemudian sekeluarga besar mudik ke Magetan (iyung suami) lanjut ke Tuban (mbah saya).. Plus ke Prambanan tempat Pak Dhe yang tahun kemarin saya tidak bisa ikut karena keburu balik ke Jakarta.. Belum diitung perjalanan dari rumah orang tua saya ke rumah orang tua suami yang notabene melewati 3 kabupaten.. Entah berapa kali dalam kurun waktu seminggu lebih dikit liburan kemarin kami berdua mondar-mandir Sukoharjo-Karanganyar, barang bawaannya pun sudah mirip orang mudik pakai motor : tas dicangklong masing-masing satu, tas jinjing isi pakaian satu, ditambah satu kresek besar oleh-oleh antar-besan..

Ceritanya keluarga saya dan keluarga suami ketemuan di tengah jalan untuk menuju Magetan, berangkat dari rumah masing-masing..

Ceritanya keluarga saya dan keluarga suami ketemuan di tengah jalan untuk menuju Magetan, berangkat dari rumah masing-masing..

Melelahkan? Sangat! Pastinyaaa.. Bayangkan, saya mudik dari Jakarta sengaja mepet sekali yaitu H-1 lebaran, alias hari pertama cuti bersama.. Sengaja, karena niat kami pol cuti di belakang, supaya bisa bebas makan-makan halal bihalal bersama keluarga.. Perjalanan memang hanya satu jam di udara, meskipun tarif lebih mahal dari hari biasa, kami rela untuk jaga kondisi mengingat rangkaian perjalanan panjang kami baru akan dimulai, kami memprioritaskan untuk meminimumkan waktu perjalanan dan tenaga.. Hari kedua lebaran, mudik jalur darat dimulai dengan berangkat pagi-pagi untuk menghadiri trah keluarga besar suami di Magetan.. Ada yang menarik, meskipun ini tahun ketiga Bapak Ibuk Adek ‘menyelundup’ tapi baru kemarin dipanggil MC untuk memperkenalkan diri sebagai ‘keluarga baru’, hihihihi..

jual baju anak korea lucu diskon

Dari Magetan, ba’da Dzuhur langsung cusss ke Tuban, sampai TKP tepat sebelum magrib.. Langsung disambung acara makan malam keluarga besar di rumah Bude.. Dua malam kami habiskan di Tuban, kemudian kembali ke Solo karena Adik tidak dapat cuti (kasian) dan harus segera masuk kerja keesokan harinya (Selasa).. Namun, kami menyempatkan jalan-jalan kembali ke Objek Wisata Pantai Boom, tujuannya satu : foto-foto sekeluarga (entah kenapa, keluarga saya suka berfoto).. Selasa sampai Kamis, kami habiskan mondar-mandir ke rumah orang tua kami berdua, kemudian Jumat saya ajak suami ke rumah Bulik yang satu kota.. Setelah itu, saya sempat juga ikut makan siang dengan teman eks-kantor saya, alhamdulillah reuni meskipun geng sudah pecah kongsi, hehe.. Sabtu lanjut ke Prambanan seharian.. Ada yang lucu, berangkat dari Solo mabok parah.. Sampai Jogja, setelah makan bakso, cuci piring, dan mandi, pulangnya ceria sehat wal afiat.. Kira-kira kenapa ya? :0

Ibuk di Magetan Nyomot Anak Orang..

Ibuk di Magetan Nyomot Anak Orang..

Hari Minggu saya dan suami harus balik Jakarta lagi.. Penerbangan jam 8 molor setengah jam.. Baru sampai Soetta pukul 10.30 mungkin penerbangan agak terkendala cuaca, sepanjang penerbangan sering turbulensi.. Naik pesawat memang bagi saya merupakan salah satu moment yang membuat saya kembali berpikir sudah cukupkah amal saya di dunia? Karena begitu mengudara, rasanya hanya bisa pasrah, sudah tidak ada daya upaya yang bisa dilakukan selain duduk dan berdoa kenceng.. Semua yang di darat tampak sangat kecil, saking kecilnya sampai hanya terlihat kelip-kelip.. Kami sampai kontrakan jam 1 lewat, tengah malam.. Cukup wow, karena bus bandara jurusan Pasar Minggu hanya dua kali lewat, dan yang pertama penuh.. Agak menyesal, karena baru tau tarifnya naik sepuluh ribu, jadi Rp 40.000,- per kepala, tidak begitu worth it berhubung angkot dari terminal ke rumah sudah habis jadi terpaksa disambung taksi, total ongkosnya tidak begitu jauh dibanding naik taksi langsung dari bandara ke rumah..

Ada yang Nempel sama Suami.. ^_^

Ada yang Nempel sama Suami.. ^_^

Mudik lebaran memang banyak suka-duka.. Ada yang mudik diseling-seling tahun genap ke kampung suami, tahun ganjil ke kampung istri.. Tapi alhamdulillah kedua orang tua saya dan suami berada di (hampir) satu kota, jadi dari ibukota tujuan pulang kami sama.. Dan meskipun nenek kami berada di dua kota yang berjauhan, namun masih (hampir) satu jalan.. Memang butuh pengorbanan dan saling pengertian bukan hanya antara saya dan suami melainkan antara kedua keluarga besar kami.. Keluarga saya rela ikut menyelundup ke pertemuan trah keluarga suami, keluarga suami yang rela anaknya langsung saya comot tepat selepas acara trah selesai (di Magetan hanya kurang lebih 3 jam), dan banyak lagi penyesuaian yang harus kami lakukan.. Tapi saya bersyukur dalam tenggat waktu yang meskipun sebenarnya cukup panjang tapi terasa sangat singkat ini kami bisa bertemu dengan semuanya, maklum baik saya dan suami hanya tinggal punya nenek satu saja, minimal setahun sekali wajib bertemu donk! Meskipun mondar-mandir, alhamdulillah kondisi fisik tetap oke karena bertemu keluarga adalah salah satu obatnya.. Lelah badan baru dirasakan setelah tiba kembali di Jakarta *mulai bersin-bersin*..

Berburu sunrise lho kita..

Berburu sunrise lho kita..

Ibuk saya kepingkel pingkel liat ini..

Ibuk saya kepingkel pingkel liat ini..

Ketauan yang mana menantunya..

Ketauan yang mana menantunya..

Me & Misua..

Me & Misua..

Sepanjang jalan kenangaaan.. *kayak cover kaset*

Sepanjang jalan kenangaaan.. *kayak cover kaset*

Di Prambanan..

Di Prambanan..

Meskipun formasi kurang lengkap, tapi udah mayan rame..

Meskipun formasi kurang lengkap, tapi udah mayan rame..

Bersama Iyung..

Bersama Iyung..

Dengan menyamar sebagai mahasiswi, saya pun kebagian amplop..

Dengan menyamar sebagai mahasiswi, saya pun kebagian amplop..

Foto-foto lain sudah masuk sini sama sini.. Untuk cerita mudik yang kemarin bisa lihat di sini..

Nah, ini cerita mudik kami tahun ini, alhamdulillah tahun ini banyak foto yang bisa kami abadikan.. *suami jadi fotografer dadakan* *makasi yaaah* *maafkan istrimu yang suka the power of mepet-mepet*:-*

[Nov Sabatini]

Yuk, baca juga artikel saya yang lain

1. Ketinggalan pesawat? Pernah banget donk, gue gitu loh (hahaha malah bangga)

2. Referensi tempat belanja oke di Jakarta

3. Cerita di balik kiriman paket dari ibu

Advertisements