Rumah Sakit Hewan Ragunan..

Telat banget, mau nulis ini mood-nya ngga dapetdapet jadi kemarin saya skip sama judul yang lain dulu deh.. Oke saya tulis dengan ringkas, padat, dan tunjeppoin aja ya.. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April menjelang Mei, saat itu usia anak-anak kucing saya 2,5 bulan (lahirnya 20 Februari)..

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan

UGD Rumah Sakit Hewan Ragunan


KIKIS

Awal cerita, salah satu dari tiga anak kucing saya (sebut saja namanya Kikis) ngga mau makan, tiduran aja seharian, keliatan lemes gitu.. Saya cerita ke Ibuk dan Bapak yang sudah berpengalaman dalam menangani kucing sakit, menurut beliau 75% yakin kalau kucing saya cacingan.. Padahal ngelihat aja engga, cuman diceritain doank, sakti banget ya.. *proud to be their daughter* haha..

Akhirnya saya dan si Om beli obat cacing di petshop sekitaran rumah.. Oleh si penjaga toko, diberi dua pilihan yaitu Drontal (bentuk tablet) dan Albenworm (bentuk sirup).. Dengan pertimbangan lebih gampang ngasih ke kucingnya, kita pilih yang sirup.. Harganya kalau ngga salah sekitar Rp 30.000,- lupa tepatnya soalnya udah lama.. Yang jelas gocap masih sisa..

Obat ini warnanya biru, lucu ya.. Kocok dulu sebelum diberikan, warnanya akan berubah menjadi sedikit keruh.. Tidak terdapat petunjuk penggunaan yang jelas pada botol kemasannya, karena memang pada dasarnya obat ini diberikan memakai resep dokter tergantung kondisi kucing yang sakit..

Di botol hanya ada petunjuk pemakaian berupa : 2,5 ml (setengah sendok teh) untuk 10 kg berat kucing.. Pakai pipet yang ada ukurannya ya, lebih enak pakai yang kecil ukuran 1 ml.. Oleh penjaga petshop disuruh 3x sehari, tapi sesampainya di rumah saya urung memberikan ke kucing karena ketidakpastian takaran..

Lagipula, tepat sesampainya kami di rumah, Kikis mati tertabrak tukang siomay, padahal obatnya belum sempat dibuka.. Ironis ya? Sedih banget saya..

Kucing diare

Ucu


UCU

Beberapa hari setelahnya, gantian anak kucing saya yang lain (sebut saja Ucu) mulai mencret.. Ngga cuma Ucu sebenarnya, Miu pun mencret, namun Ucu lebih parah.. Kami coba mempuasakan mereka sehari lebih, namun ini susah dilakukan karena pada prakteknya mereka gagal puasa karena dikasih makan oleh tetangga.. Kami coba beberapa cara lain seperti memberikan tempe mentah dan yoghurt.. Namun setelah empat hari, kondisi mereka masih sama, bahkan cenderung memburuk..

Lagi-lagi saya konsultasi kepada kedua orang tua saya, saya menduga mereka diare karena pakan mereka yang baru saja diganti.. Namun lagi-lagi kedua orang tua saya bilang mereka cacingan *hidup cacingan!*

Karena ragu-ragu, dan masih trauma akan Kikis yang baru saja mati, akhirnya saya pilih membawa Ucu ke dokter hewan saja, daripada kenapakenapa.. Sebelumnya sempat browsing mengenai rumah sakit hewan di Ragunan.. Kami sering mondarmandir lewat jalan Harsono RM karena deket banget dari rumah, malah dulu kami sempat kos di sekitar sana, tapi ngga pernah tau sebelah mana rumah sakit hewan Ragunan..

Rumah Sakit Hewan Ragunan

Rumah Sakit Hewan Ragunan


Berbekal keranjang piknik merk Rio (di petshop harganya Rp 95.000,-) dan doa semoga rumah sakitnya buka, jadilah hari Sabtu kami coba mencari Rumah Sakit Hewan Ragunan, yang ternyata letaknya sebelahan sama Pusdiklat PLN (masuk ke gang Pusdiklat PLN).. Belakangan kami baca dari pengumuman yang tertempel di dinding rumah sakit, ternyata Rumah Sakit Hewan Ragunan buka tiap hari, bahkan UGDnya buka 24 jam..

Pertama-tama, kami mengisi formulir dulu untuk mendaftarkan Ucu.. Front Office nya ramah-ramah.. Karena saya tidak tau Ucu jantan atau betina maka saya isi jantan (badannya gede sih).. Setelah daftar, kami duduk di ruang tunggu sambil melihat-lihat sekitar..

Enak banget suasananya, teduh, banyak pohon, ngga berisik karena lumayan masuk ke dalam dari jalan raya, pokoknya bikin pengen tidur siang(?).. Dan pastinya banyak banget kucing berkeliaran di sana.. Jinak-jinak karena ternyata diberi makan oleh pihak rumah sakit.. Salah satu kucing ada yang tidur di kursi ruang tunggu di samping saya.. Ada petshop juga di dalam rumah sakitnya.. Tidak banyak pasien yang antre, hanya satu-dua kucing dan anjing.. Mereka bawa kucing ras, sedangkan saya bawa Ucu kucing domestik.. Hooo..

Dokter Hewan Jakarta

Dokter Hewan Jakarta


Tak lama, kami pun dipanggil “kucing Ucu” untuk masuk ruang periksa.. Setelah mendengarkan cerita saya mengenai apa yang Ucu alami (?) Dokter pun melakukan serangkaian tindakan : ukur suhu badan (lewat belakang), cek feses (cacingan atau tidak), cek kutu telinga.. Dokternya ramah, saya diperbolehkan mengambil gambar..

Hasilnya : kutu telinga dan cacingan positif semua, dan Ucu betina

Tapi penyebab utama mereka diare adalah karena ganti pakan, seperti dugaan saya.. Untuk diarenya, dokter memberi Lacto-B yang tidak lain dan tidak bukan adalah obat diare untuk balita.. Untuk umur Ucu, cukup setengah bungkus saja, dilarutkan dengan sedikit air (bentuk obatnya bubuk)..

Dokter mempraktekkan cara meminumkan obat yang baik dan benar, sehingga bisa saya contek di rumah, mengingat saya mungkin melakukannya sendirian karena kalau siang si Om kerja..

Sedangkan untuk cacingan, Dokter memberikan Drontal.. Dosisnya satu tablet untuk 4 kg berat kucing.. Karena saat ditimbang, berat Ucu 800 gram maka Ucu diberi seperempat tablet saja.. Selanjutnya terus dipantau, apabila masih muntah dan diare (apalagi kalau ada cacingnya) maka obat tersebut diberikan lagi jarak seminggu kemudian..

Pet Taxy RSH Ragunan

Pet Taxy RSH Ragunan


Untuk obat cacing cair yang terlanjur kami beli, saya sempat menanyakan dosisnya juga, jaga-jaga saja karena Drontal hanya diresepkan satu tablet untuk Ucu dan Miu sekaligus.. Kata Dokter, pemakaian Albenworm sama saja dengan Drontal, yaitu cukup sekali dalam satu minggu.. Untung saja waktu itu saya tidak menuruti kata penjaga toko, kalau diberikan 3x sehari bisa-bisa ususnya terbakar, gitu kata Dokter..

Satu obat lagi, yaitu obat kutu telinga.. Bentuknya tetes.. Dokter hanya bilang diberikan pagi dan sore, masing-masing telinga 2-3 tetes tanpa ada kejelasan diberikan berapa hari, dan saya lupa nanya.. Pada akhirnya pakaikan sekitar 5 atau 7 hari, semua kucing yang mampir ke rumah saya tetesin telinganya (Spon Kecil, Ucu, Miu, Mang Engkus, Spongrab, Cisbundel) bahahaha..

Note : obat diarenya ampuh banget, cukup satu kali minum sorenya langsung sembuh! Jadilah sembilan bungkus Lacto-B saya nganggur di kulkas..

Pagi itu, kami kena invoice Rp 300.000,- sudah termasuk semuanya, dari biaya pendaftaran, biaya konsultasi ke dokter, biaya cek laboratorium, dan obat-obatan (3 macam obat)..

Note : selain UGD 24 jam, rumah sakit ini menyediakan ambulance (taksi khusus) untuk antar-jemput pasien (baca : hewan).. Nomor telepon terlampir di foto.. Untuk biaya, silakan tanya lebih lanjut ya karena saya ngga kepikiran nanya pet taxy ini soalnya RSH deket banget dari rumah..

Kucing sakit

Miu


MIU

Kurang dari seminggu setelah periksa Ucu, gantian Miu yang sakit.. Diarenya sih sudah sembuh, tapi mendadak Miu ngga mau makan.. Lemes aja.. Padahal sudah saya beri obat cacing, untuk diberikan lagi harus jarak seminggu..

Kurang lebih tiga hari, Miu ngga mau makan.. Bahkan ngga mau nyusu ke induknya.. Sudah saya coba memancingnya dengan makanan basah, tapi cuman dilirik doank.. Karena keadaannya memprihatinkan, si Om ngga tega juga dan akhirnya minta saya membawa Miu ke Rumah Sakit Hewan Ragunan untuk diperiksakan (bersyukur banget punya suami seperti beliau).. Hari Rabu pagi, saya berdua Ibuk berangkat ke RSH Ragunan berbekal semangat, doa, harapan, dan tak lupa keranjang Rio berisi Miu..

Note : keranjang Rio ini sepertinya sangat populer, sampai-sampai di jendela kasir RSH Ragunan banyak terdapat tempelan stiker bekas keranjang RIO..

Jujur, saya ngga tau Miu sakit apa.. Karena ngga ada angin ngga ada badai tiba-tiba saja tidak mau makan.. Tiba di RSH kami mendaftar (satu kucing satu kali daftar) kemudian menunggu di ruang tunggu sambil foto-foto dan memberi makan kucing-kucing di sana.. Kami bawa cat food karena berdasarkan pengalaman memeriksakan Ucu kemarin di sana banyak kucing bertebaran (?)..

Kucing tidak mau makan

Kucing tidak mau makan


Setelah diperiksa oleh Dokter (dokternya beda dengan yang memeriksa Ucu) ternyata Miu demam, dan cacingnya masih ada.. Kami tidak diberi Drontal lagi karena yang kemarin masih sisa setengah (Ucu seperempat, Miu seperempat) kata Dokter diberikan Miu setengah tablet nggapapa, tentunya setelah jarak seminggu dari terakhir kali diberi Drontal..

Miu diresepkan obat penurun panas amoxicillin, dua kali sehari sebanyak 1 cc (satu kali suntikan pipet).. Obat ini harus konsisten diberikan selama 7 hari, meskipun kucingnya sudah sembuh.. Sepertinya ini antibiotik *kumat sotoy nya*

Note : meskipun secara fisik Miu lebih kecil dibanding Ucu, tapi berat badan Miu 900 gram.. Mungkin karena Miu jantan ya..

Selain itu, Miu juga diberikan vitamin biolysin syrup, sebanyak 1 cc sehari, obatnya familiar ya hehe..

Dokter mewanti-wanti sekali agar Miu dipaksa makan, minimal sehari dapet setengah bungkus makanan basah (yang kemasan sachet).. Karena kalau tidak kemasukan makanan, kucing harus diopname..

mengobati kucing diare

mengobati kucing diare


Jeng jeng!

Kalau kucing Ibuk dan Bapak di Solo, sudah banyak yang opname.. Banyak yang mati juga waktu mondok di klinik.. *pengalaman orang tua saya dalam hal perkucingan sudah pro* Tapi ini di Jakarta bo‘, abis berapa cobak kalo sampe mondok di RSH..

No way

Berbekal tekad emak-emak irit, saya berdua ibu saya menyuapi Miu secara paksa.. Susah cuy! Meskipun Miu masih 2,5 bulan tapi sukses membuat luka di jari Ibuk saya, hiks.. Sampai pada akhirnya kami berdua trauma sekaligus kewalahan, akhirnya kami belikan susu khusus kucing.. Satu sachet seharga Rp 7.000,- di petshop.. Selama kira-kira dua hari Miu hanya minum susu tersebut saja.. Kalau benda cair lebih gampang nyuapinnya.. Airnya jangan banyak-banyak, susu dibikin sekental mungkin..

Sekitar tiga hari setelah diperiksakan, Miu perlahan mulai membaik.. Mulai agak mudah disuapin, mungkin dia paham kalau saya harus nyuapin dia seorang diri mengingat tak lama setelah periksa ke RSH Ibuk harus balik ke Solo.. Mulai bisa saya suapin makanan basah, meskipun belum banyak, dibikin sedikit tapi sering saja..

Berangsur-angsur Miu mau nyusu induknya lagi.. Kemudian mulai mengendus makanan kering.. Alhamdulillah..

Oiya, invoice periksa Miu habis sekitar Rp 200.000,- kalau tidak salah.. Amplopnya saya cari ngga ketemu deh, hehe..

Demikian pengalaman kami dalam kucing-kucingan di Jakarta, semoga ada manfaatnya..

Note : di kanopi RSH Ragunan terdapat papan yang ditempel foto-foto beberapa anjing dan kucing.. Mereka adalah anjing dan kucing yang kurang beruntung, ditelantarkan pemiliknya.. Setelah berobat mereka tidak ditebus, kasian ya.. Mereka available for being adopted.. Pinginnya sih semua saya adopsi, tapi mengingat satu dan lain banyak hal sepertinya belum memungkinkan.. Kucing-kucing ini (Ucu, Miu, dkk) pun sebenarnya bukan kucing peliharaan saya, hanya kucing liar sekitaran sini yang memeliharakan diri (?) pada saya.. Kebanyakan datang ketika jam makan saja, hanya beberapa ekor yang menetap (tidur klesotan) di rumah..

adopsi kucing jakarta

adopsi kucing jakarta


ADOPT, DON’T BUY!

Jual-beli kucing haram hukumnya dalam Islam! Rasulullah SAW melarang makan uang hasil penjualan anjing dan kucing (HR Abu Daud, HR Turmudzi).. 

Salah satu dari banyak dalil, silakan dipelajari lebih lanjut untuk dalil yang lainnya..

SAVE DOMESTIC CATS!

***

Yuk baca artikel yang lainnya :

Puskeswan Ragunan

Pasar Sepatu Taman Puring 

Advertisements

Program Hamil dari Sisi Psikologis..

Tadinya mau saya kasih judul “Konsultasi Psikologis sebagai Salah Satu Media Alternatif Program Hamil” tapi setelah saya pertimbangkan, selain panjang banget juga lebih mirip judul skripsi.. Hehe..

Salah satu dari banyak alasan saya diseret teman saya untuk ikut tes MMPI kemarin adalah sebagai bagian dari program hamil.. Sudah banyak sekali saya baca berseliweran di dunia maya, cerita mengenai program hamil, beberapa di antaranya sudah sekian tahun menanti dan akhirnya memutuskan untuk IVF, eeeh tau-tau hamil sendiri secara alami sebelum IVF dilaksanakan..

Kuncinya apa?

Satu hal yang hampir selalu saya temui dalam cerita tersebut adalah kepasrahan.. Yes, pasrah sepasrah-pasrahnya sama The One And Only Sang Pemberi Bayi..

Pasrah dan ikhlas, nulisnya gampang banget, cuma enam huruf aja.. Tapi gimana caranya mencapai titik kepasrahan dan keikhlasan yang hakiki, itu sebuah pertanyaan yang sulit dijawab.. Bagaikan bertanya Om, kelinci gimana bunyinya?

Kenapa?

Karena ngga ada tips & trik layaknya kisi-kisi Ujian Nasional.. Belajar pasrah dan ikhlas, sekolahnya seumur hidup.. Kembali lagi ke masing-masing orang, karena pasrah dan ikhlas datangnya dari hati..

Dan sampai umur saya yang sekian puluh tahun ini (terdengar tua sekali, ya?) saya belum benar-benar paham pasrah dan ikhlas.. Sekedar memahami di kepala, turun ke bibir, lalu ke jempol.. Belum datang dari hati..

Buktinya, tiap kali saya meyakinkan diri saya untuk pasrah dan ikhlas pada jalan yang ditetapkan Tuhan, tak pernah berlangsung lama.. Saya belum istiqomah, belum konsisten, belum tebel imannya.. Saya masih berusaha memahami, mencari jawaban, merencanakan apa yang sebenarnya di luar kuasa saya sebagai manusia biasa..

We Are What We Think

Sering dengar ungkapan ini? Yup! Apa yang kita prasangkakan, akan benar-benar terjadi! Kekuatan pikiran.. Kalau kita berpikiran positif, aku sehat, aku bahagia, aku cantik, itu yang akan terjadi atau minimal terpancar dari diri kita..

So that simple, berpikiran positif! Kalau dipikir-pikir, apa susahnya? Tapi seringkali sungguh sebuah tantangan bagi saya, karena saya terdidik untuk worst case situation, preparation for victory! Haha.. Sehingga saya hampir selalu berpikiran negatif dalam hal apa pun, agar saya bisa mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan untuk situasi yang paling buruk.. Well, meskipun kenyataannya ketika yang buruk itu sungguh terjadi pun saya tidak akan pernah siap..

Belakangan saya baru tau, kalau ini namanya CEMAS, alias anxiety, atau istilah medisnya Obsessive Compulsive Disorder.. Dan diam-diam saya punya ini sudah lama..

Pikiran Mempengaruhi Kesehatan

Tentu pernah dengar pula pernyataan ini, kan? Kalau suatu penyakit dirunut apa penyebabnya, mungkin dokter akan bilang ketularan virus, kena bakteri, dll.. Obatnya jelas, obat untuk membunuh virus atau bakteri.. Kita pun gampang membayangkannya..

Nah kalau penyebabnya karena pikiran? Kok rasanya membayangkannya seperti di awang-awang.. Agak gamang.. Gimana caranya pikiran bisa bikin seseorang sesak nafas, sakit jantung, kena maag, dll? Lalu gimana cara membunuh sumber penyakitnya, ini lebih gamang lagi..

Tapi ternyata memang beneran bisa!

Dalam tes MMPI saya menemukan pertanyaan seputar penyakit di semua bagian tubuh.. Mulai dari saya mengalami sembelit seminggu sekali, dada saya sering tiba-tiba berdebar-debar, telapak tangan saya mudah berkeringat, ulu hati saya sering sakit kira-kira seminggu dua kali, saya sering sakit kepala, kaki saya sering kesemutan, dan apa lagi saya lupa..

Tiap gangguan psikologis bisa menyebabkan penyakit tertentu pada tubuh.. Termasuk produksi hormon yang menjadi terganggu.. Hubungannya dengan program hamil itu tadi..

Secara psikologis sendiri, awalnya dulu saya menyiap-nyiapkan diri jika inseminasi tidak berhasil.. Lama-lama saya menjadi menjadi tidak yakin pada diri saya sendiri.. Lama-lama saya menyalahkan diri saya sendiri..  Lama-lama saya merasa useless.. Saya selalu tegang jika masuk masa subur, mulai ribet ukur suhu tubuh, bunderin kalender, dkk.. Kemudian mulai cemas menjelang haid.. Kalau dikilas balik, rasanya sebulan hidup saya ngga tenang, dan siklus ketidaktenangan itu berulang lagi bulan berikutnya seiring dengan siklus baru program hamil..

Pernah saya datang ke seorang bidan di rumah Simbah di Tuban, beliau lumayan kondang.. Antreannya banyak, dan konon katanya sudah banyak yang terbantu..

Pulang dari bidan tersebut, segera Simbah bertanya dengan antusias dan penuh harap “Gimana? Dikasih obat apa?

Jawabannya “ngga ada“, saya cuma dikasih dua saran : istri jangan tegang, suami jangan kecapekan.. Udah itu doank! Wow banget ya..

Gimana bisa hamil, kamu aja tegang begini.. Apalagi kalau suamimu kecapekan.. (kata bu bidan yang di Tuban)

Kamu aja kayak gini (bipolar, red), kalau sekarang udah ada anak mau jadi apa anakmu? (Kata psikiater)

Pokoknya kamu tiap weekend jalan-jalan aja, ke Puncak atau apa kek.. Nginep.. Seneng-seneng, nanti juga bakal jadi sendiri.. (kata dokter di Solo)

Kesimpulannya, mungkin sisi psikologis bisa dicoba sebagai alternatif program hamil.. Pendekatan melalui hipnotherapy, melalui melepaskan beban pikiran dengan bicara hati ke hati dan mendengar nasihat dari ahli, melalui mengenal diri sendiri, bahkan kalau perlu bisa bawa pasangannya agar sama-sama bisa dapat pencerahan seperti apa pasangan kita dan harus bagaimana menyikapinya..

Kesimpulan kedua, perjalanan pasrah dan ikhlas ngga singkat, harus dilalui dengan sabar.. Karena hubungannya lebih ke arah vertikal, maka kembali lagi pada seberapa iman kita pada Tuhan.. Harus lebih banyak mempelajari agama, lebih banyak berdoa.. Konsultasi psikologis hanya salah satu sarana penunjang untuk mengingatkan dan diharapkan mampu mempermudah masuknya ilmu ikhlas tadi..

Kadang, sesuatu bakal lari menjauh semakin kita kejar.. Tapi ketika kita sudah ikhlas melepasnya pergi dan berhenti berlari, sesuatu tersebut tiba-tiba datang dengan sendirinya..

NB: Baru-baru ini sedang viral kasus penganiayaan anak berinisial J, ternyata ibunya penderita bipolar juga..

NB: saya ingat pernah membaca dan membagikan salah satu kisah orang di media sosial mengenai betapa luar biasa tubuh kita dalam menyembuhkan diri sendiri dengan kekuatan pikiran.. Semoga link-nya bisa diakses ya, agak panjang tapi bacanya sambil takjub.. Klik di sini..


Tertawalah, karena tertawa itu sehat.. Tertawa yang lepas, yang seolah tanpa beban..

***

Maaf agak berantakan & ngga fokus, tulisannya dibuat di dua periode jadi feel-nya beda..

Jakarta, 2017

Pengingat untuk diri sendiri ketika nanti mulai luntur kadar kepasrahannya yang memang belum seberapa ini..

***

Yuk baca artikel lainnya juga :

1. Pengalaman Inseminasi di Jakarta

2. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

3. Tak Ku Sangka, Aku Bipolar

Siapa Aku?

Apakah Anda mengenal diri Anda sendiri?

Pertanyaan itu sering sekali terlintas di pikiran saya.. Badan yang sejak lahir ceprot sudah nempel jadi satu dan menjadi bagian dari diri kita (yaiyalah), ternyata kadang bahkan kita butuh bantuan orang lain untuk sekedar menggaruk punggung yang gatal..

Itu baru dari segi fisik, pun bagian luar.. Dulu sering terngiang dalam benak saya setiap kali saya mengunjungi SpOG, bahkan saya tidak benar-benar tau daerah yang paling privasi dari diri saya.. Iya, mata ngga bisa ngelihat ke sana.. Butuh seorang SpOG untuk menjelaskan seperti apa detailnya dan bagaimana harus merawatnya dengan cara yang tepat.. Ironis ya?

Lalu, sekali lagi, Anda yakin sudah mengenal diri Anda?

Saya sering sekali mengalami kesulitan bahkan semenjak kecil, untuk menentukan apa mau saya.. Bahkan di kolom cita-cita, isian saya tak selalu sama.. Sebut saja, penyanyi, dokter, guru, pilot, presiden, arsitek, polisi, artis, dan sederet profesi lainnya pernah menghiasi kolom tersebut..

Iya, itu terjadi saat saya masih kecil.. Namun hingga saatnya memutuskan harus masuk jurusan apa, pun saya ngga bisa memutuskan..  Pada akhirnya saya berada di jurusan yang memang mempelajari hampir semua keilmuan untuk melihat dan me-manage segala sesuatunya sebagai satu struktur yang holistik.. *kamu ngomong apaan sih nop?*

Pernahkah Anda berpikir ada yang salah dengan diri Anda?

Saya ngga pernah menyangka kalau saya bakal divonis Bipolar oleh psikiater.. Hahaha..

Iya, saya ngga menyadari ada yang salah dengan diri saya.. Saya merasa baik-baik saja meskipun saya seringkali membuat suatu manuver yang mengejutkan secara tiba-tiba (?)..

Ikut Tes MMPI 1

Berawal dari curhat, saya memang punya satu teman spesial yang saya merasa ngga takut untuk cerita apa pun.. She never judges, she listens, and she reads me like a book! Dia hafal bagaimana saya.. Bagaimana tidak, kami sudah berteman dekat sejak kelas 1 SMP!

Kebetulan teman saya tersebut baru saja mengambil tes MMPI untuk keperluan mendaftar dosen, meskipun pada akhirnya tidak lolos administrasi karena dari luar pulau (sakiiiit, sabar yah).. Dari situ, mungkin dia merasa seperti yang saya deskripsikan di atas, bahwa dia baru berkenalan sungguh-sungguh dengan dirinya sendiri.. And maybe she was amazed.. Hasilnya alhamdulillah dia normal..

Sewaktu mendengar cerita saya, mungkin dia merasa saya semakin aneh (sebelumnya sih sudah cukup aneh), dan di pertemuan kami selanjutnya tanpa ba-bi-bu dia langsung menyeret mengajak saya ke psikiater! Padahal saya sudah menolak sekuat tenaga karena saya tidak merasa gila.. Hahaha..

Tes berlangsung singkat, 90 menit saja.. Hasilnya bisa ditunggu, dan langsung konsultasi dengan psikiater.. Tes berisi sebuah pernyataan yang harus dijawab YA/TIDAK oleh peserta.. Simpel banget..

Hasilnya saya bipolar, cenderung depresif, mulai mengarah ke suicidal, tapi manipulatif tinggi, nihilistik, serta OCD (cemas).. Dan sederet istilah-istilah lain yang saya tidak paham, dan sekarang lupa.. Kebetulan hasil tes dibawa oleh psikiater saya, karena saya bilang ikut tes tujuannya bukan untuk kepentingan mendaftar sesuatu..

Mulai Mempelajari Diri

Bipolar adalah gangguan suasana hati, sebenarnya gangguan ini sering terjadi pada semua orang, hanya saja pola, keparahan, dan frekuensi saja yang membedakan.. Saya kutip dari id.wikipedia.org ada empat jenis episode suasana hati pada penderita gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran.. Namun secara garis besar terbagi menjadi dua kutub yang berlawanan, yaitu mania dan depresi..

Gejala-gejala tahap mania :

• Gembira berlebihan 

• Mudah tersinggung sehingga mudah marah

• Merasa dirinya sangat penting

• Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain

• Penuh ide dan semangat baru

• Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya

• Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya

• Nafsu seksual meningkat

• Menyusun rencana yang tidak masuk akal

• Sangat aktif dan bergerak sangat cepat

• Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan

• Menghambur-hamburkan uang

• Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan

• Merasa sangat mengenal orang lain

• Mudah melempar kritik terhadap orang lain

• Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari

• Sulit tidur

• Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam

Tahap hipomania mirip dengan mania, perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal..

Gejala-gejala tahap depresi :

• Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan

• Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas

• Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu

• Tidak mampu merasakan kegembiraan

• Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga

• Sulit konsentrasi

• Merasa tak berguna dan putus asa

• Merasa bersalah dan berdosa

• Rendah diri dan kurang percaya diri

• Beranggapan masa depan suram dan pesimistis

• Berpikir untuk bunuh diri

• Hilang nafsu makan atau makan berlebihan

• Penurunan berat badan atau penambahan berat badan

• Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan

• Mual sehingga sulit berbicara karena menahan rasa mual, mulut kering, susah buang air besar, dan terkadang diare

• Kehilangan gairah seksual

• Menghindari komunikasi dengan orang lain

Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran tentang bunuh diri, dan 30% di antaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara..

Tahap campuran adalah kondisi saat mania dan depresi terjadi bersamaan.. Tanda-tanda episode campuran mirip gejala depresi plus bonusnya disertai kegelisahan, insomnia, distractibility, dkk..

Beware, Mood Swing!

Penderita bipolar bisa merasa bersemangat menggebu-gebu dalam satu waktu.. Akan tetapi, beberapa jam kemudian, penderita berubah menjadi merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya..

Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat.. Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati penderita kelelahan, putus asa, delusi dan halusinasi, sehingga berisiko tinggi untuk bunuh diri.. Oleh karena itu, tahap campuran bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita gangguan bipolar..

Sebab Bipolar

Sebabnya bisa bermacam-macam, kita tidak bisa menunjuk pada satu hal dengan pasti..  Jika ada satu peristiwa yang menjadi pertanda, bisa jadi peristiwa  itu merupakan salah satu gejala atau hanya pemicu saja.. Penyebab bipolar harus dirunut dari karakter seseorang, pola asuh orang tua, pengalaman masa kecil, kondisi saat ini, dan berbagai hal lainnya..

Penanganan Bipolar

Saya diresepkan obat anti depresan oleh psikiater, namun ini sifatnya hanya untuk membantu.. Jangan salah ya, jangan bergantung pada obat! Karena ini adalah sakit jiwa maka untuk sembuh juga harus dari jiwa itu sendiri..

Dengan mengenal siapa diri saya, saya menjadi sedikit tertolong.. Saya harus belajar menerima bahwa hidup itu ngga indah, atau minimal ngga seindah yang dibayangkan.. Saya harus belajar memaafkan dan tidak terus-menerus menyalahkan diri saya sendiri.. Saya harus belajar mensugesti diri saya sendiri dengan pemikiran-pemikiran positif untuk menghalau kecemasan.. Saya harus bisa menerima bahwa ada hal-hal yang memang di luar kuasa saya.. 

Seperti misal tiba-tiba mood menjadi super malas (seperti dua bulan belakangan ini) biasanya saya cari sebabnya kenapa (dan ngga ketemu) lalu saya merasa tak berguna, dan selanjutnya depresi.. Kali ini saya biarkan saja saya menjadi malas, mungkin saya butuh suasana itu (dan akhirnya berkelanjutan sampai dua bulan hihihi).. Sehari-hari kerjaan saya hanya ingin tidur, main sama kucing, dan baca drama ojek online sambil ketawa sendiri.. Selain masak dan tugas rumah tangga lainnya tentunya.. Hampir ngga pernah nonton TV (sebenernya sayang karena lagi gratisan langganan paket movie, hiks), ngga jahit, ngga ngelukis, ngga bertanam (sampai tanaman saya mati semua hihi maaf yah), ngga pernah nyanyi di Smule, jarang banget posting social media (kecuali IG).. Saya hilang, bahkan dari grup-grup chatting.. Hanya aktif di grup keluarga saja.. Tapi it’s okay, I’m happy.. I tried not to blame my self for being lazy.. Sekali-sekali ngga papa, toh nanti kalau mood sudah oke lagi bakal rajin sendiri..

Saya butuh untuk mencoba bertahan di suatu mood agak lama, agar tidak merasa capek hatinya (karena suasana hati berubah-ubah terus).. Meskipun kadang, peristiwa tertentu masih bisa membuat mood tenang saya rusak seketika.. Hehe, proses kan..

Paling penting adalah dukungan dari keluarga.. Saya ceritakan pada keluarga inti saya, bagaimana hasil tes, apa kata psikiater, apa yang saya pikirkan dan rasakan.. Sehingga mereka bisa bantu saya, meskipun pada kenyataannya selama ini yang membuat diri saya depresi adalah pemikiran saya sendiri.. Keluarga mah adem ayem.. Namun semenjak tau kondisi saya, saya jadi sedikit lega untuk mengungkapkan apa yang saya pikirkan tanpa takut mereka bakal gimanagimana..

Yang paling utama, seperti yang selama ini si Om selalu bilang, banyak berdoa.. Banyak istighfar.. Banyak mendekatkan diri pada Tuhan.. Biar hati tenang, biar dikuatkan ketika cobaan datang.. Biar dikasih jalan untuk tiap masalah.. Klasik memang, tapi selama ini saya seperti mencari jawaban atas kejadian-kejadian dalam hidup secara logis.. Saya seringkali lupa bahwa banyak hal yang memang tak ada jawaban pastinya, banyak hal merupakan misteri dari Tuhan.. Mencari jawaban yang ngga ada itu membuat saya capek dan gila.. Mencari kepastian untuk masa depan (yang ngga akan pernah pasti) membuat saya cemas dan frustasi..

Semua Ada alasannya

Sedikit cerita mengenai tes MMPI, saya menemukan satu soal yang lucu : saya sering menghitung benda-benda yang tidak perlu, seperti tiang-tiang listrik di jalan..

Hellooo, kok bisa ada soal seperti itu sih? Dari mana coba, mereka tau kalo saya suka ngitung (dalam kasus saya adalah) marka jalan saat berkendara?! Hahahaha.. Iya, ini kebiasaan yang aneh dan saya sudah mengalami sejak kecil, sejak masih dibonceng Bapak di depan pakai Suzuki Family dulu.. Kadang tiang listrik, kadang pepohonan, kadang marka jalan, pokoknya yang super ngga penting deh! Saya kira ini wajar, tapi kalau dicari sebabnya ya saya ngga bisa jawab kenapa saya suka menghitung marka jalan.. Lucu ya? Ternyata ini gejala kecemasan (Obsessive Compulsive Disorder)..

Setelah digali habis-habisan oleh psikiater saya, saya baru sadar mengapa selama ini saya sering sekali mendapat mimpi dengan latar tempat, kejadian, atau orang-orang di masa Sekolah Dasar saya.. Saya baru paham, kenapa dulu waktu mengisi buku biodata jaman sekolah, di kolom kriteria cowok idaman, saya menuliskan dua versi yang sangat bertolak belakang, satu ciri badboys, satu lagi ciri suami soleh (alhamdulillah akhirnya dapat yang ini).. Saya baru nyadar, kenapa waktu cari kerja dulu sering banget bahkan hampir selalu gagal di wawancara psikologi (karena kalau tulis menulis, manipulatif saya tinggi, saya pintar bermain kata dan menyembunyikan perasaan saya).. Saya baru paham, kenapa di satu waktu saya menjadi super religius, dan di waktu yang lain saya menjadi super nakal..

Dulu saya bingung pada diri saya, sangat sulit rasanya untuk mengambil keputusan dalam banyak hal.. Dan saya ngga tau kenapa bisa seperti itu, apalagi bagaimana harus menyikapinya.. Dulu saya bertindak berdasarkan perasaan saja (karena memang kata psikiater saya orang yang hidup di dunia perasaan), sehingga jika kenyataannya lain, ada gap yang tinggi yang bikin saya frustasi.. Sekarang, beberapa hal pada diri saya yang dulu ngga terjawab, sudah terang-benderang.. Semoga di masa depan nanti saya bisa lebih bijak dalam bersikap dan mengambil keputusan.. Semoga kesalahan-kesalahan di masa lalu tidak akan terulang..

​*
Sebuah catatan untuk diri sendiri

Stasiun Gambir, 19 Juli 2017

Argo Dwipangga, Jakarta-Solo 10.00 WIB

8 MM

Lama banget ngga nulis ya, hehe.. Sebenarnya banyak bahan untuk ditulis, tapi sebulan terakhir ini mood lagi inginnya malas-malasan sambil baca kumpulan chat lucu antara ojek online dengan customer-nya.. *produktif amat yah kegiatan saya*

Di antara sekumpulan bahan yang antre untuk ditulis, saya paling pengen nulis yang ini duluan : 8 mm! Ini adalah sebuah judul film yang saya tonton berdua si Om akhir pekan kemarin..

Saya memang selalu tertarik mengabadikan suatu film yang saya rasa tidak biasa di sini.. Dan seperti yang sudah-sudah, yang akan saya bahas bukan mengenai sinopsis atau isi film tersebut, tapi saya akan ceritakan kesan subyektif saya mengenai film tersebut..

Awalnya memang yang membuat saya tertarik menonton film keluaran tahun 1999 ini adalah selain karena sekilas saya baca sinopsisnya mengenai detektif yang menyelidiki kasus misterius, juga karena pemeran utamanya adalah aktor kenamaan Nicholas Cage.. 

Sinopsis pendeknya seperti ini : Nicholas Cage yang merupakan seorang detektif swasta disewa oleh seorang janda tua yang kaya untuk menyelidiki film amatir 8 MM yang ditemukan setelah kematian suaminya..

8 MM


Yang membuat bulu kuduk merinding, film tersebut adalah film snuff! Apa itu film snuff? Film snuff adalah film yang merekam adegan pembunuhan, ada yang nyata (pemain film sungguh dibunuh) dan ada juga yang ternyata rekayasa (dengan bantuan efek khusus), dibuat dengan berbagai tujuan (yang sudah pasti ngga bener).. Seperti opening film Sinister..

Saya sempat menuliskan mengenai 50 Shades Of Grey beberapa waktu yang lalu, di akhir tulisan saya tulis bahwa otak akan memerlukan dosis serotonin yang lebih untuk merasa puas (karena itu, jika hanya menuruti kepuasan, manusia ngga akan ada puas-nya).. Jika yang sebelumnya ‘hanya‘ tertarik pada hal-hal masochist seperti BDSM, maka lama-lama mungkin otak akan menginginkan sesuatu yang lebih, seperti snuff film! 

Itulah yang menjadi latar belakang film 8 MM ini, dimana beberapa orang yang sakit jiwa berkumpul, yang satu merasa puas dengan menyakiti (atau dalam film ini membunuh), yang satu merasa puas dengan melihat film tersebut.. FYI, si eksekutor yang menjadi pemeran utama dalam film snuff tersebut (dimana dalam tiap film selalu memakai topeng), ternyata dalam kesehariannya ‘terlihat‘ seperti orang normal, dan bahkan berasal dari keluarga yang religius..

Diceritakan dalam film tersebut bagaimana si tokoh utama Detektif Tom Welles yang berusaha mengumpulkan satu demi satu petunjuk.. Satu petunjuk mengarahkannya pada petunjuk lain, semakin dekat ia dengan jawaban yang dia cari, tanpa sadar semakin dalam pula dirinya larut dalam dunia tersebut.. Digambarkan bahwa semakin dia mencoba memahami dunia tersebut, semakin dia tidak mengerti : kok ada orang-orang seperti itu? Kok bisa??

Pada akhirnya memang Tom Walles ngga bisa paham dengan jalan pikiran mereka, karena memang mereka sakit jiwa.. Meskipun sempat terseret ikut arus dan ketularan masochist, namun akhirnya Tom Walles sadar.. Dalam film digambarkan, setelah kasus selesai, Tom Walles mengalami guncangan jiwa yang hebat.. Pulang ke rumah dan menangis meminta pertolongan istrinya.. Kurang jelas minta tolong diselamatkan dari apa, mengingat semua pelaku yang terkait dengan film snuff tersebut telah dia bunuh.. Mungkin minta tolong diselamatkan dari apa yang telah dia lihat dan dia alami..

Snuff film


Ketika menonton film ini saya jadi teringat dua kejadian, yang pertama adalah kasus pembunuhan tenaga kerja wanita asal Indonesia beberapa bulan yang lalu dimana tersangka yang merupakan seorang bankir dengan sengaja merekam pembunuhan yang dia lakukan sendiri.. Yang kedua, snuff film berjudul Daisy Destruction yang sempat beredar di Deep Web, yang untungnya gagal diakses oleh teman saya karena konon eksekutor dalam film tersebut sudah tertangkap dan filmnya sudah dihapus..

Saya sempat membaca, ada yang pernah melihat film yang kedua, dan akhirnya menjadi gila.. Awalnya saya pikir mana mungkin gara-gara film bisa jadi gila? (FYI, film yang kedua ini si pemeran utama alias si korban adalah anak kecil).. Tapi tokoh dalam film 8MM yang bernama Max California (dia sudah berkecimpung dalam dunia tersebut cukup lama, ingin mentas tapi ngga bisa) pun sempat mewanti-wanti Detektif Tom Walles bahwa memasuki dunia tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi kejiwaan, sehingga Max meminta Welles berpikir-pikir lagi sebelum memutuskan mau masuk ke dunia tersebut..

Yah, intinya pesan yang bisa saya ambil dari 8MM ini adalah : ngga usah coba-coba! Ini bakal mempengaruhi mental, karena apa yang sudah dilihat ngga bisa di unsee.. Karena pada akhirnya hanya akan ada dua kemungkinan : terseret arus untuk masuk lebih dalam, atau jadi gila

***

Yuk, langsung cek artikel tentang film luar biasa lainnya :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Curious Case Of Benjamin Button 

Kitten Blues Syndrome

Sudah sebulan lebih rumah kami kedatangan member baru : tiga ekor anak kucing.. Induknya bernama Mang Engkus, iya saya sudah diketawain sama temen gegara nama ini.. Abis gimana, udah terlanjur.. Dia dipanggil “Ngkus” juga noleh kok.. Hehe.. 

Tanggal 20 Februari lalu mereka lahir di emperan rumah Mpok Een dengan disaksikan kehebohan tetangga-tetangga.. Tepat setelah lahir, langsung saya bawa pulang ke rumah, karena tidak ada yang mau menampung sedangkan saat itu curah hujan sedang intens kasihan kalau di emperan.. Engkus adalah kucing rumahan, biasanya kalau tidak ke rumah saya, dia ke rumah Keysha atau Mpok Een (tetangga kanan-kiri).. Oleh tetangga-tetangga memang dikasih makan dan dipelihara.. Jadi, Engkus tidak biasa hidup liar, beranak pun dia datengin orang buat minta tolong.. Tidak terbayang kalau anak kucing tersebut ditaruh teras, Engkus pasti bingung kudu diapain.. Berhubung ini baru kali kedua dia beranak, dan periode yang sebelumnya anaknya mati dalam dua bulan karena tidak disusui..

Engkus & the Kids

Piara anak kucing dari umur sehari, rasanya seperti ikut punya anak.. Sebentar-sebentar ngecek udah disusuin sama Engkus atau belum.. Kalau Engkus mogok nyusuin, lekas-lekas dikasih sogokan makanan yang banyak (sekarang seminggu habis 1 kg).. Kalau Engkus sudah mulai mindahin anaknya (yang dipindah cuman satu, lupa kalau anaknya ada tiga), lekas-lekas ganti alas tidur sekalian kardusnya.. Kalau Engkus hanya nyusuin satu anaknya, lekas-lekas dua yang lain saya gotong ke dekatnya supaya ikut nyusu.. Malam hari pun tak jarang trio spons kecil meong-meong..

Di usia awal, anak kucing hampir tidak pernah poop atau pee mungkin karena nyusunya masih sedikit.. Setelah umur sebulan barulah mereka berubah menjadi trio pembuat onar! Suka cakar-cakar kaki, suka nyusul tidur, lari ke sana kemari, ikut-ikut orang masak, dan poop serta pee di dapur.. Sekarang, selain harus super hati-hati kalau berjalan di rumah, buka pintu, dan ganti posisi tidur, juga harus waspada kalau nemu genangan air mencurigakan di lantai dapur.. 

Beberapa hari belakangan saya sudah berusaha mengunci mereka di kamar mandi atau di luar rumah ketika nampak gestur mencurigakan kalau mereka mau poop atau pee.. Namun meskipun sudah saya kunci selama lima belas menit, tetap saja ketika mereka saya perbolehkan masuk kembali, mereka garuk-garuk lantai dapur pertanda mau poop atau pee alias di luar rumah atau di kamar mandi tadi mereka belum pipis, hanya meong-meong doank.. 

Cuteness Overload


Biasanya, saya akhirnya membiarkan mereka pipis di dapur, kemudian segera saya bersihkan lantainya beserta badan kucing tersebut.. Namanya juga kucing, mana masih kecil.. Emosi sih, tapi gemes soalnya mereka lucu.. Lagian kalau saya marahin, mereka juga ngga bakal ngerti.. Toh nantinya kalau sudah besar, mereka akan tertib sendiri hidup di luar rumah..

Saya kira saya sudah cukup sabar.. Namun ternyata kalau badan sedang capek dan pikiran suntuk, akhirnya saya marah juga karena tadi pagi si Ucu poop di dapur.. Marah yang ngga jelas sama siapa, karena kalau marah sama si Ucu, anak kucing yang baru berumur sebulan, berarti saya yang bego..

Segera saya disuruh mandi sama si Om.. Apa hubungannya? Hehe.. Tapi kata teman saya, kalau lagi suntuk-suntuknya ngurus anak, mandi adalah sebuah refreshing.. Akhirnya setelah membersihkan dan beberes rumah, saya mandi, maskeran, berendam air hangat, sambil mendengarkan musik dan ngemil milk cookies yang saya buat hari sebelumnya.. Super sekali! All problem’s simply solved! Hahaha.. Kebetulan hari ini memang ngga ada rencana masak berhubung sayur tempo hari masih lumayan banyak.. 

Emak-emak itu kadang lucu, baper gara-gara masalah sepele, solusinya pun sebenernya sepele.. Hal-hal kecil yang dianggap sepele saja sudah bisa bikin bahagia dan senyum-senyum seharian.. 

Ucu-Miu-Kikis

Setelah pikiran jernih lagi, saya baru ketawa sekaligus mikir.. Ternyata level kesabaran saya masih, ah sudahlah.. Padahal ini baru anak kucing, yang mana saya tidak ikut melahirkan, tidak ikut menyusui, tidak perlu memandikan, tapi saya sudah Baby Kitten Blues Syndrome.. Lah trus gimana ceritanya kalau ini anak beneran? Yah, berarti masih menjadi PR sendiri buat saya untuk memantaskan diri..

Ternyata, punya anak itu ngga sekedar lucu-lucuan, ngga sekedar pregnancy photo session dan foto-foto bahagia lainnya, ngga sekedar dikuncir-kuncir atau dipakein asesoris lucu lainnya, ngga sekedar nantinya akan dileskan piano atau melukis.. Punya anak adalah tanggung jawab berat dan seumur hidup.. Ngga bisa di-undo.. Dan nantinya bakal dipertanggungjawabkan tidak hanya di masyarakat namun di hadapan Tuhan.. Wow! Pernah kebayang?

Rame-rame nyusulin Emaknya yang lagi leyeh-leyeh bentar abis beberes rumah..



Tribute to :

Ucu-Miu-Kikis trio pembuat onar yang sudah membuat suasana rumah makin semarak.. Maaf ya kalau Mamak masih kurang sabar..

Teman saya dan semua Ibu yang sedang mengalami Baby Blues Syndrome sungguh tak terbayangkan perjuangan yang kalian alami.. Innallaha ma’ana.. 

Para Ayah dampingi dan dukung ibu dari anak-anakmu.. Karena baby blues mungkin tidak disadari penderita dan orang-orang di sekitarnya.. Para Ibu cuma butuh didengarkan, diajak ngobrol dan diskusi (terlebih kalau Stay at Home Mom), dibantu ngurus anak (bikinnya berdua, ngurusnya berdua juga donk), diajak jalan-jalan dan piknik, serta sesekali dipijitin dan diberi kejutan, hihihi..

Resep Choco Cookies..

Ada sejarah panjang di balik judul di atas, karena ini daily blog bukannya situs resep masakan, maka sepertinya saya mau cerita panjang lebar dulu sebelum nulis resep.. Oke ya? *serah lu nop, blog elu*


Nekad Beli Oven

Pastinya ngga bisa bikin cookies tanpa oven, jadi cerita saya mulai dari sejarah pembelian oven.. Pekerjaan si Om yang pindah-pindah dari kota satu ke kota lain membuat kami hidup nomaden..

Enaknya nomaden? Tentu saja bisa mengunjungi tempat-tempat yang berbeda.. Termasuk mencicipi makanan-makanan dan warung-warung khas.. Selain itu, nambah wawasan dan memperkaya pengalaman.. Satu lagi, kalau bosen di kontrakan dan lingkungan satu, bisa cari kontrakan lain dan pindah ke lingkungan baru..

Ngga enaknya nomaden? Pasti, sedih kalau mau pindah meninggalkan suatu tempat yang banyak kenangannya.. Mana ngga tau kapan bisa ke sana lagi.. Itu yang utama sih.. Selain piaraan yang ngga bisa dibawa (apa kabar Pong di sana?).. Berikutnya, di samping belum bisa settle di rumah sendiri, juga minim perabot! 

Bayangkan, sewaktu di Lampung dulu cuman punya piring empat biji, mangkok dua, gelas lima.. Tanpa beli kasur, lemari, kursi, dan perabot sendiri.. Pindahan dapet lima kardus gede euy! Belum termasuk dua buah koper dan dua buah tas jinjing super padat yang bikin kami kelebihan muatan 30 kg di bandara Radin Inten 2 dan kena charge Rp 600.000,- an sekian, lupa tepatnya.. Belum termasuk juga barang-barang yang tidak bisa kami bawa seperti jemuran, karpet, dispenser beserta galon, ember, minyak goreng 2L yang baru saja dibuka, bawang, dan ransum lainnya (pemberitahuan pindahnya memang mendadak)..

Topping : sereal, keju, energen.. Mix aja sesukanya..


Berdasarkan pengalaman ribet pindahan tersebut, kami mengambil pelajaran untuk meminimkan yang bisa diminimkan.. Kalau ngga perlu-perlu amat, ya ngga usah beli.. Namun karena lama-kelamaan saya bosen di rumah, pingin eksperimen (as always) akhirnya saya beli juga blender dan mixer.. Belinya diem-diem di toko elektronik depan gang, naik sepeda.. Ya meskipun akhirnya ketauan juga sama si Om.. Wakakakaka..

Nb : ternyata blender saya ngga bisa ngancurin es batu donk.. Hahaha.. Murah banget sih, jadi motornya ringan.. Apa daya, di toko depan gang ternyata cuma ada blender merk itu sama Phillips.. Sett dah, dari rumah cuma bawa Rp 300.000,- rencana beli Miyako ternyata ngga ada.. Hahaha..

Setelah blender dan mixer yang notabene kecil, saya ngiler pengin beli oven.. Sudah ikut gerakan menabung si hijau (itu loh, nabung uang Rp 20.000,-an) sampai dapat entahlah mungkin sejuta.. Pembelian oven belum di-acc oleh si Om, karena memang body-nya gede.. Sampai akhirnya duit oven saya foya-foya-in buat beli parfum 6 botol bahahahahaha..

Mau bikin almond cheese tapi ngga ada almond..


Akibat Emak-emak yang Bete di Rumah

Liburan kapan hari kemarin, si Om berturut-turut ada acara kantor, salah satunya kondangan sama temen-temen ke Bogor.. Saya di rumah saja, 7 hari dalam seminggu.. Akibatnya? Senin siang saya jalan-jalan sendiri ke supermarket mumpung weekdays sepi.. Iya loh, sungguh ke supermarket itu sangat menghibur emak-emak, ngga usah nongkrong di mall atau kafe.. Pokoknya pulang-pulang saya sudah nenteng kardus super besar.. Wkwkwkwk..

Kadang saya memang ngga sadar ngapain aja tadi di supermarket, begitu tiba di rumah dan buka kardus belanjaan, tau-tau kaget karena isinya rak susun tiga dan sebuah oven tangkring! Hahaha.. Bukan kali pertama sih, lain hari pernah juga ke Alfamidi niatnya beli bakso, pulang-pulang begitu cek belanjaan ternyata di dalem tas kreseknya ada semir rambut donk.. Kalo kata Mas Bayu : Aku ki nyat embuh kok.. Pesan untuk para lelaki : dampingi dan gandenglah wanitamu saat di mall atau pertokoan, biar ngga kalap ambil ini-itu.. 

Murah loh ovennya.. Di bawah cepe..


Percobaan Pertama Bikin Cookies

Dapat resep dari internet, tapi takaran saya asal saja pakai feeling.. Jadi deh cookies cokelat meskipun penampakannya berantakan, berhubung saya lupa kalau kue bakal mengembang di oven jadi harus dikasih jarak.. LOL

Meskipun penampilannya seperti kue second alias yang sudah digigitin pinggirannya sama anak kecil, tapi rasanya not bad.. Bukan saya yang bilang, saya cobakan ke tetangga.. Kalau tetangga masih idup setelah makan kue saya, saya baru berani makan.. Huehehehe.. Kidding.. Malamnya pun diincip si Om, katanya enak.. Eh beliau ngga curiga donk itu kue bikinnya gimana.. Mungkin dikira digoreng, wakakakakaka.. Sementara situasi aman.. *evil laugh*

Besoknya, saya bungkusin kue tersebut untuk dibawa ke kantor.. Baru ditanyain deh sama si Om, bikinnya pakai apa? Waktu saya bilang pakai oven, beliau reaksinya lucu.. Antara ketawa sedih, prihatin, merasa dikibulin, dan sebagainya.. Tapi ngga marah kok, soalnya kuenya enak sih.. Eh sampai kantor katanya langsung ludes.. Malah ada yang minta resep..

Baru saya ngeuh kalau saya kemarin waktu bikin ngga sadar berapa takarannya.. Akhirnya saya ulang, bikin percobaan kedua.. Kali ini karena choco chips dan kacang kenarinya habis, saya pakai topping : remukan biskuit better, energen vanilla, remukan sereal yang dikasih Mba Wibi waktu meetup hari sebelumnya (tengkyu Mba Wibs!)..

Ini rasa susu vanilla loh yah, meskipun warna kecoklatan..


Resep Cookies :

1. Telur 1 butir

2. Mentega separuh bungkus lebihin dikit (yang Rp 7.000,-an)

3. Gula pasir 6-8 sendok makan (sesuaikan, kalau kurang manis baru ditambah)

4. Tepung terigu 10 sendok makan

5. Susu bubuk vanilla 3-5 sachet

6. Coklat bubuk 1 sachet (saya pakai yang buat minuman)

Cara Bikin : 

1. Telur, mentega, dan gula di-mixer dengan kecepatan rendah-sedang sampai telur mengembang..

2. Masukkan susu bubuk, tepung, dan coklat sambil tetap di-mixer dengan kecepatam rendah.. 

Kalau bikin rasa vanilla, susu bubuk dibanyakin.. Tambah panili dikit.. Ngga usah dikasih coklat..

3. Olesi loyang dengan mentega, cetak adonan, beri topping.. 

Topping bisa ditambah setelah adonan dicetak di loyang, bisa dicampur ke adonan (lalu di aduk pakai sendok, jangan mixer lagi) sebelum dicetak di loyang..

4. Oven sampai warna berubah kecoklatan.. Lalu keluarkan loyang, dinginkan.. Cookies bakal lepas sendiri kalau sudah dingin..

Alternatif Topping :

1. Choco chips

2. Kacang kenari (almond lebih enak, mede juga enak, tapi mihil bo’)

3. Energen

4. Remukan sereal atau biskuit, lebih bagus kalau di-blender 

5. Keju parut

Ulasan Tentang Oven Cap Mikey Mouse

Sebelumnya, saya ngga tau apakah oven ini diproduksi secara massal atau cuman hasil bikinan pegawai supermarket tersebut yang iseng sambil jaga toko mumpung sepi.. Soalnya saya belum pernah dengar merk ini sebelumnya.. Awalnya sempat ragu, karena dulu pernah searching merk yang kondang harganya di atas Rp 200.000,- sedangkan ini yang ukuran paling kecil hanya Rp 67.000,- dan yang lebih besar Rp 96.000,- tapi ngga tau gimana ceritanya toh tiba-tiba oven ini ada di rumah.. Hahaha..

Overall dengan harga segitu saya cukup puas.. Nanti kalau suatu saat pindah, ditinggal atau diberikan ke orang lain pun rasanya ngga terlalu sayang (btw, kulkasmu apa kabar nop?).. Saya beli ukuran yang paling kecil dan tinggal satu-satunya di swalayan tersebut.. Eh ada yang lucu loh, ini merk Mikey Mouse tapi kalau diamati gambarnya lebih mirip Shaun the Sheep hahahaha maapin ngga penting..

Smule Pakai Video..

Ini selalu merupakan sebuah hal yang spesial dan tantangan tersendiri bagi saya, berhubung ponsel saya ternyata tidak support untuk video smule.. Hampir tiap kali ada birthday collab anggota PILPROJECT, saya selalu absen.. Atau lebih sering isi koleb audio, hanya sekali dua kali saja saya ikut koleb video, itu pun boleh minjem ponsel si Om..

Terakhir kemarin bahkan ponsel si Om pun tidak bisa lagi dipakai video, tepatnya setelah update smule di PlayStore.. Entah kenapa..

 

Cara Share Video Smule via Youtube

Cara Share Video Smule via Youtube

Nah tempo hari sewaktu mudik ke Solo, saya menjarah ponsel Ibuk untuk saya instal smule.. Tiap pagi Ibuk memang masih bekerja, tepatnya memasak bersama tim katering yang lain di rumah tetangga sebelah.. Lumayan, setiap pagi selama sekitar dua jam ponsel Ibuk bisa saya pinjam untuk video smule, daripada nganggur, mubadzir kan.. Hihihi..

Ternyata, video-an smule itu susah euy! Bukan kenapa-kenapa, tapi saya mati gaya! Bahahahaha.. Coba bayangkan, selama tiga menit harus ngapain? Iya sih, nyanyi.. Memang jauh lebih mudah kalau cuma join orang saja, ketularan vibe-nya si empunya OC dan hanya tinggal ikut alurnya saja.. Sekalinya saya coba OC video, benar-benar mati gaya saat part lirik bukan bagian yang kita nyanyikan.. Tiga menit full kita sendirian yang nampang di video..

Cara Download Video Smule via thebluebyte.com

Cara Download Video Smule via thebluebyte.com

Itu pun belum dilihat dari segi sinematografi (?).. Yang sudah terbiasa nyanyi video kok berasa enak aja dilihatnya.. Tau kemana mata harus fokus, tau dari jarak berapa ambil gambar, harus dandan seperti apa, beberapa malah ada yang bikin tema-tema sendiri.. Seneng liatnya..

Jangan tanya punya saya, se-layar muka semua! Itu pun kadang muka cuman separo karena ternyata kepotong layar.. Hehe.. Mata juga kadang masih ngga fokus karena sambil lirik-lirik tukang bakso lewat hahahahaha.. Masih baca lirik terus, lupa liat ke kamera.. Masih kadang tiba-tiba kebelet ketawa pas kaget liat muka sendiri sehingga terpaksa skip sebagian lirik yang harusnya dinyanyikan.. Dsb..

kalung cantik asternovi.com
Seriously, kesimpulan saya : video smule itu perlu latihan guys! Biar enak dilihat.. Kemudian kesimpulan kedua, lebih enak pakai mic yang dekat mulut supaya bisa menyesuaikan frame muka kita mau sejauh apa di video (saya pakai mic bawaan ponsel, jadi muka ngga bisa jauh-jauh dari ponsel).. Kesimpulan terakhir dan yang paling aduhai adalah : video smule itu nagih! Bahahahaha..

Mau jelek kayak gimana muka saya di video, mau ngga PD kayak gimana, tapi besokannya penasaran pengen cobain lagi.. Meskipun tiap saya OC video ternyata yang join dikit banget.. Mungkin follower saya syok, suara sama muka ngga sesuai ekspektasi.. Dan setelah saya OC video follower saya langsung berkurang beberapa orang.. Wkwkwkwk..

Saya jadi belajar beberapa hal baru nih hasil video smule, selain bagaimana tips bikin video smule yang asik, juga cara download video smule.. Ternyata caranya sama, tetap via thebluebyte.com di sana ada opsi untuk download audio saja atau download video dalam format mp4.. Nah selain itu, saya juga cobain share video smule via youtube.. Bisa langsung terkoneksi dengan akun youtube yang ter-login di ponsel tersebut (saya coba pakai akun youtube saya sendiri di ponsel saya, juga akun youtube si Om di ponsel beliau.. Keduanya sama-sama pakai akun smule saya)..

Yuk, bikin video smule sama-sama.. Asal jangan buka-bukaan ya!

Baca juga artikel saya yang lain :

1. Cara Download Rekaman Smule Tanpa Instal Aplikasi

2. Apa sih OC? Join? Harms? SS fx?

3. Contoh Partingan Beserta Hasil Rekamannya di Smule