Putus Asa..

Aku bingung.. Aku galau..

Di tengah masalah-masalah yang dianugerahkan kepadaku ini, aku larut dalam bimbang dan pikiran-pikiranku sendiri, yang kebanyakan merupakan prasangka dan praduga yang kukarang sendiri.. Entah dalam rangka menyiapkanku pada kemungkinan terburuk.. Entah dalam rangka memberiku sekedar ilusi yang menenangkan..

Aku merasa, masalah ini terlalu berat bagiku.. Seakan-akan masalahku adalah 10 masalah terbesar di dunia..

Aku tak tahu kepada siapa harus menuntut disediakannya jalan keluar.. Seakan-akan aku mempunyai hak untuk itu..

Aku merasa, memenangkan semua pihak pada akhirnya hanyalah suatu keniscayaan.. I mean this is the real life, dude! Tak ada yang tak beresiko.. Bahkan bernafas pun memiliki resikonya sendiri..

Dan selalu.. Setiap kali sebuah masalah berkunjung, hampir setiap kali pula masalah tersebut terselesaikan setelah aku mencapai tahap putus asa..

Kali ini, tidak.. Semoga saja tidak.. Sudah cukup rasanya, merengek putus asa selayaknya anak kecil yang tak dibelikan mainan oleh Ibunya..

Sudah cukup malu rasanya, menjadi orang yang gampang menyerah di mata Alloh.. Sedangkan Alloh tak suka hal itu.. Sudah berulang kali Alloh menyentilku, seolah-olah mengatakan “payah sekali kamu, baru begitu sudah menyerah“, dan tepat sesaat kemudian membukakan pintu solusi bagiku.. Aku malu..

Aku harus belajar dari yang lalu.. Aku harus menjadi dewasa.. Bahwa dewasa itu belajar.. Bahwa dewasa berarti berproses..

Aku hanya minta, semoga Alloh berkenan menyalurkan secuil saja kekuatan-Nya untukku.. Dan tentu saja untuk orang-orang yang terlibat di dalamnya.. Untuk bertahan dalam ujian ini, hingga saatnya nanti jalan keluar akan ditunjukkan oleh Alloh.. Agar kami dapat berproses menjadi lebih dewasa, bersama-sama.. Agar kami berhasil naik ke level selanjutnya..

16.10.12
Fighting my own thought..

Advertisements

Bersahabat dengan Masalah..

Mmmh..

Rupanya, kalau hati kita tenang dan senang, wajah pun terlihat lebih berseri ya.. (prolog)

Apabila kita dapat merasakan, bahwa kita punya Alloh, yang Maha Kuat dan hanya Dialah yang bisa memberikan kita secuil kekuatan yang begitu luar biasa, semua masalah nampak kecil..

Semua pintu yang tertutup akan terbuka, karena hanya Alloh lah sang Pemberi Solusi dan sang Pengabul Doa..

Apabila kita percaya, kita akan dapat memandang suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda.. Bahwa masalah itu mendewasakan.. Bahwa masalah itu membawa hikmah.. Bahwa masalah adalah pelajaran..

Dan apabila kita bersahabat dengan masalah, maka kita akan dapat menghadapinya seperti mendengarkan cerita sahabat kita.. Seceria dan se-bersemangat seperti saat menyelesaikan sebuah teka-teki..

Teruslah berdoa.. Semoga Alloh memberikan kita kekuatan untuk menyelesaikan setiap masalah kita dengan baik.. Amin..

***

So damn amazed, I could handle it calmly, for the first time.. Thank you Alloh.. I Love You.. (27.9.12)

Bertanya Kepada Tuhan..

Kemana kita harus bertanya sebuah pertanyaan yang retoris? Kemana kita harus bertanya sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar bodoh bagi orang lain? Kemana kita harus bertanya ketika tak ada seorang pun di sekitar kita? Kemana kita bertanya ketika sedang mengendarai motor sendirian? -_-

Jawabannya ada dua : pada diri sendiri, atau pada Tuhan.. Mmmh, oke.. sebenarnya ada banyak sih.. Bisa bertanya pada angin yang berembus atau pada pohon palm yang bergoyang (soalnya rumput sedang ditanya sama Bang Ebiet).. Ini adalah kisah nyata! Dan baru saja saya alami tadi pagi dalam perjalanan ke kantor..

Alkisah, berangkatlah saya.. Dengan setengah bengong, setengah mengantuk.. Berhubung hari ini adalah hari Jumat (horeeee asyiiiiik!!! ^_^) jadi bel kantor berbunyi pukul 7 pagi.. Walhasil, di sepanjang perjalanan saya berlomba dengan anak-anak sekolah yang sedang mengejar jam yang sama.. Di suatu titik dalam perjalanan saya, saya melihat seorang anak SD (yang, yah, besarnya seukuran saya lah.. Sedih.. T_T) sedang dibonceng menuju ke sekolah..

Tahu kan, rok SD? Dan si Adik duduk menghadap depan.. Otomatis roknya sedikit banyak tersingkap, dan diisengi oleh tiupan angin pagi.. Saya saja nih, yang cewe, melihat itu “Wow, si Adek ini bikin konsentrasi buyar“.. Well, saya harap itu bukan karena saya kelainan ya.. Jika dilihat dari motif rok seragamnya, sekolah Adik tersebut adalah sekolah swasta non.. Sejurus kemudian, saya jadi bertanya-tanya kepada Tuhan.. Sebagaimana anak kecil yang bertanya polos pada orang tua atau temannya..

Ya Alloh.. Jika kataMu, perempuan non itu bukan muhrim kami, berarti dosa ya kalau aku lihat-lihat Adiknya barusan? Berarti apakah dosa juga jika melihat Britney Spears gitu? Meskipun saat itu mereka berbusana cukup tertutup? Lantas, aurat mereka sebenernya dari mana ke mana? Atau jangan-jangan mereka tidak punya aurat?

Dan kemudian, pertanyaan tersebut sirna ditelan tikungan jalan.. Dan kemudian, perjalanan pun berlanjut dengan sendirinya.. Meskipun mungkin buat saya saat itu merupakan pertanyaan retoris, tapi mungkin akan benar-benar dijawab nantinya oleh Alloh.. Tentu saja, bukan melalui kata-kata layaknya orang-orang bercengkrama.. Alloh punya cara lain dalam menjawab pertanyaan, maupun doa.. Apapun perantaranya..

(21.09.2012)
topik yang terlalu berat nampaknya, bagi usia hari yang baru menginjak pukul 7 pagi :-)

Membuat Kontrak dengan Tuhan..

Alkisah ada sepasang suami istri yang sudah 15 tahun berumah tangga, namun belum juga dikaruniai keturunan.. Sang suami, mungkin karena sudah teramat merindukan seorang anak, dia berupaya dengan segala cara agar bisa mendapatkannya..

Suatu hari, datanglah sang suami menemui seorang ustadz.. Kebetulan ustadz tersebut merupakan salah satu dari ustadz-ustadz yang terkenal di negaranya.. Lalu berceritalah sang suami kepada ustadz tersebut mengenai problema yang sudah bertahun-tahun membebaninya..

Ustadz, saya ingin sekali mempunyai anak.. Saya sudah menemui semua Tuhan yang ada, sudah 4 kali saya berganti agama.. Sampai sekarang tak ada satu pun dari Tuhan tersebut yang bisa memberikan saya anak.. Namun, satu-satunya yang belum saya temui adalah Tuhanmu, Ustadz.. Sementara saya akan mencoba menemui Tuhanmu, saya sudah di ambang putus asa.. Jika saya menyembah Tuhanmu, bisakah engkau menjamin Dia akan memberiku anak?

Dan setelah berpikir dalam-dalam, ustadz tersebut menjawab..

Bisa.. Aku menjamin..

Tak sekedar puas dengan jawaban Ustadz tersebut, sang suami menantang ustadz tersebut..

Kalau begitu, kapankah kau jamin aku akan mendapatkan anak yang ku dambakan? Aku sudah 15 tahun menanti kehadirannya, aku tak mau bila kau memintaku menanti Tuhanmu memberikannya padaku 10 atau 15 tahun lagi..

Kata sang ustadz..

Baiklah.. Mari kita buat 5 tahun, aku menjamin kau akan mendapatkannya.. Dan selama itu, kau harus ikuti semua yang Dia perintahkan dengan ikhlas dan sepenuh hati..

Persetujuan itu pun mencapai kesepakatan.. Sang suami mengucapkan dua kalimat syahadat, dan di bawah bimbingan usadz tersebut sang suami melakukan ibadah-ibadah sesuai ajaran Islam.. Sholat, puasa, zakat, sedekah, semua dia lakukan.. Tak hanya amalan wajib, namun amalan sunah pun tak ketinggalan..

Tahun demi tahun berjalan.. Tahun pertama, nihil.. Sang suami belum berhasil mendapatkan keturunan.. Begitu pun dengan tahun-tahun selanjutnya.. Hingga akhirnya pada tahun ke-5, di ujung penghabisan kontraknya, sang istri pun akhirnya hamil.. Betapa senangnya hati suami istri tersebut.. Dan seketika dia menyedekahkan hartanya dalam jumlah yang sangat banyak kepada sang ustadz, sebagai tanda syukur terhadap Tuhannya yang mau mengabulkan permohonannya..

***

Kisah ini adalah kisah nyata.. Saya dapat di sebuah obrolan malam bersama teman.. Dan wow menurut saya ini adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa.. Betapa kehadiran si anak merupakan sebuah jalan dari Alloh untuk kedua orangnya, karena tanpa keinginan untuk memilikinya bukan tidak mungkin sang suami tak akan pernah mencapai jalan Alloh.. Dan betapa si calon anak tersebut patut bersyukur karena Alloh telah memilihkannya jalan Islam, dimana Alloh tidak ridho menurunkannya ke rahim si istri sebelum kedua calon orangtuanya memeluk iman..

Semoga kita senantiasa ‘dijaga’ oleh Alloh sehingga mampu bertahan di jalannya di tengah-tengah dunia yang kian kelabu ini.. Semoga kisah ini bisa menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua..