DIY : Cara Membuat Pupuk Fotosintesis

Dua bulan yang lalu saya mencoba membuat pupuk kompos sendiri. Dengan bermodalkan kaleng bekas biskuit dan sampah rumah tangga. Tapi untuk dapat dipakai, harus menunggu cukup lama (pembusukannya minimal dua bulan). Tiba-tiba si Om memberikan saya artikel mengenai pupuk fotosintesis ini. Cara membuat pupuk fotosintesis ini sangat sederhana. Alat dan bahan pun dapat kita jumpai sehari-hari.

Cara Membuat Pupuk Sendiri

Cara Membuat Pupuk Sendiri

Ada dua macam pupuk fotosintesis yang saya coba buat. Yang pertama dengan menggunakan micin, air, dan telur dengan penjemuran tiga puluh hari. Yang kedua dengan menggunakan telur, yakult, dan poccari sweat dengan waktu penjemuran tiga hari. Namun baru pupuk yang kedua yang sudah saya coba gunakan (karena cepat, hehe), dan hasilnya lumayan bagus. Saya tulis yang kedua saja, ya.

Cara Membuat Pupuk Sederhana

Cara Membuat Pupuk Sederhana

Alat & Bahan

1. Satu botol Poccari Sweat 500 ml

2. Satu botol Yakult

3. Dua butir telur ayam ras (belum pernah coba kalau pakai telur ayam kampung)

4. Satu botol plastik bekas minimal ukuran 600 ml (tipis & bening, agar lebih bisa menyerap cahaya matahari)

5. Mangkok dan garpu untuk mengocok telur

6. Corong untuk memudahkan memasukkan kocokan telur ke dalam botol

7. Tissue untuk jaga-jaga

Cara :

1. Pecahkan telur ke dalam mangkok, lalu kocok sampai rata.

2. Tambahkan Yakult ke dalam mangkok, lalu kocok lagi sampai rata.

3. Dengan bantuan corong, tuangkan kocokan telur dan Yakult ke dalam botol bekas bening.

4. Tambahkan Poccari Sweat ke dalam botol.

5. Tutup rapat botol bening, taruh di ruang terbuka. Diamkan di bawah paparan sinar matahari selama minimal 3-4 hari agar berfermentasi. Biarkan botol berada di luar ruangan siang dan malam, seperti tanaman.

Cara Membuat Pupuk Fotosintesis

Cara Membuat Pupuk Fotosintesis

Cara Pakai :

• Kocok dulu pupuk sebelum dipakai agar endapan di dasar botol tercampur rata.

• Tiga tutup botol pupuk diencerkan dengan 1 Liter air.

• Siramkan ke akar/tanah seminggu sekali, di pagi hari. Sesuai namanya pupuk fotosintesis, jadi dipakainya pagi hari saat ada sinar matahari.

• Untuk tanaman air, dosis sama seperti di atas. Atau dikira-kira saja hehe.

• Opsional : semprotkan ke daun, setiap pagi. Kalau lagi rajin, saya semprot setiap hari. Kalau lagi malas ya sesempatnya saja, atau cukup disiram seminggu sekali.

Tutorial Cara Membuat Pupuk

Tutorial Cara Membuat Pupuk

Hasil

Pupuk fotosintesis ini memacu pertumbuhan bunga, yang pada akhirnya menghasilkan buah.

Pada tanaman cabai, awalnya cabai saya tidak mau berbunga karena dimakan kutu daun (kuning kecil yang dibawa semut, biasanya sembunyi di balik daun). Daun menjadi kecil dan keriting.

Setelah (kira-kira) tiga minggu saya siram dan semprot dengan pupuk fotosintesis, akhirnya cabai saya berbunga juga. Meskipun dengan kondisi daun yang kecil dan keriting tadi, bunganya cukup banyak. Sebagian bunga tersebut berbuah menjadi cabai sedangkan sebagian yang lain rontok dimakan kutu.

Pada jeruk limau, daun salam, mulai tumbuh daun-daun muda. Padahal sebelumnya pertumbuhan daun sangat lambat. Pada kucai, yang sebelumnya hanya daun saja, sekarang mulai berbunga banyak. Pada daun bawang, jika dulu biasanya saya cemplungkan ke dalam air akhirnya layu dan mati, sekarang dengan ditetesi pupuk tumbuh tunas-tunas daun bawang yang baru.

Catatan, cabai saya tanam di halaman terbuka, sedangkan jeruk, daun salam, daun bawang, kucai saya tanam dalam pot di ruangan semi tertutup (berdinding namun banyak ventilasi udara, atap fiberglass bening sehingga banyak cahaya matahari namun tidak terkena hujan).

Agar lebih jelas, simak langkah pembuatan pupuk di video berikut. Jangan lupa subscribe ya, hehe. Oiya, semprotan saya kapasitasnya 500 ml jadi hanya butuh 1,5 tutup botol pupuk.

Selamat mencoba.

Yuk, baca artikel saya yang lain :

1. Resep Kremes Sederhana

2. Resep Chocolate Cookies