Fifty Shades Of Grey..

image

Semalam saya nonton ini.. Karena film ini tidak biasa, saya ingin menempelkannya di blog saya.. Berhubung sudah banyak yang mengulas sinopsis dan review-nya, saya coba membahas dengan sudut yang berbeda..

Film ini menceritakan percintaan antara Mr. Grey dan Ms. Steel.. Christian Grey adalah seorang eksekutif muda, dalam usia 27 tahun telah memiliki perusahaan multinasional (tidak diceritakan detailnya perusahaan seperti apa).. Selain kaya raya, Grey juga dermawan, dia adalah penyumbang dana utama universitas tempat Ms. Steel kuliah.. Mereka sendiri pertama kali bertemu saat Ms. Steel menggantikan tugas temannya yang sedang sakit untuk mewancarai Mr. Grey sehubungan dengan keperluan kuliah..

Sejak pertama muncul, saya sudah merasa ada yang aneh dengan Mr. Grey ini.. Seperti ada yang disembunyikan.. Tak lama kemudian, setelah adegan Mr. Grey berbelanja (tali tambang, kabel, dan lakban) di toko perkakas tempat Ms. Steel bekerja paruh waktu, saya langsung klik arah film ini kemana..

Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan keduanya saling tertarik.. Namun kemudian Ms. Steel mendapati bahwa ternyata Mr. Grey ini punya penyimpangan dalam bercinta yang dikenal dengan nama BDSM (bondage, discipline, submissive/dominant, masochist).. Ini sebabnya Mr. Grey selama ini selalu misterius, dan suka mengatur (lebih tepatnya memaksa)..

Kita skip cerita utama tentang apa yang terjadi pada kisah percintaan keduanya, saya akan bahas latar belakang kelainan Mr. Grey itu.. Dalam film yang pertama ini, diceritakan sedikit mengenai masa lalu Mr. Grey.. Dia pertama kali berkenalan dengan BDSM melalui teman ibunya, dimana dia menjadi submissive pada usia yang sangat belia (kalau tidak salah 14 tahun).. Hal itu menjadikannya mengenal cinta dalam frame lain, dia tidak mengenal arti saling menyayangi seperti orang normal, baginya sebuah hubungan cinta ya seperti itu.. Jadi, selepas kebersamaannya dengan si teman ibunya, dia tetap melanjutkan jenis hubungan yang seperti itu namun sebagai pihak dominan..

image

Trilogi novel ini..

Saya memang tidak membaca novelnya, bahkan saya sebelumnya tidak tau tentang film ini sama sekali.. Namun setelah cari tau ternyata di sekuel berikutnya akan diceritakan lebih dalam lagi mengenai masa lalu Mr. Grey.. Dia adalah seorang anak yang malang, pada usia balita dia banyak melihat kekerasan yang dilakukan ayahnya terhadap ibunya, bukan hanya itu dia pun mendapat kekerasan fisik dari ibunya.. Pada usia 4 tahun setelah ibunya meninggal, dia masuk panti asuhan sebelum akhirnya diadopsi oleh keluarga Grey..

Info yang saya dapat baru sebatas itu, namun segitu sudah cukup menjelaskan.. Anak yang selama masa kecil banyak menyerap kekerasan, apalagi melihat sendiri di depan mata, juga mendapat perlakuan yang menyakiti, akan tertanam dalam benaknya sehingga membuatnya menjadi tertutup atau lebih ekstrim lagi mengalami penyimpangan kepribadian seperti Christian Grey.. Dan hal itu terbawa hingga dewasa jika tidak ditangani secara benar, namun boro-boro menangani dan memberi bantuan karena mungkin si anak tidak mengungkapkan (karena mungkin tidak paham ada yang salah dengan dirinya), semua diserap sendiri, dibikin kesimpulan sendiri, dan ditanamkan.. Perlu orang ahli atau orang sekitar yang peka untuk mengetahui ada yang salah dengan kepribadian si anak, dan bagaimana menanganinya.. Memang, penyimpangan kepribadian bisa terjadi juga tanpa sebab yang jelas, seperti bawaan dari kecil.. Misalnya kecenderungan anak laki-laki yang doyan main boneka.. Ini pun tugas orang tua untuk segera meluruskan perilakunya sehingga tidak terbawa sampai dewasa dan menjadi bagian dari kepribadiannya..

 

Selain karena masa kecil yang terpapar hal tidak baik, ternyata sesuatu seperti BDSM ini menular! Dalam film memang Christian Grey mengalami keduanya (KDRT dan BDSM) dimana BDSM ditularkan (atau diajarkan?) oleh teman ibunya sendiri.. Dan selain menular, ternyata hal seperti ini juga merembet!

Manusia memang secara alami mempunyai sifat penasaran dan ingin lebih.. Hanya saja bedanya, manusia diberikan akal untuk membedakan mana yang baik dan yang tidak sehingga diharapkan (seharusnya) mampu mengendalikan nafsunya untuk sesuatu yang tidak baik.. Dengan kemudahan mendapat informasi melalui internet, siapa saja rentan terpapar informasi yang tidak baik, seperti narkoba dan seks yang salah..

Penasaran sih wajar, cari tau boleh untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tapi cukupkan sampai situ.. Seharusnya tidak usah dilanjutkan dengan mencoba karena kita tau itu tidak baik.. Namun yang namanya nafsu, memang susah dikendalikan.. Nafsu tidak pernah bisa dipuaskan, selalu ingin lebih.. Dari sekedar membaca hal-hal berbau seks, berlanjut ke gambar, berlanjut ke nonton, berlanjut ke praktek.. Setelah itu, seperti yang saya baca, otak memerlukan dosis serotonin yang lebih lagi untuk bisa merasa puas (sama seperti narkoba), tidak senang hanya dengan seks biasa namun mulai ke hal-hal yang lebih, seperti misalnya BDSM.. Inilah mengapa puasa mendapat imbalan yang sangaaaat besar di sisi Alloh, saking susahnya mengedalikan nafsu bagi kita manusia..

image

Oleh karena efek yang luar biasa itu, saya tidak heran jika film ini dilarang tayang di Indonesia.. Ya iyalah, ga kebayang bagaimana rasanya nonton film seperti itu bareng-bareng di bioskop! Bayangkan jika ada salah satu penonton yang memang sudah dari kecil punya penyimpangan kepribadian, lalu film tersebut menjadi trigger baginya.. Hiiii~

Anak-anak rentan terhadap hal seperti ini, karena mereka bagai kertas polos yang belum tau mau digambari apa, jika gambarnya buruk maka akan terpatri dalam dirinya sampai dewasa.. Tugas kita sebagai orang dewasa untuk menjaga mereka, entah anak, keponakan, adik, atau tetangga.. Sebagai penutup, pesan simbah :

Wahai orang-orang dewasa, dewasalah! Hal yang tidak baik cukup diambil pelajaran dari orang lain yang sudah terlanjur, jangan dicoba lagi..

[Nov Sabatini]

 

Yuk, baca review saya tentang film yang lain :

1. Flowers in the Attic

2. Expecting Amish

3. Most Impressing Episode Of Running Man

4. Eternal Sunshine On A Spotless Mind

5. Dating : What’s It Like To Be in Love

6. Curious Case Of Benjamin Button

7. The Great Gatsby

8. Keith

9. Hachiko

10. A Walk To Remember vs. A Moment To Remember

11 Kolchak : Night Stalker

Advertisements