Tokoh Karakter Antagonis & Rekan Kerja

Di tengah malam ini saya merenung dan berpikir.. Minggu ke sembilan genap sudah saya jalani dengan baik.. Alhamdulillah..
Entah berapa efiaiensi yang berhasil saya sumbangkan pada unit saya (tergantung mood dan operator sih) hehe maaf ya Pak Boss.. ^^v Saya akui saya memang masih belajar, dan masih sangat perlu belajar lebih banyak lagi.. Soalnya saya sering bingung ketika situasi genting (target tak tercapai, red.) dan malah melakukan hal bodoh, seperti : berbelok ke line yang salah, bertanya dua kali ke orang yang sama, dll..

Terlepas dari masalah teknis pekerjaan, ada yang membuat saya tergerak menulis di sini, yaitu tentang rekan kerja..

Dia itu menurut saya seperti sebuah karakter yang seringkali saya saksikan muncul di televisi.. Sayangnya, karakter ini termasuk sedikit antagonis..

Penggambaran karakter yang sering muncul di televisi adalah sesosok wanita, berbadan gendut, berbibir tebal dan berlipstik merah menyala, bermata tajam dengan lirikan yang rasanya mengiris hati(?).. Bila setting film adalah tahun 40-an, maka karakter ini sering digambarkan memakai perhiasan yang berlebih, lengkap dengan kipas di tangan, dan terkadang didampingi dengan seekor anjing yang setia.. (hihihi terbayangkah?)

Sedangkan sifat dari karakter tersebut antara lain bicara tajam, keras, terkadang dengan pemilihan kata yang menusuk atau menyindir, berjalan dengan cepat dan kepala sedikit mendongak serta irama sepatu yang tegas dan keras, suka membicarakan atau lebih tepatnya menyindir orang dengan orang lain tepat di hadapan orang yang disindir (kalau menurut saya sih ini malah positif, meskipun sebenarnya caranya memang salah sih, tapi at least dia tidak menusuk dari belakang), tertawa yang keras dengan irama yang khas, terkadang suka melakukan kebodohan yang menjurus ke lucu..

Dulu saya selalu berpikir bahwa rumah produksi berlebihan dalam membangun sosok antagonis..

Masa iya sih, ada orang sejahat itu?

Saya mengira itu hanya rekaan belaka, untuk memperkuat cerita film..

Tapi belakangan setelah saya ditempatkan di line yang sekarang ini, saya menemui seorang rekan kerja yang mengingatkan saya pada karakter tersebut..

Karakter tersebut persis sekali dengan rekan kerja saya! Kecuali bagian berjalan dengan cepat dan anjing yang setia lho, berhubung hewan peliharaan dilarang masuk kantor.. Hihihi..

Saya jadi amazed..

Wow, ternyata orang yang seperti itu memang sungguh ada ya!

Terlepas dari entah karakter seperti itu dibangun dari tokoh riil seperti rekan kerja saya atau rekan kerja saya yang sengaja membangun karakter dirinya berdasarkan penggambaran tokoh antagonis seperti karakter yang saya sebutkan di atas..

Advertisements

Curious Case Of Benjamin Button

Judul film yang panjang ini memang sepanjang durasinya yang hampir 2,5 jam.. Dalam bahasa Indonesia berarti “kasus aneh benjamin button”.. Kenapa aneh? Karena film fiksi ini menceritakan seseorang yang mengalami siklus hidup yang tidak biasa, yaitu terlahir tua kemudian sepanjang hidupnya mengalami proses peremajaan..

benjamin saat baru lahir

Film Amerika Setikat ini dirilis tahun 2008, tepatnya pada tanggal 25 Desember, dan disutradarai oleh David Fincher.. Tokoh utamanya, si Benjamin Button, diperankan oleh aktor kenamaan Brad Pitt, sedangkan lawan mainnya yaitu Daisy diperankan oleh Cate Blanchett..

Menurut saya film ini worth watching, banyak nilai-nilai positif yang bisa diambil di dalamnya.. Film ini dibuat mengalir dengan pelan, namun karena ceritanya yang menarik dan dialognya yang cantik, membuat pemirsanya tidak bosan menonton film ini hingga akhir.. Selain itu, cara pengambilan gambarnya juga sangat bagus dan klasik (sesuai dengan latarnya yaitu seusai perang dunia pertama)..

benjamin button saat berusia 7 tahun

Banyak kalimat bagus yang sarat makna dalam film ini.. Beberapa di antaranya akan saya sajikan sebagai berikut :

So perhaps the boy that we lost in a war might stand and come home again. Home to farm, work, have children. To live long, full lives. Perhaps my own son might come again.

You are as ugly as an old pot. But you’re still a child of God.

Everybody feels different about themselves one way or another.But we are going the same way. Just taking a different road to get there.

Selain itu, ada kata-kata khas dari tokoh Queenie, yaitu:

You never know what’s coming for you.

Serta, yang paling saya sukai adalah kata-kata favorit Captain Mike berikut ini:

You could be mad as a maddog at the way things went. You could swear, and curse the fates. But when it comes to the end, you have to let go.

Maknanya sangat dalam.. Semua dialog yang ada dalam film ini mempunyai makna yang mengena.. Benar-benar sebuah great job oleh sang penulis skenario Eric Roth, serta penulis ceritanya Robin Swicord (dan F.Scott Fitzgerald)..

(see http://id.wikipedia.org/wiki/The_Curious_Case_of_Benjamin_Button_(film))

Secara keseluruhan, film ini benar-benar memberikan pelajaran mengenai kehidupan.. Betapa hidup itu sangatlah indah jika dipandang dari banyak sisi, sekaligus dalam film ini mengisahkan betapa dekatnya kita semua pada kematian..

Berapa kali pun saya melihatnya, film ini selalu berhasil meninggalkan kesan.. Ini adalah sebuah film yang tidak boleh dilewatkan..

Penasaran?? Silakan download dan nikmati film-nya.. Very very worth watching..

A Walk to Remember vs. A Moment to Remember

Jadi begini, awalnya saya merasa tugas-tugas saya menumpuk (akhirnyaaa.. ^^v) yang resume jurnal inilah, itulah, dsb.. Jadilah saya buka laptop, berniat mencicil tugas..

Tapi apa daya.. Niat tinggal niat (lagi-lagi, berakhir seperti ini, hmmm.. -_-) saya pun teringat siang tadi saya mencopy 4 film dari teman kuliah saya.. Saya pun tancapkan flashdisk itu ke laptop saya.. Jederrrr!! (hihihi suaranya aneh..)

Sambil buka pesbuk.. Saya menceritakan kebimbangan(??) saya ini, apakah saya harus mengerjakan tugas atau nonton pilem saja?? Dasar!! Teman saya pun menjawab : nonton pilem aja!!!!!!

Seperti disemangati, saya pun dengan mantap memilih-milih pilem yang mana yang akan saya tonton.. Hehehehe.. ^^v

A Walk to Remember

Pertama, saya menonton A Walk to Remember.. Sebuah film barat yang dirilis pada tahun 2002.. Diperankan oleh Mandy Moore dan Shane West.. Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Nicholas Sparks dan disutradarai oleh Adam Shankman..

Ceritanya tentang seorang pemuda bengal yang mencintai seorang anak pendeta yang menderita leukemia.. Hmmm.. Menonton film ini, sendirian, malam hari pula.. Sendu banget suasananya.. Dan, yup! Saya menangis dengan suksesnya.. Yeah, namanya juga cewe.. Hehehe.. ^^v

Setelah itu, saya ketagihan nonton film drama.. Berikutnya, yang sudah menunggu di list saya malam itu adalah : A Moment to Remember.. (heh, judulnya kog mirip yak? -_-)

A Moment to Remember

Sebuah film Korea yang dibintangi oleh Jung woo-sung dan Son Ye Jin.. Film ini dirilis pada tahun 2004 dan disutradarai oleh Lee Jae-han.. Film ini diadaptasi dari sebuah drama televisi Jepang dengan judul Pure Soul.. Ceritanya tentang seorang gadis penderita Alzheimer dan ingatannya hilang satu per satu..

Huaaaaaa… Kalau korea mah emang paling pinter menguras air mata!! Kalau aja saat saya nonton itu belum jam 1 dini hari, pasti saya udah nangis sampai jerit-jerit dan gulung-gulung.. Wakakakaka, lebay.. Tapi bener kog, saat itu hanya bisa menutup muka dengan bantal, takut ngebangunin tetangga soalnya..  Heheheh..

Jadi, kesimpulannya adalah : sya merekomendasikan kedua film ini untuk ditonton apabila Anda sedang ingin berharu-biru ria atau kalo Anda memang suka dengan film bergenre drama.. Worth watching deh pokoknya.. Film yang menguras air mata.. Kesabaran yang tanpa batas..

*betewe, kontras banget dengan postingan saya yang tepat di bawah.. Saya jadi malu karena sering mengeluh, hee.. Padahal kalau dibandingkan dengan film itu, KP saya gak ada apa-apanya.. Xixixixixi.. Gapapa deh, semoga saya bisa lebih sabar dan lebih sabar lagi.. Amiiiiiiiiiin.. :D

(ending postingannya gak jelas)