Destiny..

Pagi ini, saya terbangun lebih awal dari pagi-pagi biasanya.. Dan tetap terjaga seusai Subuh (ketauan deh biasanya tidur lagi, hihi).. Tiba-tiba saya merasa bingung, apa yang akan saya lakukan sekarang? Rumah masih sepi dan gelap.. Niat bermain piano sedini ini nampaknya salah jadwal..

Saya pun kembali ke kasur saya.. Dari mencoba tidur lagi, sampai kegiatan mengingat-ingat agenda penting pun saya lakukan..

Tiba-tiba saja sejurus kemudian saya menemukan diri saya tengah menjelajah jejaring sosial.. Melihat profil salah satu rekan SMA yang kini telah bekerja di Jepang..

Ah, saya merasa iri..

Kemudian, saya pun mencoba flash back ke masa-masa dulu.. Dia yang bahkan teman satu SMP saya juga..

where to go?

where to go?

Kami diasuh dan dibesarkan oleh almamater yang sama.. Kami pernah bertatap muka dengan guru-guru yang sama, yang saya yakin bahwa ilmu apa yang pernah dia dengar, saya pun pernah mendengarnya juga..

Kami yang (bahkan tanpa pernah kami sadari sebelumnya) ternyata pernah tumbuh bersama-sama, mengalami masa remaja dalam radius yang tak lebih dari satu kilometer setiap tujuh jam dalam sehari dan enam hari dalam seminggu..

Dia yang harus dua kali melalui tes ujian masuk perguruan tinggi, dan saya yang (alhamdulillah) dengan sekali tes diterima di dua universitas negeri sekaligus..

Namun, ketika kami kembali ke detik ini, apa yang dia capai dan apa yang saya capai sungguh berbeda.. Dia  telah mencari nafkah di negeri orang, sedangkan saya masih di kampung halaman, tempat yang sama dimana kami dulu pernah merasakan masa-masa sekolah..

Sungguh.. Apa yang ada di masa depan sana, hanya Alloh yang tau..

Dan detik ini juga.. Saya berimanjinasi..

What would it be if we switched our position off?

Memang, tak akan terbayang oleh saya bagaimana akan hidup di negara orang.. Yang pasti di sana akan lebih dingin.. Dan di sana semua akan terasa asing.. Serta tak akan bisa saya memeluk Ibu saya sepulang kerja..

Mungkin.. Dia yang di Jepang pun sedang merindukan hal yang sama, seperti yang saya takutkan tak bisa saya lakukan di atas.. Bertemu dengan keluarganya.. Meniduri kasurnya.. Namun yang pasti, akan ada kebanggaan dan hal-hal menggembirakan lain sebagai gantinya.. Alloh Maha Adil.. :)

Dan pada akhirnya.. Hidup itu pilihan.. Dia yang memilih kebanggaan menakhlukkan negeri orang.. Dan saya yang memilih untuk menemani Bapak-Ibu saya menyapa masa-masa tuanya..

Insya Alloh, baik dia maupun saya bahagia dengan jalan kami masing-masing.. Karena apa yang telah dipilihkan Alloh pasti yang terbaik, bukan hanya untuk kita tapi juga untuk orang-orang di sekeliling kita..

07.12.12 (05.42 am)
Semangat pagi!

Advertisements

Masa Remaja..

Pagi ini, saya berangkat ke kanto terlalu awal.. Padahal saya merasa rutinitas saya pagi ini biasa saja, sama seperti pagi-pagi yang lain.. Saya bahkan sempat mendengarkan musik selepas Subuh, kemudian bermain piano sebelum mandi..

Karena sudah tidak ada yang dirasa perlu untuk dikerjakan, maka berangkatlah saya dari rumah tepat saat jam di kamar saya (yang notabene lebih awal 15 menit) menunjukkan pukul 7.05 WIB.. Dan karena merasa hari ini terlalu dini, maka saya jalan (mmmh, sebenarnya sih naik motor.. Hehe) perlahan-lahan menuju ke kantor..

Di suatu titik di perjalanan saya, seorang remaja laki-laki berseragam putih abu-abu mendahului motor saya.. Dalam hati saya berkata “Wah, Mas-nya ini mepet banget tadi, hampir aja“..

Kemudian saya tiba-tiba berpikir lebih jauh.. Mas? Saya memanggilnya.. Terdengar ada yang mengganjal.. Karena ternyata dia sedang tergesa-gesa mengejar jam 7 untuk mencapai sekolahnya, sedangkan saya berjalan santai karena saya tahu tak akan saya melewatkan bel kantor pada jam 7.30 pagi ini..

Sudah setua inikah saya? :-(

Hati saya sedih.. Ingin rasanya tetap memanggil orang tadi dengan sebutan “Mas” meskipun pada kenyataannya saya tau bahwa tak mungkin saya lebih muda daripada dia..

Entah kenapa, di banyak kesempatan saya masih merasa seumuran dengan para remaja yang mengenakan seragam putih abu-abu.. Atau pun tidak, jika berpapasan dengan para mahasiswa saya akan masih berpikir bahwa tujuan kita sama “wah, mau ngampus juga tuh kayaknya Mbaknya“..

Bahkan saat salah seorang kenalan saya mengatakan bahwa saat itu dia sedang berulang tahun yang ke-18, saya dengan girangnya menimpali “Wah, kita sebaya donk??” dan sesaat kemudian hening sambil menghitung dalam hati, karena saya telah lulus kuliah sedangkan dia baru saja lulus SMA.. Hehe..

Miss this moment..

Masa-masa SMA.. Masa-masa remaja.. Bila sungguh-sungguh mengingatnya, saya akan menemukan begitu banyak kenangan indah yang terjadi bersama teman-teman yang alhamdulillah sampai saat ini masih sering bertemu meskipun terpisahkan jarak antar-kota..

Masa-masa kami kini, masa-masa yang lebih tenang dan dewasa.. Kami bergurau dan bersenang-senang dengan cara yang berbeda.. Masa-masa indah saat remaja itu boleh dibilang telah berakhir.. Namun, segera akan digantikan oleh masa-masa yang jauh lebih indah.. :)
***

Perjalanan ke kantor, 12-11-2012..

Puteri yang Tertukar?

Hmmm..

Ada yang istimewa dengan kami berdua.. Setidaknya begitu menurut orang-orang di sekeliling (hampir semua orang di kantor) kami, mengingat kami berdua tak menyadarinya dan bahkan kerap kali menyangkalnya..

Saya dan Mbak Siti.. Mbak Siti adalah teman sekantor saya, atau lebih tepatnya atasan saya, berhubung jobdesk saya adalah mensupport pekerjaannya Mbak Siti.. Hihihi..

Sejak hari pertama interview di perusahaan ini, saya sudah bertemu dengan beliau.. Biasa saja menurut saya.. Tinggi, langsing, putih, berkerudung.. Itu saja..

Dan by destiny kita berdua dikumpulkan dalam wadah yang sama, yaitu perusahaan ini, atau lebih tepatnya departemen ini, atau lebih tepat lagi jabatan ini..

Hari pertama saya masuk kerja dan diperkenalkan muter-muter keliling perusahaan oleh Mbak Siti, saya (atau mungkin kami berdua) selalu mendapat pertanyaan:

Kalian saudaraan? Kamu adiknya Mbak Siti ya? Kalau bukan, lalu kamu apanya Mbak Siti?

Saya waktu itu biasa saja.. Mungkin masih ada beberapa orang yang mendapatkan pekerjaan lewat saudara atau relasi, mungkin mereka mengira saya adalah salah satunya.. Demikian pikir saya..

Tapi lama-kelamaan.. Ternyata semua orang sekantor menyangka bahwa kami punya hubungan darah karena mereka bilang bahwa kami ini mirip.. Bahkan ketika kami berada di salah satu departemen dimana ada salah seorang dari Bapak-Bapak yang sedang menelepon, beliau bilang:

Sebentar.. Sebentar.. Hang on.. Saya sedang melihat dua orang kembar di sini..

Kami hanya saling berpandangan sambil berkata dalam hati “ha? kembar apanya sih??“.. Oke, setidaknya saya yang berkata demikian berhubung saya tidak bisa membaca pikiran Mbak Siti..

Semakin lama berada dalam situasi yang sama dengan Beliau, saya menemukan bahwa faktanya kami berdua memiliki beberapa kesamaan yang beberapa di antaranya ajaib, yaitu:

1. Sama almamaternya (SMA dan Kuliah)
2. Pasangan kami sama-sama kerja di Bank, dan (ajaibnya) Bank yang sama dengan jabatan yang sama
3. Kurus, tinggi, langsing (namun Mbak Siti masih lebih tinggi daripada saya)
4. Tanda tangan kami sama ruwet-nya
5. Foto di ID Card sama-sama memakai kerudung abu-abu

Dari segi wajah, saya kurang bisa menganalisa, begitu pun Beliau.. Namun, orang-orang sekantor telah memberikan pendapat yang cenderung seragam.. (meskipun kata Beliau “ah, manis aku deh kayaknya“.. ya, ya.. begitu juga boleh.. hihihi)..

Temukan 5 Presamaan!!!

Setelah saya menyelinap, saya copy foto Beliau sebagai referensi.. Hmmm.. Hasilnya adalah foto yang di atas itu.. Miripkah?? Mohon beritahu kami.. :)

Cc : Mbak Siti

Tokoh Karakter Antagonis & Rekan Kerja

Di tengah malam ini saya merenung dan berpikir.. Minggu ke sembilan genap sudah saya jalani dengan baik.. Alhamdulillah..
Entah berapa efiaiensi yang berhasil saya sumbangkan pada unit saya (tergantung mood dan operator sih) hehe maaf ya Pak Boss.. ^^v Saya akui saya memang masih belajar, dan masih sangat perlu belajar lebih banyak lagi.. Soalnya saya sering bingung ketika situasi genting (target tak tercapai, red.) dan malah melakukan hal bodoh, seperti : berbelok ke line yang salah, bertanya dua kali ke orang yang sama, dll..

Terlepas dari masalah teknis pekerjaan, ada yang membuat saya tergerak menulis di sini, yaitu tentang rekan kerja..

Dia itu menurut saya seperti sebuah karakter yang seringkali saya saksikan muncul di televisi.. Sayangnya, karakter ini termasuk sedikit antagonis..

Penggambaran karakter yang sering muncul di televisi adalah sesosok wanita, berbadan gendut, berbibir tebal dan berlipstik merah menyala, bermata tajam dengan lirikan yang rasanya mengiris hati(?).. Bila setting film adalah tahun 40-an, maka karakter ini sering digambarkan memakai perhiasan yang berlebih, lengkap dengan kipas di tangan, dan terkadang didampingi dengan seekor anjing yang setia.. (hihihi terbayangkah?)

Sedangkan sifat dari karakter tersebut antara lain bicara tajam, keras, terkadang dengan pemilihan kata yang menusuk atau menyindir, berjalan dengan cepat dan kepala sedikit mendongak serta irama sepatu yang tegas dan keras, suka membicarakan atau lebih tepatnya menyindir orang dengan orang lain tepat di hadapan orang yang disindir (kalau menurut saya sih ini malah positif, meskipun sebenarnya caranya memang salah sih, tapi at least dia tidak menusuk dari belakang), tertawa yang keras dengan irama yang khas, terkadang suka melakukan kebodohan yang menjurus ke lucu..

Dulu saya selalu berpikir bahwa rumah produksi berlebihan dalam membangun sosok antagonis..

Masa iya sih, ada orang sejahat itu?

Saya mengira itu hanya rekaan belaka, untuk memperkuat cerita film..

Tapi belakangan setelah saya ditempatkan di line yang sekarang ini, saya menemui seorang rekan kerja yang mengingatkan saya pada karakter tersebut..

Karakter tersebut persis sekali dengan rekan kerja saya! Kecuali bagian berjalan dengan cepat dan anjing yang setia lho, berhubung hewan peliharaan dilarang masuk kantor.. Hihihi..

Saya jadi amazed..

Wow, ternyata orang yang seperti itu memang sungguh ada ya!

Terlepas dari entah karakter seperti itu dibangun dari tokoh riil seperti rekan kerja saya atau rekan kerja saya yang sengaja membangun karakter dirinya berdasarkan penggambaran tokoh antagonis seperti karakter yang saya sebutkan di atas..

Status Baru Saya : Jobseeker B-)

Wahhhh udah lama gak nulis di sini ya??? Kangen aku… ^_^ hihihihi.. Oktober terlewati tanpa new post di sini, hmmm sayang sekali.. Tapi apa boleh buat..

Jadi begini, teman-teman sekalian.. Sekarang status saya adalah jobseeker sukses (hihihi aneh banget ya), sebagai jobseeker sukses sebulan kemarin saya mendapat beberapa panggilan tes.. Alhamdulillah ya.. Walhasil saya kerap kali bepergian keluar kota : Jogja (mostly), kemarin sempet ke Salatiga juga (menghadiri jobfair UKSW).. Blog dan segala urusan dunia maya pun akhirnya terlantar..

jobseeker yang (nantinya, insya Alloh) sukses.. hehehe,, amin.. ^^

Kemarin saya sempat iseng googling nama saya sendiri, ternyata hasilnya banyak yang berupa panggilan tes kerja.. Sudah touring kesana kemari juga, ironisnya belum ada yg nyantol.. Xixixixixi.. Tapi yaaa bagi saya tetep banyak-banyak alhamdulillah.. Namanya juga usaha, daripada cuman nunggu durian jatuh di rumah, ya kan? (mana gak punya pohon durian pula, nah lho, duriannya siapa yang mau diharapkan jatuh nih? :-P)

Suatu hari selepas saya menjalani interview di kampus sendiri, saya bertemu dengan dosen saya (pembimbing skripsi, red.).. Dari pertemuan tersebut saya mendapat wejangan yang “menyadarkan” dan insya Alloh membangun sesuatu yang positif jika direnungi dalam-dalam..

Jadi ceritanya saya ditanya “sudah daftar dimana saja Phex?” (ya, ya, dosen-dosen memang memanggil saya ‘Phex’ seperti saya sudah teman sendiri.. Hihihi.. Tapi hal itu mengakrabkan dan saya suka itu..)

Saya jawab “sudah daftar di sini Pak.. Tapi gagal di tahap ini.. Terus di sini juga, tapi gagal di tahap ini, dst (menyebutkan beberapa nama perusahaan).. Kog saya gagal terus ini gimana ya Pak? (dengan nada setengah frustasi)”

Kemudian beliau memberi wejangan:

Jangan kuatir Phex.. Alloh itu sudah menjanjikan pada umatnya “segala yang melata di bumi ini sudah Aku tetapkan rezekinya masing-masing (maaf kalau kata-katanya salah, intinya ayat yang seperti itu lah.. Maklum, awam agama)” jadi jangan takut gak kebagian rezeki.. Kalau sudah rezekimu nanti pasti dapat kog.. Seperti mancing itu lho Phex, yang penting kita udah lempar kailnya, ikan mana yang nyantol itu kita tinggal tunggu aja.. Yang penting terus berusaha ya Phex, jangan putus asa..

Setelah itu langsung “cling!“seperti mendapat spirit baru (meskipun selama ini usaha saya juga tak putus, tapi mungkin rasa cemas terkadang muncul).. Hmmm, pertemuan singkat (antara gedung 3 ke gedung 1) tapi membawa perubahan besar.. Alhamdulillah hati ini masih dibukakan oleh Alloh terhadap pencerahan-pencerahan yang datang..

Jadi kawan-kawanku semua (terutama yang saat ini berstatus sebagai jobseeker juga, hihihi), jangan putus asa ya! Cemas itu wajar, sebagai manusia.. Tapi kadang kita perlu diingatkan, kalau rezeki Alloh itu ada dimana-mana, jika ia berjodoh dengan kita pasti kita dapat kog.. :)

Nb.
Satu lagi “pencerahan” dari teman saya (yang di lain waktu saya ajak sharing mengenai hal yang sama), banyak-banyaklah bersedekah.. Bersedekah akan membukakan pintu-pintu kemudahan dari Alloh.. Tapi tentu saja jangan lantas bersedekah dengan niat “agar diterima bekerja di perusahaan ini ini ini” lho yaa… :D
Semoga sedikit tulisan dari saya dapat berguna bagi banyak orang.. Amiiin..

Nb lagi.
Suatu saat beberapa teman berkunjung ke rumah.. Kita ngobrol banyaaak tentang hal ini (padahal mereka belum lulus, hehe.. semoga mereka lekas menyusul kami yang telah lulus, amiiin).. Ada nasihat bagus yang saya suka dari percakapan tersebut, yaitu seperti ini:
Cari rejeki (pekerjaan, red) itu seperti orang cari minyak (dari dalam perut bumi).. Ada yang beruntung, sekali gali langsung mengucur(?) minyaknya, ada yang harus 5 kali gali, ada yang harus 10 kali.. Kalau minyak yang kamu gali belum keluar, terus gali lebih dalam lagi.. Jangan menyerah pada galian(?) kesepuluh, karena mungkin saja pada galian kesebelas minyaknya akan keluar..
*maaf kalau deskripsinya agak aneh, ya kira-kira begitu lah bunyinya.. ^_^