Pengalaman Pertama : Jalan-jalan ke Pasar Baru..

Setelah lima hari berturut-turut bekerja, akhir pekan datang lagi, horeee..! Hampir setiap akhir pekan kami jalan-jalan, kata suami “kasian kamu, di rumah terus ga pernah jalan-jalan” hihihi.. Meskipun hanya sekedar belanja di supermarket langganan, saya sudah senang bisa keluar (tapi ujung-ujungnya kena macet sih -_-)..

Terkadang kami ke mall.. Jakarta memang mall seabrek-abrek, tapi hanya sebagian saja yang sejauh ini pernah saya kunjungi, di antaranya Mall Ambassador, ITC Kuningan, Mall Cilandak, Pejaten Village, Mall Semanggi, Cilandak Town Square, Sarinah, dan Mall di perempatan lampu merah dekat Citos itu (lupa namanya apa soalnya baru sekali ke sana malam-malam pula)..

Hari Minggu kemarin, sebelum Dzuhur kami berangkat dari kontrakan.. Pokoknya jalan-jalan, tapi belum ada tujuan.. Sampai perempatan Pertanian, kami berhenti dan setelah berdiskusi kilat akhirnya diputuskan ke Pasar Baru..

Pertama kali tau Pasar Baru dari acara TV tentang belanja murah.. Beberapa kali lewat sana sewaktu dari Pasar Senen atau memang kebetulan salah jalan.. Saya kira mirip Pasar Senen atau Pasar Minggu, tapi setelah berada di sana, suasananya jauh lebih enak.. Mirip jalan-jalan di kampung Pecinan..

Hanya sempat ambil 1 foto ini saja, dibilangin makanan pinggir jalan mengalihkan dunia saya..

Di pintu gerbang, ada sebuah gapura yang menyambut masuk pejalan kaki.. Di atas jalan terdapat peneduh sehingga cukup nyaman untuk berjalan santai, tidak risih kepanasan.. Kiri-kanan terdapat pertokoan yang hampir semua menjual kain meteran dan sepatu, satu-dua terdapat toko emas dan alat musik.. Namun waktu itu saya sama sekali tidak tertarik dengan aneka busana, karena perhatian saya tersita kepada makanan!

Yak! Di depan toko-toko tersebut berjajar aneka penjual makanan.. Bukan dalam bentuk warung, melainkan dengan gerobak dan sepeda.. Makanannya kebanyakan tradisional, ada bakwan kawi Malang, otak-otak, es podeng, siomay dan batagor, tahu gejrot, pisang coklat, es potong, es degan, roti unyil, combro, kue rangi, kue ponco, dan aneka jajanan lainnya yang bisa mengalihkan dunia..

Sebenarnya selama di Jakarta, saya cukup waspada dengan tidak jajan sembarangan di pinggir jalan atau gerobak lewat.. Hanya jajan di warung permanen, karena lebih pasti.. Tapi kemarin itu sungguh subhanalloh saya akhirnya jajan tahu gejrot karena menurut suami tidak apa-apa toh jalannya tidak terlalu banyak kendaraan lewat situ jadi insya Alloh tidak terlalu kena debu..

Sepanjang jalan memang dipaving, bukan diaspal.. Sepertinya memang sengaja ditujukan untuk jalan kaki berhubung para penjual makanan juga sudah memakan jalan seakan-akan memang ditempatkan di situ.. Tapi satu-dua ada motor bahkan mobil yang lewat.. Saya agak menyayangkan hal ini, karena keasyikan jalan kaki menikmati suasana mendadak jadi harus waspada akan serobotan mobil dan motor.. Saya dan suami parkir motor di luar kompleks jalan itu, lebih tepatnya di pinggir sungai di dekat gedung yang menyiarkan proklamasi (ga tau gedung apaan namanya).. Tarif parkir motor Rp 3.000,- flat..

Saya akhirnya jajan tahu gejrot Rp 8.000,- seporsi, dilanjutkan es potong kacang ijo Rp 3.000,- sepotong, kemudian es podeng Rp 7.000,- segelas, pulang bawa roti unyil Rp 20.000,- per box dan tahu gejrot lagi karena enak banget.. Sempat liat penjual meracik sambalnya, isinya bawang merah dan putih, garam, cabai, ditambah gula jawa dan belimbing wuluh, lalu terakhir diberi air asam.. Rasanya jadi asin, gurih, pedas, manis, dan asam sekaligus.. Sebenarnya kepengen jajan siomay dan batagor juga, kemudian liat pisang coklat juga ngiler, tapi apa daya belum kesampaian.. Selain makanan, banyak penjual celana legging, uang kuno, dompet, tas, bahkan poster..

Bila memang tidak tega makan di pinggir jalan, ada juga warung ayam kremes, ayam bakar, AW, dan KFC.. Tapi menurut saya, kapan lagi dimanjakan dengan surga makanan kaki lima seperti itu, kalau mau makan fastfood mahdi mall saja.. Di ujung jalan ada pintu masuk ke gedung pertokoan di kanan dan kiri, saya dan suami numpang sholat di mushola lantai 4.. Tempatnya enak banget, angin sepoi-sepoi karena bangunan semi terbuka, tempat sholatnya juga luas dan terang tidak seperti di mall kebanyakan yang menempatkan mushola di lantai bawah tanah.. Terdapat pula foodcourt di lantai 3, ada soto, es juice, dan lain-lain pokoknya menengah ke bawah..

Nah, jalan-jalan tidak selalu harus mengeluarkan uang banyak.. Bila ke mall juga saya sangat jarang membeli barang bila memang tidak direncanakan dari rumah, mungkin malah beli makanan karena lapar mata turun ke perut.. Tapi kalau di mall, mau beli makanan juga mikir lagi karena harga sekali makan bisa untuk belanja ke tukang sayur selama seminggu.. *emak-emak*

Saya lebih suka jalan-jalan ke Jakarta Fair atau ke Pasar Baru seperti ini, puas window shopping dan puas makan, dengan uang Rp 50.000,- sudah bisa beli banyak jenis makanan.. Mana lagi ya tempat-tempat seperti itu di Jakarta untuk destinasi liburan berikutnya?


Yuk baca juga artikel saya yang lain mengenai review tempat-tempat di Jakarta :

1. Belanja buku bekas murah Pasar Senen

2. Review belanja di Glodok-Tanah Abang-Mangga Dua

3. Tempat-tempat belanja di Jakarta

4. Tips jalan-jalan ke Jakarta Fair

5. Belanja Kain di Cipadu, Cipadu Trade Center

Advertisements

Sangiran : Museum Manusia Purba..

Liburan akhir pekan yang lalu (25 Mei 2013) secara tiba-tiba dan tidak direncana saya mengunjungi obyek wisata Museum Manusia Purba ini..

2013-05-25 15.20.00

Tampilan Jalan Berangkat..

Ya, memang sangat mendadak.. Berawal dari acara main di kampus, kemudian saya ingin minum es degan (air kelapa, red).. Berangkatlah kami mencari es degan.. Sebenarnya di sebelah timur kampus sangat banyak penjual es degan.. Namun inilah serunya, kami malah berbelok ke barat.. Saya sendiri waktu itu sebenernya agak bingung, mau dibawa kemana hahaha.. Di suatu lampu merah di daerah Mojosongo, kami berbelok ke kiri..

Kalau belok ke kanan, nanti kita sampai ke Sangiran..

Begitu kata teman saya.. Sekedar menginformasikan niatnya, berhubung saya tidak terlalu familiar dengan jalan itu..

Ah beneran? Kalau gitu kita belok sana yuk??

Begitu saya tanggapi dengan spontan dan antusias.. Hehe, saya memang suka yang mendadak dan penuh kejutan..

And the story goes..

2013-05-25 15.50.12

W.E.L.C.O.M.E

Sangiran sepertinya sudah masuk wilayah Sragen (tetep : sepertinya).. Sebenernya tidak terlalu jauh dari kota Solo.. Kami berangkat melewati jalan Karanganyar yang relatif kecil, sepi, berlubang.. Sekitar kurang lebih 30-45 menit (oke, sebenernya saya ga ngitung sih) mengandalkan petunjuk jalan dan doa, akhirnya kelihatan juga pintu masuk dengan ornamen gading Mammoth raksasa itu..

Harga tiket masuknya Rp 5.000,00 per orang.. Belum termasuk ongkos parkir, tapi tenang aja tarif flat kok.. Hehe.. Untuk ukuran dadakan, kami cukup beruntung karena kami tiba sekitar jam 14.30 berhubung museum tutup jam 16.00..

2013-05-25 15.33.22

Ni di Ruang Display 1..

Ini pertama kalinya untuk saya berkunjung ke museum itu, alhamdulillah ada tour guide gratis yaitu teman saya.. Hehe.. Mulailah kami eksplor menjelajahi ruang display satu per satu.. Ada 3 ruang display.. Yang pertama, mempertontonkan rangka hewan purba serta visualisasi rekonstruksinya dalam bentuk 2D dan 3D.. Di ujung pintu keluar terdapat pula visualisasi rekonstruksi manusia purba 2D dan 3D..

Emmm.. Tapi agak gimana gitu ya.. Secara, tampilannya uncensored gitu.. Heeee..

2013-05-25 15.38.06

The Missing Link..

Puas foto-foto, kami menuju ruang display 2.. Di sini kami disambut dengan mini theater  yang mempertontonkan teori Big Bang.. Beberapa hewan baik kerangka maupun visualisasi rekonstruksinya juga masi ada, rekonstruksi goa tempat tinggal manusia purba juga ada, sisanya menceritakan proses penggalian kerangka manusia purba itu sendiri..

Di ruang display terakhir, ini paling sedikit sih.. Hanya terdapat satu visualisasi lingkungan manusia purba, namun cukup besar.. Mungkin maksudnya memberikan gambaran utuh bagaimana lingkungan manusia purba dulu, berhubung ada scene seorang anak menyusu pada Ibunya, serta dua orang manusia purba yang sedang bekerjasama menangkap rusa..

Keluar dari ruang display terakhir, kami disambut oleh taman yang cukup luas lengkap dengan 2 buah gazebo dan 1 kolam berair mancur.. Cocok untuk piknik bagi yang membawa bekal piknik.. Hee..

Kami kembali ke Solo melewati jalan yang berbeda dengan jalan berangkat tadi.. Kali ini, melewati jalan Solo-Purwodadi.. Meskipun lubang masih tetap ada, namun jalanan ini jauh lebih layak, sekaligus jauh lebih ramai daripada jalan yang kami lewati sebelumnya..

Berikut foto-foto yang berhasil kami himpun dari lokasi kejadian.. Sayangnya hanya bisa diabadikan lewat kamera HP yang tidak terlalu mendukung untuk mengambil gambar di ruangan yang agak remang-remang.. Jadi, sebagian besar gambarnya blur..

Next, kemana lagi ya? : )

Pantai Klayar vs. Pantai Nampu..

Aaaaahhhh!!!!!!! Saya pengin nulis tentang pengalaman liburan ke pantai kemarin.. Tapi sudah sekitar 10 menit saya berpikir, kalimat apa yang pas untuk mengawali cerita kali ini.. Ketik-ketik.. Hapus lagi.. Ganti.. Ketik lagi.. Hapus lagi..

Menyerah!

Sepertinya cuaca hari ini yang mendung dan dingin tidak terlalu kondusif untuk berpikir terlalu berat.. Bagaimana jika kali ini saya to the point saja? Oke kan.. Oke ya.. Oke pasti..

Klayar Beach..

Pacitan..

Jadi, liburan akhir pekan kemarin saya dan teman-teman mendadak ke pantai lagi.. Hanya sebuah akhir pekan biasa, bukan long weekend, pada hari Minggu.. Dan, ya, memang terlalu mendadak untuk bepergian jauh.. Diawali dengan obrolan di grup whatsapp pada pukul 10 malam hari sebelumnya.. Dan keesokan harinya berkumpul jam 6 untuk bertolak..

Klayar!! Here we come!

Hanya berhasil menjaring 5 orang kontestan untuk piknik kali ini.. Tak mengapa lah.. Bagus malah, untuk ukuran mendadak.. Yah, daripada direncanakan oleh 10 orang kemudian gagal total..

:)

:)

Kami pergi naik mobil sedan.. Tanpa ada yang tau pasti lokasi.. Bermodalkan peta digital.. Dan keyakinan bahwa kami akan sampai.. *sampai mana ya? ga tau..*

Ternyata, jalan menuju klayar sungguh sangat melelahkan! Kami pergi ke tenggara, melewati Wonogiri.. Memutari waduk Gajah Mungkur.. Sampai di sana semuanya masih oke.. Jalan cukup lebar dan bagus.. Namun, ketika sudah sampai di belokan Gua Gong (atau gua apa ya?) jalan menjadi sangat sempit, berkelok, naik turun, dan berlubang di beberapa tempat! Bahkan kami bingung sewaktu di tengah jalan berpapasan dengan bus.. Fiuh..

Klayar lho..

Klayar lho..

Saya tidak sempat menghitung berapa kilometer melalui jalan kecil tersebut.. Karena saya mabok dibuatnya.. Lebih banyak memejamkan mata dan menyandarkan kepala.. Hingga kemudian, saya perkirakan sekitar 1 jam melalui jalan kecil tersebut, pantai!!!!! Horeeeee.. Sampailah kita..

Klayar, masih lumayan bersih dan tidak terlalu ramai.. Berpasir putih.. Dan bertebing batu yang elok bentuknya.. Konon, air laut bisa bersiul di antara tebing batu tersebut.. Namun sayangnya, ketika hari itu kami berkunjung, ombaknya sedang sangat besar sehingga kami tidak diizinkan memanjat batu karang tersebut meskipun telah memohon-mohon (hiperbol dikit) pada para penjaga pantai..

Klayar..

Klayar..

Puas berfoto dan bermain kecipak air (hari itu, ombak mengejar-ngejar kami), kami berniat makan siang.. Namun, apa daya karena hanya ada pop mie saat itu.. Maka kami memutuskan untuk berpindah ke next beach : Nampu!!

Note: sudah kami tanyakan pada penduduk, dan ternyata tak ada akses jalan lain ke klayar selain jalan kecil jelek tersebut.. Mmmmh, ada sih sebenarnya.. Namun kata penduduk lebih kecil daripada jalan yang kami lewati.. Jadi, bisa kita anggap tidak ada ya.. Deal!

Kembali ke jalan yang tadi, berbelok di salah satu perempatan untuk menuju Nampu.. Tenang, ada penanda jalannya kok.. Dan ada rumah penduduk untuk diketuk bila masih tak faham.. Setelah kira-kira (anggap saja) 1 jam perjalanan.. Mabok, lagi-lagi.. Plus insiden mobil kami tak bisa naik jalan menanjak sampai koplingnya terbakar.. Akhirnya..

Nampuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!

jalan masuk ke Nampu..

jalan masuk ke Nampu..

Note: kalau akan ke Nampu atau Klayar dengan mobil, usahakan jangan naik sedan.. Gunakan mobil yang bertorsi besar karena tanjakan dan belokan di sana cukup tajam dan curam..

Woaaaaaa.. Elok nian pantai ini.. Lebih sepi daripada Klayar.. Masih, dengan pasir putihnya.. Terbentang luas.. Tanpa banyak karang.. Hanya bebatuan di beberapa teritori.. Dan kami menemukan air terjun di sana.. Bening sekali airnya.. Menyenangkan! Mengagumkan! Fotografer kami pun sampai beberapa kali berdecak kagum melihat pesona Nampu.. Seperti Dream land di Bali kata salah satu yang lain.. Feels like heaven..

Meskipun dengan ombak yang tetap masih besar, kami tetap bermain air dan berfoto.. Serta menaiki bukit.. Di atas bukit tersebut ternyata terdapat tugu perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.. Ya, Pantai Namu memang terletak di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah.. Pantai Klayar tak jauh dari situ termasuk ke dalam wilayah Pacitan, Jawa Timur..

from above..

from above..

Puas bermain, sekitar jam setengah 4 sore kami beranjak pulang.. Lagi-lagi tanpa makan.. Karena bahkan pop mie pun tak ada di sana, hanya ada penjual mie instant lengkap dengan kompornya.. Bahkan fasilitas basic kamar mandi belum begitu memadai..

Memang agak kesorean bertolak dari Nampu, kami melewatkan senja di daerah Batu Retno, dan saat hari telah beranjak gelap kami baru sampai di Gunung Pegat.. Konon banyak cerita menyeramkan di sini.. Jangan berharap lampu jalan akan banyak dan terang, di banyak titik bahkan belum ada lampu jalan sama sekali.. Hanya mengandalkan lampu mobil saja.. Bahkan di beberapa daerah, kanan-kiri masih merupakan hutan dan perbukitan, tanpa ada rumah penduduk.. Jadi, lain kali ingin ke sana pastikan pulang sebelum hari gelap..

Feels like heaven..

Feels like heaven..

Kami sampai Solo sekitar jam 8.30 malam.. Bila diestimasi, sekitar 4-5 jam kami habiskan di perjalanan, sudah termasuk waktu makan di pom bensin..

Lama-lama jadi makin item ke pantai terus nih, now.. what‘s next??! :)

Note: rasanya pegel semua badan ini sewaktu masuk kerja di hari Senin.. Plus mengantuk level tinggi.. Lain kali, tamasyanya jangan hari Minggu.. Sabtu saja deh.. ^^”

 

Foto-foto lainnya bisa dilihat di galery.. Enjoy! :)

*See also : previous vacation*

Wisata ke Pantai Jogja..

Pantai Soemanding..

Pantai Soemanding..

Akhirnya.. Rencana liburan bersama teman-teman SMA terlaksana.. Karena, hampir selalu, rencana liburan seperti ini hanya berhenti sebagai sebuah wacana.. Herannya kali ini liburan bukan dalam rangka libur panjang karena tanggal merah.. Hanya sebuah akhir pekan biasa..

Kali ini tujuan kita sedikit agak jauh, yaitu ke Jogja.. Dan kali ini, bukan wisata kota atau wisata kuliner, melainkan pantai! Kapan terakhir kali liburan ke pantai bersama teman-teman? Hmmm, sepertinya saat lulus SMP dulu.. The one and only!

Berangkat jam 6 (namun hanya rencana, kenyataannya jangan ditanya) dari Solo, berlima.. Menuju kosan teman-teman di Jogja menjemput empat teman yang lain.. Eh, ternyata liburan ke pantai kali ini beda ya dengan sebelumnya (saat lulus SMP itu).. Dulu, jangan tanya.. Kami pergi bersama salah seorang orang tua teman saya, naik pick up.. Di pantai hanya main air, main pasir, lari-larian.. Selesai..

Soemanding, Jogjakarta..

Soemanding, Jogjakarta..

Kali ini? Kami pergi sendiri, menyetir mobil sendiri, dan yang lebih asyik lagi : sekarang bisa makan-makan dan jajan! Hahay.. Karena selain sudah bekerja, ternyata teman-teman lain yang sudah berduit juga ikut mentraktir.. Jadi, kemarin itu sungguh liburan yang murah meriah buat kami.. :D

Dan, tahukah apa yang lebih menyenangkan lagi?? Yak! Karena kini teman-teman sudah mampu menenteng kamera DSLR, sehingga kami pun sibuk menjadi model foto teman-teman (yang sudah barang tentu hasilnya akan bagus)..

Oh! Malah lupa belum masuk ke inti ya.. Pantai yang kami tuju adalah.. Mmmh.. Sebenarnya kami berangkat tak punya tujuan jelas.. Saat pamitan dengan orang tua, ternyata tak hanya saya yang mengalami kejadian serupa..

Besok mau main ke pantai sama temen-temen | Kemana? | Jogja | Pantai apa? | Gak tau, tapi aman kok pastinya.. Hihihi..

Pantai Siung..

Pantai Siung..

Akibat perencanaan yang tak terlalu jelas, maka konsekuensinya akan menghabiskan waktu yang lebih banyak saat proses pengambilan keputusan.. -_-

*obrolan sopir dan penumpang, setiap kali ada belokan (entah pertigaan atau perempatan*

Kiri? Kanan? | Mmmh.. Mmmh.. | Kiri? Baron-Krakal-Kukup? | Mmmh.. Mmmh.. Kanan aja apa ya? | Atau kanan? Indrayanti-Siung? | Mmmh.. Atau kiri aja? Duh, yang Mana ya? | Woooiii cepetan udah mo sampai belokan nih!! | Mmmmmmmh..

*akhirnya manut sopir*

Oke, kami pun memutuskan akan ke Indrayanti.. Namun apa daya, setelah tanya orang kami malah nyasar ke pantai Soemanding.. Hihihi.. Tapi tetep bagus kok.. ^_^

Next destination: hanya tersisa pantai Siung! Berhubung semua pantai berada di belokan yang lain yang telah kami tinggalkan.. Hihihi..

Singkat cerita, kami bertolak pulang jam 4 sore.. Mampir makan malam dulu, diiringi akustikan Hotel California dan Paint My Love ahhh, syahdu banget.. Rasanya komplit sudah penutupan malam itu.. Tiba di Solo pukul 11 malam, dan hari Senin pun menyambut kami keesokan harinya.. *somebody please tell me tomorrow is still Sunday!*

Berikut saya sertakan hasil buruan foto dari saya.. Beberapa yang lain dapat dilihat di sini..

Semangat!

Semangat!

I Love Beach! xD

I Love Beach! xD

Pantai Siung nan Elok..

Pantai Siung nan Elok..

Jogjakarta, 9 Desember 2012..

Jogjakarta, 9 Desember 2012..

Di Atas Bukit Karang..

Di Atas Bukit Karang..

Ah! Kita Sudah di Puncak!

Ah! Kita Sudah di Puncak!

Pacaran.. ^_^

Pacaran.. ^_^

Pasir yang Sedang Berproses Menjadi Karang..

Pasir yang Sedang Berproses Menjadi Karang..

Our Other Photographer..

Our Other Photographer..

Our Photographer..

Our Photographer..

Dengan Bangga: Hasil Libur Panjang.. :)

Hyak! Libur panjang yang lama ditunggu-tunggu sambil sesekali (atau setiap hari?) menghitung hari pun di penghujung usai..

Libur tahun baru 1 Muharam 1434 Hijriyah hari Kamis (15-11-2012) yang memberikan bonus hari kejepit untuk cuti bersama tahun ini, menjadikan kami menikmati 4 hari berturut-turut libur panjang..

Apa yang Anda lakukan ketika liburan?

Tebak! Kami (saya dan teman-teman SMA) telah menyiapkan serentetan acara menyambut liburan kali ini.. Namun, terkadang terlalu banyak merencana membuat kita tidak bersemangat lagi dalam eksekusi.. Oleh karena keadaan dan hal-hal lain, rencana demi rencana gagal (atau minimal downgrade alias terlaksana namun tidak sesuai ekspektasi)..

Jadilah hari ini, di hari terakhir dari 4 hari libur yang berurutan, saya mencoba mengingat-ingat apa saja yang telah saya lakukan liburan kemarin ini ya? Berasa cepat sekali, tau-tau sudah hari Minggu aja & besok kembali pada rutinitas ngantor seperti yang sudah-sudah..

Jika dipikir-pikir, pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan yang selalu saya ajukan pada diri saya sendiri setiap akhir bulan tiba kemana ya habisnya gajiku? Berasa tau-tau abis aja.. Hehe..

Dan back to topic, inilah potret yang saya ambil, sekedar untuk mengingatkan saya akan hasil liburan kali ini..

induk tas dan anak tas(?)

Berusaha memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang kreatif dan produktif.. Dengan catatan: ini sih bakalan jadi, jika dan hanya jika saya sedang tidak malas.. :)

Mudik #3 : Semenanjung Buatan Pantai Boom..

Pagi Hari di Boom

Sebenarnya waktu perjalanan berangkat, hal ini sempat masih menjadi perdebatan antara saya dan Bapak saya, yaitu apakah tahun ini merupakan mudik pakai mobil pribadi untuk ketiga kalinya atau sudah keempat kalinya?? Hmmm, hehe rada gak penting sih ya.. Tapi berhubung saya adalah sopir-nya, Bapak manut saya ya.. ^0^

Tahun ini kami mudik H-1, yang juga merupakan hari ketiga dimulainya libur lebaran.. Keuntungan buat kami karena jalan relatif lancar, berhubung puncak arus mudik terjadi Hari Jumat-nya (hari pertama libur lebaran adalah hari Sabtu).. Tapi hal ini membuat saya sedikit deg-deg ser juga, karena jalanan lurus & sepi dihias dengan matahari cerah, pemandangan indah, dan angin berhembus lembut (?) menjadikan saya terlena alias liyer-liyer mengantuk,, apalagi malamnya kurang tidur gara-gara nonton GUMIHO (gubrak!) hehe maklum kalo udah ngumpul & menginap di rumah teman suka lupa daratan.. Namun saya tetap bertahan hingga akhir, karena saya sedang membawa dan bertanggung jawab pada nyawa orang-orang yang sangat saya cintai.. :’)

Awalnya kami berencana di Tuban hanya waktu Hari Raya yaitu tanggal 1 dan 2 syawal (tapi memang terlaksana dink).. Hanya, kegiatan yang sedianya ingin dilaksanakan (silaturahmi, red) sedikit berantakan.. Hal ini dikarenakan ke-BinekaTunggalIka-an kita yang sangat kental.. Saya dan saudara-saudara merayakan lebaran berbeda-beda (ada yang tanggal 30 Agustus, ada yang tanggal 31 Agustus)..

Saya sendiri waktu itu lebaran tanggal 30 Agustus (karena udah nawaitu dari rumah juga tanggal 30 lebaran, hehe) Pakde dan Om saya juga tanggal 30.. Sementara nenek saya dan salah satu Om saya tanggal 31 mengikuti pemerintah..

Jadilah, hari pertama itu belum begitu terasa lebarannya.. Hanya di rumah saja, karena masyarakat di Tuban sebagian besar baru merayakan lebaran esok hari, jadi kalo mau pergi-pergi rasanya gak enak sama yang masih puasa..

Wisata Boom Tuban

Nah keesokan harinya, pada waktu masyarakat menunaikan sholat Idul Fitri, saya sekeluarga pergi ke salah satu tempat wisata di Tuban, yaitu Boom.. Boom ini merupakan semenanjung buatan.. Untuk masuk ke sana tiketnya rata-rata Rp 1.500,00 (lihat foto). Namun karena masih pagi & masih sepi (kami sekeluarga ke sana pukul 5.30 pagi), jadi setelah Ibu saya lobi-lobi dikit akhirnya kami berempat masuk dengan hanya membayar 5.000 rupiah.. Heheheeee..

Tempat tersebut lumayan bersih dan rapi.. Yang agak disayangkan, justru laut & pantainya yang relatif banyak sampah (terutama di pantai sekitar pemukiman penduduk yang mepet laut).. Meskipun hal ini tidak secara langsung mempengaruhi tempat wisata Boom, tapi tetap saja ‘mengganggu’ pemandangan.. -_-” misalkan lautnya bersih, tentunya air lautnya akan lebih jernih & mempercantik pemandangan.. hmmm we wish..

Pancuran (judulnya jelek banget ik)

Terlepas dari kedaan laut, pagi hari di sana cukup menyenangkan.. Mungkin akan lebih menyenangkan lagi apabila kami berhasil datang lebih pagi ke tempat itu, pada saat langit masih gelap (maklum, ada insiden kebablasan di jalan searah)..

Saya sendiri memang suka tempat dimana saya bisa memandang langit yang luas.. Dan tempat ini pas sekali untuk itu, berasa di tengah laut, tapi kaki masih berpijak di daratan dan pemandangan di ‘daratan’nya juga bagus.. (hehe ngomong apa sih Phex?)

Berikut foto-foto selama di sana:

di ujung semenanjung..

Bagus bukan, suasana pagi hari di sana?? Karena tidak berhasil mendapat moment langit fajar yang kemerah-merahan, maka sorenya karena penasaran saya ke sana lagi bersama Adek.. Ternyata harga tiket sudah berubah menjadi Rp 2.000,00 per orang.. hmmm, cepet amat berubahnya.. -_-”

Senja di Tepi Pantai

Plus parkir motor yang saya menyerahkan Rp 2.000,00 tidak mendapat kembalian.. Hufff.. Sabar.. Padahal pagi harinya kami ke sana dengan mobil, waktu parkir hanya membayar Rp 1.000,00 lho.. :-o

Suasana sore di sana cukup ramai (waktu itu menjelang magrib), tidak seperti tadi pagi dimana hanya kami berempat dan sekitar 3 orang pengunjung lain.. Sebagian lampu sudah menyala, dan tak berapa lama kemudian adzan magrib berkumandang di masjid besar kota Tuban (lokasi Boom hanya beberapa langkah dari masjid besar, bisa dibilang hampir berhadapan, hanya tinggal menyeberang jalan)..

Oiya, sore hari di depan tempat wisata Boom ini terdapat pasar sore yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.. Beraneka macam barang dijual mulai dari baju, sandal, kacamata, mainan anak-anak, dll.. Saya ingat beberapa tahun yang lalu (ketika saya masih SD) saya diajak Ibu ke pasar sore dan waktu itu dibelikan sepatu sandal berwarna coklat.. Selain pasar sore ini, di depan masjid besar kota Tuban (yang merupakan alun-alun kota) selalu ramai pada sore hingga malam hari, biasanya banyak yang berjualan serupa di pasar sore ini, namun suasananya saya nilai lebih bagus di alun-alun karena berhiaskan rumput dan lampu taman dengan pemandangan masjid yang megah.. :)

Senja di Laut

Saya dan adik saya kemarin tidak sempat mampir melihat-lihat pasar sore tersebut lebih lanjut, karena akan ada acara keluarga.. Jadi tidak bisa bercerita di kisaran berapa harga barang-barang di sana.. :(

Satu hal yang paling saya sayangkan dari kunjungan kedua saya di Boom, yaitu tujuan utama saya sedikit tidak terpuaskan karena menurut saya langit senja hari itu yang kurang luar biasa (saya pernah dapat langit senja yang menurut saya luar biasa di depan klenteng Tuban yang sama-sma terletak di tepi pantai Laut Jawa – see MudikYuuk!)..

At all, mau datang pagi atau sore, sama-sama bagusnya kog.. Semua sudah saya berikan ilustrasinya, kalau datang pagi masih sepi (tapi mungkin juga masih ngantuk hehe) kalau datang sore sudah banyak orang (tapi mepet waktu magrib).. Sama-sama bagusnya buat mengambil foto..

In the end, itulah pengalaman saya mudik lebaran kemarin ke Tuban.. Sengaja saya share karena mungkin masih sedikit yang tau tentang Tuban.. Harapan saya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat menjadi panduan wisata Anda.. ^^