Masa Lalu..


Entah kenapa, dalam bayangan saya, masa lalu identik dengan gambar yang memudar, seperti yang saya lihat dalam foto-foto masa kecil saya atau foto masa muda kedua orang tua saya.. Merah, bahkan hitam putih, suram, sekaligus teduh, dengan kontras yang minim..

Sering saya penasaran dengan masa lalu.. Meskipun beberapa masih jelas terekam dalam ingatan, namun banyak yang telah mengabur.. Membuat saya berharap dapat kembali lagi untuk menangkap dan menyimpannya lekat-lekat..

Seperti sebuah film tua, yang monokrom dan terputus-putus adegannya, dengan beberapa guratan garis-garis karena film yang telah usang..

Apakah masa lalu benar-benar ada? Seperti apakah ia?

[Nov Sabatini]

 

 

Yuk, baca artikel saya yang lain :

  1. Perkiraan biaya inseminasi Jakarta Selatan
  2. Hayo udah akhir tahun, siapa yang belum punya kalender 2017?
Advertisements

Minder..?

Ada salah seorang teman saya, yang merasa minder ketika saya tanya alumni mana karena sekolahnya bukan sekolah negeri..

Hellooo..

Saya pun pernah minder dengan apa yg saya punya.. Pernah berpikir saya bisa melakukan hal-hal yang lebih, yang luar biasa, seandainya saya tak terkurung di sini.. Dan sebagainya.. Dan sebagainya.. Saya rasa semua orang pun pernah begitu..

Tapi..

Ayolah! Sekarang kita sama-sama bertemu di sini, bukan..? Lalu apa bedanya??

Memang.. Masa lalu mengukir sejarah.. Kebanggaan atas sebuah pencapaian.. Atau rasa malu karena sebuah kegagalan..

Tapi bukan itu poinnya!

Kita ada di sini.. Sekarang.. Saat ini.. Berlomba dengan detik untuk mencatatkan yang terbaik yang bisa kita lakukan.. Demi sejarah kita di masa depan..

Sehebat apapun saya atau sejelek apapun kamu di masa lalu, tak ada bedanya karena sekarang kita bertemu di sini.. Hanya sebuah cerita saja, salah satu fase hidup yang telah terlewati yang kemudian berubah menjadi sebuah motivasi untuk mencapai yang lebih lagi.. Dan itu tergantung seberapa kuat keinginan kita dalam memperjuangkannnya..

Bukan waktunya menyesali latar belakang atau masa lalu.. Meskipun mungkin penyesalan terkadang perlu untuk memacu diri sendiri..

Saatnya untuk move on! Maka kembangkanlah senyummu dan bersemangatlah! :)

If I Could Turn Back the Time..

Oleh sebuah post di salah satu jejaring sosial, saya teringat semasa berburu pekerjaan..

Banyak pertanyaan serupa.. Beberapa pertanyaan tipikal.. Namun yang ingin saya bagi di sini adalah, setiap kali ada pertanyaan jika Anda diberi kesempatan mengulang kembali hidup Anda, hal apakah yang ingin Anda ubah?

Untuk pertanyaan tersebut, akan selalu saya jawab TIDAK ADA. Alasannya?

Well, mungkin alasan yang saya tulis tak selalu persis dari satu tes dengan tes lain.. Namun pada intinya sama..

Bahwa untuk menjadi diri saya yang sekarang, diperlukan sebuah proses yang tak hanya panjang namun juga berkelanjutan (kayak pembangunan aja yak?)..

Dan untuk melalui proses tersebut, butuh perjuangan.. Butuh pengorbanan.. Waktu, jelas.. Karena dewasa itu tidak instant.. Biaya, pasti.. Belum terhitung berbagai macam emosi yang telah saya kecap untuk mencapai umur sekian ini.. Senang, sedih, kecewa, amarah, harap, kehilangan, air mata, tak saya pungkiri kadang penyesalan pun terlintas!

clock..

Bila masa lalu bisa saya geser 1 derajat, akankah saya tetap menjadi diri saya yang sekarang?
(bahkan saya masih berpikir bahwa diri saya terbagi menjadi beberapa partikel yang lebih kecil : saya yang dulu, saya yang sekarang, saya nanti)

Mungkin bila semua tak terjadi seperti ini, memang segalanya akan berbeda.. Mungkin saya yang sekarang akan jadi lebih baik.. Tapi mungkin juga tidak..

Tak perlu rasanya menyesali apa yang telah terjadi.. Karena semua itu mempunyai tujuan.. Karena ketetapan Alloh adalah yang terbaik, lebih baik dari yang mampu kita rencanakan dan harapkan..

Saya bersyukur dan bangga menjadi diri saya yang sekarang, karena saya menghargai semua proses dan perjuangan yang telah terlalui untuk menemukan diri saya yang sekarang..

Sepotong Kisah Masa Lalu : Ganjil..

Kemarin saya mengalami sebuah perasaan yang aneh.. Tapi seringkali saya rasakan.. Segala kesibukan kampus membuat saya rasanya ingin ‘lari’..

Moment With You Guys..

Mungkin saking penatnya tiba-tiba saya ingin pergi ke suatu tempat, yang entah benar-benar ada atau hanya dalam khayalan saya saja..

Sebuah tempat yang rasa-rasanya saya pernah berada di sana oleh suatu acara TV yang entah kapan pernah saya tonton.. Dan apakah saya benar-benar pernah menontonnya pun saya juga tidak yakin..

Atau mungkin bisa lebih tepat jika saya katakan bahwa saya merindukan sebuah suasana.. Yang entah kapan pernah saya rasakan, tapi kali ini saya yakin pernah mengalami suasana ini..

Tlatar, Januari 2011..

Seyakin saya pernah mengalami masa-masa sewaktu saya kecil, atau masa-masa saya duduk di salah satu Sekolah Dasar di desa saya, atau masa-masa saya tidak percaya bisa sekolah di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Solo, atau masa-masa yang sangat menyenangkan sewaktu Sekolah Menengah Atas, atau masa-masa canggung awal kuliah dulu..

Mungkin saya merindukan masing masing sepotong suasana dari setiap masa yang pernah saya punya.. Saya sendiri juga tidak mengerti apa yang sebenarnya saya rasakan..

Saya jadi berpikir, betapa setiap detik dari waktu yang kita punya sangat berharga.. Bukan hanya karena nanti akan kita pertanggungjawabkan, tapi juga karena kita tak bisa mengulangnya lagi suatu hari nanti..

It was almost 24 years ago..

Meskipun hanya sekedar untuk merasakan kembali, bahwa kita pernah merasakan masa-masa indah sewaktu bisa bermanja pada orangtua, atau bermain bersama teman-teman SD, atau sewaktu bersusah payah naik bus sepulang dari SMP, atau ketika bersenang senang bersama teman-teman SMA, atau saat tidak ada kerjaan di kampus pada waktu awal2 kuliah, bahkan saat pulang malam setelah praktikum..

Nikmatilah sebaik-baiknya apa yang kita punyai saat ini.. Karena bukan tak mungkin kita akan merindukannya kelak.. Entah itu suasana, atau seseorang yang pernah ada dalam hidup kita..

18 Juni 2009 12:34

Sepotong Kisah dari Masa Lalu..

Aih, saya barusan buka salah satu akun jejaring sosial saya.. Dan saya membuka catatan yang telah lama sekali saya bikin.. Ya, jejaring sosial yang memfasilitasi kita untuk membuat catatan atau lebih populer disebut note itu tuh..

Terus terang saya masih aktif hampir disetiap harinya pada dunia maya jejaring sosial tersebut.. Sampai sekarang.. Namun, sudah lama sekali saya tidak.membuat note di sana.. Bahkah saya sudah lupa kalau di sana bisa bikin begituan.. Hehe.. Mungkin karena sejak tahun 2010 saya mulai menulis di sini.. Jadi saya pusatkan semua curahan pikiran di sini..

Nah malam ini saya menemukan note lama saya.. Dan iseng-iseng saya baca kembali semua note saya yang bisa dihitung dengan jari itu..

Buseeeeeet dah.. Ternyata bisa juga saya menulis seperti itu dulu..

Saya terheran-heran sendiri membaca tulisan lama saya.. Dan akhirnya, saya berniat mem-posting ulang tulisan-tulisan tersebut di sini, karena saya pikir melalui blog ini tulisan saya tersebut mungkin dapat menginspirasi lebih banyak orang lagi..

Oleh karena itu, beberapa artikel saya selanjutnya akan berserial dengan judul Sepotong Kisah Masa Laludan akan memuat satu per satu note lama saya.. Ya,memang tidak banyak sih.. Tapi semoga saja yang sedikit tersebut dapat berguna bagi Anda..

Ngelantur – Mengenang Masa Lalu & Mengkhayal Masa Depan

Teman-teman maya sekalian, saya ingin berbagi sesuatu ^^ (meskipun sudah rada telat siy, hehe).. Dua minggu kemarin, saya sidang skripsi.. Ada yang menyebutnya pendadaran, hmmm tapi saya gak tau bedanya apa, hihihihi.. Yang jelas, sekeluarnya seorang mahasiswa dari ruangan (yang biasanya) kecil setelah kurang lebih 2 jam menghadapi “serbuan” pertanyaan dari dosen-dosen penguji (bahkan pembimbing pun bisa tiba-tiba berubah jadi penguji -_-‘), mahasiswa tersebut sudah dinyatakan LULUS.. Begitu pun saya pada hari itu, Rabu 13 Juli 2011 sekitar jam 15.00 tepatnya ketika adzan Ashar berkumandang, saya keluar dari Ruang Sidang Jurusan dan telah bergelar ST (Sudah Tamat, hehehe).. Alhamdulillah..

Meskipun ‘konon’ akan ada beban ketika menyandang gelar baru tersebut, tapi entah karena saya cuek atau apa, saya merasa biasa aja.. Bahkan ketika dosen saya menasihati bahwa sekeluarnya saya dari ruangan itu tidak akan sama lagi dengan teman-teman mahasiswa tapi toh esoknya saya tetap tampil “tabrak warna” selayaknya anak SMP (hehe, sebenernya sih agak gak nyambung antara ST dengan baju tabrak warna, tapi gapapa lah).. ^^v

Eh eh, tunggu dulu! Sebenernya inti postingan ini bukan tentang kelulusannya lho.. Tapi justru sebaliknya.. Tepat seminggu sebelum sidang itu, saya ingat pernah mengirim sms seperti ini pada pacar saya “hanya saja, semuanya kini terasa terlalu cepat“.. Dan mesin waktu dalam benak saya pun berputar kembali, 4 tahun yang lalu..

Saya bahkan masih ingat, bahwa saya masuk universitas tempat saya kuliah ini dengan setengah hati, bahkan mungkin juga dengan setengah restu orang tua (karena harus menolak universitas yang satunya.. Alhamdulillah saya sempat diterima di 2 universitas).. Diiringi air mata dan sms dari ibu saya yang (mungkin) khawatir saya akan bunuh diri (wew, hahaha) pada hari terakhir daftar ulang universitas yang saya tolak tersebut.. Akhirnya di sinilah saya sekarang, inilah jawaban yang saya peroleh dari Alloh, dan bismillah ini adalah yang terbaik untuk saya.. Dan sekarang tiba-iba “cling!” sayaSudah Tamat!

By the way, sebenernya niat awal posting ini saya mau berbagi tips saat akan ujian masuk universitas lho (gubrak!! jauh banget ya melencengnya.. hehehe), kog malah jadi ngelantur gini ya? hehehehe.. ^^”

Tapi yasudah deh, karena sudah terlanjur jauh ngelanturnya, maka tips saat akan ujian masuk universitasnya saya bagi kapan-kapan aja deh, kali ini sekalian aja ngelanturnya..

Tepat kemarin, Minggu 24 Juli, saya hang out berdua sahabat saya (sahabat dari SMP sampai kuliah ini).. Tujuannya untuk sekedar berbagi sembari kuliner, maklum karena berbeda jurusan meskipun kami berdua satu kampus tapi jarang sekali bertemu di kampus.. Sudah agak lama tidak berbagi dari hati ke hati..

Nah, sore itu (jam 4 sampai jam 9 malam nonstop!! wew..) kami berdua yang sama-sama Sudah Tamat, berbagi banyak hal.. Dari mengenang masa lalu, ketika masih kinyis-kinyis awal masuk kuliah, hingga kini obrolan & rencana kita telah merambah kepada karir impian vs. realita kita sebagai wanita, dan bahkan telah merambah pada ranah rumah tangga..Wow! Gak kebayang ya..

Tiba-tiba teringat sewaktu kecil, saya selalu saja ingin supaya cepat besar, cepat bisa dandan, cepat bisa meraih cita-cita saya sebagai penyanyi (hihihi), punya anak, dll.. Sekarang, tiba-tiba semua itu sudah selangkah di depan mata (kecuali yang “penyanyi” itu, huhuhu).. Terkadang, ada ketakutan-ketakutan yang muncul dalam diri, tentang ketidaksiapan secara emosional, ketidaksiapan untuk menjalani hidup yang ‘sebenarnya‘ (sewaktu kecil entah kenapa saya sudah berpikir bahwa selama masih di bawah ketiak orang tua kita belum menghadapi hidup yang sebenarnya, bahwa hidup yang sebenarnya itu susah, dan bahwa dunia luar itu mungkin kejam.. dan kini saya mengatakan ya! pemikiran saya sewaktu kecil itu memang benar adanya), ketidaksiapan menjadi tua, ketidaksiapan ditinggalkan orang-orang terdekat, bahkan lebih jauh lagi ketidaksiapan jika sewaktu-waktu kita dipanggil untuk menghadap-Nya..

Wah, semakin ngelantur saja nih, sepertinya harus di-cut sampai di sini saja.. Kesimpulan kali ini adalah : It’s amazing to realize how fast time can run!