If I Could Turn Back the Time..

Oleh sebuah post di salah satu jejaring sosial, saya teringat semasa berburu pekerjaan..

Banyak pertanyaan serupa.. Beberapa pertanyaan tipikal.. Namun yang ingin saya bagi di sini adalah, setiap kali ada pertanyaan jika Anda diberi kesempatan mengulang kembali hidup Anda, hal apakah yang ingin Anda ubah?

Untuk pertanyaan tersebut, akan selalu saya jawab TIDAK ADA. Alasannya?

Well, mungkin alasan yang saya tulis tak selalu persis dari satu tes dengan tes lain.. Namun pada intinya sama..

Bahwa untuk menjadi diri saya yang sekarang, diperlukan sebuah proses yang tak hanya panjang namun juga berkelanjutan (kayak pembangunan aja yak?)..

Dan untuk melalui proses tersebut, butuh perjuangan.. Butuh pengorbanan.. Waktu, jelas.. Karena dewasa itu tidak instant.. Biaya, pasti.. Belum terhitung berbagai macam emosi yang telah saya kecap untuk mencapai umur sekian ini.. Senang, sedih, kecewa, amarah, harap, kehilangan, air mata, tak saya pungkiri kadang penyesalan pun terlintas!

clock..

Bila masa lalu bisa saya geser 1 derajat, akankah saya tetap menjadi diri saya yang sekarang?
(bahkan saya masih berpikir bahwa diri saya terbagi menjadi beberapa partikel yang lebih kecil : saya yang dulu, saya yang sekarang, saya nanti)

Mungkin bila semua tak terjadi seperti ini, memang segalanya akan berbeda.. Mungkin saya yang sekarang akan jadi lebih baik.. Tapi mungkin juga tidak..

Tak perlu rasanya menyesali apa yang telah terjadi.. Karena semua itu mempunyai tujuan.. Karena ketetapan Alloh adalah yang terbaik, lebih baik dari yang mampu kita rencanakan dan harapkan..

Saya bersyukur dan bangga menjadi diri saya yang sekarang, karena saya menghargai semua proses dan perjuangan yang telah terlalui untuk menemukan diri saya yang sekarang..

Advertisements

Masa Remaja..

Pagi ini, saya berangkat ke kanto terlalu awal.. Padahal saya merasa rutinitas saya pagi ini biasa saja, sama seperti pagi-pagi yang lain.. Saya bahkan sempat mendengarkan musik selepas Subuh, kemudian bermain piano sebelum mandi..

Karena sudah tidak ada yang dirasa perlu untuk dikerjakan, maka berangkatlah saya dari rumah tepat saat jam di kamar saya (yang notabene lebih awal 15 menit) menunjukkan pukul 7.05 WIB.. Dan karena merasa hari ini terlalu dini, maka saya jalan (mmmh, sebenarnya sih naik motor.. Hehe) perlahan-lahan menuju ke kantor..

Di suatu titik di perjalanan saya, seorang remaja laki-laki berseragam putih abu-abu mendahului motor saya.. Dalam hati saya berkata “Wah, Mas-nya ini mepet banget tadi, hampir aja“..

Kemudian saya tiba-tiba berpikir lebih jauh.. Mas? Saya memanggilnya.. Terdengar ada yang mengganjal.. Karena ternyata dia sedang tergesa-gesa mengejar jam 7 untuk mencapai sekolahnya, sedangkan saya berjalan santai karena saya tahu tak akan saya melewatkan bel kantor pada jam 7.30 pagi ini..

Sudah setua inikah saya? :-(

Hati saya sedih.. Ingin rasanya tetap memanggil orang tadi dengan sebutan “Mas” meskipun pada kenyataannya saya tau bahwa tak mungkin saya lebih muda daripada dia..

Entah kenapa, di banyak kesempatan saya masih merasa seumuran dengan para remaja yang mengenakan seragam putih abu-abu.. Atau pun tidak, jika berpapasan dengan para mahasiswa saya akan masih berpikir bahwa tujuan kita sama “wah, mau ngampus juga tuh kayaknya Mbaknya“..

Bahkan saat salah seorang kenalan saya mengatakan bahwa saat itu dia sedang berulang tahun yang ke-18, saya dengan girangnya menimpali “Wah, kita sebaya donk??” dan sesaat kemudian hening sambil menghitung dalam hati, karena saya telah lulus kuliah sedangkan dia baru saja lulus SMA.. Hehe..

Miss this moment..

Masa-masa SMA.. Masa-masa remaja.. Bila sungguh-sungguh mengingatnya, saya akan menemukan begitu banyak kenangan indah yang terjadi bersama teman-teman yang alhamdulillah sampai saat ini masih sering bertemu meskipun terpisahkan jarak antar-kota..

Masa-masa kami kini, masa-masa yang lebih tenang dan dewasa.. Kami bergurau dan bersenang-senang dengan cara yang berbeda.. Masa-masa indah saat remaja itu boleh dibilang telah berakhir.. Namun, segera akan digantikan oleh masa-masa yang jauh lebih indah.. :)
***

Perjalanan ke kantor, 12-11-2012..

Sepotong Kisah Masa Lalu : Ganjil..

Kemarin saya mengalami sebuah perasaan yang aneh.. Tapi seringkali saya rasakan.. Segala kesibukan kampus membuat saya rasanya ingin ‘lari’..

Moment With You Guys..

Mungkin saking penatnya tiba-tiba saya ingin pergi ke suatu tempat, yang entah benar-benar ada atau hanya dalam khayalan saya saja..

Sebuah tempat yang rasa-rasanya saya pernah berada di sana oleh suatu acara TV yang entah kapan pernah saya tonton.. Dan apakah saya benar-benar pernah menontonnya pun saya juga tidak yakin..

Atau mungkin bisa lebih tepat jika saya katakan bahwa saya merindukan sebuah suasana.. Yang entah kapan pernah saya rasakan, tapi kali ini saya yakin pernah mengalami suasana ini..

Tlatar, Januari 2011..

Seyakin saya pernah mengalami masa-masa sewaktu saya kecil, atau masa-masa saya duduk di salah satu Sekolah Dasar di desa saya, atau masa-masa saya tidak percaya bisa sekolah di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Solo, atau masa-masa yang sangat menyenangkan sewaktu Sekolah Menengah Atas, atau masa-masa canggung awal kuliah dulu..

Mungkin saya merindukan masing masing sepotong suasana dari setiap masa yang pernah saya punya.. Saya sendiri juga tidak mengerti apa yang sebenarnya saya rasakan..

Saya jadi berpikir, betapa setiap detik dari waktu yang kita punya sangat berharga.. Bukan hanya karena nanti akan kita pertanggungjawabkan, tapi juga karena kita tak bisa mengulangnya lagi suatu hari nanti..

It was almost 24 years ago..

Meskipun hanya sekedar untuk merasakan kembali, bahwa kita pernah merasakan masa-masa indah sewaktu bisa bermanja pada orangtua, atau bermain bersama teman-teman SD, atau sewaktu bersusah payah naik bus sepulang dari SMP, atau ketika bersenang senang bersama teman-teman SMA, atau saat tidak ada kerjaan di kampus pada waktu awal2 kuliah, bahkan saat pulang malam setelah praktikum..

Nikmatilah sebaik-baiknya apa yang kita punyai saat ini.. Karena bukan tak mungkin kita akan merindukannya kelak.. Entah itu suasana, atau seseorang yang pernah ada dalam hidup kita..

18 Juni 2009 12:34

Sepotong Kisah dari Masa Lalu..

Aih, saya barusan buka salah satu akun jejaring sosial saya.. Dan saya membuka catatan yang telah lama sekali saya bikin.. Ya, jejaring sosial yang memfasilitasi kita untuk membuat catatan atau lebih populer disebut note itu tuh..

Terus terang saya masih aktif hampir disetiap harinya pada dunia maya jejaring sosial tersebut.. Sampai sekarang.. Namun, sudah lama sekali saya tidak.membuat note di sana.. Bahkah saya sudah lupa kalau di sana bisa bikin begituan.. Hehe.. Mungkin karena sejak tahun 2010 saya mulai menulis di sini.. Jadi saya pusatkan semua curahan pikiran di sini..

Nah malam ini saya menemukan note lama saya.. Dan iseng-iseng saya baca kembali semua note saya yang bisa dihitung dengan jari itu..

Buseeeeeet dah.. Ternyata bisa juga saya menulis seperti itu dulu..

Saya terheran-heran sendiri membaca tulisan lama saya.. Dan akhirnya, saya berniat mem-posting ulang tulisan-tulisan tersebut di sini, karena saya pikir melalui blog ini tulisan saya tersebut mungkin dapat menginspirasi lebih banyak orang lagi..

Oleh karena itu, beberapa artikel saya selanjutnya akan berserial dengan judul Sepotong Kisah Masa Laludan akan memuat satu per satu note lama saya.. Ya,memang tidak banyak sih.. Tapi semoga saja yang sedikit tersebut dapat berguna bagi Anda..