Sepotong Kisah Masa Lalu : Sebuah Renungan..

Aku takut mati..
Sungguh..

Bila waktu itu telah tiba, tak akan mampu aku menghentikannya meski sejengkal..

Sungguh..
Dosaku masih menggunung..

Meski aku tahu..
Setiap kali aku memohon ampun, tanpa daya setelahnya ku buat dosa yg lain..

Karena dosa itu selalu mudah dan menyenangkan..
Karena ternyata kebaikan itu tak selamanya menang..

Ak belum siap mati..
Sungguh..

Skh, Agustus 2010

Advertisements

Sepotong Kisah Masa Lalu : Ganjil..

Kemarin saya mengalami sebuah perasaan yang aneh.. Tapi seringkali saya rasakan.. Segala kesibukan kampus membuat saya rasanya ingin ‘lari’..

Moment With You Guys..

Mungkin saking penatnya tiba-tiba saya ingin pergi ke suatu tempat, yang entah benar-benar ada atau hanya dalam khayalan saya saja..

Sebuah tempat yang rasa-rasanya saya pernah berada di sana oleh suatu acara TV yang entah kapan pernah saya tonton.. Dan apakah saya benar-benar pernah menontonnya pun saya juga tidak yakin..

Atau mungkin bisa lebih tepat jika saya katakan bahwa saya merindukan sebuah suasana.. Yang entah kapan pernah saya rasakan, tapi kali ini saya yakin pernah mengalami suasana ini..

Tlatar, Januari 2011..

Seyakin saya pernah mengalami masa-masa sewaktu saya kecil, atau masa-masa saya duduk di salah satu Sekolah Dasar di desa saya, atau masa-masa saya tidak percaya bisa sekolah di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Solo, atau masa-masa yang sangat menyenangkan sewaktu Sekolah Menengah Atas, atau masa-masa canggung awal kuliah dulu..

Mungkin saya merindukan masing masing sepotong suasana dari setiap masa yang pernah saya punya.. Saya sendiri juga tidak mengerti apa yang sebenarnya saya rasakan..

Saya jadi berpikir, betapa setiap detik dari waktu yang kita punya sangat berharga.. Bukan hanya karena nanti akan kita pertanggungjawabkan, tapi juga karena kita tak bisa mengulangnya lagi suatu hari nanti..

It was almost 24 years ago..

Meskipun hanya sekedar untuk merasakan kembali, bahwa kita pernah merasakan masa-masa indah sewaktu bisa bermanja pada orangtua, atau bermain bersama teman-teman SD, atau sewaktu bersusah payah naik bus sepulang dari SMP, atau ketika bersenang senang bersama teman-teman SMA, atau saat tidak ada kerjaan di kampus pada waktu awal2 kuliah, bahkan saat pulang malam setelah praktikum..

Nikmatilah sebaik-baiknya apa yang kita punyai saat ini.. Karena bukan tak mungkin kita akan merindukannya kelak.. Entah itu suasana, atau seseorang yang pernah ada dalam hidup kita..

18 Juni 2009 12:34

Status Baru Saya : Jobseeker B-)

Wahhhh udah lama gak nulis di sini ya??? Kangen aku… ^_^ hihihihi.. Oktober terlewati tanpa new post di sini, hmmm sayang sekali.. Tapi apa boleh buat..

Jadi begini, teman-teman sekalian.. Sekarang status saya adalah jobseeker sukses (hihihi aneh banget ya), sebagai jobseeker sukses sebulan kemarin saya mendapat beberapa panggilan tes.. Alhamdulillah ya.. Walhasil saya kerap kali bepergian keluar kota : Jogja (mostly), kemarin sempet ke Salatiga juga (menghadiri jobfair UKSW).. Blog dan segala urusan dunia maya pun akhirnya terlantar..

jobseeker yang (nantinya, insya Alloh) sukses.. hehehe,, amin.. ^^

Kemarin saya sempat iseng googling nama saya sendiri, ternyata hasilnya banyak yang berupa panggilan tes kerja.. Sudah touring kesana kemari juga, ironisnya belum ada yg nyantol.. Xixixixixi.. Tapi yaaa bagi saya tetep banyak-banyak alhamdulillah.. Namanya juga usaha, daripada cuman nunggu durian jatuh di rumah, ya kan? (mana gak punya pohon durian pula, nah lho, duriannya siapa yang mau diharapkan jatuh nih? :-P)

Suatu hari selepas saya menjalani interview di kampus sendiri, saya bertemu dengan dosen saya (pembimbing skripsi, red.).. Dari pertemuan tersebut saya mendapat wejangan yang “menyadarkan” dan insya Alloh membangun sesuatu yang positif jika direnungi dalam-dalam..

Jadi ceritanya saya ditanya “sudah daftar dimana saja Phex?” (ya, ya, dosen-dosen memang memanggil saya ‘Phex’ seperti saya sudah teman sendiri.. Hihihi.. Tapi hal itu mengakrabkan dan saya suka itu..)

Saya jawab “sudah daftar di sini Pak.. Tapi gagal di tahap ini.. Terus di sini juga, tapi gagal di tahap ini, dst (menyebutkan beberapa nama perusahaan).. Kog saya gagal terus ini gimana ya Pak? (dengan nada setengah frustasi)”

Kemudian beliau memberi wejangan:

Jangan kuatir Phex.. Alloh itu sudah menjanjikan pada umatnya “segala yang melata di bumi ini sudah Aku tetapkan rezekinya masing-masing (maaf kalau kata-katanya salah, intinya ayat yang seperti itu lah.. Maklum, awam agama)” jadi jangan takut gak kebagian rezeki.. Kalau sudah rezekimu nanti pasti dapat kog.. Seperti mancing itu lho Phex, yang penting kita udah lempar kailnya, ikan mana yang nyantol itu kita tinggal tunggu aja.. Yang penting terus berusaha ya Phex, jangan putus asa..

Setelah itu langsung “cling!“seperti mendapat spirit baru (meskipun selama ini usaha saya juga tak putus, tapi mungkin rasa cemas terkadang muncul).. Hmmm, pertemuan singkat (antara gedung 3 ke gedung 1) tapi membawa perubahan besar.. Alhamdulillah hati ini masih dibukakan oleh Alloh terhadap pencerahan-pencerahan yang datang..

Jadi kawan-kawanku semua (terutama yang saat ini berstatus sebagai jobseeker juga, hihihi), jangan putus asa ya! Cemas itu wajar, sebagai manusia.. Tapi kadang kita perlu diingatkan, kalau rezeki Alloh itu ada dimana-mana, jika ia berjodoh dengan kita pasti kita dapat kog.. :)

Nb.
Satu lagi “pencerahan” dari teman saya (yang di lain waktu saya ajak sharing mengenai hal yang sama), banyak-banyaklah bersedekah.. Bersedekah akan membukakan pintu-pintu kemudahan dari Alloh.. Tapi tentu saja jangan lantas bersedekah dengan niat “agar diterima bekerja di perusahaan ini ini ini” lho yaa… :D
Semoga sedikit tulisan dari saya dapat berguna bagi banyak orang.. Amiiin..

Nb lagi.
Suatu saat beberapa teman berkunjung ke rumah.. Kita ngobrol banyaaak tentang hal ini (padahal mereka belum lulus, hehe.. semoga mereka lekas menyusul kami yang telah lulus, amiiin).. Ada nasihat bagus yang saya suka dari percakapan tersebut, yaitu seperti ini:
Cari rejeki (pekerjaan, red) itu seperti orang cari minyak (dari dalam perut bumi).. Ada yang beruntung, sekali gali langsung mengucur(?) minyaknya, ada yang harus 5 kali gali, ada yang harus 10 kali.. Kalau minyak yang kamu gali belum keluar, terus gali lebih dalam lagi.. Jangan menyerah pada galian(?) kesepuluh, karena mungkin saja pada galian kesebelas minyaknya akan keluar..
*maaf kalau deskripsinya agak aneh, ya kira-kira begitu lah bunyinya.. ^_^