Pengalaman Pertama : Inseminasi..

Akhirnya, perjalanan mencari rezeki sampai pula pada tahap ini.. Saya sebenarnya sudah ngebet ke tahap ini, berhubung sudah lebih dari enam siklus terapi hormon tapi tetap belum ada hasil.. Tapi si Om santai amat kadang saya gemes.. Hehe..

Note :
Kasus saya mulut rahim bentuknya tidak lurus dan agak sempit, sehingga sperma tidak bisa masuk (begitu pun waktu HSG dan hydrotubasi, bahkan waktu inseminasi, kateter tidak bisa masuk di posisi yang seharusnya).. Sedangkan suami ada indikasi teratozoospermia, sehingga kata Dr. Prima proses inseminasi ini sangat disarankan untuk kami coba..

Sebulan sebelumnya saya menjalani hydrotubasi kedua, yang pertama gagal karena kateter tidak bisa masuk.. Yang kedua, sekaligus pembersihan pra-inseminasi, alhamdulillah selang bisa masuk lebih dalam, dan tuba kiri berhasil terbuka meskipun hanya setengah jalan alias belum tembus ke ujung..

Hari ke-2

Seperti biasa, kencan bulanan dengan Dr. Prima.. Normalnya hanya diberi resep obat hormon penyubur, tapi berhubung persiapan inseminasi, Dokter mengecek apakah mulut rahim cukup terbuka untuk memungkinkan inseminasi besok.. Mumpung sedang haid, konon lebih mudah untuk dilihat.. Alhamdulillah, hasilnya oke..

Obat kali ini tidak berbeda dengan yang sebelumnya, clomiphene citrate 50 mg dua kali sehari selama lima hari berturut-turut (hari ke-2 sampai hari ke-6).. Note : di penghujung jadwal minum obat, saya baru menyadari kalau obatnya sisa satu.. Wakwaw.. Kapan ya, yang kelewat minum? Lupa, dan tidak saya minum juga sampai sekarang.. Hehe.. *maap bandel*

Hari ke-7

Mulai disuntik gonal-F di pagi hari.. Obatnya ternyata sama dengan yang dipakai pada proses bayi tabung, saya baru tau.. Suntikan yang diresepkan untuk saya sebanyak 4 dosis.. Jadi, empat hari berturut-turut (sampai hari ke-10) saya rajin bolak-balik ke RSIA..

Jangankan bisa suntik sendiri, lihat jarum suntik saja saya keder.. Empat kali suntik, oleh tiga perawat berbeda, empat kali pula saya nangis.. Ya ampun, kenapa coba tiap disuntik saya selalu nangis sejak SD.. Bahkan diambil sample darah saat cek kesehatan untuk seleksi karyawan cuma saya sendiri yang nangis.. Hihihi.. Ini sama kasusnya dengan spontanitas saya berlari sambil jerit-jerit kalau lihat kecoa.. Dua phobia yang cukup merepotkan.. :-(

Dan jujur, suntik gonal-F ini rasanya luar biasa! Sakit banget! Saya tidak sanggup langsung pulang setelah disuntik, harus tiduran dulu, kemudian duduk dulu, sampai cenut-cenut hilang, baru berani jalan dan pulang.. Ragunan-Taman Puring motoran sendiri soalnya.. Note : ini suntiknya di perut.. Dan jujur, hari terakhir rasanya pingin melarikan diri (?) sama seperti waktu imunisasi saat SD dulu..

Sampai pada tahap ini si Om mulai siap-siap mengurus cuti untuk inseminasi.. Nah, masalahnya, belum ada kepastian hingga saat ini.. Kapan inseminasi dilakukan semuanya tergantung hasil cek ukuran sel telur nanti di hari ke-12..

Hari ke-11

Senang rasanya sudah selesai proses suntik.. Hari ini agendanya bersenang-senang.. Smule seharian.. Lepaskan semua beban..

Sebenarnya senang-senang sudah dari hari sebelumnya ketika pulang dari RSIA untuk suntik terakhir.. Mampir alf*m*di, lalu kalap beli cemilan.. Hehe.. Sekali-sekali, gapapa.. Dimaafkan..

Reward for my own self, to have been brave and strong ♥

Reward for my own self, to have been brave and strong ♥

Hari ke-12

Jadwal cek ukuran sel telur.. Meskipun hari Jumat ini Dr. Prima tidak praktik, tapi sudah melalui perjanjian sebelumnya.. Maka pagi-pagi sekali si Om sudah ribut-ribut mengingatkan saya yang masih santai-santai.. Hasil cek telur, kanan ada tiga sel telur (diameter 21, 19, 14), kiri ada dua sel telur (diameter 11, 12).. Alhamdulillah..

Yang jadi dilema, dua sel telur sudah matang sedangkan tiga yang lain belum *jangan bilang-bilang ya kalau obatnya yang satu ketinggalan ga diminum*.. Jika inseminasi dilakukan Senin, Dr. Prima khawatir dua yang matang ini sudah lepas duluan sebelum hari Senin.. Jika inseminasi dilakukan besok (Sabtu), tiga yang lain belum matang optimal..

Namun, berhubung dua yang matang di ovarium kanan semua, maka Dr. Prima memutuskan inseminasi hari Sabtu.. Jadilah pagi itu saya suntik ovidrel (suntik lagi, OMG! T_T) di perut untuk membantu pelepasan sel telur (karena sel telurnya banyak, harus dibantu hormon agar semua lepas).. Si Om juga diresepkan obat untuk persiapan besok..

Note : karena jadinya si Om cuti hari Jumat ini, sorenya kita langsung cusss jalan-jalan ke Kemang Village, meet up dengan teman-teman Smule saya.. Si Om sabar banget sama saya, pokoknya biar saya senang dan tidak tegang untuk proses besok.. Makasih ya.. Chuuu~

Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

Jual Gelang Kopi Bracelet Asli

Hari ke-13 (Hari-H)

Sel telur diperkirakan lepas dalam jangka waktu 36 jam setelah suntik ovidrel dan akan on the way dalam (kira-kira) 24 jam.. Karena saya disuntik Jumat pagi sekitar jam 10, maka inseminasi dilakukan Sabtu malam hari..

Kami diinstruksikan daftar di RSIA pukul 19.00 malam, jadi kami dari rumah sekitar jam 17.00 jaga-jaga macet pada malem mingguan.. Sampai RSIA langsung sholat maghrib karena sudah masuk waktu.. Selesai sholat, pas ditelpon oleh RSIA mengecek posisi saya saat itu (care banget deh, suka ♥).. Mengetahui saya sudah di mushola RSIA Muhammadiyah Taman Puring, saya disuruh langsung ke pendaftaran seusai sholat..

Pendaftaran dilakukan sekali saja (cukup efektif), seusai mendaftar akan mendapat formulir untuk dibawa ke laboratorium.. Dari laboratorium, terlebih dulu mendapat nota untuk dibayar di kasir.. Setelah menyerahkan bukti pembayaran, baru diambil sample sperma di laboratorium untuk kemudian dilakukan proses washing.. Ini adalah proses menyeleksi sperma yang bagus, yang jelek dieliminasi.. Saya baca di laporannya, volume sebelum dan sesudah washing berkurang separuh lebih.. Lumayan lama ternyata proses washing kira-kira satu setengah jam kami nongkrong di serambi RSIA sambil dinner sate padang.. ♡

Selesai proses washing kami diantar ke lantai 2 tepatnya di kamar bersalin (hari Sabtu poli kandungan penuh, tidak ada ruang kosong sehingga harus sewa kamar bersalin).. Pastikan tabung spermanya benar nama suami, supaya kelak kalau jadi anak beneran ga kaget, hahahaha.. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan HSG atau hydrotubasi, sudah agak familiar dan tidak terlalu kaget.. Hanya saja, deg-deg-deg tetep saja..

Seperti biasa, jika sudah dalam kondisi seperti demikian, saya tidak bisa menangkap perkataan Dokter.. Hanya bisa doa kenceng.. Sakit euy tiap kali dimasukkan alat untuk membuka pintu rahim (katanya bentuknya seperti gunting).. Yang bisa saya dengar cuma “waduh, nutup lagi ini”.. Tapi Alhamdulillah pada akhirnya proses inseminasi berjalan lancar, katanya.. Saya masih belum bisa menangkap apa yang dikatakan Dokter.. Cuma bisa iya-iya dan makasih doank..

Setelah ikatan di kaki dilepas dan posisi saya berbaring normal, dan dokter serta perawat pergi, saya baru agak tenang.. Dan ngantuk.. Hehehe.. Dingin euy AC pas ada di samping atas badan saya, ditambah suasananya sepi banget tidak seperti di poli.. Saya diminta berbaring satu jam..

Karena sudah hampir ketiduran, akhirnya saya buka Smule.. Dapat dua lagu, lumayan.. Mumpung si Om juga ke bawah mengurus administrasi.. Bahahaha.. Tetep sempat yak..

Setelah sejam dan semua urusan beres, kami diperbolehkan pulang.. Ditawari oleh perawat apakah ingin pakai kursi roda? Saya hanya “hah? Ngapain?” Dikira sakit apaan lagi ntar.. Kami pun jalan kaki ke parkiran, kemudian sekitar pukul 10 pulang ke rumah, jalan pelan-pelan saja menghindari goncangan.. Namanya juga jaga-jaga.. Entah kenapa rasanya lemes semua badan saya, sampai rumah langsung sholat kemudian pules di kasur..

Hari ke-14

Saya tidak diinstruksikan untuk banyak-banyak istirahat atau pantangan sesuatu.. Jadi, hari Minggu si Om ngajakin nonton Apocalypse! Asiiik.. Hihihi.. Tapi, meskipun lancar-lancar saja, tetap rasanya badan saya lemes untuk perjalanan (Ragunan ke Soedirman), sepulang nonton saya tepar lagi..

Estimasi Biaya Inseminasi

Bagi yang berencana melakukan inseminasi, berikut yang sekiranya harus disiapkan..
1. Clomiphene Citrate 10 butir 》Rp 150.000,-
2. Gonal-F 75 IU empat dosis @ 700.000 》Rp 2.800.000,-
3. Ovidrel 》 Rp 800.000,-
4. Washing Sperma Rp 2.300.000,-
5. Tindakan inseminasi 》Rp 375.000
6. Kateter inseminasi 》Rp 125.000,-
7. Kamar Bersalin 》Rp 500.000,-

Biaya tersebut di luar biaya alat kesehatan (underpad, alkohol swap, dll), konsultasi dokter, biaya USG, biaya suntik perawat, dan biaya obat/vitamin lain menyesuaikan resep dokter masing-masing.. Dosis gonal-f juga berbeda-beda tergantung kondisi pasien, ada yang hanya tiga kali suntik saja.. Bahkan ada yang tidak pakai suntik gonal-f..

Jujur memang berat banget kalau dirasakan.. Dua tahun pertama saya pun galau dan baper ketika ditanya sudah isi belum? jahil banget yang tanya, rasanya pengen ngegampar.. Saya sempat trauma ketemu keluarga besar dan teman lama.. Terlebih jika memikirkan usia yang semakin bertambah, juga mengenai biaya yang telah dan harus dikeluarkan untuk program hamil.. Aaaaarrrgghh, bikin hati dan kepala cenat cenut..!

Tapi semakin ke sini, saya semakin sadar bahwa “jika ini kehendak Alloh, maka rezeki untuk ini insya Alloh akan selalu ada.. Dan sebenar-benarnya rezeki itu adalah yang terpakai, bukan yang tersimpan”.. Maka dari itu stop berpikir dan stop baper! Lepaskan saja, nikmati prosesnya, dan jangan lupa bahagia.. Hidup terlalu singkat dan terlalu berharga untuk dilewatkan dengan sedih-sedih dan galau-galau..

Cari kegiatan yang bisa mengalihkan pikiran, namun bermanfaat, dan tidak terlalu menguras tenaga (program mahal, harus dijaga donk mana tau jadi hamil kan).. Saya terbantu sekali dengan Smule ini, karena kebetulan saya cinta bingitsss sama musik.. Dari situ, saya pun dapat komunitas dan teman-teman baru.. Dan dari komunitas tersebut, saya dapat kesibukan (karena tiap minggu ada challenge solo, duet, grup, juga kadang ada meet up, dan yang pasti tiap hari selalu ramai di grup chatting).. Meskipun kebanyakan dari kami belum pernah bertatap muka secara langsung, tapi rasanya sudah seperti memiliki keluarga.. Moment seperti ini yang harus saya nikmati dengan maksimal selagi luang, sebelum nantinya punya kesibukan mengurus anak sehingga susah rekaman.. (thanks to: keluarga PIL Project love you all ♥)

Nah, bagi para pejuang rezeki yang lain, tetap semangat yak! Stay positive, nikmati prosesnya, dan jangan lupa bahagia.. ♡
[Nov Sabatini]

Yuk, baca juga artikel saya yang masi berhubungan dengan program hamil ini :

1. Berapa perkiraan biaya HSG dan tes hormon?

2. Tanya jawab dengan Spog seputar infertilitas

3. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

4. Alternatif Program Hamil : Konsultasi Psikiater

Advertisements

Bertanya pada SPOG..

Bagian yang paling saya suka dari wisata ke SpOG adalah, membagikan ilmunya pada orang lain! Alhamdulillah, diberi kemampuan dan kesempatan berkunjung ke beberapa SpOG..

Berikut saya rangkumkan pertanyaan seputar infertilitas pada Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan (SpOG) berdasar pengalaman saya..

Dok, sebelumnya saya sudah pernah coba konsumsi vitamin E, asam folat, telur rebus sekali sehari, daging sekali sehari, eskrim sekali sehari, suami juga sudah minum Zink dan vitamin.. Kenapa ga hamil ya?

Buat anak kok coba-coba.. Belum jelas masalahnya apa, jadi tidak tahu apa solusinya.. Dicari dulu sebabnya apa tidak hamil-hamil, baru ketahuan obatnya apa.. (Dr. Tagor, RSIA Andhika, 2014)

Dok, saya suka kucing.. Di rumah punya 2, bahayakah?

Kucing itu tidak bahaya.. Yang berbahaya itu adalah makanan yang dihinggapi lalat, dimana sebelumnya lalat itu mampir dulu ke pup-nya kucing atau darimana kuman tokso itu berasal.. Jadi ga masalah punya kucing karena kalau kucing dipelihara apalagi kucing bagus pasti makanannya dijaga, kebersihannya diperhatikan, juga divaksin.. Yang masalah itu duduk di atas motor atau mobil kemudian “Bang, dua piring ya!”.. Ga jaminan makanannya sebelum sampai ke kamu tidak ada yang mampir mencicipi dulu (yang beterbangan itu loh).. Kuman tokso mati bila dipanaskan di suhu 80°C maka kalau masaknya bener (sampai mendidih) kumannya sudah mati berkali-kali.. Toksoplasma itu tidak bahaya, tidak menyebabkan sulit hamil.. Namun, akan jadi bahaya apabila sudah hamil karena bisa menyebabkan keguguran.. (Dr. Tagor, RSIA Andhika, 2014)

Kuman toksoplasma hanya bisa berkembang biak (meng-komplit-kan siklus hidupnya) di tubuh kucing.. Perjalanannya, masuk tubuh kucing berupa telur, lalu berkembang biak, dikeluarkan melalui pup kucing yang mengkontaminasi tanah & rumput.. Semua mamalia yang mengkonsumsi rumput atau apa pun yang telah terkontaminasi toksoplasma tersebut, akan tertular oleh toksoplasma.. Misal, tikus, sapi, kambing, bahkan manusia yang memakan hasil bumi dan daging yang tidak/kurang matang atau yang ceroboh tidak mencuci tangan sebelum makan, bisa tertular toksoplasma juga.. Di tubuh mamalia ini, toksoplasma hanya tidur dan tidak berbahaya (tidak ada gejala).. Namun dalam kondisi tertentu misal ada kehamilan akan jadi berbahaya karena akan berpotensi terjadi keguguran (kuman toksoplasma memakan inti sel termasuk sel telur yang sudah dibuahi) atau kecacatan pada janin ketika lahir.. (dikutip dari sebuah acara di Nat Geo Wild tentang parasit dan host, Maret 2016)

 

Dok, saya suka kopi.. Hampir setiap hari minimal satu gelas.. Apa bahaya?

Kopi itu minuman sehat, asalkan diminum dengan benar.. Nah bagaimana cara yang benar dalam minum kopi? Tanpa gula! (Glek! pait amat Dok..) Karena memang yang membuat tidak bagus bagi kesehatan itu adalah kebanyakan mengkonsumsi gula.. (Dr. Tagor, RSIA Andhika, 2014)

Seperti kita tau, salah satu penyebab PCOS (sel telur susah matang) itu karena kelebihan insulin sehingga menurunkan FSH.. Dari situlah asal desas-desus kalau orang gemuk susah hamil, karena biasanya obesitas sejalan dengan tingginya insulin dalam tubuh.. Maka dari itu salah satu terapi PCO adalah dengan glucophag yang mana obat yang sama bagi pemderita diabetes tipe 2.. Begitulah kiranya kesimpulan saya mengenai PCO dan gula, silakan googling untuk informasi lebih lengkap..

Kata Dr. Prima sih, boleh tapi jangan banyak-banyak.. Segala yang terlalu banyak itu tidak baik.. (Dr. Prima, RSIA Muh. Taman Puring, 2015)

Setelah minum obat penyubur, kenapa belum juga hamil?

Sebelumnya, obat penyubur itu banyak macamnya.. Salah satu yang paling sering dipakai adalah clomiphene citrate (merk : profertil, pinfertil, fensipros) ini pun dosisnya berbeda, diberikan sesuai keadaan tubuh dan hormon masing-masing individu.. Ada yang sehari 1x sampai 3x (masing-masing pil 50 mg).. Setelah minum, harus di USG lagi untuk mengecek seberapa efek obat terhadap sel telur.. Jika kurang akan ditingkatkan dosisnya, jika terlalu ngefek perlu dikurangi atau diganti obat lain (misal letrozol @2,5 mg)..

Bila dosis sudah sesuai, juga perlu dicek lagi berapa ukuran sel telurnya (kadang bisa lebih dari satu) jika melebihi ukuran tertentu (kurang tau berapa batasnya, katanya normalnya sih 1.8 sampai 2.2) perlu disuntik hormon pemecah (ovidrel) karena akan sulit pecah dengan alami.. Saya pernah ada yang ukuran 3.5 (satu di antara 5 yang matang, wow) kata dokter ga bisa pecah sendiri, harus disuntik.. Karena bila terlalu besar dan tidak lepas bisa berpotensi jadi kista.. Bulan depan, setelah dicek ternyata ada 2 yang tidak lepas, tapi yang berukuran lebih kecil ukuran 1.7 dan 1.9..

Sehingga, tidak aman minum penyubur tanpa konsultasi dengan Dokter Kandungan.. Perlu pemantauan rutin (hari kedua dan ke dua belas) agar tau betul perkembangannya..

Sel telur ada yang tidak lepas, itu nanti gimana Dok? Bisakah jadi sel telur ovulasi bulan berikutnya?

Bisa sih, tapi biasanya tidak terlalu bagus kualitasnya.. (Dr. Prima, RSIA Muh. Taman Puring, 2015)

Hormon FSH tinggi, artinya apa Dok?

Menandakan fungsi ovarium kurang bagus.. Biasanya FSH tinggi menjelang menopause, jadi seperti dikuras untuk menghasilkan sel telur.. Namun, hal itu perlu dites lagi, AmH-nya bila rendah berarti cadangan sel telurnya sedikit (salah satu indikator : jarang haid), bila AmH normal (salah satu indikator : haid teratur) mungkin FSH tinggi hanya temporary saja atau bisa kesalahan sewaktu tes hormon..

Kapan sebaiknya tes hormon?

Sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, karena indikatornya terbagi beberapa fase seperti : fase menstruasi, fase ovulasi, dan beberapa lainnya (silakan googling lagi).. Namun, hormon ini mempunyai kecenderungan berfluktuasi, sehingga tes harus dilakukan pada saat yang tepat.. Umumnya tes hormon dilakukan pada hari kedua atau kelima haid..

HSG perlukah? Bagaimana tata cara?

Sudah pernah saya tulis di postingan sebelumnya.. Silakan capcusss ke sini..

Suntik Ovidrel apakah tepat 36 jam lepas?

Diharapkan lepas dalam 24 jam.. Sel telur setelah ovulasi bisa bertahan 24 jam untuk dibuahi.. (dr. Natsir Nugroho, RSIA Muh. Taman Puring, 2015)..

Hajar aja terus, setelah suntik berhubungan seminggu nonstop! (Dr. Prima, RSIA Muh. Taman Puring, 2015) “Horeee, asiiik!” LOL..

Bisa juga diselang seling, 12-24 jam setelah suntik berhubungan sekali, selang 24 jam diulang sekali, terakhir diulang lagi setelah jeda 24 jam kemudian.. Setelah itu minum penguat kandungan Utrogestan.. (Dr. Dewi, RSIA Muh. Taman Puring, 2016)

 

Waktu yang dibutuhkan sperma menuju tuba falopi berapa lama?

Sekitar 30 menit hingga satu jam.. Oleh karena itu, setelah selesai tiduran dulu, jangan langsung bangun.. (dr. Natsir Nugroho, RSIA Muh. Taman Puring, 2015)

Berapa lama sperma bisa bertahan di dalam rahim?

Sekitar 24 jam.. Jadi, sel telur ovulasi 24 jam, sperma bertahan juga 24 jam.. Kalau program hamil, sebaiknya hari pertama sebelum ovulasi, hari ovulasi, dan sehari setelah ovulasi wajib kumpul.. Hari lainnya sunah.. Untuk tau kapan ovulasi, cek suhu tubuh pakai termometer digital tiap bangun tidur (perhatikan tata caranya, silakan googling lagi untuk info lebih lanjut).. Selalu dicatat juga tiap bulannya.. Jadi ketika suhu tubuh turun dari rata-rata, folikel tengah bersiap melepaskan sel telur, sehari setelahnya terjadi ovulasi: suhu tubuh akan naik lebih dari rata-rata.. Hari wajibnya saat suhu turun, saat suhu naik, dan sehari setelah itu.. Kalau program anak kedua dst, bisa diatur jenis kelamin calon anak ingin apa.. Kalau ingin perempuan, kumpul sebelum atau sesudah ovulasi.. Kalau ingin laki-laki, harus pas saat ovulasi yang cuma 24 jam itu.. (dr. Natsir Nugroho, RSIA Muh. Taman Puring, 2015)

Dok, apa gejala adanya sariawan di rahim?

Salah satu gejala ada sariawan di mulut rahim adalah keputihan yang kental berwarna putih seperti susu/bubur.. Tidak gatal, dan tidak panas, namun biasanya berbau khas.. Faktor utama penyebabnya adalah kebersihan, misal penggunaan toilet umum, tidak mencuci tangan sebelum menyentuh area pribadi, menggunakan celana yang ketat sehingga area tersebut menjadi lembap, memakai celana dalam yang sama dalam jangka waktu lama (celana dalam harus diganti sehari 12 jam minimal 3x), penggunaan pembalut atau pantyliner dalam jangka waktu lama, dan faktor lainnya.. Pengobatan dilakukan dengan memberikan albothyl bisa dalam bentuk cair (dilakukan oleh dokter) atau tablet (dilakukan sendiri).. Keputihan normal tidak berwarna alias bening, dan muncul di saat tertentu saja misal saat masa subur.. (Dr. Prima, RSIA Muhammadiyah Taman Puring, 2016) *juga ditambah dari berbagai sumber*

Pemeriksaan terhadap suami, perlukah?

Jelas, donk! Kan bikinnya berdua.. Supaya adil, suami perlu dianalisis spermanya.. Faktor yang dipantau adalah : jumlah sperma, motilitas (keaktifan gerak), dan bentuk/anatomi.. Jika ditemukan ada yang tidak bagus pada indikator tersebut, bila perlu SpOG akan memberi rujukan pada Spesialis Andrologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.. Dalam beberapa kasus, penyebab sperma kurang bagus adalah karena ada varikokel yaitu pelebaran pembuluh darah vena pada daerah buah zakar sehingga menghambat fungsi testis.. Penyebabnya antara lain penggunaan celana yang ketat, berada pada tempat bersuhu tinggi dalam waktu lama (termasuk kebiasaan berendam air panas yang intensitasnya sering), faktor keturunan, dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang dioksidasi tinggi (dibakar).. Namun, bila dirasa masih dalam batas wajar, SpOG cukup memberikan vitamin.. Tes berikutnya dilakukan untuk memantau perkembangan kualitas sperma.. (Dr. Tagor, RSIA Andhika, 2014) *juga ditambah dari berbagai sumber*

***

Setiap akan konsultasi ke SpOG, saya hampir selalu membawa tas gede berisi bekal nasi lengkap dengan sayur dan lauk, cemilan, buku bacaan, headset besar yang dilingkarkan di kepala, mp3 player, tak ketinggalan HP, tissue (basah dan kering) plus antis, dan terkadang membawa bantal kecil.. Buat jaga-jaga antrean lama, lapar, ngantuk, dan bosan.. Tapi, kata suami seperti persiapan tamasya.. LOL..

Closing words, entah kenapa saat diperiksa SpOG dan ternyata ditemukan sebuah masalah, saya justru lega.. Karena saya berpikir, lebih baik ditemukan masalah agar tau apa yang harus dilakukan untuk mengobatinya, daripada dinyatakan baik-baik saja tapi tetap merasa ada yang salah dan tidak tau salahnya dimana.. Apapun itu, syukuri apa yang ada, sebaik-baik rencana adalah rencana Alloh.. Hanya saja, terkadang kita belum tau kemana jalan akan membawa kita.. Karena itu, selalu berdoa agar diberi kekuatan untuk tetap bisa menempuh jalan yang dipilihkan Alloh..

Ada rahasia di balik rahasia, Insya Alloh semua ada hikmahnya..

[Nov Sabatini]

 

Yuk, baca artikel saya yang lain seputar program hamil :

1. Berapa sih perkiraan biaya inseminasi?

2. Pengalaman saya HSG

3. Pengobatan Alternatif Haji Sugeng Cilodong

4. Alternatif Program Hamil : Konsultasi Psikiater

Pengalaman Pertama : Hysterosalpingografi (HSG)..

Yap! Dalam hidup saya diberi kesempatan untuk mencicipi HSG ini, never thought i would be.. Pertemuan pertama dengan SpOG ke-3 ini, kami langsung diminta untuk melakukan sepaket tes kesuburan yang terdiri atas : semen analisis, tes hormon, dan HSG.. Dua yang terakhir dilakukan oleh pihak istri..

Tes Hormon..

Tes hormon dilakukan dengan mengambil sampel darah, hormon yang dicek ada empat, yaitu LH, FSH, Estradiol, dan Prolaktin.. Estradiol dan Prolaktin normal, artinya ketebalan rahim saya oke (thanks, God.. Data historis saya sih agak ketebelan, tapi sekarang sepertinya mulai normal).. LH normal, yang berarti diagnosa SpOG sebelumnya bahwa saya PCO (tanpa melalui USG trans V serta tes darah) terpatahkan.. Nah yang agak ngaco ini adalah FSH, hormon yang bikin sel telur matang ini justru ketinggian.. Kata Dokter ini mengindikasikan fungsi ovarium yang kurang bagus.. Tapi sewaktu tau bahwa siklus haid saya lumayan teratur tiap bulan, saya tidak diresepkan obat hormonal dulu.. Apalagi sewaktu akhirnya saya USG Trans V di hari ke 16 ternyata ada sel telur di ovarium kanan yang baru saja lepas.. Sambil jalan kata dokter liat bulan depan gimana hasilnya, ada kemungkinan juga hasil FSH di lab kemarin salah dan perlu dicek ulang.. Bismillah, semoga baik-baik saja..

Saya menghabiskan Rp 900.000,- sekian untuk tes ini (RSIA Muhammadiyah Taman Puring, Agustus 2015).. Sebagai informasi tambahan, tes saya lakukan di hari kedua haid, hasilnya baru keluar seminggu kemudian.. Sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, karena indikatornya terbagi dalam empat fase : fase haid, fase ovulasi, fase setelah ovulasi, serta fase menopause.. Meskipun begitu, umumnya dilakukan pada hari kedua atau kelima haid karena lebih mudah daripada menentukan hari ovulasi yang berbeda-beda tiap wanita..

image

Proses HSG..

Kembali ke judul, HSG dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran tuba, apakah mampet atau baik.. Dilakukan dengan cara memasukkan cairan kontras ke dalam rahim kemudian dilakukan foto rontgen.. Karena dilakukan hanya pada hari ke 9, 10, atau 11, maka harus melalui perjanjian.. Saya pilih hari ke-9 karena bertepatan dengan suami libur kantor yaitu hari Sabtu..

HSG dilakukan oleh Spesialis Radiologi, dalam kasus saya, dokternya cowo! Hiks.. Kepikirannya sudah sejak seminggu sebelum hari-H, apalagi menurut cerita dari yang sudah pengalaman, HSG ini lumayan sakit.. Namun, mau tidak mau, hari eksekusi tiba juga.. Diantar oleh suami, kami tiba di RSIA dan melakukan registrasi satu jam sebelumnya..

Saat masuk ruang Radiologi, ternyata suami tidak boleh ikut.. Waaa…! Seketika perasaan tambah tak menentu.. Yang lumayan melegakan, ada mbak perawat yang menemani.. Jangan tanya bagaimana rasanya, untuk pertama kalinya diintip oleh cowo lain(?).. Iya, ini proses pertama bahkan sebelum merasakan USG Trans V oleh dokter kandungan.. Wow banget! Antara malu, deg-deg-an, takut (karena terlalu banyak baca testimoni orang), sedih, nelangsa.. Gini banget jalan idup guweh.. Tapi dokternya menguatkan juga, katanya proses ini memang harus dijalani dan belum seberapa jika dibandingkan kelak waktu bersalin.. Bener juga, sih..

Mbak, boleh saya pegang tangannya?

 

Pinta saya pada mbak perawat.. Untung perawatnya baik dan ramah.. Cuma karena hati saya rasanya terlanjur carut marut, akhirnya nangis juga di atas meja radiologi.. Apalagi proses pemasangan kateter agak lama, karena ternyata masih ada sisa darah haid di dalam.. Setelah melalui perjuangan tersendiri, kateter pun terpasang.. Segera dokter dan perawat masuk ruang monitor dan meninggalkan saya sendiri.. Cairan kontras pun dialirkan.. Inti dari HSG itu sendiri sebenarnya tidak lama.. Dan, bagi saya pribadi, sebenarnya tidak sakit!

Hasilnya bisa ditunggu alias langsung jadi.. Sembari menunggu, saya diajak suami makan di cafetaria.. Sambil diejek-ejek karena nangis.. -_- Seusai makan, kami kembali nongkrong di depan lab.. Di tengah jalan saya melihat sekilas ada pasien HSG sesudah saya, tampak kepayahan, kepala disandarkan ke bahu suaminya dengan mata terpejam dan memegang perut.. Sewaktu mengambil hasil, saya juga sempat melihat sekilas suami si mbak tadi mengambil hasilnya sendiri, kemudian langsung terburu-buru keluar lab.. Mungkin efek HSG beda-beda per orang..

Saya sendiri alhamdulillah tetap bisa jalan, naik motor pulang ke rumah (30 menit, karena Sabtu macet banget sampai rumah total menghabiskan satu jam).. Saya berangkat ke RSIA pukul 14.00, perjanjian HSG pukul 14.30 (tapi baru masuk ruangan pukul 15.30, seusai kami sholat Ashar), selesai HSG sekitar pukul 16.00 lebih, hasil keluar pukul 17.00, sampai rumah kembali pukul 18.00.. Nah, malam hari menjelang tidur baru saya merasakan nyeri perut seperti hari pertama haid.. Bedanya, kali ini buat menoleh ke kanan dan ke kiri juga sakit.. Pendarahan terjadi selama 2-3 hari..

Biaya HSG RSIA Muhammadiyah Taman Puring adalah Rp 650.000,- (Agustus 2015)..

 

Semen Analisis..

Sedangkan Semen Analisis Rp 350.000,- menurut saya termasuk miring untuk ukuran Jakarta, mungkin karena harganya sepaket (3 macam tes).. Untuk Semen Analisis, hasilnya baru keluar seminggu setelah hari-H.. Berbeda dengan pengujian sebelumnya di RSIA Andhika, hasilnya bisa ditunggu (langsung keluar) karena memang jarak antara pengeluaran dan pengujian tidak boleh lebih dari 10 menit.. Lebih murah juga, hanya Rp 80.000,- dan bisa diulang gratis kalau hasilnya agak rancu..

Oleh SpOG, jika bulan ini belum hamil (mengingat baru saja ada sel telur yang lepas, despite the unchecked size and condition) saya disarankan hydrotubasi (tiup rahim/sis) bulan depan.. Sebenarnya, seminggu sebelum ke dokter ini, begitu semua hasil tes keluar saya sudah melakukan riset sendiri mengenai pembacaan hasil tes saya serta tindakan yang mungkin diambil SpOG, dan salah satu hipotesis saya sampai pada hydrotubasi ini.. Prosesnya sama dengan HSG, hanya jenis cairan yang dimasukkan berbeda, kali ini pakai semacam antibiotik untuk mengobati dan membuka sumbatan.. Konon, ini juga sakit, ada yang sampai pingsan juga.. Tapi, ah sudahlah..

Dengan semakin banyaknya fakta medis yang terkumpul, kami jadi paham tentang kondisi kami sehingga dapat meningkatkan ikhtiar ini beberapa tingkat lebih baik dan terarah.. Terlepas dari itu, rezeki akan turun hanya dan hanya jika Alloh merestuinya.. Semoga Alloh memudahkan jalan kami selanjutnya, karena sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan..

[Nov Sabatini]

 

Yuk baca juga artikel saya yang lain seputar program hamil :

1. Berapa biaya yang harus disiapkan untuk inseminasi

2. Tanya jawab dengan Spog seputar infertilitas