If I Could Turn Back the Time..

Oleh sebuah post di salah satu jejaring sosial, saya teringat semasa berburu pekerjaan..

Banyak pertanyaan serupa.. Beberapa pertanyaan tipikal.. Namun yang ingin saya bagi di sini adalah, setiap kali ada pertanyaan jika Anda diberi kesempatan mengulang kembali hidup Anda, hal apakah yang ingin Anda ubah?

Untuk pertanyaan tersebut, akan selalu saya jawab TIDAK ADA. Alasannya?

Well, mungkin alasan yang saya tulis tak selalu persis dari satu tes dengan tes lain.. Namun pada intinya sama..

Bahwa untuk menjadi diri saya yang sekarang, diperlukan sebuah proses yang tak hanya panjang namun juga berkelanjutan (kayak pembangunan aja yak?)..

Dan untuk melalui proses tersebut, butuh perjuangan.. Butuh pengorbanan.. Waktu, jelas.. Karena dewasa itu tidak instant.. Biaya, pasti.. Belum terhitung berbagai macam emosi yang telah saya kecap untuk mencapai umur sekian ini.. Senang, sedih, kecewa, amarah, harap, kehilangan, air mata, tak saya pungkiri kadang penyesalan pun terlintas!

clock..

Bila masa lalu bisa saya geser 1 derajat, akankah saya tetap menjadi diri saya yang sekarang?
(bahkan saya masih berpikir bahwa diri saya terbagi menjadi beberapa partikel yang lebih kecil : saya yang dulu, saya yang sekarang, saya nanti)

Mungkin bila semua tak terjadi seperti ini, memang segalanya akan berbeda.. Mungkin saya yang sekarang akan jadi lebih baik.. Tapi mungkin juga tidak..

Tak perlu rasanya menyesali apa yang telah terjadi.. Karena semua itu mempunyai tujuan.. Karena ketetapan Alloh adalah yang terbaik, lebih baik dari yang mampu kita rencanakan dan harapkan..

Saya bersyukur dan bangga menjadi diri saya yang sekarang, karena saya menghargai semua proses dan perjuangan yang telah terlalui untuk menemukan diri saya yang sekarang..

Advertisements

Putus Asa..

Aku bingung.. Aku galau..

Di tengah masalah-masalah yang dianugerahkan kepadaku ini, aku larut dalam bimbang dan pikiran-pikiranku sendiri, yang kebanyakan merupakan prasangka dan praduga yang kukarang sendiri.. Entah dalam rangka menyiapkanku pada kemungkinan terburuk.. Entah dalam rangka memberiku sekedar ilusi yang menenangkan..

Aku merasa, masalah ini terlalu berat bagiku.. Seakan-akan masalahku adalah 10 masalah terbesar di dunia..

Aku tak tahu kepada siapa harus menuntut disediakannya jalan keluar.. Seakan-akan aku mempunyai hak untuk itu..

Aku merasa, memenangkan semua pihak pada akhirnya hanyalah suatu keniscayaan.. I mean this is the real life, dude! Tak ada yang tak beresiko.. Bahkan bernafas pun memiliki resikonya sendiri..

Dan selalu.. Setiap kali sebuah masalah berkunjung, hampir setiap kali pula masalah tersebut terselesaikan setelah aku mencapai tahap putus asa..

Kali ini, tidak.. Semoga saja tidak.. Sudah cukup rasanya, merengek putus asa selayaknya anak kecil yang tak dibelikan mainan oleh Ibunya..

Sudah cukup malu rasanya, menjadi orang yang gampang menyerah di mata Alloh.. Sedangkan Alloh tak suka hal itu.. Sudah berulang kali Alloh menyentilku, seolah-olah mengatakan “payah sekali kamu, baru begitu sudah menyerah“, dan tepat sesaat kemudian membukakan pintu solusi bagiku.. Aku malu..

Aku harus belajar dari yang lalu.. Aku harus menjadi dewasa.. Bahwa dewasa itu belajar.. Bahwa dewasa berarti berproses..

Aku hanya minta, semoga Alloh berkenan menyalurkan secuil saja kekuatan-Nya untukku.. Dan tentu saja untuk orang-orang yang terlibat di dalamnya.. Untuk bertahan dalam ujian ini, hingga saatnya nanti jalan keluar akan ditunjukkan oleh Alloh.. Agar kami dapat berproses menjadi lebih dewasa, bersama-sama.. Agar kami berhasil naik ke level selanjutnya..

16.10.12
Fighting my own thought..